cover
Contact Name
Nia Kurniasih
Contact Email
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sosioteknologi.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Gedung Sosioteknologi, Labtek VII, Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sosioteknologi
ISSN : 18583474     EISSN : 2443258X     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Sosioteknologi is a journal that focuses on articles that discuss results of an intersection of research fields of science, technology, arts, and humanities as well as the implications of science, technology, and arts on society. It is published three times a year in April, August, and December. Jurnal Sosioteknologi is a collection of articles that discuss research results, conceptual ideas, studies, application of theories, and book reviews. Jurnal Sosioteknologi has been indexed by Google Scholar and Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474 Jurnal Sosioteknologi adalah jurnal yang memfokuskan pada tulisan berupa penelitian interseksi bidang ilmu sains, teknologi, seni, dan ilmu kemanusiaan serta implikasi sains teknologi dan seni terhadap kehidupan masyarakat. Terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Jurnal Sosioteknologi berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan aplikasi teori, serta ulasan buku. Jurnal Sosioteknologi telah terindeks oleh Google Scholar, Citerseerx, dan Indonesian Publication Index (IPI). ISSN: 1858-3474
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 3 (2020)" : 14 Documents clear
INTENSI DAN PENGGUNAAN E-MONEY DI PONTIANAK DENGAN MODERASI FAKTOR SOSIAL DAN BUDAYA Irawan Wingdes; I Dewa Ayu Eka Yuliani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki intensi dan penggunaan e-money di Pontianak karena beberapa kali implementasi mengalami kegagalan. Model penelitian mengutilisasi faktor sosial dan budaya yang diekstensikan dengan Technology Acceptance Model. Data dikumpulkan dengan survei pada sampel 280 responden selama tiga bulan dan dianalisis dengan metode SEM. Hasil menunjukkan adanya pengaruh faktor Kegunaan terhadap Niat Menggunakan dan Penggunaan Riil. Pengaruh moderasi dari sosial dan budaya dieksplorasi dan hasil dibahas lebih jauh dalam artikel. This research was aimed to explain intention and actual use of e-money in Pontianak due to several failed attempts by local government. Research model employed social and cultural factors extended to Technology Acceptance Model. As much as 280 data was collected with survei method for three months period at refueling station. Data was analized with SEM method. Results showed strong correlation of usefulness with intention to use and actual use. Moderated relationships of cultural and social factors were also explored and discussed further in article.
HAPPINESS AND ITS DETERMINANTS: PRELIMINARY FINDINGS AMONG LECTURERS IN AN INDONESIAN UNIVERSITY Henndy Ginting; Yuni Ros Bangun; Fransisca Budyanto; Anggara Wisesa; Adita Pritasari; Christina Wirawan; Yosi Widarani
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.4

Abstract

The educational institution is sometimes indicated as a not attractive workplace, which could affect its employee happiness. This research aims to qualitatively identify the state of happiness and its determinants factors including its association with digital technology among lecturers. Digital technology is considered important in the educational area because it helps lecturers to effectively share the information, material, and managing the class. The research was conducted in ITB since it was a university with a technology base. Results indicate a high level of happiness among lectures, especially in pleasant and good life but not meaningful life. There are several determinant factors of happiness identified which are related with interpersonal and intrapersonal. Lectures reported positive and negative impacts of digital technology and happiness. In conclusion, lecturers perceived ITB as their source of happiness especially in providing freedom and opportunity to share knowledge and values.
ANALISIS MANAJEMEN GALERI PADA GRIYA SENI POPO ISKANDAR Eka Andri Yana
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.12

Abstract

Griya Seni Popo Iskandar (GSPI) merupakan salah satu galeri di Bandung yang sudah bertahan selama 40 tahun. Melalui tulisan ini, akan menganalisis sistem manajemen galeri yang mengubah format menjadi Griya Seni Popo Iskandar.  Penelitian ini dibatasi pada periode 2016-2019, dengan pertimbangan dalam periode tersebut kegiatan pameran di GSPI memperlihatkan freukensi yang tinggi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teori teori manajemen seni oleh Giep Hagoort  yang berhubungan dengan strategi, struktur, kepemimpinan, budaya organisasi dan fungsi. Penelitian ini juga menggunakan teori medan sosial seni oleh Hans Van Maanen yang berhubungan dengan aesthetic production, audiens dan means (PAM).Berdasarkan aesthetic production yaitu seniman yang berpameran di GSPI berasal dari mahasiswa dan seniman dari masyarakat umum. Seniman yang sering berpameran adalah seniman dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), selanjutnya dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), Universitas Maranatha, dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Seniman di GSPI juga memamerkan karya yang beragam (fleksibel) dan di dominasi oleh karya kontemporer. Di samping itu GSPI memamerkan karya Popo Iskandar sebagai daya tarik bagi pengunjung. Audiens yang mengapresiasi karya di GPI berasal dari berbagai segmen, kolektor, akademisi, curator, dan pengunjung umum. Terdapat beragam tingkat pengetahuan mereka terhadap kesenirupaan. Berdasarkan means yang berkaitan dengan fsilitas GSPI, letak GSPI tidak berada di jalan utama sehingga menjadi salah satu kendala bagi pengunjung. Interior GSPI sendiri tidak terfokus pada gaya arsitektur tertentu, pengaturan tata letak masih memberikan kesan bangunan rumah.Melalui pemaparan di atas, manajemen GSPI yang dikelola oleh keluarga dan meminimalisir staf manajemen mengakibatkan penumpukan kerja pada Kurator. Perlu dilakukan evaluasi penambahan staf agar manajemen galeri dapat menajdi optimal. Berdasarkan analisis PAM pihak manajemen perlu memfokuskan target audiens yang dibidik, sehingga GSPI memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya dengan mempertegas sebagai galeri Pendidikan. Hal ini sesuai dengan kondisi saat ini dan di sisi lain Popo Iskandar memang seorang pendidik. Karya yang dipamerkan dapat saja difokuskan pada karya-karya kontemporer sehingga menjadi sejalan dengan perkembangan Pendidikan seni saat ini. Fakor terakhir yang berkaitan dengan means adalah memperbaiki interior maupun eksterior GSPI menjadi satu gaya yang menyatu. Hal tersebut akan mempertegas karakter yang ingin disampaikan. Pihak manajemen perlu lebih kreatif dalam menjaring audiens mendatangi GSPI, salah satunya dengan mengaktifkan café yang tersedia dan menata menjadi tempat yang nyaman serta layak ditampilkan di media social.Kata kunci : GSPI, galeri, PAM, Popo Iskandar.        
TEKNO-KULTUR-RELIGI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: (Studi Netnografi pada Pengguna Aplikasi Muslim Pro di Kalangan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung) Qoriah A Siregar; Dody S. Truna; Dadang Kahmad
Jurnal Sosioteknologi Vol. 19 No. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.itbj.2020.19.3.13

Abstract

ITB students who use Muslim Pro application on their smartphones as a representation of digital society are a tangible form of techno-cultural-religious interrelationships. ITB students, if they need something related to Islamic religious knowledge and daily worship practices, only need to access the application. Analyzed from the perspective of religious studies, the dynamics and phenomena of techno-culture-religion are an interesting and important entity to study, because the religious activities of ITB students using the Muslim Pro application will have implications and polarization on their religious thought. The main objective of this research is to reveal the religious thoughts of the Muslim Pro application users among ITB students. This research is a qualitative research using netnographic research method (virtual ethnography) based on the theory of religious experience in the form of thought from Joachim Wach. The results of this research indicate that the religious thought patterns of ITB students who use the Muslim Pro application are classified into three types of thought, namely: scientific, literate, and contextual. 

Page 2 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2020 2020