cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 19784279     EISSN : 25494082     DOI : 10.20473
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 31 No. 1 (2019): APRIL" : 12 Documents clear
Profil Pasien Dermatitis Kontak Alergi Akibat Kosmetik Marissa Astari Rubianti; Cita Rosita Sigit Prakoeswa
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 31 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.163 KB) | DOI: 10.20473/bikk.V31.1.2019.35-40

Abstract

Latar Belakang: Kontak erat kosmetik dalam waktu yang lama dengan kulit, menginisiasi proses sensitisasi dari beberapa kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya. Banyaknya kasus dermatitis kontak alergi (DKA) akibat kosmetik diakibatkan oleh beragamya produk kosmetik yang beredar di pasaran seperti sabun, shampoo, deodorant, pasta gigi, krim wajah, tabir surya, dan parfum. Tujuan: mengevaluasi profil pasien DKA akibat kosmetik dan pelayanan pasien DKA akibat kosmetik di Divisi Alergi Instalasi Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2014-2017. Metode: Studi retrospektif dari data sekunder rekam medik pasien baru DKA akibat kosmetik selama periode 4 tahun (2014-2017). Hasil: Pasien baru DKA akibat kosmetik terbanyak tahun 2017 sebanyak 8.6 % dari total kunjungan pasien dermatitis kontak di divisi alergi. Pasien perempuan lebih banyak daripada laki-laki dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-30 tahun (37,7%). Bahan penyebab terbanyak yang dilaporkan adalah krim pagi. Manifestasi klinis terbanyak bentuk makula eritematosa disertai dengan rasa gatal dengan eliminasi bahan penyebab sebagai penatalaksanaan utama pada DKA akibat kosmetik. Sebanyak 53 (18,3%) pasien dilakukan pemeriksaan uji tempel dan 20 (37,7%) pasien menunjukkan hasil yang positif dengan karakteristik hasil uji tempel 100% pasien menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan as-is dan 45% pada bahan reagen standar. Sebanyak 19,7% pasien memiliki riwayat atopi pada diri sendiri dan 6,5% pada keluarganya. Simpulan: Profil DKA akibat kosmetik dapat disebabkan karena bahan yang terkandung di dalam suatu produk kosmetik dan tidak berhubungan dengan riwayat atopi pada diri sendiri maupun keluarga pasien.
Uji Diagnostik Sampel Urin, Apusan Vagina, Kombinasi Urin dengan Apusan Vagina untuk Identifikasi Chlamydia trachomatis dengan Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Wanita Pekerja Seksual (WPS) Kristina Nadeak
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 31 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.087 KB) | DOI: 10.20473/bikk.V31.1.2019.60-65

Abstract

Pendahuluan: Chlamydia trachomatis (CT) merupakan patogen yang paling sering menyebabkan Infeksi Genital Non Spesifik (IGNS). Pada wanita infeksi CT umumnya bersifat asimtomatis dan sering menyebabkan komplikasi, sehingga diperlukan skrining terutama pada wanita yang mempunyai risiko tinggi seperti Wanita Pekerja Seksual (WPS). Sampel urin, apusan vagina, dan kombinasi urin dengan apusan vagina masih belum banyak digunakan dibandingkan apusan endoserviks untuk identifikasi CT menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR). Tujuan: Untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, nilai duga positif (NDP), nilai duga negatif (NDN), dan akurasi sampel urin, apusan vagina, kombinasi urin dengan apusan vagina untuk mengidenifikasi CT menggunakan PCR. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik analitik potong lintang. Dilakukan PCR CT pada 58 sampel urin, apusan vagina, kombinasi urin dan apusan vagina, serta apusan endoserviks dari 58 orang WPS. Hasil: Sampel urin memiliki sensitivitas 75%; spesifisitas 97,6%; NDP 92,3%; NDN 91,1%; dan akurasi 91,3%. Apusan vagina memiliki sensitivitas 68,7%; spesifisitas 97,6%; NDP 91,6%; NDN 89,1%; dan akurasi 89,6%. Kombinasi sampel urin dan apusan vagina memiliki sensitivitas 75%; spesifisitas 95,2%; NDP 85,7%; NDN 90,9%; dan akurasi 89,6%. Simpulan: Sampel urin mempunyai sensitivitas moderat dan spesifisitas tinggi, apusan vagina mempunyai sensitivitas rendah dan spesifisitas tinggi, kombinasi urin dan apusan vagina mempunyai sensitivitas moderat dan spesifisitas tinggi.

Page 2 of 2 | Total Record : 12