cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 19784279     EISSN : 25494082     DOI : 10.20473
Core Subject : Health, Science,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 31 No. 2 (2019): AGUSTUS" : 12 Documents clear
Perbedaan Tipe Human Papilloma Virus antara Human Immunodeficiency Virus Positif dan Negatif pada Pasien Kondiloma Akuminata Anogenital Silvia Wilvestra; Qaira Anum; Isramiarti Isramiarti
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 31 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.535 KB) | DOI: 10.20473/bikk.V31.2.2019.130-137

Abstract

Latar belakang: Kondiloma akuminata anogenital adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa anogenital. Prevalensi kondiloma akuminata anogenital meningkat setiap tahunnya, terutama pada pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hingga saat ini masih sedikit penelitian mengenai tipe HPV pada kondiloma akuminata anogenital di Indonesia. Tujuan: Mengevaluasi perbedaan tipe HPV antara HIV positif dan HIV negatif pada pasien kondiloma akuminata anogenital di RS Dr. M. Djamil, Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional cross sectional comperative study yang bersifat analitik. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Tipe HPV dideteksi menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Hasil: Terdapat 24 subjek penelitian pasien kondiloma akuminata anogenital dengan HIV positif dan HIV negatif. Kelompok usia terbanyak adalah ≥18 – 25 tahun. Jumlah pasangan seksual terutama multipel, dan 75% merupakan lelaki seks lelaki (LSL). HPV tipe 16 merupakan tipe terbanyak pada pasien kondiloma akuminata anogenital dengan HIV positif (100%) dan HPV tipe 6 pada pasien dengan HIV negatif (66,67%). Infeksi HPV multipel lebih banyak ditemukan pada pasien dengan HIV positif dibandingkan dengan HIV negatif. Simpulan: Terdapat perbedaan tipe HPV antara HIV positif dan HIV negatif pada pasien kondiloma akuminata anogenital. 
Pengaruh Dermatitis Atopik, Urtikaria dan Gangguan Saluran Cerna sebagai Komorbiditas dalam Perbaikan Klinis dan Kepuasan Orang Tua Pasien pada Anak Alergi dengan Gejala Saluran Nafas Tingkat Moderate-Persistent yang Mendapatkan Imunoterapi Alergen Debu Rumah Anang Endaryanto
Berkala Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Vol. 31 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/bikk.V31.2.2019.112-122

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya efektivitas imunoterapi dan kepuasan orang tua perlu dieksplorasi untuk menurunkan angka dropout imunoterapi yang masih tinggi. Tujuan: mengevaluasi pengaruh keberadaan gejala alergi di luar saluran nafas pada efektivitas imunoterapi dalam meredakan gejala alergi dan kepuasan para orang tua. Metode: Penelitian dilaksanakan mulai 1 Januari 2008 sampai 31 Desember 2018 dengan disain kohort retropektif pada anak alergi debu rumah dengan gejala saluran nafas moderate-persistent yang diberikan imunoterapi alergen debu rumah subkutan. Setelah fase rumatan imunoterapi selesai, tingkat gangguan kualitas hidup dan frekuensi gejala, jumlah hari/minggu bebas gejala alergi, dan tingkat kepuasan orang tua dievaluasi dalam 30 hari. Hasil: Sejumlah 100 % dari total subjek penelitian (2,171 pasien) sensitif pada alergen debu rumah dengan gejala saluran nafas. Sebesar 79,7 % pasien membaik menjadi mild-intermittent. Rerata jumlah hari bebas gejala pada 30 hari paska fase rumatan imunoterapi adalah 25,1 + 8,31 hari. Tingkat kepuasan yang tinggi dinyatakan oleh 72,9 % orangtua pasien. Adanya komorbiditas dermatitis atopik, urtikaria, dan gejala alergi saluran cerna tidak berpengaruh terhadap skor perbaikan gejala alergi saluran nafas. Keberadaan dermatitis atopik, urtikaria, dan gangguan saluran cerna berkorelasi dengan penurunan jumlah hari bebas gejala. Simpulan: Keberadaan dermatitis atopik, urtikaria, dan gangguan saluran cerna sebagai komorbiditas tidak menurunkan efektivitas imunoterapi alergen debu rumah dalam meredakan gejala alergi saluran nafas, tetapi menurunkan jumlah hari/minggu bebas dari gejala alergi dan tingkat kepuasan orang tua pasien.

Page 2 of 2 | Total Record : 12