cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Natural Science: Journal of Science and Technology
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 25411969     EISSN : 23380950     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Natural Science online diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universtas Tadulako. Jurnal ini menerbitkan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)" : 17 Documents clear
RETENSI LIKOPEN BUAH TOMAT (LICOPERSICUM PYRIFORME) PADA PENGOLAHAN DAN PENYIMPANAN MIE INSTAN FUNGSIONAL Yovita, Yovita; Sumarni, Ni Ketut; Mappiratu, Mappiratu
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang retensi likopen buah tomat (Lycopersicum pyriforme) pada pengolahan dan penyimpanan mie instan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan likopen pada pengolahan mie instan dan untuk mengetahui retensi likopen selama penyimpanan mie instan serta untuk mengetahui masa kadaluarsa mie instan pada suhu ruang. Pendugaan umur simpan atau masa kadaluarsa menggunakan model kinetika reaksi. Perlakuan penelitian meliputi tahap pemisahan likopen dari buah tomat, pengolahan mie instan, dan penyimpanan mie instan pada suhu ruang. Analisis likopen pada mie instan dilakukan setiap 7 hari selama 56 hari menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 470 nm. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan masa kadaluarsa mie instan. Hasil yang diperoleh menunjukkan tingkat kerusakan likopen selama pengolahan mie instan adalah 1,358%, retensi likopen pada hari ke-0 adalah 98,642% dan pada hari ke-56 adalah 35,859% serta masa kadaluarsa mie instan fungsional adalah 72 hari.
KANDUNGAN KALSIUM (CA) DAN PROTEIN PADA SARI JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCAHARATA) DARI BERBAGAI PENAMBAHAN KULIT PISANG (MUSA ACUMINATA BALBISIANA COLLA) Rahayu, Ummi; Nurhaeni, Nurhaeni; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ?Kandungan Kalsium (Ca) dan Protein Pada Sari Jagung Manis (Zea mays saccharata) dari Berbagai Penambahan Kulit Pisang (Musa acuminata balbisiana Colla)? bertujuan untuk mengetahui rasio jagung manis dengan kulit pisang sehingga menghasilkan formulasi sari jagung manis terbaik, dan tingkat kesukaan masyarakat terhadap sari jagung manis yang terbaik. Rancangan penelitian yang diterapkan terhadap kandungan kalsium dan protein menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan rasio jagung manis dan kulit pisang. Terdapat dua kali pengulangan untuk masing-masing taraf sehingga didapatkan 6 unit percobaan. Hasil yang diperoleh kandungan kalsium tertinggi 45,440 mg pada rasio 3:1. Pada kandungan protein terbaik diperoleh 1,23% pada rasio 3:1. Hasil uji organoleptik pada parameter rasa, warna yang agak disukai yaitu pada rasio 3:1, dan pada aroma yang agak tidak disukai yaitu pada rasio 3:1.
SEMUT SUBFAMILY MYRMICINAE DI CAGAR ALAM RIMBO PANTI, KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARAT Hilmi, Larissa; Herwina, Henny; Dahelmi, Dahelmi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai jenis-jenis semut Myrmicinae (Hymenoptera: Formicidae) di Cagar Alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat  telah dilakukan pada bulan Maret sampai Agustus 2014 dengan menggunakan metode ?quadra protocol? yang merupakan kombinasi empat metode yaitu free collection, leaf litter sampling, soil sampling, honey bait. Sebanyak 10 species and 15 morphospecies semut yang tergolong kedalam 13 genus, 9 tribe, dan 816 individu telah didapatkan. Genus yang paling banyak yaitu Pheidole (11 species).
LONGHORN BEETLE (COLEOPTERA: CERAMBYCIDAE) IN ENCLAVE AREA, LORE LINDU NATIONAL PARK, CENTRAL SULAWESI Fahri, Fahri; Sataral, Mihwan
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kumbang antena panjang di area Enclave Taman Nasional Lore Lindu pada bulan Desember 2013 sampai Mei 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kumbang antena panjang di perkebunan kakao dan kopi, area Enclave Taman Nasional Lore Lindu, serta distribusi, tambuhan inang dan habitatnya. Koleksi kumbang antena panjang menggunakan perangkap Artocarpus trap. Terdapat 6 species kumbang antena panjang yang ditemukan di perkebunan kakao dan kopi, yaitu Gnoma pulverea, Acalolepta celebensis, A. fasciata, A. montana, A. rusticatrix, and Epepeotes plorator celebensis
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA FORMATYPICA) SEBAGAI BIOSORBEN LOGAM MERKURI (HG) Musafira, Musafira; Mirzan, Mohammad; Pratiwi, Wiwid
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu setimbang, pH optimum, kapasitas adsorpsi kulit pisang Kepok terhadap logam merkuri. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 variasi waktu kontak, pH dan konsentrasi merkuri berturut-turut yaitu 10, 20, 30, 40, 50, 60 menit ; 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 ; 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak dua kali. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa waktu setimbang proses adsorpsi dicapai pada waktu 30 menit dengan persentase penjerapan sebesar 99,89 % dan kapasitas penyerapan sebesar 29,96 mg/g, pH optimum pada pH 5 dengan persentase penjerapan sebesar 99,70 % dan kapasitas penyerapan sebesar 29,91 mg/g. Kapasitas adsorpsi (qmaks) dari merkuri sebesar 59,55 mg/g dengan persentase penyerapan sebesar 99,25 %, pada konsentrasi merkuri sebesar 60 ppm.
ISOLASI, KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL Α & Β-GALAKTOSIDASE PRODUK FERMENTASI KULIT BUAH CEMPEDAK [ARTHOCARPUS INTEGER (THUNB.) MERR.] DAN BUNGA TIGARUN [CRATAEVA NURVALA BUCH-HAM] Lambui, Orryani; Sembiring, Langkah; Rahayu, S.
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) yang dapat menghasilkan ? & ?-galaktosidase telah diisolasi dari produk fermentasi kulit buah cempedak (mandai) dan bunga tigarun (jaruk) menggunakan medium MRS dengan metode enrichment dilanjutkan dengan surface spread plate dan dimurnikan dengan metode streak plate. Tahapan isolasi berhasil mengisolasi 73 isolat penghasil asam, kemudian di screening awal berdasarkan karakter kunci BAL. Diperoleh 26 isolat BAL dan dikarakterisasi berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan ? dan ?-galaktosidase melalui pengukuran aktivitas enzim dalam menghidrolisis subsrat p-nitrophenyl-?-D-galactopyronoside (pNPG) dan o-nitrophenyl-?-D-galactopyronoside (oNPG). Dua isolat terpilih yaitu OLM_10 memiliki nilai aktivitas ?-galaktosidase tertinggi yaitu 5,07 U/ml dan aktivitas ?-galaktosidase 0,43 U/ml dan OLJ_25 memiliki nilai aktivitas ?-galaktosidase 4,11 U/ml dan & aktivitas ?-galaktosidase tertinggi 1,06 U/ml. Berdasarkan karakterisasi terhadap 2 isolat terpilih didapatkan hasil bahwa isolat OLM_10 diidentifikasi sebagai anggota spesies Streptococcus thermophilus dan isolat OLJ_25 sebagai anggota spesies Lactobacillus plantarum.
TELAAH KESAMAAN STRUKTUR BEBERAPA SENYAWA ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN POTENSI PEMBUKTIANNYA Ys, Hardi
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa kimia memiliki struktur yang spesifik dengan fungsi yang spesifik, diantaranya senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan, antiradang dan antibakteri. Penelitian dan kajian terhadap keterkaitan antara struktur molekul senyawa kimia dan fungsinya telah berkembang dan terus berlangsung. Hal ini, selain untuk memahami mekanisme-aksi gugus molekul spesifik dari suatu senyawa yang berperan dalam interaksi tertentu, misalkan peran interaksi gugus molekul antibakteri dengan bakteri yang mengakibatkan terbunuhnya bakteri, juga menjadikan inspirasi untuk mensintesis senyawa analog dari senyawa aslinya. Opini yang berkembang terhadap interaksi senyawa dan sasarannya dipengaruhi oleh bentuk struktur dan gugus molekul yang bersinggungan langsung dari dua komponen tersebut (senyawa dan sasaran). Artikel ini selain mereviu, mengkaji dan mendiskusikan analisis beberapa senyawa kimia yang memiliki kemiripan struktur molekul dan sifat antibakterinya pada golongan gram positif, dan juga membuktikan dengan sintesis dan uji sederhana, bersifat pendahuluan, terhadap struktur dan gugus molekul yang berperan sebagai antibakteri tersebut. Senyawa kimia yang dikaji adalah novobiocin, serrulatane and xantorhizol. Hasil analisis menunjukan bahwa adanya kesamaan komponen struktur kimia antara keempat senyawa yakni sama-sama memiliki komponen gugus prenyl (dimetil-ene) dan gugus hidroksi-aromatis. Kedua komponen ini sangat dekat dengan struktur senyawa xantorrhizol yang memiliki aktivitas antibakteri gram positif dengam daya hambat minimum adalah kurang dari 2,5 ?g/ml. Sintesis dengan menggabungkan dua komponen senyawa antibakteri tersebut, membuktikan bahwa penyebab kematian bakteri adalah kombinasi dari dua komponen tersebut. Hal ini disimpulkan dari komponen pereaksi yang awalnya tidak memiliki sifat antibakteri, setelah hasil sintesis dalam bentuk fase fraksi menunjukan aktivitas antibakteri gram positif
AKTIVITAS EKSTRAK ENZIM AMILASE KECAMBAH BIJI JAGUNG KETAN (ZEA MAYS CERATINA L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI ENZIM DAN WAKTU REAKSI Hanapi, Nur Afni I.; Nurhaeni, Nurhaeni; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian aktivitas ekstrak enzim amilase kecambah biji jagung ketan pada berbagai konsentrasi enzim dan waktu reaksi dengan menggunakan pati ubi kayu. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua kali ulangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 variasi konsentrasi enzim (0,25%, 0,50%, 0,75%, 1,00%, 1,25%, 1,50%) dan waktu hidrolisis (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5; 3 jam). Kadar glukosa yang dihasilkan dianalisis menggunakan metode DNS (Dinitrosalisilat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi enzim tertinggi diperoleh pada konsentrasi enzim 1,25% dengan kadar glukosa yang dihasilkan sebesar 2.350 ppm dan waktu hidrolisis terbaik diperoleh pada waktu 3 jam dengan kadar glukosa yang dihasilkan sebesar 3.112,5 ppm
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA FLAVONOID SUBFRAKSI ETIL ASETAT MYRMECODIA TUBEROSA (NON JACK) BL Khumaidi, Akhmad; Hertiani, Triana; Sasmito, Ediati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan studi sebelumnya diperoleh bahwa kadar flavonoid total subfraksi etil asetat Myrmecodia tuberosa (non Jack) Bl memiliki korelasi positif terhadap aktivitas proliferasi sel limfosit. Subfraksi V (kelima) menunjukkan nilai indeks stimulasi proliferasi sel limfosit tertinggi serta memiliki kadar flavonoid total terbesar (6,158±1,298) diantara semua subfraksi. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa flavonoid yang dikandung oleh subfraksi V. Metode pemisahan yang dilakukan adalah melakukan hidrolisis subfraksi V, kemudian dikromatografi lapis tipis preparatif dan dianalisis secara spektroskopi. Hasil spektroskopi  UV-Vis isolat memiliki puncak 1 pada panjang gelombang 324 nm dan puncak 2 pada panjang gelombang 284 nm, spektroskopi infra merah memiliki serapan pada 3.443 cm-1. Data 1H-NMR menunjukkan adanya serapan pada ? 6,74; ? 6,73; ? 6,62; ? 6,10; ? 7,82; ? 7,39; doublet of doublet pada ? 1,14, doublet pada ? 3,47 - ? 3,60 dan singlet pada ? 3,65 serta adanya serapan pada ? 17,81; 71,47; 74,19; 74,51 dan ? 76,78 dari spektrum 13C-NMR. Hasil spektroskopi massa terlihat serapan pada m/z 391,10. Berdasarkan data-data yang diperoleh, senyawa hasil isolasi diduga merupakan senyawa isoflavon.
KAJIAN UMUR SIMPAN EKSTRAK ANTOSIANIN UBI JALAR UNGU (IPOMEA BATATAS L. VAR. AYAMURASAKI) TERCAMPUR MALTODEKSTRIN DALAM KEMASAN KAPSUL Tahandugang, Ulfia Ismail; Mappiratu, Mappiratu; Nurakhirawati, Nurakhirawati
Natural Science: Journal of Science and Technology Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Number 2 (August 2015)
Publisher : Univ. Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan masa simpan antosianin ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. var ayamurazaki) tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul pada berbagai suhu. Pencapaian tujuan dilakukan melalui  ekstraksi antosianin dari tepung ubi jalar ungu menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pencampuran ekstrak dengan maltodekstrin  perbandingan 1 : 1 (v/b), pengeringan dan pengemasan campuran antosianin-maltodekstrin dalam kemasan kapsul dan penyimpanan pada suhu 50 dan 60oC. Pengamatan terhadap kandungan antosianin tercampur maltodekstrin dilakukan setiap 24 jam selama 240 jam menggunakan metode spektrofotometri. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan orde reaksi, masa simpan pada suhu 50 oC dan 60 oC. Data masa simpan pada kedua suhu digunakan untuk menentukan nilai Q10 dan masa simpan pada berbagai suhu. Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan antosianin tercampur maltodekstrin dalam kemasan kapsul mengikuti reaksi orde satu. Masa simpan pada suhu 50 dan 60oC masing-masing 74 dan 22 hari, nilai Q10 adalah 3,28 dan masa simpan pada suhu 15, 20, 25, 30, 35, 40 dan 45oC berturut-turut 4.747, 2.621, 1.447, 799, 441, 243 dan 134 hari.

Page 1 of 2 | Total Record : 17