cover
Contact Name
Suryani Dyah Astuti
Contact Email
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Phone
+6281232977983
Journal Mail Official
jurnal.biosains@pasca.unair.ac.id
Editorial Address
Postgraduate School of Universitas Airlangga Airlangga Street No. 4-6, Campus B of Universitas Airlangga , Airlangga Street, Gubeng District, Surabaya, East Java, Indonesia Postal Code 60286 Telephone 031-5041566, 5041536 Facsimile 031-5029856
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Biosains Pascasarjana
Published by Universitas Airlangga
Jurnal Biosains Pascasarjana is published not only for the publication of research results from graduates, as one of the graduation requirements but also for public that contains a discussion of the natural content, responses of living things, and their environment.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA" : 7 Documents clear
Perendaman Ekstrak Spirulina plantesis Terhadap Ig-M, Jaringan Limpa dan Diferensial Leukosit Ikan Mas Setelah Diinfeksi Aeromonas hydrophila (Deeping Of Extract Spirulina plantesis To Ig-M, Spleen Tissue And Diferential Leucocyte Of Carp After Infected By Aeromonas hydrophila) Widya Pratiwi
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.41 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.218-229

Abstract

Abstrak            Penyakit yang sering menyerang ikan mas yaitu bakteri Aeromonas hydrophila, bakteri ini penyebab penyakit bercak merah atau Haemerrhagic Septicaemia pada ikan air tawar. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk pengendalian sistem tubuh terhadap penyakit yaitu Spirulina platensis.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak etanol Spirulina platensis terhadap respon Ig-M, diferential leukosit, histopatologi limpa yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap uji, yaitu uji in vitro dan uji in vivo. Pada uji in vivo metode yang digunakan adalah eksperiment laboratoris dengan menggunakan 5 perlakuan yaitu kontrol positif (ikan diinfeksi A. hydrophila), kontrol negatif (ikan diberi Phospate Buffer Saline ), perendaman ekstrak dosis 50 ppm, dosis 100 ppm, dosis 200 ppm. Ikan mas diinfeksi terlebih dahulu dengan cara menyuntikkan 0,1 ml suspense A. hydrophila sebanyak 106 cfu/ml secara intramuskular. Setelah menunjukkan gejala klinis selama 2 hari, ikan direndam dengan ekstrak etanol S. platensis selama 30 menit. Perendaman dilakukan dua kali, pada hari ke 2 dan ke 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S. platensis memberikan pengaruh yang berbeda nyata (p<0.05) terhadap kondisi jaringan limpa, diferensial leukosit dan konsentrasi Ig-M. Ekstrak S. platensis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh denga adanya peningkatan konsentrasi Ig-M dibentuk oleh proliferasi limfosit sel B. Dosis perendaman yang sudah dapat meningkatkan sistem kekebaln tubuh adalah 100 ppm dengan tingkat kelangsungan hidup tertinggi 88,8%.Kata kunci : S. platensis, A. hydrophila, histopatologi, Ig-M, diferensial leukosit
Gambaran Basofil, TNF-α, dan IL-9 Pada Petani Terinfeksi STH di kabupaten Kediri Elfred Rinaldo Kasimo
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.944 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.230-254

Abstract

Abstrak Infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) adalah salah satu infeksi cacing paling umum Hal ini ditemukan dalam hubungan dengan kebersihan pribadi yang buruk, sanitasi yang buruk, dan di daerah-daerah yang menggunakan kotoran cacing ini sebagai pupuk. Salah satu pekerjaan yang sangat erat kaitannya dengan infeksi STH adalah pekerjaan yang berhubungan dengan tanah yaitu bertani. Infeksi A. lumbricoides mengaktifasi respon sel Th2 yang kemudian melepaskan sitokin IL-4, IL-9 dan IL-13 untuk merespon antigen parasit yang kemudian bersama produk sel lain akan mengeluarkan cacing dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran basofil, TNF-α dan IL-9 pada infeksi STH. Total Subyek penelitian ini adalah  40 orang petani, yang terdiri dari 20 orang terinfeksi dan 20 orang tidak terinfeksi di dusun Sumberagung dan Janti di Kabupaten Kediri kemudian. Hasil : Terdapat perbedaan kadar TNF-α pada petani terinfeksi STH dan tidak terinfeksi sedangkan jumlah basofil dan kadar IL-9 tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan : ada perbedaan TNF-α pada petani terinfeksi STH dan tidak terinfeksi sedangkan jumlah basofil dan kadar IL-9 tidak terdapat perbedaan. Kata kunci : STH, basofil, TNF-α, IL-9
Pemberian Ekstrak Air Panas Spirulina platensis melalui Perendaman Terhadap Total leukosit, Indeks fagositosis dan konsentrasi TNF-α Osphronemous gouramy Myrna Budi Resmawati
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.902 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.183-190

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imunostimulan ekstrak air panas Spirulina (Spirulina platensis)  pada ikan gurame Osphronemous gouramy. Pada penelitian ini ekstrak air panas Spirulina diuji apakah dapat meningkatkan mekanisme non- spesifik melalui parameter total leukosit, indeks fagositosis dan konsentrasi TNF-α pada hari ke 3, 5, 7dan 14 setelah perendaman ekstrak air panas Spirulina  dengan dosis 15 ppm, 30 ppm, 60 ppm dan tanpa imunostimulan (kontrol) selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada darah dan konsentrasi TNF-α pada serum darah. Data dianalisis menggunakan Analisis Varian dilanjutkan dengan Duncan. Pada hasil menunjukkan ekstrak air panas Spirulina  dapat meningkatkan total leukosit, indeks dan konsentrasi TNF-α (P<0.05). Ekstrak air panas Spirulina dengan dosis 30 ppm dapat meningkatkan total leukosit dan indeks fagositosis pada hari keempat belas dan konsentrasi TNF-α pada hari ke tujuh dbandingkan kontrol. Ekstrak air panas Spirulina dapat memberikan pengaruh pada imun non-spesifik ikan gurame.  Kata kunci: Osphronemus gouramy, ekstrak air panas, Spirulina platensis
Pengembangan Metode GC-MS untuk Penetapan Kadar Acetaminophen pada Spesimen Rambut Manusia Komang Ari Gunapria Darmapatni
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.703 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.255-266

Abstract

ABSTRAKRambut dapat digunakan sebagai pilihan dalam melakukan analisis senyawa obat di dalam tubuh khususnya pada kasus-kasus penyalahgunaan obat atau keracunan yang bersifat kronik. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangan metode untuk penetapan kadar acetaminophen pada spesimen rambut manusia menggunakan instrumen GC-MS. Sampel rambut diambil pada panjang 0-3 cm, 0-6 cm dan 0-10 cm pada 10 orang pasien yang mendapatkan terapi parasetamol. Preparasi sampel terdiri dari tahap dekontaminasi, destruksi, ekstraksi dan derivatisasi pada masing-masing spesimen rambut. Kemudian ekstrak diinjeksikan pada sistem GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acetaminophen dapat terdeteksi pada spesimen rambut dalam bentuk acetaminophen-TMS akibat adanya perlakuan derivatisasi menggunakan BSTFA yang mengandung TMCS 1%. Pada panjang spesimen rambut 0-3 cm diperoleh konsentrasi 0,1761-0,3392 ng/mg spesimen rambut, pada panjang spesimen rambut 0-6 cm diperoleh hasil 0,2081-0.4845 ng/mg spesimen rambut dan pada panjang spesimen rambut 0-10 cm konsentrasi acetaminophen-TMS dalam sampel adalah 0,2473-0,5782 ng/mg spesimen rambut. Kata kunci : acetaminophen, rambut, Gas Chromatography - Mass Spectrometry
Pengembangan Metode Isolasi dan Identifikasi Mitragynine dalam Daun Kratom (Mitragyna speciosa) Livia Elsa
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.402 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.191-202

Abstract

Abstrak Kratom (Mitragina speciosa) merupakan tanaman herbal asal Indonesia. Daun kratom memiliki banyak manfaat sebagai obat herbal seperti obat demam, diare, dan penghilang nyeri. Efek sedatif dan stimulan pada sistem syaraf pusat merupakan efek samping daun Kratom. Harga yang murah dan kemudahan dalam memperoleh daun Kratom menjadi penyebabkan utama daun Kratom banyak disalahgunakan sebagai penganti narkotika terlarang lainnya. Daun kratom masuk kedalam new psychoactive substances (NPS) atau narkotika jenis baru karena memiliki efek ketergantungan dan bertindak seperti opioid lainnya seperti heroin dan ganja.Daun kratom dapat diperoleh dengan mudah dengan pembelian secara online. Umumnya daun Kratom dijual dalam bentuk olahan yang sulit untuk dikenali bentuknya, seperti sampel dalam penelitian ini berupa bubuk dan serbuk daun kratom. Pengujian yang dilakukan untuk identifikasi daun Kratom dapat dilakukan dengan cara botani dan cara kimia. Metode botani dicari karakteristik spesifik daun kratom dengan uji mikroskopik, dan secara kimia yang menjadi salah satu senyawa penciri daun kratom adalah mitragynine. Pengembangan metode identifikasi mitragynine dilakukan dengan metode GC-MS, KLT, dan KLT-densitometri. Pengembang metode Isolasi mitagynine juga dilakukan karena sulitnya memperoleh standar baku dipasaran. Metode isolasi yang sederhana dan cepat dilakukan dengan metode KLT-Preparatif yang mana hasil isolasinya menunjukkan puncak tunggal pada hasil uji GC-MS. Kata kunci: Identifikasi, Isolasi, Kratom, Mitragyna speciosa, mitagynine
Identifikasi KHV dengan Uji Immunofluorescence dan Immunocytochemistry Berdasarkan Uji Polymerase Chain Reaction Positif KHV pada Ikan Koi (Cyprinus carpio) Oktarina Surfianti
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.318 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.267-282

Abstract

AbstrakKoi Herpesvirus (KHV) menyebabkan penyakit parah dan kematian di segala usia ikan mas dan ikan koi (Cyprinus carpio) dan menyebar dengan cepat di seluruh dunia sebagai penyebab mortalitas yang sangat tinggi dengan perkiraan (80-95%) untuk ikan koi dan ikan mas. Identifikasi KHV ini sudah dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Tetapi, metode tersebut tidak cocok untuk pekerjaan lapangan karena belum efisien dalam hal waktu dan peralatan.  Perlu ada pemeriksaan berbasis imunologis sebagai identifikasi awal (pemeriksaan dini) yang  belum banyak dilakukan dan perlu dikembangkan terutama untuk pemeriksaan KHV yaitu metode Immunofluorescence sebagai pemeriksaan imunologis untuk identifikasi adanya antigen atau dengan menggunakan pewarnaan fluorescent dan immunocytochemistry menggunakan metode imuno histo (sito) kimia ensim yang bersifat spesifik dengan pewarnaan oleh zat chromogen guna mengidentifikasi antigen dalam suspensi organ insang dan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mampu mengidentifikasi  KHV (Koi Herpes Virus) yang menginfeksi ikan koi (Cyprinus carpio L) menggunakan metode aplikasi Immunofluorescence serta Immunocytochemistry berdasarkan pemeriksaan menggunakan uji PCR dengan hasil positif KHV.Hasil dari kedua metode diperoleh positif untuk beberapa sampel berdasarkan positif PCR, ditandai dengan adanya pendaran oleh zat fluorescein berwarna hijau pada antigen KHV dengan pemeriksaan metode Imunofluorescence dan adanya ekspresi zat chromogen pada antigen berwarna coklat kemerahan pada antigen KHV dengan pemeriksaan Imunocytochemistry. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua metode tersebut mampu mengidentifikasi KHV dan dapat digunakan sebagai uji pemeriksaan dini KHV berbasis imunologis.  Kata kunci: Koi Herpesvirus, Ikan koi (Cyprinus carpio), Imunofluorescence, Immunocytochemistry
Pengaruh Tanah dan Air Laut Terhadap Kualitas DNA dari Otot PSOAS Jenazah Melalui Metode STR (Effect of Soil and Sea Water to Quality of PSOAS Muscle DNA Corpse with STR Method) Ni Putu Puniari Eka Putri
Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.43 KB) | DOI: 10.20473/jbp.v18i3.2016.203-217

Abstract

AbstrakDNA merupakan materi genetik yang berfungsi untuk mengatur aktifitas biologis seluruh bentuk kehidupan. Jaringan otot psoas jenazah merupakan salah satu sumber DNA yang dapat digunakan sebagai barang bukti dalam bidang forensik. Jenazah bisa ditemukan diberbagai tempat seperti terkubur di dalam tanah dan tenggelam di dalam air. Hal ini disebabkan oleh pelaku tindak kriminal yang ingin menghilangkan jejak atau barang bukti dengan mengubur jenazah di dalam tanah maupun menenggelamkan jenazah di dalam air. Biasanya kondisi jaringan otot psoas jenazah sebagai barang bukti di TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan sudah terpapar oleh media tanah dan air dalam lama waktu tertentu, sehingga dapat mempengaruhi hasil ekstraksi dan analisis DNA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  media  tanah dan air laut  terhadap kualitas DNA dari jaringan otot psoas  jenazah dengan lama waktu paparan yaitu hari ke-1, 7, dan 20 hari terhadap lokus STR D13S317 dan D18S51. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas DNA dari jaringan otot psoas jenazah pada media tanah yang dikubur dan air laut yang ditenggelamkan dalam lama waktu paparan hari ke-1, hari ke-7, dan hari ke-20 masih dapat diekstraksi, namun terjadi penurunan kadar dan kemurnian DNA secara signifikan.  Kata kunci: air laut, kualitas DNA, STR, tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 2 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 27 No. 1 (2025): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 2 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 26 No. 1 (2024): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 2 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 25 No. 1 (2023): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1 (2022): VOL 24, NO 1 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 2 (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 24 No. 1SP (2022): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA: SPECIAL ISSUE Vol. 23 No. 2 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 23 No. 1 (2021): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 22 No. 2 (2020): Jurnal Biosains Pascasarjana Vol. 22 No. 1 (2020): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 2 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 21 No. 1 (2019): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 3 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 2 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 20 No. 1 (2018): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 3 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 2 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 19 No. 1 (2017): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 3 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 2 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 18 No. 1 (2016): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 3 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol 17, No 2 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA Vol. 17 No. 1 (2015): JURNAL BIOSAINS PASCASARJANA More Issue