cover
Contact Name
Agustian
Contact Email
agustian@agr.unand.ac.id
Phone
+6275172701
Journal Mail Official
redaksisolumm@agr.unand.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas Kampus Unand LIMAU MANIS PADANG 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Solum
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18297994     EISSN : 02560835     DOI : https://doi.org/10.2057/jsolum
Core Subject : Agriculture, Social,
Focuses and scopes of Jurnal Solum is to publishes all aspects in the original research of soil science or review covering: Soil physic and soil conservation, Soil mineralogy, Soil chemistry and soil fertility, Soil biology and soil biochemical, Soil genesis and classification, Land survey and land evaluation, Land development and management environmental.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2017): JURNAL SOLUM" : 3 Documents clear
PEMANFAATAN TITONIA SEBAGAI PUPUK ALTERNATIF DAN BAHAN SUBTITUSI PUPUK N, P, DAN K, BAGI PADI SAWAH INTENSIFIKASI YANG DIBERI P SECARA STARTER Gusnidar Gusnidar
Jurnal Solum Vol 14, No 2 (2017): JURNAL SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.96 KB) | DOI: 10.25077/js.14.2.73-79.2017

Abstract

Penelitian bertujuan menentukan interaksi antara Titonia (Tt) dan takaran pupuk P-starter (P-s) terhadap produksi padi sawah intensifikasi. Penelitian berlokasi di Kenagarian Sicincin Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Percobaan berbentuk faktorial 2x3 dalam rancangan petak terbagi (RPT) dengan 3 kelompok. Petak utama adalah dosis Tt, Urea, dan KCl, T0=0,0 tonha-1 Tt+200kgUrea+75kgKCl (Urea dan KCl rekomendasi=R); T1=5, tonha-1 Tt+100 kgUrea (Urea 50% R), tanpa KCl.  Anak petak adalah dosis P-s; P0 = 0kg P ha-1; P3 = 3kg P ha-1; P6 = 6kg P ha-1. Dibuat pula 3 petak kontrol menurut tradisi petani (200kg SP-36ha-1, dan 200kg Ureaha-1). Pengamatan dilakukan terhadap tanah dan tanaman, data tanaman diuji F, dan dilanjutkan dengan Uji BNT taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tt dapat digunakan sebagai pupuk alternatif untuk menghemat penggunaan pupuk buatan (PB) berupa pupuk N (Urea), pupuk P (SP-36 atau TSP), dan pupuk K (KCl) untuk tanaman padi sawah intensifikasi. Penggunaan Tt sebanyak 5,0ton kering ha-1 dapat mengurangi dosis PB hingga 50% pupuk N (100kg Urea), 162kg SP-36, dan 100% pupuk K (75kg KCl) dengan hasil gabah sekitar 6,0 ton ha-1 (kadar air 14%). Pemberian Tt sebagai pupuk alternatif untuk mensubtitusi 50% penggunaan pupuk N, dan 100% pupuk K, dan mengurangi penggunaan pupuk P (81%) sehingga dapat menghemat biaya produksi. Dengan demikian Tt dapat direkomendasikan sebagai pupuk alternatif untuk mensubtitusi sekitar 50% penggunaan pupuk N, P, dan K pada tanah sawah intensifikasi.Kata kunci: Pupuk alternatif, pupuk buatan, sawah intensifikasi, titonia
PENILAIN KETIDAKPASTIAN DATA MODEL PERUBAHAN IKLIM DENGAN METODE CDFDM DI WILAYAH SUMATERA BARAT Sugeng Nugroho; Rudi Febriamansyah; Robi Muharsyah
Jurnal Solum Vol 14, No 2 (2017): JURNAL SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2585.043 KB) | DOI: 10.25077/js.14.2.51-72.2017

Abstract

Dampak perubahan iklim yang terjadi pada suatu wilayah sangat tergantung sensitivitas faktor lokal dalam merespon perubahan iklim global yang terjadi, sehingga sangat penting untuk melakukan koreksi data perubahan iklim global dengan data observasi di lokasi. CDFDM merupakan salah satu metode koreksi bias yang dapat digunakan untuk melakukan koreksi tersebut. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketidakpastian (uncertainty) data curah hujan, suhu maksimum dan suhu minimum hasil downscaling dari lima model GCMs, yaitu MIROC-ESM, MIROC-ESM-CHEM, MPI-ESM-MR, MPI-ESM-LR dan MRI-CGCM3 di wilayah Sumatera Barat. Data yang digunakan terdiri dari dua kelompok utama: data model GCMs dan observasi. Data observasi bersumber dari stasiun pengamatan BMKG Sumatera Barat dalam periode waktu 1981-2015. Untuk mengetahui ketidakpastian antara dua kelompok data digunakan metode PBIAS, MAE dan RMSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CDFDM dapat mengurangi terjadinya bias antara data GCMs dan data Observasi ditunjukan dengan nilai bias yang lebih kecil. Namun besarnya kesalahan (magnitude error) tetap tidak dapat terkoreksi, ditunjukan oleh nilai RMSE dan MAE yang lebih besar setelah dilakukan koreksi. Dari kelima model telihat bahwa model MPI-ESM-LR dan MPI-ESM-MR memiliki performa terbaik dalam memproyeksikan data curah hujan dan suhu udara minimum. Sedangkan untuk suhu udara maksimum, selain kedua model tersebut model MIROC-ESM dan MIROC-ESM-CHEM, juga mempunyai tingkat performa yang hampir sama, baik di wilayah dataran rendah maupun dataran tinggi Sumatera Barat pada periode data tersebutKata kunci : uncertainty, GCMs, bias koreksi, CDFDM, Sumatera Barat
STUDI ADAPTASI DAN KINERJA PERTUMBUHAN CENDANA (SANTALUM ALBUM L) PADA UMUR 11 TAHUN DI WATUSIPAT KABUPATEN GUNUNG KIDUL Yayan Hidayan; Yuliah Yuliah
Jurnal Solum Vol 14, No 2 (2017): JURNAL SOLUM
Publisher : Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.203 KB) | DOI: 10.25077/jsolum.14.2.83-88.2017

Abstract

Sandalwood (Santalum album L) is a high-value economic tree species that is increasingly threatened and rare in the its natural distribution area. Efforts to save these species through ex-situ conservation have been done by various parties. One of the conservation activities was carried out by BBP-BPTH in 2005 by collecting genetic material from several natural populations at NTT Province. The purpose of this study is to see the growth performance of Cendana plants from 4 provenance of the age of 11 years in Gunung Kidul Regency. Measurements were performed on the total height variable of the tree, the height of the bole length and the stem diameter. The result of data analysis shows that there is significantly different from the population tested for the variable height of tree and the diameter of the stem, while for the bole length is not. The best performance of growth are from the Rote provenance (height is 6.07 m and  diameter of stem is 5.08 cm). As for the best adaptation  ability is from Rote (92.19%).Key words : Adaptability, conservation, growth, sandalwood

Page 1 of 1 | Total Record : 3