cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Analisis Tingkat Kebisingan di Kawasan Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI) di Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan; Muhammad Fahyudi
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.26-34.2016

Abstract

The purpose of this research is to analyze the data measuring the noise level in the campus of the University of Putra Indonesia (UPI). Measurement point exterior and interior consists of 12 points and 7 points. The measurement method is based on Decree of the Indonesia Minister of Environment No. 48 of 1996 on Baku Noise is a method simple way by using Sound Level Meter. The highest level of exterior noise when L1 at the point of the Campus Gate UPI (1A) of 73.72 dB (A). The noise level in the afternoon (LS) between 69.63 to 61.60 dB (A), the noise level night (LM) between 48.10 to 38.72 dB (A) and the day-night noise level (LSM) between 67.91 to 59.93 dB (A). The highest current interior noise levels of activity in Building D (2B) of 69.96 dB (A), while the highest level of interior noise occurs at the point when empty Building G (7B) of 69.37 dB (A). Value exterior noise when the time L1-L4 exceeds Raw Noise Level while the value of interior noise when the condition activity partly exceeded Raw Noise except Building G (7B) and the value of noise when empty condition partly exceeds the noise level except Building UPI Sport & Exhibition Hall (1B), Building B (3B) and Building A (4B). Control recommendations exterior form of vegetation while the interior of the control building construction improvements. Keywords: noise, University of Putra Indonesia (UPI) campus, exterior, interior, control alternative recommendationABSTRAKTujuan penelitian adalah menganalisis data pengukuran tingkat kebisingan di kawasan Kampus Universitas Putra Indonesia (UPI). Titik pengukuran eksterior dan interior terdiri atas 12 titik dan 7 titik. Metode pengukuran berdasarkan KepMen LH No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan yaitu metode cara sederhana dengan menggunakan alat Sound Level Meter. Tingkat kebisingan tertinggi eksterior pada saat L1 di titik Pintu Gerbang Kampus UPI (1A) sebesar 73,72 dB(A). Tingkat kebisingan pada siang (LS) antara 69,63-61,60 dB(A), tingkat kebisingan malam (LM) antara 48,10-38,72 dB(A) dan tingkat kebisingan siang-malam (LSM) antara 67,91-59,93 dB(A). Tingkat kebisingan interior tertinggi saat aktivitas di Gedung D (2B) sebesar 69,96 dB(A) sedangkan tingkat kebisingan interior tertinggi saat kosong terjadi di titik Gedung G (7B) sebesar 69,37 dB(A). Nilai kebisingan eksterior saat waktu L1-L4 melebihi Baku Tingkat Kebisingan sedangkan nilai kebisingan interior saat kondisi aktivitas sebagian melebihi Baku Tingkat Kebisingan kecuali Gedung G (7B) dan nilai kebisingan saat kondisi kosong sebagian melebihi baku tingkat kebisingan kecuali Gedung UPI Sport & Exhibition Hall (1B), Gedung B (3B) dan Gedung A (4B). Rekomendasi pengendalian eksterior berupa penanaman vegetasi sedangkan pengendalian interior berupa perbaikan konstruksi bangunan.Kata kunci: kebisingan, kampus Universitas Putra Indonesia (UPI), eksterior, interior, rekomendasi alternatif pengendalian
Analisis Debu Respirable terhadap Masyarakat di Kawasan Perumahan Sekitar Lokasi Pabrik PT. Semen Padang Vera Surtia Bachtiar; Puspa Safitri Sanggar Rani
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.1-9.2016

Abstract

The purpose of this research are to analysis air quality and dust impact to people that came from factory activities at residential area around factory location of PT. Semen Padang. Measuring of air quality conducted in 3 residential area that are Komplek RW 1, RT 3 Batu Gadang district, Perumnas Indarung RW. VII, and housing of UNAND Blok D Gadut, using Personal Dust Sampler. The result is respirable dust concentration at housing complex RW. 1 RT. 3 Batu Gadang district that is 0,33 mg/m, the Perumnas Indarung RW.VII that is 0,55 mg/m along with housing of UNAND Blok D Gadut that is 0,44 mg/m. Concentration of dust respirable at all are still below ambient air quality standard that exist on PP RI No. 41 Tahun 1999, 3 mg/m. Based on quesioner and puskesmas data proximate with use univariat analysis, negative impact who feels people are impact of health is eyes irritation disease and impact of environment especially community-owned material. Keywords: air quality, negative impact, residential area, respirable dust, PT. Semen Padang ABSTRAKPenelitian ini bermaksud untuk menganalisis kualitas udara dan dampak negatif yang dirasakan masyarakat dari debu yang berasal dari aktivitas pabrik di kawasan perumahan sekitar lokasi pabrik PT. Semen Padang. Pengukuran kualitas udara dilakukan di 3 kawasan perumahan yaitu komplek perumahan RW. 1 RT. 3 Kelurahan Batu Gadang, Perumnas Indarung RW. VII, dan Perumahan UNAND Blok D Gadut dengan menggunakan alat Personal Dust Sampler. Diperoleh hasil konsentrasi debu respirable pada komplek perumahan RT.3 RW.1 Kelurahan Batu Gadang sebesar 0,33 mg/m, pada Perumnas Indarung RW.VII sebesar 0,55 mg/m serta pada Perumahan UNAND Blok D Gadut sebesar 0,44 mg/m. Konsentrasi debu respirable pada ketiga lokasi masih berada di bawah ambang batas baku mutu udara di lingkungan, 3 mg/m. Berdasarkan kuesioner dan data puskesmas terdekat dengan menggunakan analisis univariat, dampak negatif yang dirasakan masyarakat adalah dampak terhadap kesehatan berupa penyakit iritasi mata dan dampak terhadap lingkungan khususnya pada kondisi material yang dimiliki masyarakat.Kata kunci: kualitas udara, dampak negatif, kawasan perumahan, debu respirable, PT. Semen Padang
Pemanfaatan Titanium Dioxide pada Trotoar untuk Mengurangi Gas Pencemar NOx di Udara Hafizhul Khair; Kania Dewi; Moh Irsyad
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.35-43.2016

Abstract

The transportation is one of the largest contributor to air pollution in Indonesia, especially in large cities. Fuel gases from combustion in motor vehicles, such as oxides of nitrogen (NOx) will be emitted to the ambient air. Increasing the concentration of NOx in ambient air can be bad for human health, especially with regard to upper respiratory tract disease. Therefore, the development of methods which are environmentally friendly for controlling air pollution remains to be done. One simple way to reduce air pollution is utilizing a cheap process, namely sunlight and effect of catalyst of TiO2, to control the NO and NO2. This method requires no additional energy in addition to ultraviolet rays coming from the Sun. Paving-coated TiO2 ambient air set out in 6 hours, 12 hours, 18 hours and 24 hours. Nitrate and nitrite ions are formed by photocatalytic on the surface of the paving is dissolved with the aquades which is then measured by ion chromatography. The experimental results showed that the composition of TiO2 200 g/m2 of paving is able to adsorp NOx gas at an average rate of 0.0046 mg/m2/minutes, elevated concentrations of HNO3- along with the duration of exposure. Additional costs for every square meter paving is Rp. 13180. Keywords: Photocatalytic, nitrate ion, nitric ion, nitrogen oxides (NOx), titanium dioxide (TiO2), pavingABSTRAKSektor transportasi merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara terbesar di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Gas-gas hasil pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor seperti oksida nitrogen (NOx) akan diemisikan ke udara ambien. Meningkatnya konsentrasi NOx di udara ambien dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia terutama berkaitan dengan penyakit saluran pernafasan bagian atas. Karena itu, pengembangan metode-metode yang ramah lingkungan untuk mengendalikan pencemaran udara harus dilakukan. Salah satu cara sederhana menurunkan pencemaran udara adalah memanfaatkan proses yang murah, yaitu sinar matahari dan efek katalis dari TiO2, untuk mengendalikan NO dan NO2. Metode ini tidak memerlukan energi tambahan selain sinar ultraviolet yang berasal dari matahari. Paving block berlapis TiO2 dipaparkan di udara ambient dalam waktu 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Ion nitrat dan nitrit yang terbentuk akibat proses fotokatalitik di permukaan paving dilarutkan dengan aquades yang kemudian diukur dengan ion chromatografi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan tambahan TiO2 sebanyak 200 gram untuk setiap meter persegi paving mampu mengadsorpsi gas NOx dengan laju adsorpsi rata-rata sebesar 0,0046 mg/m2/menit, peningkatan konsentrasi HNO3- seiring dengan lamanya proses pemaparan di lapangan. Biaya tambahan untuk setiap meter persegi paving block yaitu Rp. 13180.Kata kunci: fotokatalitik, ion nitrat, ion nitrit, oksida nitrogen (NOx), titanium dioksida (TiO2), paving block
Pengembangan Pengelolaan Sampah Perkotaan dengan Pola Pemanfaatan Sampah Berbasis Masyarakat Slamet Raharjo; Taufiq Ihsan; Sri Rahmiwati Yuned
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.10-25.2016

Abstract

Bukittinggi generates around 471,01 m3/day of municipal solid waste (MSW), in which only 55,7 % is managed by the local government. As many other cities, Bukttinggi is facing a problem of implementing recycling practice. Meanwhile, there are abundant of waste from coming from districts around the border area. Such problems result in a high generation of waste that must be transfered to landfill. In order to reduce the waste generation, Bukittinggi needs a 20 years-planning of MSW development which is based on recycling management (2016-2030). It includes technical aspect and non technical aspect. The purpose of this study is to increase service coverage by developing community-based recycling facilities (TPS 3R). Developing area is divided into 3 zones. The level of service in zone 1 is increased to 100% by practicing waste reduction management in TPS 3R.. 3R target is set at 20 % of total waste generation at the end of the planning year with management system such as takakura composting, rotary klin composting and dry garbage bank. Planning with community-based waste recycling will decrease the amount of waste management facilities.Keywords: Waste Management, Bukittinggi, technical aspect, non technical aspect, 3RAbstrakKota Bukittinggi dengan timbulan sampah 471,01 m3/hari dan hanya terlayani 55,7% dari total sampah. Permasalahan persampaan yang ada di Kota ini yaitu masih rendahnya praktek pemanfaatan sampah, selain itu adanya sampah kiriman dari kabupaten tetangga yang menyebabkan jumlah timbulan sampah meningkat, sementara Kota Bukittinggi tidak memiliki TPA sendiri. Untuk itu diperlukan perencanaan pengembangan pengelolaan sampah Kota Bukittinggi selama 20 tahun perencanaan (2016-2035) meliputi aspek teknis dengan pola pemanfaatan sampah. Pengelolaan persampahan yang direncanakan yaitu meningkatkan daerah pelayanan dengan dibagi menjadi 3 zona yaitu zona I, II dan III berdasarkan kawasan strategis kota dan tingkat pelayanan menjadi 100% pada zona prioritas (Zona I) dengan melakukan reduksi sampah melalui pengolahan di TPS 3R berdasarkan target 3R, 20% di akhir tahun perencanaan dengan sistem pengolahan berupa pengomposan dengan sistem takakura susun dan rotary kiln serta bank sampah untuk sampah kering yang bisa didaur ulang. Berdasarkan analisis perbandingan, adanya pengolahan sampah dapat mengurangi jumlah sarana prasarana pengelolaan sampah.Kata kunci: Pengelolaan, Bukittinggi, Aspek Teknis dan Non Teknis, 3R
Studi Kemampuan Perlit sebagai Adsorben untuk Menyisihkan Besi Primasari, Budhi; Gustilisa, Rosa
Jurnal Dampak Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.13.1.44-50.2016

Abstract

West Sumetera pearlite can be utilized as an alternative adsorbent to remove metal from groundwater. Aim of this research is to investigate the capability of pearlite to remove ferrous (Fe) and manganese (Mn). Experiment was conducted using artificial solution. A column od 2.54 cm was filled with expamded pearlite. Diameter of pearlite is (0,180-0,150) mm and flow rate1 gpm/ft2. Depth of pearlite in the column was 85 cm, and weight was 160 gr. Sample was taken at 8 sampling points of ground water to determine range of Fe and Mn concentration in artificial solution. Range of Fe concentration is 1-10 mg/l, and range of Mn concentration is 0,1-2 mg/l. Experiment shows that adsorption capacity of pearlite is (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit in Fe only solution. While adsorption capacity of pearlite is (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit in Fe only solution. While in the Fe-Mn mixture artificial solution, adsorption capacity of pearlite is 1,36 x 10-5 to 1,44 x 10-5 mg Fe/mg perlit.Keywords: perlite, adsorbent, Fe, Mn, adsorption capacityABSTRAKPerlit yang ada di daerah Sumatera Barat dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif adsorben untuk menyisihkan logam-logam yang terkandung dalam air tanah. Pada penelitian ini ingin diketahui kemampuan perlit sebagai adsorben dalam menyisihkan logam besi dan mangan. Percobaan dilakukan dengan menggunakan larutan artifisial. Pada percobaan ini digunakan perlit dengan diameter (0,180-0,150) mm, kecepatan alir 1 gpm/ft2. Perlite dimasukkan ke dalam kolom berdiameter 2.54 cm, dengan kedalaman perlit 85 cm dan jumlah perlit yang dibutuhkan untuk mengisi kolom adalah 160 gram. Sampling air sumur pada 8 titik sampling dilakukan untuk menentukan rentang konsentrasi Fe, dan Mn. . Rentang yang ditetapkan untuk konsentrasi Fe adalah (1-10) mg/l, rentang konsentrasi Mn adalah ( 0,1-2) mg/l dan rentang konsentrasi kesadahan adalah (200-400) mg/l. Pada percobaan dengan larutan artifisial yang mengandung konsentrasi Fe saja didapatkan kapasitas adsorpsi berkisar (4,01 x 10-6 1,84 x 10-5) mg Fe/mg perlit. Pada percobaan larutan artifisial yang mengandung Fe dan Mn didapatkan kapasitas adsorpsi berkisar (1,36 x 10-5 - 1,44 x 10-5) mg Fe/mg perlit. Kata kunci: perlit, adsorben, Fe, Mn, kesadahan, kapasitas adsorpsi

Page 1 of 1 | Total Record : 5