cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2021)" : 6 Documents clear
Potensi Emisi Gas Rumah Kaca dari Pengolahan Air Limbah Domestik di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang, Kabupaten Bandung Fanny Novia
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.1-6.2021

Abstract

Greenhouse gas emissions potential of CH4 and CO2 from domestic wastewater treatment at WWTP Bojongsoang are emitted from wastewater treatment process in anaerobic pond, facultative pond and maturation pond each on Set A and Set B. Emission factor of CH4 and CO2 are based on IPCC standard and the value depends on type of treatment. Greenhouse gas as CO2e emission from each stage on Set A started from anaerobic pond was about 29.18 ton/day, from facultative pond was about 4.36 ton/day and from maturation pond was about 3.42 ton/day. Greenhouse gas as CO2e emission from each stage on Set B started from anaerobic pond was about 229.01 ton/day, from facultative pond was about 8.98 ton/day and from maturation pond was about 11.15 ton/day. Emissions of Set B was much higher than Set A due to different sampling day causing different initial concentration of COD. Initial concentration of COD on Set B was higher than on Set A. Total emissions of greenhouse gas from wastewater treatment in WWTP Bojongsoang was about 279.46 ton/day Keywords: greenhouse gas; wastewater treatment plant, emission, CO2e, pond ABSTRAK Potensi emisi gas rumah kaca CH4 dan CO2 dari pengolahan air limbah domestik di IPAL Bojongsoang dipancarkan dari proses pengolahan air limbah di kolam anaerobik, kolam fakultatif dan kolam maturasi masing-masing pada Set A dan Set B. Faktor emisi CH4 dan CO2 didasarkan pada standar IPCC dan nilainya tergantung pada jenis perawatan. Gas rumah kaca sebagai emisi CO2e dari setiap tahapan pada Set A mulai dari kolam anaerobik sebesar 29,18 ton/hari, dari kolam fakultatif sebesar 4,36 ton/hari dan dari kolam maturasi sebesar 3,42 ton/hari. Gas rumah kaca sebagai emisi CO2e dari setiap tahapan pada Set B mulai dari kolam anaerobik sebesar 229,01 ton/hari, dari kolam fakultatif sebesar 8,98 ton/hari dan dari kolam maturasi sebesar 11,15 ton/hari. Emisi Set B jauh lebih tinggi dari Set A karena hari pengambilan sampel yang berbeda menyebabkan konsentrasi awal COD yang berbeda. Konsentrasi awal COD pada Set B lebih tinggi dari pada Set A. Total emisi gas rumah kaca dari pengolahan air limbah di IPAL Bojongsoang adalah sekitar 279,46 ton/hari Kata kunci: gas rumah kaca; instalasi pengolahan air limbah, emisi, CO2e, kolam
Persepsi Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Pemilahan Sampah (The Perception of UIN Walisongo Student Toward Waste Segregation) Milati Azka; Yunita Kurnia Rahman; Fauzan Hidayatullah
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.26-31.2021

Abstract

Indonesia is a country with a higher population growth rate and is directly proportional to the waste produced. Likewise, the growth of students of UIN Walisongo Semarang is getting more and more years. Efforts that can be made as a solution to overcome this by selecting waste. This research observes the behavior of students towards waste segregation efforts on campus. Especially waste management by the faculty. This research method uses quantitative analysis research methods, namely in-depth data analysis in the form of numbers. Data collection methods used in the form of a questionnaire using Google form that we spread through social media. Based on the results of the study, the general knowledge of students about waste sorting is largely aware of various types of waste, according to them most need to be organized in terms of waste sorting because of the importance of waste segregation. Most of the students' behavior toward waste sorting has behaved in the form of disposing garbage in its place. The completeness of waste sorting facilities for most of each faculty building does not yet have an adequate trash bin. Students' expectations of waste segregation include the improvement of trash facilities by providing various types of garbage bins supported by the campus Keywords: Perception, Behavior, Waste Sorting, Students ABSTRAK Indonesia adalah negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Begitu juga, pertumbuhan jumlah mahasiswa di UIN Walisongo Semarang semakin tahun semakin bertambah. Upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan pemilahan sampah. Penelitian ini mengamati perilaku mahasiswa terhadap upaya pemilahan sampah di kampus, khususnya pengelolaan sampah oleh fakultas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif, yaitu analisis data mendalam dalam bentuk angka. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan melalui Google Form melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan umum mahasiswa tentang pemilahan sampah sebagian besar menyadari berbagai jenis sampah, menurut mereka sebagian besar perlu diatur dalam hal pemilahan sampah karena pentingnya pemisahan sampah. Sebagian besar perilaku mahasiswa terhadap pemilahan sampah berupa membuang sampah pada tempatnya. Kelengkapan fasilitas pemilahan sampah untuk sebagian besar gedung fakultas belum memiliki tempat sampah yang memadai. Harapan mahasiswa terkait pemisahan sampah termasuk peningkatan fasilitas tempat sampah dengan menyediakan berbagai jenis tempat sampah yang didukung oleh kampus. Kata Kunci: Perserpsi, perilaku, pemilahan, sampah, mahasiswa
SEBARAN KEBISINGAN BANDAR UDARA ADI SUMARNO MENGGUNAKAN SOFTWARE MATLAB Lea Purnama; Rd. Indah Nirtha Nilawati; Nova Annisa
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.32-36.2021

Abstract

Noise is an unwanted sound that comes from a business or an activity in a certain time level that can cause health problems and comfort. The level of aircraft noise exposure around Adi Sumarmo International Airport can cause disruption to residents living in close proximity to the airport. The creation of airport noise maps is urgently required to identify residential areas that are affected in certain areas. The aircraft noise contour is created by the model using Matlab Software. This study use LWECPN as the evaluation indicator for aircraft noise according to Government Regulation No.40 of 2012. It is recommended that the noise level in cultural and educational areas should be less than 70 dB, whereas the level at other living areas should be no more than 75 dB. The method used in this study consisted of several processes: modeling steps, programming steps, and modeling validation. Based on the aircraft noise simulation of Adi Sumarmo Airport it was found that the regional coverage of area with LWECPN > 80 dB was 4,13 km2, including 1,16 km2 residents living and 5 educational buildings, LWECPN 75-80 dB was 2,27 km2 including 1,912 km2 residents living and 5 educational buildings, and LWECPN 70-75 dB was 6,4 km2 including 8 educational buildings. Keywords: Noise, Modelling, Validation ABSTRAK Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang berasal dari dari usaha atau suatu kegiatan dalam tingkat waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan kenyamanan. Tingkat kebisingan yang dihasilkan pesawat dari Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo dapat menyebabkan gangguan terhadap permukiman penduduk yang berada di sekitarnya. Pembuatan peta sebaran kebisingan penting dilakukan untuk mengidentifikasi permukiman yang terkena dampak kebisingan tersebut. Peta kontur kebisingan dihasilkan dari model yang dibuat dengan menggunakan software Matlab. Pada penelitian ini indeks kebisingan yang digunakan yaitu WECPNL yang sesuai dengan PP No. 40 Tahun 2012. Dalam indeks kebisingan WECPNL, tingkat kebisingan diharuskan kurang dari 70 dB untuk kawasan sekolah, dan tidak lebih dari 75 dB untuk kawasan permukiman penduduk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahap permodelan, tahap pemrograman, dan validasi model. Berdasarkan hasil simulasi kebisingan pesawat di Bandar Udara Adi Sumarmo, terdapat kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL > 80 dB seluas 4,13 km2 yang terdiri dari 1,16 km2 untuk kawasan permukiman dan terdapat 5 bangunan sekolah yang berada pada kawasan tersebut. Selain itu luas total kawasan tingkat kebisingan dengan WECPNL 75-80 dB sebesar 2,27 km2 yang terdiri dari kawasan permukiman seluas 1,912 km2 dan terdapat 5 bangunan sekolah. Pada kawasan tingkat kebisingan WECPNL 70-75 dB mencakup luas wilayah sebesar 6,4 km2 dimana pada kawasan tersebut terdapat 8 bangunan sekolah. Kata Kunci: Kebisingan, Permodelan, Validasi.
PENGOLAHAN DAN OPTIMALISASI BIOPLASTIK BERBAHAN DASAR PATI SINGKONG Andre Anantama Irawan; Rizqi Puteri Mahyudin
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.7-10.2021

Abstract

Biodegradable plastic is a type of plastic that can be broken down by microorganisms into water and carbon dioxide gas as its final products after it has been used and disposed of in the environment, without leaving behind any toxic residue. Due to its ability to return to nature, biodegradable plastic is considered an environmentally friendly material. Cassava peel, obtained from cassava plant products (Manihot Esculenta Cranz), is a major food waste in developing countries. As the cassava cultivation area expands, it is expected that the production of cassava tubers will increase, resulting in a higher amount of cassava peel waste. Typically, every kilogram of cassava can produce approximately 20% cassava peel waste. The relatively high starch content in cassava peel makes it suitable for the production of biodegradable plastic films.Keywords: Bioplastic, Biodegradable, Cassava Starch, Biotechnology. ABSTRAK Plastik biodegradabel adalah plastik yang dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme menjadi hasil akhir berupa air dan gas karbondioksida, setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkungan tanpa meninggalkan sisa yang beracun. Karena sifatnya yang dapat kembali ke alam, plastik biodegradabel merupakanbahan plastik yang ramah terhadap lingkungan. Kulit umbi singkong yang diperoleh dari produk tanaman singkong (Manihot Esculenta Cranz) merupakan limbah utama pangan di negara-negaraberkembang. Semakin luas areal tanaman singkong diharapkan produksi umbi yang dihasilkan semakin tinggi yang pada gilirannya semakin tinggi pula limbah kulit yang dihasilkan. Setiap kilogram singkong biasanya dapat menghasilkan 20% kulit umbi. Kandungan pati kulit singkong yang cukup tinggi, memungkinkan digunakan sebagai pembuatan film plastik biodegradasi. Kata kunci: Bioplastik, Biodegradabel, Pati Singkong, Bioteknologi
Potensi Tanaman Lokal Sebagai Agen Bioremediasi Merkuri (Hg) Pada Lahan Bekas Tambang Emas Di Sarolangun, Jambi Mahya Ihsan; Freddy Ilfan; Zuli Rodhiyah
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.11-16.2021

Abstract

Mercury is one of toxic heavy metal and can be accumulated in human and animal’s bodies. The sources of mercury pollution are the natural sources and anthropogenic activities, like illegal gold mining. The aim of this study was finding potential indigeneous plants as agents in remediation process of ex-gold mining sites. It was conducted in Limun District, Sarolangun Regency, Jambi. The sampling location was 5-year-old ex-mining sites. It used purposive sampling method. Vegetation analysis was used to find out the dominant plants living in those. The measurement of mercury contamination was conducted in soil and plant using Inductively Coupled Plasma (ICP). Based on the survey results, there were 15 species of plants in the sampling sites. The 3-most dominant species were Phragmites sp., Melastoma sp., and Scleria sumatrana The INP value were 51,96; 41,78; and 21,93 respectively. Moreover, the value of BAC, TF, and BCF of Phragmites sp. were 0,1; 0,194; and 0,516 respectively, whilst those were 0,06; 0,25; and 0,26 for Melastoma sp. The same analysis was calculated for Scleria sumatrana, with BAC, TF, and BAF value as many as 0,076; 0,755; and 0,100 respectively. According to those, it could be concluded that Phragmites sp. had a better ability to remediate ex-gold mining sites compared to the others. Keywords: Bioremediation, mercury, indigenous plants, PETI (Unlicensed Gold Mining) ABSTRAK Mercury adalah salah satu logam berat beracun yang dapat mengakumulasi di tubuh manusia dan hewan. Sumber polusi merkuri berasal dari sumber alami dan aktivitas antropogenik, seperti pertambangan emas ilegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan tanaman asli potensial sebagai agen dalam proses remediasi situs bekas penambangan emas. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Lokasi pengambilan sampel adalah situs bekas penambangan emas berumur 5 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis vegetasi digunakan untuk menentukan tanaman dominan yang hidup di area tersebut. Pengukuran kontaminasi merkuri dilakukan pada tanah dan tanaman menggunakan Inductively Coupled Plasma (ICP). Berdasarkan hasil survei, terdapat 15 spesies tanaman di lokasi pengambilan sampel. Tiga spesies yang paling dominan adalah Phragmites sp., Melastoma sp., dan Scleria sumatrana. Nilai INP masing-masing adalah 51,96; 41,78; dan 21,93. Selain itu, nilai BAC, TF, dan BCF dari Phragmites sp. adalah 0,1; 0,194; dan 0,516 secara berturut-turut, sedangkan nilai-nilai tersebut adalah 0,06; 0,25; dan 0,26 untuk Melastoma sp. Analisis yang sama dihitung untuk Scleria sumatrana, dengan nilai BAC, TF, dan BAF sebanyak 0,076; 0,755; dan 0,100 secara berturut-turut. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa Phragmites sp. memiliki kemampuan yang lebih baik dalam remediasi situs bekas penambangan emas dibandingkan dengan tanaman lainnya. Kata Kunci: Bioremediasi, merkuri, tanaman lokal, PETI
Simulasi Dispersi dan %Fatality Gas Buang SO2 dan CO2 Hasil Pembakaran Low Rank Coal PLTU Independent Power Producer (IPP) Lombok Timur (50 MW) Menggunakan Gaussian Model Haryandi Haryandi; Shafwan Amrullah; Nurkholis Nurkholis
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.17-25.2021

Abstract

The combustion of coal in coal-fired power plants produces air pollution such as SO2, NOx, CO2, and particulates. The Sembelia Coal-Fired Power Plant, located on Sambelia Road, Padak Guar, East Lombok, West Nusa Tenggara, managed by PT. Lombok Energy Dynamic, utilizes 200,000 tons/year of young coal to generate 50 MW of electricity. This poses a significant potential for environmental pollution. This research aims to simulate the potential dispersion of SO2 and CO2 emissions into the environment and the % fatality resulting from the combustion of coal at the Sembelia Coal-Fired Power Plant using the Gaussian Model. The research was conducted through literature review and direct observations at the Sembelia Coal-Fired Power Plant. Subsequently, the study calculated the simulation potential of SO2 and CO2 concentrations for varying distances. At the end of the study, the potential dispersion and % fatality due to SO2 and CO2 emissions were also calculated at four points around the power plant.The research findings indicate that the dispersion of SO2, with a dispersion mass of 0.096 kg/second, increases from 2,000 to 46,000 meters, ranging from 6.876x10^-46 ppm to a concentration of 1.276x10^-5 ppm. Afterward, it decreases to 0 ppm, resulting in a % fatality of 0%. The potential dispersion of CO2 into the environment, with an exit mass of 8.252 kg/second, increases from 2,000 to 58,000 meters, from a concentration of 62.47x10^-63 ppm to a concentration of 7.9x10^-4 ppm. Subsequently, the CO2 concentration decreases to 0 ppm, with a % fatality of 0%. The dispersion calculations at four points around the Sembelia Coal-Fired Power Plant indicate that it is safe from SO2 and CO2 dispersion, resulting in a % fatality of 0%. Keywords: Air Pollution, Coal youth, Gaussian Model, Dispersion Potential, %Fatality ABSTRAK Pembakaran batubara pembangkit listrik tenaga batubara menghasilkan polusi udara seperti SO2, NOx, CO2 dan juga Partikulat. PLTU Sembelia yang berada di Jalan Raya Sambelia, Padak Guar, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Sambelia yang dikelola oleh PT. Lombok Energy Dinamic menggunakan 200.000 ton/tahun batubara muda untuk menghasilkan 50 MW listrik. Ini bisa menjadi potensi besar pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi dispersi gas buang SO2 dan CO2 ke lingkungan serta %fatality akibat pembakaran batubara PLTU Sembelia menggunakan Gaussian-Model. Penelitian ini dilakukan dengan studi literatur dan observasi langsung ke PLTU Sembelia. Setelah itu, penelitian ini dilakukan dengan menghitung potensi simulasi konsentrasi SO2 dan CO2 untuk variabel jarak. Pada akhir penelitian, perhitungan potensi dispersi dan%fatality oleh gas SO2 dan CO2 juga dihitung pada empat titik di sekitar pembangkit listrik. Hasil penelitian ini adalah dispersi SO2 dengan massa dispersi 0,096 kg/detik dari jarak 2.000 hingga 46.000 m meningkat dari 6,876x10-46 ppm hingga konsentrasi 1,276x10-5 ppm. Setelah itu turun menjadi 0 ppm. % Fatality yang dihasilkan adalah 0%. Dan potensi dispersi CO2 ke lingkungan dengan massa keluar 8,252 kg/detik meningkat pada jarak 2.000 hingga 58.000 m, dari konsentrasi 62,47x10-63 ppm hingga konsentrasi 7,9x10-4ppm. Selanjutnya konsentrasi CO2 berkurang menjadi 0 ppm. %Fatality yang dihasilkan adalah 0%. Untuk perhitungan dispersi di empat titik di sekitar PLTU Sembelia dapat dikatakan aman dari dispersi SO2 dan CO2, dan%fatality yang dihasilkan adalah 0%. Kata Kunci: Polusi udara, batubara muda, Gaussian-Model, Potensi dispersi, %fatality

Page 1 of 1 | Total Record : 6