cover
Contact Name
Iqbal Bafadal
Contact Email
iqbalbafadal@uinmataram.ac.id
Phone
+62818362124
Journal Mail Official
jurnal.qawwam@uinmataram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming
ISSN : 19789378     EISSN : 25809644     DOI : https://doi.org/10.20414/qawwam.v13i2.1729
Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming has been enlisted with p-ISSN: 1978-9378 and e-ISSN: 2580-9644 and published per semester on January-June and July-December by Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) of Universitas Islam Negeri Mataram (Mataram State Islamic University). This Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming focuses on gender mainstreaming, women empowerment, child and familily, and other actual issues relevant to the focus and scope of journal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming" : 5 Documents clear
PELAKSANAAN DIVERSI PADA SISTEM PERADILAN ANAK Darmini Darmini
QAWWAM Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v13i1.1436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan diversi dalam restoratif justice pada Sistem Peradilan Pidanak Anak. Penulisan memakai metode jenis penelitian hukum normatif (normative legal research), yaitu penelitian yang dilakukan atas pasal-pasal aturan hukum untuk menentukan asas-asas hukum, mengetahui sinkronisasi vertikal / horizontal, mengetahui aspek sejarah hukum dan mengetahui perbandingan antara sistem-sistem hukum. Tujuan secara umum penelitian ini untuk mengetahui konsep ide diversi yang digagas oleh pemerintah melalui badan legislatif yang dituangkan dalam berbagai produk hukum khusus menyangkut perlindungan hukum bagi pelaku anak yang bermasalah dengan hukum dalam terlibat konflik hukum. Tujuan secara khusus penelitian ini adalah untuk meneliti penuangan ide-ide diversi dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, sebagai dasar dan acuan penegak hukum dalam proses peradilan bagi anak yang berkonflik dengan hukum. Ide adalah gagasan, pemikiran tentang suatu objek atau fenomena, sehingga ide diversi dalam hal ini adalah gagasan, pemikiran tentang diversi. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonformal. Aparat penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya, baik penyidikan, penuntutan, pemeriksaan, dan penentuan putusan perkara pada sidang pengadilan hendaknya mengutamakan penerapan diversi sebagai salah satu alternatif dari penerapan pidana penjara. Perlu dilakukan sosialisasi secara masif mengenai diversi kepada masyarakat.
FAKTOR EKONOMI DALAM PERNIKAHAN DINI PADA MASYARAKAT SASAK LOMBOK Siti Nurul Khaerani
QAWWAM Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v13i1.1619

Abstract

Pernikahan dini merupakan merupakan pernikahan yang terjadi pada usia yang masih belum cukup dewasa.Di Lombok pernikahan dini masih cukup tinggi terjadi. Terkait dengan fenomena pernikahan di bawah umur yang terjadi di masyarakat Nusa Tenggara Barat, Gubernur NTB mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran gubernur NTB tentang pendewasaan usia perkawinan yang bertujuan untuk meminimalisir para pelaku nikah dini khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Informan yaitu pelaku dan keluarga. Kondisi pelaku pernikahan dini pada saat melangsungkan pernikahan rata-rata putus sekolah mulai dari kelas 2 SMP, dengan rata-rata pelaku pernikahan usia dini berusia sekitar 15-19 tahun. Faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini, yaitu tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah menyebabkan mereka berfikir lebih baik menikah dari pada menganggur. Selain itu terdapat juga karena adanya faktor sosial atau lingkungan dan pendidikan. Pernikahan dini memberikan dampak baik dari segi kesehatan, pendidikan dan kemiskinan
PENELANTARAN ORANG TUA DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA: PENELANTARAN ORANG TUA DALAM LINGKUP RUMAH TANGGA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA Wardah Nuroniyah
QAWWAM Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v13i1.1671

Abstract

Abstract One of the acts of domestic violence against people in the household sphere is neglect. Parental neglect is negligence of the child towards the biological mother's father who has a dependency in physical needs (negligence to provide adequate food, clothing, or hygiene), and emotional (negligence to provide care or affection). neglect of parents is included in the form of lawlessness to parents because parents have rights to their children. So that for each perpetrator of neglect parents must be subject to sanctions. This study aims to answer the questions that formulate the problem: "What is the view of Islamic law and positive law in Indonesia on neglect of parents" and "What are the sanctions for perpetrators of neglect of parents according to Islamic law and positive law in Indonesia". This study uses qualitative research, data collected by means of literature (library research) are then analyzed. As for the results of this study: 1) Neglect of parents in Islamic law and in positive law in Indonesia is prohibited, because in Islamic law people who do neglect are sinful, while in positive law in Indonesia neglect is included in violence. 2) Sanctions for perpetrators of neglect of parents in the perspective of Islamic law and positive law in Indonesia are criminal sanctions, but in Islamic law it is called jarimah ta'zir and the sanctions are not only that but there are other sanctions, namely big sins, all deeds are not accepted by Allah SWT, will not enter heaven, hated by Allah SWT. Keywords: Neglect, Parents, Sanctions, Islamic Law, Positive Law in Indonesia.
REVIEW TEORETIK PEMEROLEHAN BAHASA DAN BAKAT BAHASA BAGI ANAK Nurul Lailatul Khusniyah
QAWWAM Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v13i1.1700

Abstract

Pemerolehan bahasa menjadi kajian menarik tentang cara orang memperoleh bahasa pertama ataupun bahasa kedua. Individu memperoleh kecakapan bahasa bukan karena kelahirannya semata melainkan karena perkembangan dan pengalaman hidupnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam tentang konsep teori keterkaitan pemerolehan bahasa dan bakat bahasa. Kajian dalam penelitian ini difokuskan pada kontroversi antara nurture dan nature. Teori ini menggambarkan pemerolehan bahasa yang diperoleh secara alami dan proses pembentukan. Bakat bahasa memiliki fase yang berbeda dalam proses pemerolehan bahasa.
PENDEKATAN T-GROUP DYNAMIC DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN REMAJA: Studi Pada Remaja Awal di Desa Lendang Nangka Utara Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur IQBAL BAFADAL
QAWWAM Vol. 13 No. 1 (2019): Gender Mainstreaming
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/qawwam.v13i1.1701

Abstract

Kemandirian merupakan aspek fundamental dalam tugas perkembangan remaja. Kenyataannya, kemandirian dalam diri remaja masih sangat jauh dalam perkembangannya. Salah satu metode untuk meningkatkan kemandirian ini adalah dengan pendekatan T-Group Dynamic yakni melalui kekuatan dalam dinamika kelompok. Tulisan ini bertujuan untuk melihat pendekatan T-Group Dynamic dalam meningkatkan kemandirian remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja tahap awal berjumlah 31 orang. Pengukuran menggunakan skala kemandirian dengan teknik analisa data menggunakan uji statistic paired sample t-test. Berdasarkan uji analisa ditemukan perbedaan sigifikan antara skor kemandirian sebelum dan setelah treatment.

Page 1 of 1 | Total Record : 5