cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 20886004     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011)" : 7 Documents clear
VARIABEL-VARIABEL PENILAIAN PROPERTI PADA PERUMAHAN DI PALU BARAT F., Fahirah
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.523 KB)

Abstract

Kebutuhan akan perumahan dan permukiman terus bertambah hal ini disebabkan karena adanya fenomena pertumbuhan penduduk yang sangat pesat yang disertai laju pertunbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Perumahan berupa lahan (tanah) dan bangunan merupakan aset yang paling mendominasi penilaian suatu properti. Dalam menilai suatu properti ada beberapa faktor atau variabel yang perlu dipertimbangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang berpengaruh terhadap penilaian properti perumahan. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran  kuesioner ke penghuni perumahan secara random sampling kemudian diolah secara deskriptif dan menggunakan skala sikap yaitu skala likert, untuk mengetahui prosentase persepsi penghuni perumahan terhadap variabel penilaian properti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap penilaian properti (lahan dan bangunan) perumahan di Palu Barat berdasarkan persepsi penghuni perumahan (konsumen) adalah variabel aksesbilitas, faktor sosial dan ketersediaan fasilitas
PERBANDINGAN PENGGUNAAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE KANTILEVER DAN GRAVITASI DENGAN VARIASI KETINGGIAN LERENG Setiawan, Hendra
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.589 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan stabilitas lereng, ada beberapa metode yang bisa digunakan, salah satunya adalah dengan menggunakan konstruksi dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah adalah konstruksi yang berfungsi untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah dibelakang dinding penahan tanah. Ada dua jenis dinding penahan tanah yang sering digunakan di lapangan, yaitu type gravitasi dan type kantilever. Penelitian ini bermaksud mengadakan perbandingan penggunaan kedua type dinding penahan tanah tersebut pada berbagai ketinggian lereng. Data tanah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data tnah pada lokasi BTN Teluk Palu Permai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ketinggian lereng sampai dengan 6 m, angka keamanan atau stabilitas pada type kantilever lebih tinggi dari type gravitasi, baik untuk stabilitas terhadap penggulingan, penggeseran, maupun keruntuhan kapasitas dukung
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN METODE KOLAM OKSIDASI Andiese, Vera Wim
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.377 KB)

Abstract

Meningkatnya kegiatan manusia dalam rumah tangga mengakibatkan bertambahnya jumlah limbah cair. Sumber limbah cair rumah tangga bersifat organik yaitu dari sisa sisa makanan dan deterjen yang mengandung fosfor. Limbah cair dapat meningkatkan kadar BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan pH air . Keadaann tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.  Kolam oksidasi merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk  dapat mengolah limbah cair rumah tangga. Kolam  ini  terdiri  dari  serangkaian kolam  yang  bertujuan  untuk  menjernihkan limbah cair sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan. Keunggulan teknologi ini dalam pengolahan limbah cair, yaitu konstruksi sederhana, mudah dirancang dan diubah jika diperlukan perubahan tanah
IDENTIFIKASI SUMBER BENCANA ALAM DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DI SULAWESI TENGAH Martini Martini
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.929 KB)

Abstract

Pengurangan resiko bencana alam merupakan salah satu program pemerintah dan pemerintah daerah yang sedang giatnya dilakukan. Hal ini juga menjadi kerja kalangan internasional karena beberapa kejadian bencana dengan skala massif telah menimbulkan begitu banyak korban harta benda dan jiwa. Wilayah Sulawesi Tengah merupakan salah daerah yang sangat rawan dilanda bencana alam, beberapa kejadian bencana alam yang terjadi dalam satu beberapa decade terakhir adalan banjir dan banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi dan gunung meletus. Mempelajari fenomena bencana tersebut maka tidak ada pilihan lain yaitu segera bersiap siaga baik secara kelembagaan, masyarakat bahkan individual, karena bencana akan terjadi dan akan menimpa siapa saja yang berada di daerah yang rawan bencana. Identifikasi yang telah dilakukan menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : daerah Sulawesi Tengah merupakan daerah yang sangat rawan bencana, bencana yang paling sering terjadi adalah banjir dan tanah longsor, gempa bumi dan tsunami. Upaya yang perlu dilakukan baik mitigasi pasif berupa pendidikan sadar bencana, penyuluhan tentang bencana alam serta karakteristiknya. Demikian juga diperlukan mitigasi aktif berupa membangun tanda peringatan bencana, membangun infrastruktur yang ramah dan tahan bencana serta memelihara, memperbaiki dan memperkuat infrastruktur yang berada di daerah yang rawan bencana
ANALISIS POTENSI SUNGAI RAWA HULU SEBAGAI SUMBER ENERGI KECAMATAN LINDU Rustiati, Nina
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.459 KB)

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi Sungai Rawa sebagai sumber energi bagi masyarakat lokal.Metode yang digunakan dalam studi ini adalah pengambilan data primer berupa data kedalaman sungai dari hulu(outlet) hingga 300 m ke arah terjunan, tinggi terjunan dan data sekunder yakni jumlah penduduk. Teknik pengolahandata meliputi pengukuran tinggi muka air, kecepatan dan luas penampang sungai juga menentukan letak/posisi intakesaluran pengambilan lengkap dengan dimensi saluran pengarah, bak penenang, bahan dan dimensi pipa serta tinggiterjunan yang akan dimanfaatkan sebagai pembangkit juga jarak lintasan dari bak penenang sampai ke rumah tenaga.Dari hasil analisis menunjukkan pembangkit yang dimungkinkan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakatDesa Lindu adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, dengan menggunakan 3 pipa pesat. Daya yang dapatdibangkitkan sebesar 503.04 kW sedangkan kebutuhan energi untuk Kecamatan Lindu sebesar 472.35 kW. Hasilpengukuran debit aktual sesaat sebesar 15 m3/dt.
KONDISI SEISMISITAS DAN DAMPAKNYA UNTUK KOTA PALU Ramadhani, Sriyati
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.697 KB)

Abstract

Bencana gempa disamping merupakan fenomena alam siklus yang merusak dan merugikan juga merupakan laboratorium alam yang bermanfaat yaitu untuk mempelajari karakteristik gempa dalam upaya mitigasi bencana. Para ahli teknik sipil terutama di Indonesia mempunyai keterkaitan yang mendasar terhadap bencana gempa, terutama karena hampir 70% wilayah Indonesia berada pada daerah rawan bencana gempa dengan intensitas dan frekuensi yang terus meningkat sehingga semua bangunan rekayasa sipil akan mengalami pembebanan dinamik dan siklik pada saat terjadi gempa. Kota Palu dan sekitarnya dalam kurun waktu satu abad (1905-2005) berdasarkan catatan telah terlanda gempa dengan magnitude > 4,5 SR lebih dari 10 (sepuluh) kejadian, berdasarkan kondisi  topografi, geologi dan seismologi wilayah Kota Palu sangat potensial mengalami kerusakan akibat gempa termasuk bencana sekunder (tsunami, liquifaksi dan longsoran tebing) seperti pernah terjadi pada tanggal 20 Mei 1938 yaitu gempa dengan magnitudo 7,6 SR yang getarannya terasa di seluruh pulau Sulawesi.  Mempelajari, menganalisa dan mengestimasi semua faktor pendukung dan potensi bencana yang sedemikian besarnya, maka tidak ada pilihan lain untuk segera melakukan segala upaya untuk memberdayakan semua komponen masyarakat, termasuk kalangan akademisi untuk memberikan pemikiran, rekomendasi dan tindak nyata agar sebelum, pada saat dan setelah terjadi bencana gempa lebih siap secara psikis dan fisik untuk mengurangi dampak bencana tersebut
EVALUASI DAN TINDAKAN PENGURANGAN KERUSAKAN BANGUNAN BERDASARKAN PETA ZONASI GEMPA TAHUN 2010 Sulendra, I Ketut
JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.761 KB)

Abstract

Di Indonesia ada  empat periode berlakunya peraturan tentang bagunan gedung yaitu : GBV & PBI-55, (2) PBI-71, (3) PPTGIUG-83 & SNI Tata Cara Perencanaan Bangunan Gedung Beton Bertulang tahun  (4) SNI Perencanaan Bangunan Beton Bertulang 2002 & SNI Bangunan Beton Bertulang Tahan Gempa tahun  2002, keempatnya mempunyai beban rencana gempa dan pendetailan tulangan yang berbeda-beda. Seiring dengan perubahan peta zonasi gempa yaitu peta zona gempa tahun 2010, yang mana Kota Palu berada pada daerah gempa dengan intensitas sangat tinggi sehingga diperlukan upaya evaluasi dan pengurangan kerentanan akibat gempa sehingga kerugian material dan korban jiwa dapat dikurangi. Langkah penting yang dibutuhkan adalah melakukan evaluasi terhadap bangunan yang telah berdiri dan melakukan perkuatan dan perbaikan untuk gedung yang setelah dilakukan evaluasi ternyata memiliki kapasitas beban gempa lebih kecil dari kapasitas beban sesuai peraturan terbaru. Telah banyak bangunan yang gagal dan hancur akibat gempa, dan telah banyak pula metode yang dikembangkan untuk mengurangi kerusakan akibat gempa tersebut. Sehingga sangat dibutuhkan pengembangan metode perkuatan dan perbaikan struktur bangunan untuk mengantisipasi kerusakan bangunan pada saat terlanda gempa. Titik-titik lemah bangunan yang merupakan titik-titik kegagalan bangunan akibat beban gempa, antara lain : join fondasi-kolom, join balok-kolom, dinding pasangan dan system struktur atap. Elemen-elemen tersebut sangat membutuhkan perkuatan sebelum terjadi gempa serta pendetailan penulangan yang akurat. Perkuatan dan perbaikan elemen struktur bangunan yang telah dikembangkan antara lain : perbaikan kerusakan dinding pasangan dengan metode plesteran yang diperkuat kawat, melapisi elemen strutur bangunan dengan lapisan betob baru, penambahan tulangan dan lapisan beton dengan metode shotcrete pada elemen balok, kolom dan pelatdan perbaikan retak dengan bahan epoxy recin pada elemen pelat

Page 1 of 1 | Total Record : 7