cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017" : 19 Documents clear
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS Widy Setyawan; Akhmad Sutoni; Nashrun Zakia Erfasa
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.352 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2066

Abstract

Salah satu yang harus dilakukan oleh pihak PDAM adalah memberikan pelayanan jasa pada para pelanggannya. Adapun hal-hal yang harus dibenahi antara lain pelayanan yang dimulai pada saat pelanggan ingin memasang instalasi baru, pelayanan informasi, sampai pembayaran administrasi. Sehingga kualitas pelayanan merupakan prioritas utama bagi perusahaan. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka dilakukan penelitian terhadap permasalahan yang dihadapi perusahaan mengenai kualitas layanan jasa yang diberikan kepada pelanggan dengan menggunakan konsep Service Quality (ServQual) dan Importance Perfomance Analysis (IPA). Perhitungan Uji Statistik menggunakan SPSS versi 10. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan berdasarkan hasil perhitungan, terjadi kesenjangan antara jasa yang dirasakan (persepsi konsumen) dan jasa yang diharapkan (ekspektasi konsumen) pada setiap dimensi kualitas pelayanan. Oleh karena itu PDAM harus segera melakukan upaya peningkatan kualitas pelayanan atau perbaikan terhadap kinerjanya agar dapat memenuhi harapan para pelanggan. Seperti kemampuan dan wawasan petugas yang tidak merata diantara semua petugas yang ada dimana kadang terdapat petugas yang belum mampu melayani setiap keluhan, pendidikan atau latar belakang tidak sesuai dengan penempatan posisinya 
ANALISIS PENGARUH EMPLOYEE COMPETENCE, JOB SATISFACTION, DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP EMPLOYEE PERFORMANCE Putiri Bhuana Katili; Adriana Wulan Siti Hutami
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.805 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2057

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor paling penting dalam produktivitas suatu organisasi karena pemberdayaan karyawan terhadap karyawan sebagai aset perusahaan dipandang sebagai suatu investasi yang akan membantu organisasi mendapatkan tujuan dan kinerja jangka panjang. Banyak faktor yang menyebabkan sumber daya manusia memiliki kinerja unggul, sehingga mampu mendorong keberhasilan organisasi. PT. XYZ merupakan salah satu industri baja steel terbesar di Indonesia. PT. XYZ sebagai perusahaan manufaktur sedang melakukan perbaikan dalam kinerjanya seiring membaiknya kondisi pasar baja internasional selama tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengaruh positif employee competence terhadap job satisfaction, mengukur pengaruh positif job satisfaction terhadap employee engagement, mengukur pengaruh positif employee competence terhadap employee performance, mengukur pengaruh positif job satisfaction terhadap employee performance, dan mengukur pengaruh positif employee engagement terhadap employee performance. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah structural equation modeling (SEM) dengan menggunakan software LISREL. Hasil dari penelitian adalah terdapat pengaruh positif antara employee competence terhadap job satisfaction dengan nilai sebesar 0,78, job satisfaction terhadap employee engagement dengan nilai sebesar 0,95, employee competence terhadap employee performance dengan nilai sebesar 0,48, job satisfaction terhadap employee performance dengan nilai sebesar 0,40, dan employee engagement terhadap employee performance dengan nilai sebesar 0,18.
ANALISIS TINGKAT HALANGAN PRODUKTIVITAS TLS II DI PT. BUKIT ASAM (PERSERO) TBK. Irnanda Pratiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.148 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2071

Abstract

PT. Bukit Asam (Persero), Tbk merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan alat TLS, saat ini perusahaan tersebut memiliki 3 unit alat TLS. Pada penelitian ini mengevaluasi faktor – faktor yang terkait dengan tingkat halangan yang terjadi di TLS II. Metode yang digunakan untuk menganalisa tingkat halangan(defect) di TLS II menggunakan Metode Six Sigma. Dari hasil analisa didapatkan data pengeluaran Batubara melalui TLS 2 pada Bulan Januari - September tahun 2016 diketahui jumlah rata-rata jam jalan tiap bulan sebesar 17.851 menitdan jumlah yang defect sebesar 2.795 menit. Mayoritas halangan disebabkan oleh Waktu Tunggu Material/ Stock Jauh atau Tipis 63,4 %, Tersumbat Material Besar di Feeder 25,4 % dan Dozer Tidak ada/ Kurang 7,4 %. Kesimpulannya, untuk mengurangi Halangan yang terjadi adalah faktor manusia(pekerja), maka dari itu pekerja dapat diberikan pelatihan untuk menunjang kinerja dalam mengoperasikan TLS 2. Kemudian dari faktor mesin terutama mesin Dozer, karena saat ini terjadi kekurangan Dozer di TLS 2 maka kedepannya dibutuhkan pengadaan Dozer di TLS 2 lalu dari faktor lingkungan perlu dilakukan perbaikan Pemilahan Batupack dari tambang saat proses loading dalam feeder. 
PENGENDALIAN BAHAN BAKU PRODUK LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) PADA PRODUK NEW SQUARE SERIES SL 0304 M MENGGUNAKAN MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) (STUDI KASUS DI PT. X) Rizki Wahyuniardi; Adhiya Kandiana
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.046 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2062

Abstract

PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur. Perusahaan ini memroduksi lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Perusahaan seringkali mengalami keterlambatan produksi dikarenakan kurangnya bahan baku yang tersedia di gudang. Hal ini terjadi karena perusahaan ini tidak melakukan perencanaan persediaan bahan baku dengan baik. Manajemen perusahaan juga belum mengetahui Planning and Production Inventory Control (PPIC). Dalam PPIC, teknik yang digunakan menghitung kebutuhan material yang akan digunakan untuk produksi dalam satuan kurun waktu adalah Material Requirement Planning (MRP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan material produksi New Square Series SL-0304 M dan melakukan perencanaan pemesanan berdasarkan waktu lead time untuk memenuhi kebutuhan material produk. Hasil dari pengolahan data tersebut berupa daftar perencanaan kebutuhan material hasil perhitungan secara pasti yang dapat digunakan oleh perusahaan dikemudian hari untuk mengendalikan permasalahan pada persediaan bahan baku dan aliran bahan baku yang akan digunakan. Dengan sistem penjadwalan yang terdapat dalam MRP maka kebutuhan konsumen akan terpenuhi secara tepat waktu.
SLING CUTTING TEKNOLOGI PEMOTONG YANGKO YANG EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS UKM MULYA M Khoirul Anwar; M Sufyan H; Alvin Subarkah; Ahmad Thoifur R
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2067

Abstract

Yangko merupakan makanan atau jajanan khas Yogyakarta. Pada tahapan pemotongan merupakan salah satu tahapan yang cukup memakan waktu cukup lama, yang mana dalam memotong satu loyang adonan yangko diperlukan waktu kurang lebih 1 (satu) jam.Pengoptimalan efektifitas dan efisiensi proses pemotongan yangko dalam hal ini sudah menjadi kebutuhan, dan cara untuk merealisasikan hal tersebut yaitu dengan merancang suatu alat sebagai awal dari usaha merealisasikan kebutuhan. Metode yang digunakan dalam perancangan alat ini adalah dengan pendekatan ergonomi serta mekanika teknik guna dapat menciptakan alat yang nyaman dalam penggunaan serta memberikan kemudahan bagi penggunanya.Alat “Sling Cutting” ini merupakan teknologi pemotongan kue Yangko yang efektif dan efisien untuk meningkatkan produktifitas pada UKM pembuatan kue yangko.
PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BERDASARKAN PERMINTAAN PROBABILISTIK Akhmad Sutoni; Encep Dedi Juandi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2058

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam suatu perusahaan dapat diakibatkan oleh masalah teknis dan non teknis. Masalah teknis biasanya berkaitan dengan masalah produksi, dimana kelancaran produksi sangat ditentukan oleh ketersediaan bahan baku yang sesuai jumlahnya pada saat yang diperlukan. PT. Pamindo Tiga T merupakan perusahaan manufaktur dengan strategy product positioning make to order. Perusahaan ini sering mengalami masalah persediaan bahan baku dikarenakan ketidakpastian permintaan produk dari konsumen. Jadi adakalanya perusahaan mengalami kekurangan persediaan, namun di lain waktu mengalami kelebihan persediaan dalam gudang bahan baku. Agar perusahaan dapat melakukan pengaturan tingkat persediaan bahan baku yang paling ekonomis, sehingga dapat menentukan kelancaran produksi, maka dalam penelitian ini diusulkan suatu metode perbaikan perencanaan persediaan yang sesuai dengan keadaan perusahaan, yaitu metode Fixed Reorder Quantity (Metode Q) dengan permintaan probabilistik dan kasus backorder. Total biaya persediaan tahunan dengan menggunakan metode yang diusulkan dalam penelitian ini adalah sebesar Rp 160.369.923,31. Penerapan metode yang diusulkan dalam penelitian ini akan menurunkan kuantitas penyimpanan bahan baku yang dampaknya akan menurunkan biaya penyimpanan per satuan unit produk sekaigus menjadikan keadaan persediaan bahan baku menjadi lebih teratur dan terencana, karena pekerja di bagian pengadaan akan melakukan pemesanan barang dengan jumlah yang optimum.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Supply Chain Management (Studi kasus di PT ALX Logistics) Asep Ridwan; Kulsum Kulsum; Siti Murni
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2063

Abstract

Persaingan bisnis saat ini bukan lagi persaingan antar perusahaan akan tetapi persaingan antar jaringan rantai pasok (supply chain). Untuk mengetahui pencapaian kinerja supply chain saat ini dan sejauh mana keberhasilan manajemen supply chain yang telah dijalankan, perlu dilakukan pengukuran kinerja supply chain. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan indikator kritis kinerja supply chain yang kemudian akan menjadi fokus usulan perbaikan. Pengukuran kinerja supply chain pada Lean Six Sigma Supply Chain Management dilakukan dengan menggunakan metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada level 1 sedangkan peningkatan kinerja rantai pasok dilakukan dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa indikator kritis adalah Perfect Order Fulfilment dengan besar persentase gap sebesar 14,37% dari nilai target. Waste yang paling mempengaruhi adalah backlog of work dimana penentuan waste ini berdasarkan bobot dan frekuensi kejadiannya. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi akar-akar penyebab terjadinya backlog of work yang mengakibatkan Perfect Order Fulfilment menjadi indikator kritis. Usulan perbaikan yang diberikan adalah memperbaharui fleet management system perusahaan, pelatihan ulang karyawan dan penguatan motivasi melalui program reward dan recognition, pemantauan terus-menerus KPI dan memberi batasan tonase yang ekonomis berdasarkan hasil simulasi. Penerapan batas tonase ekonomis ini berdasarkan usulan perbaikan 1 dengan pengurangan biaya maintenance unit setiap bulan diperoleh sebesar 37.1 ton per unit per rit dan usulan perbaikan 2 dengan pengurangan rata-rata waktu kedatangan tiap unit setiap bulan sebesar 39.97 ton.
ANALISIS PENYEBAB RISIKO DAN MITIGASI RISIKO DENGAN MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK PADA DIVISI PENGADAAN PT. XYZ Dyah Lintang Trenggonowati; Nur Atmi Pertiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2053

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pelabuhan. Dalam menjalankan proses bisnis di bidang jasa pelabuhan, PT XYZ memerlukan suplai barang serta jasa dari mitra-mitra kerja terkait untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Namun tidak jarang perusahaan menemui risiko-risiko saat melakukan proses pengadaan barang dan jasa, seperti kesalahan dalam menetapkan harga perkiraan sendiri (HPS), keterlambatan pembuatan dokumen dan lain sebagainya. Metode House of Risk merupakan sebuah framework yang dikembangkan oleh Laudine H. Geraldin (2005) dan I. Nyoman Pujiawan (2005) dengan melakukan pengembangan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode QFD (Quality Function Deployment). Metode ini digunakan untuk menyelesaikan permasalahan seputar hubungan keterkaitan antara kejadian risiko, hubungan keterkaitan antara penyebab risiko, hubungan keterkaitan antara risiko dengan penyebab risiko serta aksi mitigasi risiko yang akan dilakukan.
ANALISA PEMBOROSAN PROSES PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS : PT. F) Zaman, Akhmad Nidhomuz
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2254

Abstract

PT. F adalah satu dari banyak perusahaan terkemuka di Indonesia yang menyediakan jasa untuk proyekkonstruksi dan fabrikasi. Kebijakan mutu yang mengedepankan kualitas kontrol tinggi secara terus-menerus ataskarya kami. Namun faktanya, kualitas perusahaan harus terhambat karena penundaan waktu penyelesaian proyektidak sesuai dengan tanggal jatuh tempo pesanan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini,hal ini disebabkan beberapa peristiwa-peristiwa yang tidak memiliki nilai tambah atau disebut denganpemborosan (aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasipemborosan, analisis faktor pendukung dan rekomendasi perbaikan sebagai upaya perbaikan sistem dalammenciptakan nilai pelanggan. Dengan menggunakan konsep lean manufacturing penelitian ini dimulai darimenggambarkan peta keadaan (BPM) dan pembobotan pemborosan pada saat ini, bobot pemborosan dianalisamenggunakan matriks VALSAT untuk mrngidentifikasi pemborosan di dalam sistem, untuk menganalisapenyebab pemborosan dengan bagan tulang ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat pemborosanterbesar yang sering terjadi adalah gerakan yang tidak perlu (unnecessary motions) dengan rata-rata skor 4,8,perpindahan (transportation), menunggu kegiatan (waiting), dan kecacatan (defect) dengan rata-rata skor 4. Daripembahasan tersebut, perusahaan direkomendasikan untuk memperbaiki sistem informasi dalam-luar (supplier)serta menyempurnakan perbaikan di dalam kegiatan proses produksi (VMI).
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM PENGENDAPAN LIMBAH TAILING HASIL PENAMBANGAN EMAS DI DAERAH CIBALIUNG Tri Partuti; Yanyan Dwiyanti
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2068

Abstract

Penentuan kondisi optimum pengendapan limbah tailing hasil penambangan emas di daerah Cibaliung telah dilakukan secara kimiawi (koagulasi-flokulasi), dengan parameter dosis koagulan (5,13 dan 10,26 ml), flokulan (2,56; 5,13; 10,26 dan 20,52 ml), kondisi pH slurry (6,5; 7,0; 7,5; 8,0; 8,5; 9,0; 9,5; 10,0 dan 10,5) serta fraksi/ukuran partikel (+100#; -100 +140#; -140 +200#; dan -200 +325#). Tailings thickening merupakan tahap awal pengolahan limbah untuk memisahkan dan mengendapkan partikel solid (slurry) yang terkandung dalam tailings sehingga mengendap di dasar tanki. Penelitian menggunakan alat Jar-Test, volume slurry 1000 ml, untuk mengatur kondisi keasaman slurry ditambahkan HCl 32%, kondisi pH awal slurry 10 dan 37% solid, saat penambahan koagulan dilakukan pengadukan selama 2 menit dengan kecepatan 145 rpm, untuk flokulan selama 5 menit dengan kecepatan 60 rpm. Endapan yang diperoleh dinyatakan dalam total padatan tersuspensi atau Total Suspended Solid (TSS). Koagulan yang digunakan adalah polyaluminium chloride (PAC) 100 ppm, sedangkan flokulan yang digunakan adalah poliakril amida (PAA) 100 ppm. Semakin banyak koagulan dan flokulan yang ditambahkan maka konsentrasi TSS semakin menurun. Kondisi optimum pengendapan adalah pada pH 8 dengan 10,26 ml koagulan PAC 100 ppm (TSS = 368 ppm) dan 20,52 ml flokulan 100 ppm (TSS = 1177 ppm). Semakin besar fraksi massa tertahan (ukuran partikel koloid semakin kecil) maka terdapat banyak partikel halus yang tidak dapat tertangkap oleh flokulan yaitu pada fraksi -325#. 

Page 1 of 2 | Total Record : 19