cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 Maret 2015" : 15 Documents clear
Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) (Studi Kasus di Divisi Produksi PT. XYZ) Ika Lusiana; Shanti Kirana Anggraeni; Faula Arina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.344 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah anak perusahaan dari PT. Krakatau Steel grup yang memproduksi pipa baja las spiral dan longitudinal dengan kegunaan sebagai pipa minyak, gas, pipa air dan pipa pancang. PT. XYZ menempati area seluas 160.000m2. Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting,karena manusia sebagai penggerak atau pelaku kegiatan yang di tunjang oleh sumber daya lain yang melakukan setiap aktifitas yang ada di perusahaan atau organisasi. berhasil tidaknya suatu organisasi atau institusi akan ditentukan oleh faktor manusianya atau karyawannya dalam mencapai tujuannya. Seorang karyawan yang memiliki kinerja (hasil kerja atau karya yang dihasilkan) yang tinggi dan baik dapat menunjang tercapainya tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh hubungan Kompensasi, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Objek penelitian dilakukan pada seluruh karyawan divisi produksi PT.XYZ. Data yang digunakan berasal dari data kuesioner yang di sebarkan kepada karyawan sejumlah 100 responden, yang kemudian data direkap dengan perangkat lunak SPSS 16.0 dan Lisrel 8.30 untuk mengolah data secara statistic dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Sehingga berdasarkan pengolahan data dapat disimpulkan bahwa variabel Kompensasi mempengaruhi secara langsung terhadap Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja masing-masing sebesar 0.97 dan 0.86. Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja mempengaruhi secara langsung terhadap Kinerja Karyawan masing-masing sebesar 0.50 dan 0.36.
Pemilihan Supplier Batu Split ke Perusahaan PT. XYZ Dengan Pendekatan Metode AHP Heri Guntar; Hadi Setiawan; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.192 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam baching plant memproduksi berbagai batu pecah atau batu split untuk pembuatan jalan, selain memproduksi batu split perusahaan ini juga meyewakan berbagai jenis-jenis alat berat. PT. XYZ mengalami permintaan yang lebih dari biasanya, dimana permintaan tersebut mencapai 1000 ton/hari sedangkan kapasitas produksi perusahaan maksimalnya adalah 500 ton/hari, maka diadakan pemilihan supplier. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan supplier batu split terbaik dengan cara merangking beberapa alternatif supplier batu split berdasarkan kriteria-kriteria pemilihan supplier yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu kriteria harga (price), pengiriman (delivery), dan jarak (distance). Pada metode AHP menggunakan pengolahan kuesioner yang bertujuan untuk mendapatkan nilai bobot tingkat kepentingan relatif tiap kriteria (Wj) dengan nilai 0,112 (11,2%) untuk kriteria harga, 0,573 (57,3%) untuk kriteria pengiriman, dan 0,315 (31,5%) untuk kriteria jarak. Berdasarkan hasil pengolahan data akan dilakukan pembobotan global dari semua alternatif. Bila diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil hasil penilaian vektor eigen global tersebut yaitu 0,624 (62,4%) untuk CV. Bumi Raja Persada, 0,618 (61,8%) untuk CV. Batu Alam Sentosa, dan 0,554 (55,4%) untuk CV. Guna Alam Sentosa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa supplier yang terpilih yaitu CV. Bumi Raja Persada.
Analisa Perbaikan Penjadwalan Perakitan Panel Listrik Dengan Metode CPM dan PERT (Studi Kasus : PT. Mega Karya Engineering) Tubagus Irwan Julkarnaen; Lely Herlina; Kulsum Kulsum
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.604 KB)

Abstract

PT. Mega Karya Engineering merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi khususnya electrical controller yang menangani instalasi listrik, perakitan panel listrik sampai dengan pengiriman, dan lain–lain. Perusahaan ini sering mengalami kesulitan yang disebabkan oleh tenaga kerja yang kurang teratur, kurang adanya jadwal yang tidak teratur, harus mengalami revisi (penetapan design) dan tanda tangan kontrak yang terlalu lama. Dari permasalahan yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk mencari aktivitas–aktivitas mana saja yang ada dalam proyek, yang merupakan aktivitas kritis untuk kondisi awal dan percepatan, mengetahui perbedaan waktu pengerjaan dari mulai kondisi awal dengan kondisi percepatan dan mengetahui besarnya perbedaan biaya yang terjadi antara kondisi awal dengan kondisi percepatan. Dalam penelitian ini menggunakan metode CPM dan PERT dan metode ini memiliki keterkaitan yang sama dan sifat yang beda, misalnya untuk CPM adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan estimasi waktunya bersifat deterministik/pasti sedangkan PERT adalah metode yang berorientasi pada waktu yang mengarah dalam penentuan jadwal dan waktunya bersifat probabilistik/kemungkinan. Metode ini dalam manajemen proyek dapat mengetahui kapan tiap–tiap aktivitas akan dimulai dan kapan harus berakhir, sehingga dapat diketahui waktu penyelesaian keseluruhan proyek yang sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. Hasil yang didapat dari penelitian proyek ini awalnya berjalan selama 21 hari yang masuk kedalam lintasan kritis. Setelah dilakukan analisa dan perbaikan dengan metode CPM waktu produksi tersebut menjadi 14 hari dengan perbedaan percepatan waktu sebesar 7 hari sebaliknya dengan metode PERT memiliki nilai varian 99,96% dan nilai Z nya yaitu 3,950 yang artinya proyek ini memiliki hasil persentase yang sangat baik. Keuntungan yang diperoleh proyek ini dari nilai proyek yang telah disepakati sebesar Rp 85.000.000 ialah untuk kondisi awal memiliki keuntungan sebesar Rp 23.527.500 dan kondisi percepatan sebesar Rp 26.063.500 dalam 1 perakitan panel listrik. Dalam segi financial perusahaan mendapatkan 2 keuntungan, yaitu keuntungan pada jumlah biaya yang didapat dan keuntungan percepatan waktu yang tersedia sehingga perusahaan dapat mengerjakan proyek lainnya.
Usulan Perbaikan Layout Produksi Project Fab Of Resin Untuk Meminimasi Ongkos Material Handling Menggunakan Metode Simulated Annealing Eva Marella Sihite; Evi Febianti; Muhammad Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.827 KB)

Abstract

Permintaan produk yang cukup dinamis mengharuskan sistem manufaktur untuk memiliki kemampuan yang fleksibel, produktif, efektif, dan efisien, dengan berbagai cara misalnya menata ulang mesin (re-layout) untuk meminimasi ongkos produksi. Parameter yang dijadikan tolak ukur perencanaan tata letak fasilitas yang dinamis adalah minimasi ongkos Material Handling (OMH). PT. DEF salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan baja. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1983. Perusahaan ini telah menangani berbagai proyek, baik proyek besar maupun proyek kecil. PT. DEF memiliki 2 bagian ada konstruksi dan fabrikasi. Sedangkan dalam penelitian ini diambil bagian fabrikasi. Tata letak mesin pada PT. DEF tidak teratur dan jarak tempuh yang panjang dalam proses pemindahan bahannya dari satu mesin ke mesin yang lain membuat ongkos material handling jauh lebih mahal atau mengalami kerugian. Pada penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengurangi kerugian yang disebabkan tata letak mesin yang tidak sesuai, dan meminimasi ongkos material handling. Merancang ulang tata letak (re-layout) lantai fabrikasi project fab of resin PT. DEF dapat meminimumkan ongkos material handling dengan menggunakan metode Simulated Annealing. Merancang ulang tata letak (re-layout) lantai fabrikasi bukan berarti merancang tata letak yang baru, namun merancang ulang tata letak yang sudah ada. Algoritma simulated annealing diperkenalkan oleh Metropolis et al. pada tahun 1953, dan aplikasinya dalam masalah optimasi (Panggabean, H., 2002). Algoritma simulated annealing merupakan algoritma metaheuristik yang berarti algoritma dengan metode optimisasi yang dilakukan dengan memperbaiki kandidat penyelesaian secara iteratif sesuai dengan fungsi objektifnya. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah bentuk usulan alternatif tata letak yang terbaik.
Analisis Kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Dengan Menggunakan Metode Workforce Scorecard (Studi Kasus di PT. XYZ) Tubagus Arief Rahmatullah; Putiri B. Katili; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 1 Maret 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri menufaktur yaitu mengelola baja slab dari perusahaan baja terbesar menjadi baja profil dan baja tulangan. Permasalahan di PT XYZ adalah terdapat tenaga kerja yang belum menjalankan pekerjaannya sesuai dengan prosedur Standard Operating Procedure (SOP) yang ada di perusahaan. Hal ini menjadi perhatian besar bagi pihak manajemen dalam mengatasi permasalahan tenaga kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengatasi kendala dan kebutuhan tenaga kerja yang ada di Divisi SDM dan Divisi Produksi PT. XYZ. Karena setelah melakukan observasi di PT.XYZ diketahui pada Divisi SDM dan Produksi menggunakan tenaga kerja belum maksimal. Tahap awal dalam merancang workforce scorecard adalah merumuskan strategi dengan menggunakan analisa SWOT. Hal ini guna mengambil peluang dan memanfaatkan kekuatan perusahaan meminimalkan kelemahan dan mengatasi ancaman dari pesaingnya. Kemudian dilakukan perancangan balanced scorecard untuk mendapatkan tujuan strategis, tolak ukur, dan target yang dijabarkan dari visi, misi, dan strategi perusahaan kedalam empat perspektif perusahaan. Kemudiam membuat peta strategi dari empat perspektif tersebut. Setelah peta strategi didapat maka pihak manajemen menerjemahkan empat elemen kerja pada workforce scorecard guna mengetahui kendala dan kebutuhan tenaga kerja pada PT. XYZ. Hasil analisa SDM PT.XYZ dengam metode workforce scorecard diperoleh sebesar 25% untuk perspektif workforce competence dan workforce mind-set and culture. Maka kedua elemen tersebut di prioritaskan dalam meningkatkan kinerja SDM.

Page 2 of 2 | Total Record : 15