cover
Contact Name
Alvin Sugeng Prasetyo
Contact Email
alvin.prasetyo@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediatrend@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Media Trend: Berkala Kajian Ekonomi dan Studi Pembangunan
ISSN : 18581307     EISSN : 24607649     DOI : https://doi.org/10.21107/mediatrend
Core Subject : Economy,
Economic Development Program provides a platform for researchers who want to publish their research results through "MEDIATREND", the periodical Journal of economic studies and development studies. Journal "MEDIATREND" published two (2) times a year in March and October and can be accessed online. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Development Planning, Regional Economics, Public Economics, Moneter, Rural Development And Agricultural, Fiscal, Shari'ah Economics, Public Policies, Institutional Economics, Industrial Economics, ESDM & ESDA, International Economics.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2009): Maret" : 6 Documents clear
PENGARUH DANA PIHAK KETIGA DAN PEMBIAYAAN BERMASALAH TERHADAP PEMBIAYAAN PERBANKAN SYARIAH JANUARI 2004 - DESEMBER 2008: ANALISIS ERROR CORRECTION MODEL Ris Yuwono Yudo Nugroho
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1738

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan sisi internal kinerja perbankan lebih besar kontribusinya dibandingkan sisi eksternal perbankan. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara empiris pengaruh dana pihak ketiga perbankan dan pembiayaan bermasalah terhadap pembiayaan perbankan syariah dengan model koreksi kesalahan. Hasil estimasi menunjukkan bahwa dana pihak ketiga signifikan mempengaruhi pembiayaan dengan arah positif, sedangkan pembiayaan bermasalah signifikan mempengaruhi pembiayaan, juga dengan arah positif. Hubungan positif dana pihak ketiga dalam jangka pendek menunjukkan bahwa semakin meningkat dana yang dihimpun oleh perbankan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh perbankan syariah melalui pembiayaan. Implikasinya adalah penghimpunan dana pihak ketiga dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan pembukaan jaringan kantor baru dan perbankan syariah harus terus memperbaiki analisis dan monitoring pembiayaan, serta mengaplikasikan akad yang sesuai dengan kebutuhan nasabah pembiayaan.
POTENSI DAN KETIMPANGAN EKONOMI ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN PASURUAN Ida Nuraini
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1734

Abstract

Penelitian ini berusaha melihat potensi dan ketimpangan ekonomi antar kecamatan yang ada di kabupatenn Pasuruan. Folus penelitian ini antara lain adalah: 1. Pola dan struktur pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, 2. Potensi ekonomi masing-masing kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan, dan 3. Ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar kecamatan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Hasil analisis dari ketiga fokus penelitian di atas diharapkan mampu memberi masukan bagi pemerintah daerah Pasuruan untuk mengatasi tingkat kesenjangan antar kecamatan di wilayah kabupaten Pasuruan dengan berbagai pilihan kebijakan-kebijakan strategis.Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Analisis Location Quotient (LQ), 2. Analisis Tipologi Klassen, dan 3. Analisis Distribusi Frekuensi. Dari hasil analisis dengan ketiga alat tersebut diperoleh hasil, antara lain: Berdasakan analisis Tipologi Klassen, pola pertumbuhan ekonomi masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan dapat diidentifikasi sebagai berikut: a) Kecamatan yang tergolong "kecamatan relatif tertinggal" terdapat lima kecamatan; b) Kecamatan yang tergolong "kecamatan cepat maju dan cepat tumbuh" terdapat enam kecamatan; c) Kecamatan yang tergolong "kecamatan berkembang cepat" terdapat delapan kecamatan; dan d) Kecamatan yang tergolong "kecamatan maju tapi tertekan" terdapat empat kecamatan.Berdasakan analisis sektoral, sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kecamatan di Kabupaten Pasuruan adalah sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Namun apabila dilihat dari kontribusi berdasarkan kelompok sektor ekonomi, ternyata kelompok sektor sekunder dan primer yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.Sedangkan kecamatan yang paling banyak mempunyai sektor unggulan adalah Kecamatan Purwoasri, Prigen, Pandaan, Kraton, dan Gondangwetan, sedangkan Kecamatan yang paling banyak mempunyai sub sektor unggulan adalah: Kecamatan Gempol dan Bangil.Selain itu ditemukan pula bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kabupaten Pasuruan selama menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan per kapita antar kecamatan. Hal ini terlihat dari masih banyaknya jumlah kecamatan (17 kecamatan) yang masih mempunyai tingkat pendapatan dengan kategori rendah dan sangat rendah.
DAMPAK KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERFORMANCE MAKRO EKONOMI INDONESIA (Sebelum dan Pasca Krisis Ekonomi) - Sutikno
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1735

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui performance perekonomian makro Indonesia sebelum dan pasca krisis ekonomi. Selain itu, penelitian ini juga mengetahui apakah instrumen kebijakan moneter yang selama ini dilakukan oleh otoritas moneter memiliki dampak terhadap performance perekonomian Indonesia dan untuk mengetahui variabel kebijakan berupa agregat moneter ataukah suku bunga yang memiliki hubungan yang lebih erat dengan variabel-variabel makro ekonomi Indonesia.Adapun variabel-variabel yang digunakan adalah uang primer, suku bunga SBI, suku bunga deposito 1 bulan, inflasi, produk domestik bruto, dan nilai tukar (rupiah/dollar). Alat analisis yang digunakan adalah VAR, kelebihan dari VAR adalah terdapat: (i) impulse response function yang berguna untuk melihat respon suatu variabel endogen akibat adanya kejutan dari variabel endogen yang lain; (ii) variance decomposition yang berguna untuk melihat kontribusi suatu variabel endogen dalam menjelaskan variabilitas variabel endogen lain.Pemilihan indikator utama inflasi penting bagi penetapan kebijakan target inflasi. Pemilihan variabel utama inflasi dapat dilihat dari besarnya pengaruh terhadap inflasi, kuat atau lemahnya respon inflasi terhadap kebijakan tersebut dan seberapa lama kebijakan tersebut efektif mempengaruhi inflasi. Hal lain tentunya yang menjadi perhatian adalah efek kausalitas, aksi dan reaksi variabel kebijakan terhadap variabel sasaran. Dari kriteria di atas maka variabel output gap dan pertumbuhan nilai tukar riil dapat dijadikan variabel utama inflasi di Indonesia.
VALUASI EKONOMI PEMBANGUNAN KEBUN KELAPA SAWIT DALAM RANGKA MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI Husen Bahasoan
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1736

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama tanaman perkebunan yang menjadi sumber penghasil devisa non migas bagi Indonesia. Seiring dengan bertumbuhnya luas perkebunan kelapa sawit, total produksi minyak kelapa sawit Indonesia meningkat tajam. Pembangunan perkebunan kelapa sawit seringkali menjadi penyebab utama bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Analisis finansial investasi perkebunan kelapa sawit skala besar layak untuk dilaksanakan karena manfaat yang diterima oleh investor lebih besar dibandingkan dengan total biaya yang dikeluarkan, sedangkan analisis ekonomi dengan turut memperhitungkan total biaya lingkungan dan biaya sosial yang terjadi, besarnya NPV tergantung dari berapa besarnya biaya lingkungan dan biaya sosial yang mungkin terjadi. Nilai total biaya lingkungan dan biaya sosial yang sebenarnya terjadi menentukan layak tidaknya investasi perkebunan kelapa sawit. Investasi perkebunan Kelapa Sawit Tidak hanya menilai analisa kelayakan finansial saja, tetapi harus melakukan valuasi ekonomi dengan memperhitungkan biaya lingkungan dan biaya sosial.
PERSPEKTIF PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PONDOK PESANTREN DI WILAYAH MADURA Fatchurrochim Ghany
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1737

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia pada suatu wilayah seperti Pulau Madura tidak akan terlepas dari peranan pondok pesantren dan dukungan masyarakat, baik masyarakat sekitar, wali santri, alumni, maupun simpatisan lainnya. Masyarakat sekitar bisa menjadi indikator. Makin erat relasi sosialnya atau guyubnya pesantren dengan masyarakat sekitar, maka pesantren itu bisa dikatakan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Pondok pesantren tumbuh dan berkembang di masyarakat mengikuti tuntutan dan dinamika lingkungannya. Artinya, kegiatan pengembangan yang dilakukan pesantren merupakan suatu keharusan agar pesantren dapat terus eksis dalam masyarakat yang berkembang secara dinamis.
EVALUASI PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN BANGKALAN Herry Yulistiyono
MediaTrend Vol 4, No 1 (2009): Maret
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v4i1.1733

Abstract

Program pembangunan di kawasan pesisir diarahkan pada pencegahan dan pengurangan angka kemiskinan yang terjadi di kalangan masyarakat pesisir. Kegiatan yang mungkin dilakukan adalah meningkatkan peranan lembaga-lembaga masyarakat yang berfungsi sebagai wadah partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang paling relevan adalah melalui penguatan kelembagaan koperasi nelayan. Secara garis besar penelitian ini meliputi tiga kegiatan, yaitu: (1) identifikasi kondisi kelembagaan lokal koperasi nelayan: (2) analisis kondisi eksisting yang mempengaruhi kelembagaan koperasi nelayan; dan (3) menyusun pola/bentuk penguatan kelembagaan koperasi nelayan. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dimana survey melalui observasi, wawancara terhadap instansi terkait dan deep interview terhadap 120 respon masyarakat nelayan atas kepepduliannya terhadap kegiatan kelembagaan “koperasi nelayan”.Hasil yang diperoleh atas identifikasi permasalahan masyarakat pesisir di Kabupaten Bangkalan, antara lain: (a). Keterbatasan pemanfaatn sumberdaya laut, (b). Sumber daya manusia (nelayan) masih rendah, (c). Teknologi pengangkapan yang masih sederhana, (d). Teknologi pengolahan ikan (pasca panen) yang tradisional, (e). Kelembagaan ekonomi nelayan dan permodalan yang lemah. Kondisi terkini mengenai kelembagaan koperasi nelayan pada obyek penelitian adalah rendahnya kesadaran nelayan /responden tidak mempunyai alternatif pekerjaan selain menjadi nelayan melalui penguatan kelembagan koperasi nelayan merupakan solusi yang sangat strategis dan relevan. Secara individu nelayan sangat sulit berkembang karena lemahnya kekuatan pasar yang dimiliki. Namnun bila dilakukan secara kolektif melaui manajemen koperasi yang profesional, kekuatan pasar nelayan di pasar input dan output akan meningkat. Dengan demikian, keputusan nelayan untuk bergabung ke dalam suatu koperasi merupakan keputusan strategis untu penguatan daya tawar di pasar input dan output, serta penguatan pola kerjasama dalam menjalin kemitraan dengan pihak eksternal lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6