cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2009): " : 8 Documents clear
Purifikasi Udara dari Polutan Asap Rokok Menggunakan Kombinasi Proses Adsorpsi Fotokatalisis Nanokomposit TiO2 Karbon Aktif ., Slamet; Ibadurrohman, M
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.278 KB)

Abstract

Purifikasi udara dari polutan asap rokok menggunakan nanokomposit TiO2 karbaon aktif telah dilakukan dalam fotoreaktor batch yang dilengkapi dengan sejumlah lampu UV. Senyawa yang dingaunakan sebagai model polutan adalah asetaldehida, CO murni, dan CO yang berasal dari asap rokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polutan CO dalam asap rokok dapat terdegradasi secara efektif hingga 90% oleh nanokomposit TiO2karbon aktif hanya dalam waktu sekitar 10 menit. Penambahan karbon aktif pada nanopartikel TiO2 (dengan perbandingan berat TiO2 dalam mengeliminasi polutan karena adanya efek sinergisme antara proses adsopsi dan fotokatalisis. Eliminasi CO lebih didominasi oleh proses degradasi fotokalaisis. Sementara itu elimninasi asetaldehida (sebagai model polutan organik) lebih didomninasi oleh peroses adsopsi, sedangkan proses fotokalisisnya mendegradasi polutan organik menjadi senyawa intermediate tertentu sebelum terdegradasi sempurna menjadi CO2.
Kajian Penerapan Produk Tabung Baja LPG 3 kg Terhaap SNI 1452:2007 Dulbert, Biatna; P, Untari; W, Wahyu
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1329.378 KB)

Abstract

Banyak keluhan dari masarkat tekait dengan kualitas prosuk program konversi energi antara lain banyaknya terjadi kebakaran yang diakibatkan oleh ledakan tabung baja LPG.penerpan tabung baja LPG 3 kg terkait dengan produk konfersi enegi diharapkan dapat meberikan rasa aman kepada para pengunaya karena telah memenuhi standar SNI. kajian ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap persaratan mutu produk tabung baja LPG dalam SNI. Kesiapan laboratorium penguji, lembaga sertifikasi produk , regulkasi teknis dan notifikasi terhadap regulasi teknis ke WTO. Kajian ini juga dilakukan untuk mengetahui pemenuhan produk tabung baja LPG yang di ambil secara acak dari 5 propinsi penerima bantuan lansung. Hasil pengujian untuk pemenuhan contoh uji produk tabung baja LPG 3 kg terhadap persaratan mutu SNI bahwa dari 5 unitcontoh tabung baja LPG 3 kg yang di uji hanya terdapat 4 contoh uji (28%)yang tidak memenuhi persaratan mutu SNI 1452:2007 dan parameter yang  tidak memenuhi syarat adalah uji ketahan pecah
Pengelolaan Lumpur Limbah Industri Penyamakan Kulit dengan Sanitary Land Fill Sunaryo, Ign; Sutyasmi, Sri
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1876.901 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap selama dua tahun. Penelitian selama tahun I dimaksudkan untuk mendapatkan prototip landfill yang sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Penelitian selama tahun II dimaksudkan untuk mewujudkan prototip landfill hasil peneltitian tahun I, yang siap utuk digunakan. Lumpur yang digunakan untuk penelitian ini diambil dari salah satu industri penyamakan kulit di Yogyakarta. Lumpur Industri Penyamakan Kulit bisa dibuang ke landfill asalkan memenuhi ketenteuan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Lumpur yang akan dimasukkan ke dalam land fill terlebih dahulu diperiksa karakteristiknya, diuji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan kandungan kromnya. Berdasarkan hasil uji karakteristik, uji TCLP, dan kandungan kromnya dapat diketahui bahwa lumpur dalam penelitian ini masuk dalam Kategori II, sehingga bisa menggunakan landfill Tipe 3. Lokasi untuk penelitian ini sudah memenuhi persyaratan yang berlaku. Dalam penelitian tahun I ini dapat diperoleh satu prototipe dari empat tipe LandFill yang dibuat, yakni prototip landfill tipe 3, dengan 2 lapis geomembran (1 lapis geomembran untuk lapisan dasar dan 1 lapis geomembran untuk lapisan penutup), berukuran panjang x lebar x dalam = 6x1x2 m. Penelitian selama tahun II mewujudkan landfill tipe 3 dengan ukuran 4,82x6,5x3,5 m3 yang akan penuh dalam waktu 5,8 tahun.
Pemanfaatan Alfa hidroksi karboksilat (AHA) dari Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi L) untuk Skin Care F, Tiurlan; Azizah, Evi; Suherman, Ade; ., Hutajuluh
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1839.08 KB)

Abstract

Penelitan ini bertujuan memanfaatkan sumber zat aktif AAH alami dari belimbing wuluh sebagai bahan whitenig alami. Penelitian ini melalui 2 tahap percobssn, pertama, dilakukan ekstraksi senyawa AHA dari tiga bagian belimbing wuluh yaitu daging,buah utuh,dan kulit, mengunakan pengekstrak etanol (10%,30%,50% dan 95%) dan air dan dua formulasi produk skin care dari ekstrak pekan dengan konsentrasi 0.03%,0.06% dean 0.09%. hasil analisis dangan HPLC di peroleh adanya kandungan flavonoid,tanin,pektin, serta senyawa AHA yang terdiri dari asam malat,asmam askorbat dan asam sitratdengan konsentrasi berturut-turut dari buah utuh, bagian daging dan kulit, masing-masing sebesar 11%, 9% dan 2%. Uji keefektifan dan ke stabilan zat aktif AAH dalam produk di lakukan dengan suntest dan oven test sebelum dan sesudah penyimpanan suatu bulan.pada penyimpanan mingu ke 3terjadi perubahan  warna produk dari putih menjadi krem dan selanjutnya setelah di penyimpanan satu bulanwarna tidak berubah.perubahan warnaterjadi karna proses oksidasi dalam penyimpanan, sehingga konsentrasi senyawa AAH dalam produk pun berkurang, walaupun dalam jumlah yang relatif kecil.
Potensi spent pot lining (Spl) olahan dari limbah industri peleburan Alumunium dengan proses pemanggangan (roasting) bebas oksigen Sebagai bahan bakar Dina, Sari Farah; ., Azriadi; Sitindaon, Pander
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.698 KB)

Abstract

Telah dilakukan percobaan pengolahan spent  potlinig (SPL) skala laboratorium mengunakan proses pemanggangan (roasting) bebas oksigen skala laboratorium.pengolahan bertujuan untuk menurunkan kandungan sianida dan flourida sehingga mecapai tingkat yang aman bagi lingkungan,sehinga  SPL  hasil pengolahan yang mengandung unsur utama karbon dapat dimanfaatkan kembali untuk bebagai kepentingan diantaranya sebagai bahan bakar.    Proses  pemanggangan dilakukan pada kondisi ukuran SPL  4-5  cm (pada berbagai sisi), temperatur 200-600 0c dan waktu 10-20 menit.tehjadap sampel  SPL dilakukan analisa sifat kimia (kadar karbon, CN, f, Na, S dan Abu) sehubungan dengan pengunaan akhir SPL  hasil pengolahan sempel dengan penurunan kandungan sianida dan flourida yang optimum di uji nilai kalornya.Kondisi terabiak dalam penelitian ini dicapai pada temperatur 600 0C dan waktu 20 menit yakni SPL hasil pengolahan dengan penurunan kandungan sianida dari 910 ppm menjadi 20 ppm;  penurunan flourida dari 13.4 ppm menjadi 6.4 ppm nilai kalor yang diperoleh adalah 5400 kkal/kg kondisi ini telah aman bagi lingkungan dan SPL hasil pengolahan dapat di manfaatkan sebagai bahan bakar padat.
Pengaruh Komposisi Bahan dan Suhu Sintering pada Pembuatan Magnet Permanen Neodibium (NdFeB) Dengan Proses Metalurgi Serbuk A, Adid; ., Hermansyah; ., Hafid; Prayudie, Untung
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1773.49 KB)

Abstract

elah dilakukan penelitian pembuatan magnet permanen dari bahan dasar ferit di tambah dengan neobidium (NdfeB) melalui proses metalurgi sebuk. Tujuanya dihasilkan produk yang mepunyai sifat daya magnet tinggi sesuai keperluan teknis. Caranya adalah melalui penambahan bahan serbuk Neobidium sebanyak 0%, 10%, 15%, 20%, 20%, 25% dan memfareasikan suhu sintering antara 1000 0c -1350 0c, Berdasarkan hasil pecobaan di ketahui bahwa  sampel A ; makin besar % NdFeB yang di tambahkan, Br dan Bhmax yang dihasilkanmakin turun, (2) komposisi yang paling optimal untuk menambahkan NdFeB ke dalam serbuk ferit adalah dalam komposisi 2 yaitu :10%,(3) karakteristik magnetmagnet terbaik yang dihasilkan adalah komposisi 2 sempe D pada suhu sintering 1300 0c dengan nilai 2.70 kg, Hc=0.985 kOe,Bhmax=0.53 MGOe dan densitas 8.47 g cm3.  Hasil penelitian di harapkan menjadi sumbangan pemikiran untuk mengatasi ketergantungsn produk magnet permanen yang selama ini masih di impor dan juga pembuatanya dapat di terapkan di industri menegah.
Perbaikan Mutu Serat Sutera dari Kokon limbah Melaluli Proses Grafting Dengan Metil Metakrilat dan Metakrilamida untuk Pembuatan Kain Eriningsih, Rifaida; Marlina, Rini
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2412.957 KB)

Abstract

Serat sutra kokon limbah secara visula sebagian besar berwarna kecoklatan di mungkinkan sesudah terkontaminasi mikroorganisme, yang dapat ditunjukan dari hasil absorpsi spektrum IR dan kekuatan tariknya yang relatif rendah (2.57 g / denier). Serat tersebut dapat dibuat benang stapel dan kain dengan cara memperbaiki mutunya proses grafting mengunakan monomer metil metakrilat (MMA) pada variasi konsentrasi 0.6 mol / L-0.9 mol / L  dengan amonium persulfat sebagai inisiator.Dari beberapa pengujian serat setelah proses grafting menunjukan peningkatan sifat fisika dan sifat termal. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan monomer MAA 0.8 mol / L  yang meghasilkan kekuatan tarik 4.3 g / denier ,mulur 15.23 %, sifat termal (TGA dan DTA) yang realtif menigkat tahan luntur warna terhadap pencucian dengan nilai sangat baik (4 - 5 s kala abu-abu), serta memberikan sifat pegangan yang masih lembut dan halus.aplikasi proses grafting pada serat kokon limbah di lakukan dalam skala produksi untuk selanjutnya dipintal dan di tenun (ATBM dan jaquard) serta di rajut, yang menghasilkan benang, kain tenun, kain tenun jaquard dan kain rajut, kemudian di celup.Hasil uji sifat fisika benang memberikan nilai relatif tidak berbeda dibandingkan benang kapas pada nomor yang sama. Produk kain ayang di hasilkan menunjukan sifat fisik relatif baik dan hasil uji tahan luntur warna setelah pencelupan memberikan nilai abaik.
Efisiensi Energi di Industri Gelas : Masalah dan Pemecahannya MMB, Aristianto
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.636 KB)

Abstract

   Industri gelas merupakan industri yang mengkonsumsi energi yang tinggi dan dipandang sebagai salah satu industri padat energi karena prosesnya memerlukan suhu yang tinggi. Biaya energi dapat mencapai 10-20% dari biaya total. Oleh karena itu industri gelas menghadapi berbagai tantangan agar lebih efisien baik dari segi energi maupun produktivitas.    Efisiensi energi tergantung kepada teknologi yang digunakan. Efisiensi makin tinggi bila oksigen dipakai sebagai pengganti udara pada tungku, makin tinggi jumlah beling dan kapasitas tungku, makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan pada batch dan beling makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan udara sekunder dan makin rendah suhu gas hasil pembakaran, makin rendah perbandingan udara dan makin tinggi jumlah bahan dengan titik lebur rendah pada komposisi gelas. Tidak semua teknik dapat diterapkan oleh industri gelas di Indonesia karena ketersediaan oksigen yang terbatas dan belum ditemukannya bahan yang mempunyai titik lebur rendah dan adanya tambahan permodalan yang cukup tinggi untuk penerapan pemanasan pendahuluan. Teknik yang relatif mudah dan mungkin diterapkan adalah pengaturan penggunaan beling uang optimum serta pengaturan perbandingan udara.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue