cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kimia dan Kemasan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Pengaruh Polimer Kristal Cair (LCP) Terhadap Morfologi Campuran Pet/Pen Wiwik Pudjiastuti
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2413.066 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5077

Abstract

The experiment of morfology and thermal properties of ternary polymer blends containing liquid crystalline polymer (vectra) has been done using differential scanning calorimeter, x­ ray measurement and scanning electron microscope.In the case of ternary blends, PET/PEN/LCP (vectra), LCP component were not miscible, with both PEN and PET ones and tended to form fibrous structures in the PET/PEN blend.
Biosorpsi Logam Berat Cr (VI) Dari Limbah Industri Pelapisan Logam Menggunakan Biomassa Saccharomyces Cerevisiae Dari Hasil Samping Fermentasi Bir Siti Naimah; Rahyani Ermawati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 33 No. 1 April 2011
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.678 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v33i1.1837

Abstract

Limbah cair industri pelapisan logam mengandung logam berat terlarut Cr (VI) dalam konsentrasi tinggi dan berpotensi untuk mencemari lingkungan. Limbah cair industri pelapisan logam umumnya dihasilkan dalam jumlah relatif banyak dan bersifat sangat toksik. Untuk mencegah timbulnya masalah akibat limbah tersebut diperlukan suatu metode pengolahan yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Dalam penelitian ini metode biosorpsi diteliti untuk menyisihkan logam berat Cr (VI) tersebut dari limbah industri pelapisan logam yang terlarut, dengan menentukan kondisi optimum proses, tingkat penyisihan dan kualitas hasil pengolahan yang dapat dicapai. Biosorpsi merupakan metode alternatif yang dapat digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan yang berasal dari industri yang mengandung logam berat. Biosorpsi ion logam Cr (VI) oleh biomassa Saccharomyces cerevisiae dilakukan pada variasi waktu kontak dan konsentrasi awal ion logam tersebut. Metode yang digunakan adalah metode batch dan konsentrasi ion logam Cr (VI) sebelum dan sesudah biosorpsi diukur dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penyisihan Cr sekitar 76%, yaitu dari 100,28 mg/L menjadi 24,7 mg/L yang dapat dicapai pada kondisi waktu kontak 3 jam. Meskipun presipitasi dapat menurunkan konsentrasi logam berat terlarut cukup signifikan dengan dua kali pengolahan, tetapi konsentrasi logam Cr (VI) hasil olahan terlarut masih belum memenuhi ambang batas baku mutu untuk industri pelapisan logam sebesar 1,0 mg/L sehingga masih memerlukan penanganan lebih lanjut. 
Pengaruh Penambahan Karet Alam Cair terhadap Sifat Termal Polyblend Elastomer Termoplastik Sugik Sugiantoro; Sudirman Sudirman; Aloma Karo Karo; Deswita Deswita; Saeful Yusuf
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 32 No. 1 April 2010
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.831 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v32i1.2734

Abstract

Analisis perubahan sifat termal polipaduan elastomer termoplastik-polietilen atau elastomer termoplastik- polipropilen akibat penambahan Karet Alam Cair (Liquid Natural Rubber/ LNR) telah dilakukan dengan teknik Simultaneous Thermal Analyzer (STA). Polipaduan LNR-polietilen dan LNR-polipropilen dilakukan dengan teknik blending dalam laboplastomill dengan variasi fraksi berat LNR sebesar 3 %berat, 5 %berat dan 7 %berat. Hasil karakterisasi dengan STA menunjukkan bahwa penambahan LNR 5 %berat pada polipaduan elastomer termoplastik-polietilen (ETP-PE) meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 140 oC menjadi ± 164,1 oC, dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 359 oC tanpa LNR menjadi ± 385 oC. Sedangkan polipaduan elastomer termoplastik-polipropilen meningkatkan suhu puncak pelelehan dari ± 170,4 0C menjadi ± 178,5 oC dan suhu mulai terjadinya dekomposisi meningkat dari ± 370,5 oC tanpa LNR menjadi ± 389,8 oC setelah penambahan LNR 3 %berat. 
Pembuatan Deterjen Krem Mampu Urai Hayati (Biodegradable Detergen) Budi Utami; Hendartini Hendartini
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2569.217 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5066

Abstract

Experiment of household cream detergent has been done in a laboratory scale by preparing several formulations containing several different types of substances. Each formulation has been tested according to the SNI 06 - 0162 - 1987. The formulation which the SNI requirement is formulation VIII which has stable paste, Ph = 10,8 , surfactant content = 24,03 %, and water insoluble matter = 2,63 % .
Karakterisasi Sifat Fisik dan Mekanik Penambahan Kitosan pada Edible Film Karagenan dan Tapioka Termodifikasi Guntarti Supeni; Agustina Arianita Cahyaningtyas; Anna Fitrina
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 37 No. 2 Oktober 2015
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.962 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v37i2.1819

Abstract

Penelitian tentang karakterisasi sifat fisik dan mekanik penambahan kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah optimal penambahan kitosan pada pembuatan edible film dari karagenan dan tapioka termodifikasi untuk kemasan makanan. Edible film dibuat dengan pencampuran larutan karagenan dengan larutan tapioka termodifikasi, kemudian ditambahkan larutan kitosan menggunakan metode casting. Variabel yang digunakan adalah jumlah larutan kitosan yang ditambahkan pada larutan edible film karagenan-tapioka termodifikasi, yaitu 1,5%; 3%; 4,5%; 6%; dan 7,5%. Edible film yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian ketebalan, kuat tarik, elongasi, Water Vapor Transmission Rate (WVTR), dan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan sebagai bahan pengemas alternatif yang ramah lingkungan. Nilai WVTR dari edible film berguna untuk memperkirakan daya simpan kemasan terhadap produk yang dikemas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan jumlah kitosan pada edible film karagenan dan tapioka termodifikasi, menghasilkan  ketebalan, elongasi, dan nilai laju uap air yang semakin meningkat, sedangkan  kuat tarik yang dihasilkan semakin menurun. Jumlah optimal penambahan kitosan pada edible film karagenan-tapioka termodifikasi adalah 1,5%.
Preparation of Magnetic-ZnO Nanocomposite by High Energy Milling Method for Methyl Orange Degradation Didin S. Winatapura; Siti Wardiyati; Adel Fisli
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 38 No. 2 Oktober 2016
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.738 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v38i2.2702

Abstract

A magnetic Fe3O4/ZnO nanocomposite (NCs) was prepared by a high energy milling (HEM) method. In the present study, the ZnO catalyst was prepared through two ways. The ZnO was synthesized by coprecipitation method (ZnO (S)), and ZnO directly used a commercial product (ZnO (Ald)). The prepared NCs were characterized using X-ray diffraction (XRD), vibrating sample magnetometer (VSM), Fourier transform infrared (FTIR), transmission electron microscope (TEM), and UV-Vis spectrophotometer. The XRD refinement indicates that Fe3O4 nanoparticle (NP) is a single phase and well indexed to cubic spinal structured magnetite. The Fe3O4/ZnO (S) and Fe3O4/ZnO (Ald) NCs are consisted of Fe3O4 and ZnO phases. The VSM result show that Fe3O4 NP, Fe3O4/ZnO (S), and Fe3O4/ZnO (Ald) NCs possess super-paramagnetic properties with saturation magnetization (Ms) is 102 emu.g-1, 28 emu.g-1 and 26 emu. g-1, respectively. The TEM observation shows that the average diameter of Fe3O4 is approximately 15 nm, while the thickness both of ZnO shell is ranging 20 nm - 50 nm. The average diameter of TiO2 P25 particle as catalyst was observed about 20 nm. The photocatalytic activity of catalysts were evaluated based on the degradation of methyl orange (MO) dye solution. The result shows that at pH = 7, the Fe3O4/ZnO (Ald) NC can degrade the pollutant in MO dye solution to 99 %, where as at pH = 3, the catalyst TiO2 P25 degrade only 96%. 
Potensi Lignin Untuk Penanganan Logam Berat Cr(VI) Yuris Yuris; Chandrawati Cahyani; Atikah Atikah
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 36 No. 1 April 2014
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.792 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v36i1.1901

Abstract

Lignin telah diisolasi dari lindi hitam dengan pengasaman menggunakan H2SO4 10% pada pH 2 dan diperoleh lignin yang memiliki gugus fungsi mirip Indulin-AT. Lignin memiliki sifat tidak larut dalam air dan larut dalam basa. Logam berat Cr(VI) merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik tinggi dan sangat larut dalam air sehingga dapat terdistribusi kemana-mana. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi lignin untuk penanganan logam berat Cr(VI), kajian difokuskan pada variasi pH 2-10 dan konsentrasi lignin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH campuran 2, penggunaan lignin sebesar 2000 ppm sebanyak 25 mL mampu menyisihkan Cr(VI) sebesar 85,83% dari konsentrasi awal Cr(VI) 25 ppm sebanyak 10 mL menjadi 1,012 ppm. Penambahan konsentrasi lignin pada pH < 5 menaikkan penyisihan Cr(VI) karena terjadi proses adsorbsi dan kopresipitasi melalui mekanisme oklusi sedangkan pada pH > 5, penambahan konsentrasi lignin hanya menaikkan penyisihan Cr(VI) relatif sedikit dibanding pada pH < 5 karena peristiwa kopresipitasi tidak terjadi seiring dengan mulai larutnya lignin. 
Imobilisasi Propanolol HCl Pada Hidrogel Poli(Vinil Alkohol) - Natrium Alginat Dengan Teknik Radiasi Erizal Erizal; Erlina Widianti Pratiwi; Dian Pribadi Perkasa; Noviyantih Noviyantih; Basril Abbas; Sudirman Sudirman
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 40 No. 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.158 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v40i1.2755

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan hidrogel sebagai matriks imobilisasi obat dengan teknik iradiasi gamma untuk mengontrol laju pelepasan obat terkendali. Imobilisasi propanolol HCl dalam hidrogel poli(vinil alkohol) (PVA)-g-natrium alginat (NaAlg) telah dilakukan. Larutan PVA/NaAlg (5/0,5, %berat)  yang mengandung  propanolol HCl (8 mg sampai dengan 16 mg), dibeku-lelehkan (3 siklus) dan diradiasi dengan variasi  dosis (10 kGy sampai dengan 30 kGy). Hidrogel dikarakterisasi dengan spectrophotometer Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Fraksi gel dan daya serap air ditentukan secara gravimetri. Uji pelepasan propanolol HCl dari hidrogel dilakukan dalam larutan encer  fosfat (pH 6,8) pada suhu 37 °C diukur dengan spectrofotomer Ultraviolet Visible (UV-Vis). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan dosis iradiasi dari 10 kGy hingga 30 kGy, peningkatan fraksi gel hidrogel, dan kemampuan menyerap air hidrogel relatif turun. Pelepasan kumulatif obat dari matriks hidrogel dengan meningkatnya dosis iradiasi hingga 30 kGy relatif turun. Pengamatan menggunakan SEM, menunjukkan hidrogel PVA-NaAlg mempunyai struktur pori yang tidak teratur. Hidrogel PVA-g-NaAlg selayaknya dapat digunakan sebagai matriks pelepasan obat. 
Penurunan Kadar TOC Dan Suspended Solid Pada Air Limbah Industri Kertas Dengan Proses Koagulasi Dan Flotasi Siti Agustina; Emmy Ratnawati
Jurnal Kimia dan Kemasan BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3081.191 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v0i0.5120

Abstract

The Waste Water of paper industries normally contains suspended solid particles which have specific gravity lower than specific gravity of water, therefore in the waste water treatment needs flotation treatment to remove the suspended solid Research on treatment of waste water of paper industry (pH= 7.35, TOC = 331,7 mg/land SS= 796 mgll) has been done by using coagulation followed by flotation.The Waste Water of paper industry is treated by using Fe Cl3, 6H20 and Al2(S04)J 18H20 as a coagulant, NaOH as neutralizing agent, and three kinds of polymer (cationic, non ionic and anionic) as a flocculant . The optimum dosage for the best result is Al2(S04)J l8H20 300 mg/I, NaOH 100 mg/l, and anionic polymer A-2022 5 mg/l. The final result is decreasing of TOC value from 331, 7 mg/l to 38,4 mg/l and SS from 796 mg/l to 5 mg
Pengaruh Formulasi Edible Film dari Karagenan Terhadap Sifat Mekanik dan Barrier Guntarti Supeni
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 34 No. 2 Oktober 2012
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.401 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v34i2.1864

Abstract

Edible film adalah film yang terbuat dari satu atau beberapa jenis bahan pangan (food grade) dan dapat dikonsumsi tanpa menimbulkan pengaruh yang membahayakan. Karagenan merupakan sumber daya alam yang potensial, seiring dengan meningkatnya kepedulian konsumen terhadap lingkungan. Oleh karena itu penelitian pembuatan kemasan layak santap (edible film) dari karagenan perlu untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh formulasi pada karakteristik edible film dari karagenan untuk kemasan makanan. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pada penambahan 3% gliserol, semakin besar jumlah karagenan yang digunakan, maka semakin tebal edible film yang dihasilkan dengan kuat tarik dan elongasi yang semakin turun. Sedangkan pada hasil uji Water Vapor Transmission Rate (WVTR), semakin besar jumlah karagenan yang digunakan, WVTR yang dihasilkan semakin rendah. Dari hasil analisis sidik ragam, ada perbedaaan yang nyata antara rata-rata hasil pengujian dari kelima persentase karagenan. 

Filter by Year

1976 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 43 No. 2 Oktober 2021 Vol. 43 No. 1 April 2021 Vol. 42 No. 2 Oktober 2020 Vol. 42 No. 1 April 2020 Vol. 41 No. 2 Oktober 2019 Vol. 41 No. 1 April 2019 Vol. 40 No. 2 Oktober 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 40 No. 1 April 2018 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 2 Oktober 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 39 No. 1 April 2017 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 2 Oktober 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 38 No. 1 April 2016 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 2 Oktober 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 37 No. 1 April 2015 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 2 Oktober 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 36 No. 1 April 2014 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 2 Oktober 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 35 No. 1 April 2013 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 2 Oktober 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 34 No. 1 April 2012 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 2 Oktober 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 33 No. 1 April 2011 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 2 Oktober 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 Vol. 32 No. 1 April 2010 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 28 NO. 1 APRIL 2006 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 2 DESEMBER 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 27 NO. 1 APRIL 2005 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2004 BULLETIN PENELITIAN VOL. 26 NO. 1 APRIL 2004 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 Bulletin Penelitian Vol. 25 No. 3 Desember 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 2 AGUSTUS 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 25 NO. 1 APRIL 2003 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 2 DESEMBER 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 24 NO. 1 JUNI 2002 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 2 DESEMBER 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 23 NO. 1 JUNI 2001 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 2 DESEMBER 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. 22 NO. 1 JUNI 2000 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 3 DESEMBER 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 2 AGUSTUS 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XXI NO. 1 APRIL 1999 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 3 DESEMBER 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 2 AGUSTUS 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XX NO. 1 APRIL 1998 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 3 DESEMBER 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 2 AGUSTUS 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XIX NO. 1 APRIL 1997 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 3 DESEMBER 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 2 AGUSTUS 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVIII NO. 1 APRIL 1996 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 4 DESEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XVII NO. 3 SEPTEMBER 1995 BULLETIN PENELITIAN VOL. XV NO. 46 Maret 1991 BULLETIN PENELITIAN NO.45 TRIWULAN III 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.44 TRIWULAN II 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.43 TRIWULAN I 1989/1990 BULLETIN PENELITIAN NO.38 TRIWULAN IV 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.36 TRIWULAN II 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.35 TRIWULAN I 1987/1988 BULLETIN PENELITIAN NO.34 TRIWULAN IV 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.33 TRIWULAN III 1985/1986 BULLETIN PENELITIAN NO.26 TRIWULAN IV 1983/1984 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.15 & 16 JULI & OKTOBER 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN IV NO.13 & 14 JANUARI & APRIL 1979 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.11 & 12 JULI & OKTOBER 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.10 APRIL 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN III NO.9 JANUARI 1978 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.8 OKTOBER 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.7 JULI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN II NO.5 JANUARI 1977 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.4 OKTOBER 1976 BULLETIN PENELITIAN TAHUN I NO.3 JULI 1976 More Issue