cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia
ISSN : -     EISSN : 2548771X     DOI : -
Focus and Scope of this journal are : Chemical Engineering including : bioenergy processing, environmental engineering, natural resource management, Heat and Mass Transfer, Chemical Reaction, Analytical Chemistry, Biochemistry, Designing tools and chemical processes, Chemical industry process, Computing and modeling (simulation) process, Particle and nano technology, membrane technology, esessential oil technology, and phytopharmaca, etc. Civil Engineering including : technology of construction materials, transportation system, environmental layout, concrete and wood structures, steel construction, bridge and dam construction, management of water resources and Hydrology, earthquake engineering, sanitation systems and urban drainage. eUREKA is published twice a year on Juni and December by Engineering Faculty of Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
Arjuna Subject : -
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017)" : 44 Documents clear
PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON NORMAL DENGAN BETON YANG BERCAMPUR TETES TEBU UNTUK FC’= 24,0 Mpa NAU, YOHANES EUSABIUS
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan hasil campuran antara semen, agregat, dan air yang di keringkan akan menjadi sebuah konstruksi yang sangat kokoh. Dalam hal ini juga biaya dalam pembuatan konstruksi sangat diperhatikan. Dengan demikian sebagai bahan penelitian konstruksi beton akan ditambah dengan bahan pengganti semen yai tu tetes tebu 0,5%. Tetes tebu ini adalah hasil dari limbah pabrik gula yang mudah untuk didapatkan. Dalam penelitian ini akan kita cari kuat tekan beton tanpa bahan pengganti semen dan beton yang ada pengganti semen. Kemudian di bandingkan kedua hasil uji kuat tekan untuk mengetahui kualitas beton dengan bahan pengganti yaitu tetes tebu 0,5%. Dalam penelitian ini diadakan pengujian beton pada umur yang berfariasi yaitu 7, 14, dan 28 hari. Nilai Uji kuat tekan yang didapat menunjukan bahwa nilai kuat tekan beton normal masih lebih besar daripada kuat tekan beton dengan bahan pengganti sebagaimana tertera sebagai berikut : kuat tekan beton normal pada umur 7, 14 dan 28 adalah 306,4 kg/cm2, 323,4 kg/cm2 dan 328,4 kg/cm2. Sedangkan beton dengan bahan pengganti tetes tebu 0,5% pada umur 7, 14 dan 28 hari adalah 217,2 kg/cm2, 266,7 kg/cm2 dan 301,0 kg/cm2. Dari hasil tersebut diatas dapat diketahui bahwa nilai kuat tekan beton normal masih lebih besar dibandingkan dengan kuat tekan beton dengan bahan pengganti semen. Kata Kunci : Kualiats Agregat, Kuat Tekan Beton, tetes tebu
PENGARUH KADAR AMILUM DAN UKURAN PARTIKEL TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG DARI TEMPURUNG KELAPA Seo, Belandina; Yuniningsih, Susy; Abrina Anggraini, Sinar Perbawani
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomass or organic waste materials can be processed and used as an alternative fuel for example, the manufacture of briquettes. During this briquettes are made only from coal alone. The researchers tried briquettes from coconut shell, coconut shell charcoal is the product obtained from the incomplete combustion of coconut shell. Charcoal gives a higher combustion heat and less smoke. The process of making charcoal briquettes using carbonization process in which the temperature of 300 ° C is used to form the coconut shell charcoal. One of the factors that influence the combustion process of coconut shell charcoal briquette is theparticle size. With smaller particle size, it will be faster charcoal .briquettes burn, whereasfor larger particle size for gluing it will be difficult to glue. Starch concentration and particle size effect on the calorific value as more and more levels of starch used, the calorific value decreases, the high calorific value is at 6% starch content is 8.317kkal, and a particle size of 30 mesh. Keywords: Size of Particle, Composition Starch Solution ABSTRAK Biomassa ataupun bahan-bahan limbah organik dapat diolah dan dijadikan sebagai bahan bakar alternatif contohnya, dengan pembuatan briket.Selama ini pembuatan briket hanya terbuat dari batu bara saja. Maka peneliti mencoba pembuatan briket dari tempurung kelapa, arang tempurung kelapa adalah produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna dari tempurung kelapa. Arang memberikan kalor pembakaran yang lebih tinggi dan asap yang lebih sedikit. Proses pembuatan arang briket menggunakan proses karbonisasi dimana temperatur yang digunakan adalah 300 - 500oC terbentuk arang tempurung kelapa. Salah satu faktor yang mempengaruhi pada proses pembakaran briket arang tempurungkelapa adalah ukuran partikel. Dengan Partikel yang lebih kecil ukurannya, maka briket arangakan lebih cepat terbakar, sedangkan untuk ukuran partikel yang lebih besar maka untuk perekatan akan partikel yang cukup besar akan sulit dilakukan perekatan sehingga mempengaruhi kuat tekan untuk merekat. Kadar amilum dan ukuran partikel berpengaruh terhadap nilai kalor karena semakin banyak kadar amilum yang digunakan maka nilai kalornya semakin menurun dikarenakan kadar air yang terdapat dalam perekat semakin banyak Nilai kalor yang tinggi adalah pada kadar amilum 6% yaitu 8.317kkal, danukuran partikel 30 mesh.
STUDI PERENCANAAN IRIGASI POMPA PADA DAERAH IRIGASI BKB.I DESA BULU KECAMATAN PILANGKECENG KABUPATEN MADIUN Sawun, Ferdinandus Lagadoni; Khaerudin, Dian Noorvy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan kebutuhan pangan, sehingga pengembangan jaringan irigasi suatu lahan pertanian mutlak diperlukan untuk perbaikan sistem pertanian di masa mendatang. Menjadi sebab salah satu alternatif dalam mempertahankan sumber daya pangan dan peningkatan pendapatan petani dengan mempertimbangkan kondisi yang ada diwilayah kabupaten Madiun terutama didaerah irigasi B.KB I desa Bulu kecamatan pilang kencang. Direncanakan air yang mengaliri lahan seluas 47 Ha,dimana 22 Ha berada di elevasi +103,360 dan 25 Ha berada di elevasi +96,862,letak sumber air berada di elevasi +99,350 maka digunakan pompa supaya bisa menaikan air keketinggian tersebut.kapasitas pompa 30lt/dt. Untuk memenuhi kebutuhan air yang digunakan untuk mengairi lahan seluas 47 Ha adalah: 101.81 m3/dt. Dengan perincian sbb : Bangunan T.1, Petak tersier A1 luas baku sawah 6ha, kebutuhan airnya ; 20,59 lt/dt, bangunan T.2, petak tersier A2 luas baku sawah 5ha, kebutuhan airnya; 6,86lt/dt, bangunan T.3, petak tersier A3 luas baku sawah 5ha, kebutuhan airnya;11,44lt/dt. bangunan T.4,petak tersier A4 luas baku sawah 6ha, kebutuhan airnya;11,44lt/dt. bangunan T.5, petak tersier A5 luas baku sawah 15ha, kebutuhan airnya; 34,32. bangunan T.6, petak tersier A6 luas baku sawah 10ha, kebutuhan airnya 17,16lt/dt. jd kalau di jumlahkan luas baku sawah 6ha +5ha+5ha+6ha+15ha+10ha=47ha dan kebutuhan airnya, 20,59lt/dt + 6,86lt/dt + 11,44lt/dt + 11,44lt/dt + 34,32lt/dt + 17,16lt/dt =101.81 m3/dt. Pada jaringan irigasi Tersier BKB.1 sepanjang 1500m akan direncanakan menggunakan irigasi pompa dengan sistem rotasi,dimana kapasitas pompa 30lt/dt,dan pipa yang digunakan dalam perencanaan ini 6”(pipa yang berdiameter 6) Kata Kunci : studi perencanaan, irigasi pompa, pilangkeceng, madiun
APLIKASI VALUE ENGINEERING PEKERJAAN STRUKTUR PADA PROYEK PEMBANGUNAN MALL DINOYO CITY MALANG Soares, Nicolau Martins; Khaerudin, Dian Noorvy
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era yang modern seperti sekarang ini di dunia konstruksi terutama pada konstruksi-konstruksi yang berskala besar perlu adanyan penerapan suatu cara untuk mengatasi masalah masalah seperti pemborosan biaya, pengunaan material yang tidak teratur menerapkan rekaysan nilai atau value Engineering guna mengatasi peborosan biaya konstruksi. Tujuan diterapkanya value engineering adalah untuk melakukan penghematan biaya tampa merubah fungsi banguan itu sendiri sehingga mutu atau kualitas dari bangunan tersebut tetap terjaga dengan begitu anggaran biaya dapat digunakan secara optimal dan efisien. Dalam tugas akhir ini penerapan rekayasa nilai atau Value engineering di terapkan pada sub base struktur dan uper strukur,sub base struktur value engineering di terapkan pada pondasi sedangkan uper struktur value engineering diterapkan pada kolom dan balok analisa ini mengunakan tahap-tahap rencana kerja value engineering yakni tahap informasi, tahap kreativitas, tahap anlisa dan tahap proposal. Sedangkan kriteria-kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi komponen-komponen / sistem, meliputi aspek biaya, waktu pelaksanaan, kekuatan, efisiensi dan kemudahan pekerjaan. Dari hasil analisa Rekayasa Nilai pada proyek Pembangunan Mall Dinoyo City Malang, dapat diambil beberapa kesimpulan: 1.Pada pekerjaan Sub base struktur dengan mengusulkan alternatif-alternatif penganti dipilih Pondasi strous. Karena dengan mengusulkan alternatif penganti, menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 101.785.095,97 dari biaya awal sebesar Rp. 1.051.925.232,23 atau 9,68 % 2. Untuk struktur atas dengan mengusulkan alternatif penganti, yaitu dengan pendimensian pada balok dan kolom menghasilkan penghematan biaya sebesar a. Kolom Rp. 138.805.355,09 dari biaya awal sebesar Rp.921. 713.568,28 atau 15,06 % b. Balok Rp. 216.242.068,01 dari biaya awal sebesar Rp.1.237.917.682,83 atau 17,47%
STUDI PERENCANAAN SALURAN TERSIER DENGAN TINJAUAN KECEPATAN MINIMUM ALIRAN DI DAERAH IRIGASI KEDUNG BRUBUS KECAMATAN PILANGKENCENG, KABUPATEN MADIUN Ketmoen, Dominikus
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

"Study Planning Tertiary Irrigation Network With observation Minimum Flow Speed of area Irrigation Kedung Brubus sub-district Pilangkenceng districts madiun” is motivated by not yet the physical realization of tertiary network, so the agricultural land in the village of Bulu and Kenongo rejo can not be used optimally in its management. a location jobs irrigation network at bulu village with an area ± 180 ha of agricultural land and village Kenongo rejo ± 35 ha of agricultural land,sub-district Pilangkenceng districts madiun. Review which used in the tertiary network planning is the minimum flow velocity i.e. the minimum speed which allowable so that no sediment deposition and growth of aquatic plants. This will facilitate maintenance work tertiary irrigation network and water distribution rice field terraces can be administered optimally. Basic theory used in the planning of the irrigation network by collecting the reference book about planning irrigation and arrange according to handbook of irrigation planning criteria 01-05 and other irrigation handbook on how to plan a good cross section of the channel shape efficient. Keyword : Tertiary Irrigation, Minimum Speed of flow, sediment, Optimal ABSTRAK Studi Perencanaan Jaringan Irigasi Tersier Dengan Tinjauan Kecepatan Minimum Aliran Di Daerah Irigasi Kedung Brubus Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun” ini dilatar belakangi oleh belum terealisasikannya fisik jaringan tersier, sehingga lahan-lahan pertanian di wilayah Desa Bulu dan Kenongo Rejo belum dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengelolaannya. Lokasi pekerjaan jaringan tersier adalah di Desa Bulu dengan luas lahan pertanian ± 180 Ha dan Desa Kenongo Rejo dengan luas lahan pertanian ± 35 Ha, Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Tinjauan yang digunakan dalam perencanaan jaringan tersier ini adalah kecepatan minimum aliran yaitu kecepatan minimum aliran yang diijinkan sehingga tidak terjadi pengendapan sedimen dan pertumbuhan tanaman air. Hal ini tentunya akan mempermudah pemiliharaan jaringan irigasi tersier serta pembagian air kepetak-petak sawah dapat diberikan secara optimal. Dasar teori yang digunakan dalam perencanaan jaringan irigasi ini adalah dengan cara mengumpulkan buku-buku pedoman mengenai perencanaan irigasi dan penyusunannya mengacu kepada buku pedoman kriteria perencanaan irigasi 01–05 serta buku pedoman irigasi yang lain mengenai bagaimana cara yang baik untuk merencanakan suatu bentuk penampang saluran yang efisien Kata kunci : Jaringan Irigasi Tersier, Kecepatan Minimum aliran, Sedimen, Optimal
STUDI PERENCANAAN GEOMETRIK SIMPANG TIGA JALAN MT. HARYONO - JALAN GAJAYANA KOTA MALANG SETO, MOSES RIKARDUS WEO; Widodo, Esti; Arifianto, Andi Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Junction walke MT Haryono-Jalan Gajayana is connective intersection of Unlucky Sub-Province and this Town Stone intersection also represent one of the road; street go to Unlucky downtown and Stone downtown. This Junction connect some college, some big shopping centre and school in unlucky town. Therefore hence activity of traffic in junction walke MT Haryono-Jalan Gajayana pertained high and often happened jam of lalulintas in this intersection. This research is done/conducted to know service storey; level and planning of geometrik in junction walke Unlucky MT Haryono-Jalan Gajayan Town. Research done/conducted to overcome the problem of jam which often happened the the intersection and also can be used by recommendation as able to be utilized strategically for the decision making of planning and also operational later on day. From result of got by survey is clock culminate volume of traffic happened at 00:90 until clock 10:00 with volume of lalulintas 9619 smp/clock result and got by capacities walke 1952,802 smp/clock, vehicle average speed 98,432 m/second, degree of saturation 4,93 smp/clock with storey; level service of class road;street of D, that is condition of lalulintas which [do] not stabill with volume of traffic high and speed still [in] tolerating and influence with speed of vehicle 60 km/clock and volume of lalulintas tired 85%. Keyword: Geometrik Junction, Traffic, Storey; Level Service. ABSTRAK Simpang tiga jalan MT Haryono-jalan Gajayana adalah persimpangan yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kota Batu persimpangan ini juga merupakan salah satu jalan menuju pusat Kota Malang dan pusat Kota Batu. Simpang tiga ini menghubungkan beberapa perguruan tinggi, beberapa sekolah dan pusat perbelanjaan besar di kota malang. Oleh karena itumaka kegiatan lalu lintas di simpang tiga jalan MT Haryono-jalan Gajayana tergolong tinggi dan sering terjadi kemacetan lalu lintas di persimpangan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat pelayanan dan perencanaan geometrik di simpang tiga jalan MT Haryono-jalan GajayanKota Malang. Penelitian dilakukan untuk menanggulangi masalah kemacetan yang sering terjadi persimpangan tersebut dan selaligus bisa digunakan segagai rekomendasi yang dapat dipergunakan secara strategis untuk pengambilan keputusan operasional maupun perencanaan di kemudian hari. Dari hasil suvey yang didapat jam puncak volume lalulintas terjadi pada jam 00:90 sampai jam 10:00 dengan volume lalulintas 9619 smp/jam dan hasil alalisa didapatkan kapasitas jalan 1952,802 smp/jam, kecepatan rata-rata kendaraan 98,432 m/det, derajat kejenuhan 4,93 smp/jam dengan tingkat pelayanan jalan kelas D, yaitu kondisi lalulintas yang tidak stabill dengan volume lalulintas tinggi dan kecepatan masih di tolerir dan sangat perpengaruh dengan kecepatan kendaraan 60 km/jam dan volume lalulintas mencapai 85%. Kata kunci : Geometrik Simpang Tiga, Lalulintas, Tingkat Pelayanan.
RANCANG BANGUN ASAP CAIR DARI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN PROSES PYROLYSIS Sansaka, Fajar Hary; Abrina Anggraini, Sinar Perbawani; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquid smoke obtained by burning dry biomass with high temperatures and little air (pyrolysis). Liquid smoke from corn cobs able to turn waste into food preservatives plantation substitute hazardous chemicals namely formaldehyde. fuel conversion efficiency is quite good, the energy density (energy content per unit volume) is quite high, and the ease of storage and distribution. Liquid smoke is used as a substitute for eating preservative chemicals or formaldehyde with a simple and inexpensive technology. Smoke-making process begins with the drying process, the enumeration process, the pyrolysis process and the process of purification, then after the final purification of smoke packed and marketed. Design of liquid smoke is expected to be in production with: 100 tons / year, while operating 300 days / year, 24 hours per day, divided into 3 shifts. Industrial locations will be built in the village Dadaprejo, District Junrejo, Batu, East Java. Form of industry is a Limited Liability Company (PT). Judging from the calculation of economic analysis to the design of liquid smoke, the obtained data is as follows: Total Capital Investment (TCI): Rp 2,171,285,991.14; Return Of Investment (ROIat): 34.06%; Play Out Time (POT) : 2.33 years. Break Even Point (BEP): 32.34%.; Shut Down Point (SDP): 4.83 tons / year; Internal Rate Of Return (IRR): 33.77%. It can be concluded that the design and construction of liquid smoke corn cob with fast pyrolysis process capacity of 100 tons / year worth to set up. Keywords: corn cobs, liquid smoke, and fast pyrolisis ABSTRAK Asap cair diperoleh dengan membakar biomassa kering dengan suhu tinggi dan sedikit udara (pirolisis). Asap cair dari tongkol jagung mampu mengubah limbah perkebunan menjadi pengawet makanan penganti bahan kimia berbahaya yaitu formalin. bahan bakar dengan efisiensi konversi cukup baik, densitas energi (kandungan energi per satuan volume) cukup tinggi, serta kemudahan dalam hal penyimpanan dan pendistribusian. Asap cair ini digunakan sebagai bahan pengawet makan penganti bahan kimia atau formalin dengan teknologi yang sederhana dan murah. Proses pembuatan asap diawali dengan proses pengeringan, proses pencacahan , proses pirolisis dan proses pemurnian, kemudian setelah pemurnian asap dikemas dan terakhir dipasarkan. Rancang bangun asap cair ini diharapkan dapat berproduksi dengan: 100 ton/tahun, waktu operasi 300 hari/tahun, 24 jam per hari , terbagi menjadi 3 shift. Lokasi Industri akan dibangun di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Bentuk industri adalah Perseroan Terbatas (P T). Ditinjau dari perhitungan analisa ekonomi terhadap rancang bangun asap cair ini, maka diperoleh data sebagai berikut: Total Capital Invesment (TCI): Rp 2.171.285.991,14 ; Return Of Invesment (ROIat): 34,06 %; Play Out Time (POT): 2,33 tahun. Break Even Point (BEP): 32,34 %.; Shut Down Point (SDP): 4,83 ton/tahun; Internal Rate Of Return (IRR): 33,77%. Maka dapat disimpulkan bahwa rancang bangun asap cair dari tongkol jagung dengan proses fast pyrolysis kapasitas 100 ton/tahun layak untuk didirikan. Kata kunci: tongkol jagung, asap cair , dan fast pyrolisis
STUDI PERENCANAAN TEBAL LAPISAN PERKERASAN TAMBAHAN (OVERLAY) PADA RUAS JALAN MOTAHARE-RAILACO (STA.32+500–STA.37 +500) TIMOR LESTE Maia, Amadeu Espirito Santo; Widodo, Esti; Arifianto, Andi Kristafi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan kehidupan masyarakat terutama dalam sektor perekonomian dan perindustrian yang ada di kecamatan Railaco.Perencanaan tebal perkerasan merupakan dasar dalam menentukan tingkat pelayanan sebuah jalan baik perencanaan menggunakan bahan pengikat semen maupun bahan pengikat aspal. Yang dimaksud dengan konstruksi perkersan jalan adalah lapisan suatu bahan yang diletakkan diatas tanah dasar pada jalur jalan rencana. Pada pekerjaan perencanaan jalan raya, saluran irigasi, disebutkan bentuk profil atau tampang pada arah untuk perencanaan kemiringan suatu proyek, maupun hitungan volume galian atau timbunan tanah.Data-Data Perencanaan, data topografi, dan data spesifik. Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisa perhitungan pada setiap segmen yang telah penulis lakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sabagai berikut. 1. Pada jalan Motahare Railaco dengan panjang 5 km untuk perencanaan tebal lapisan tambahan (Overlay) dengan maenggunakan Metode Lendutan dapat diperoleh susunan tebal lapisan tambahan terdiri dari pondasi bawah (sub Mase) tebal 2 cm dengan agregat kelas B, podasi atas (Base Course) tebal 20 cm dengan agregat kelas A, Lapisan permukaan (surface) 5 cm Laston dan mampu melayani beban selama umur 10 tahun. 2. Indeks permukaan pada akhir umur rencana dapat ditentukan berdasarkan LER 6,0531 maka itu termasuk Klasifikasi jalan arteri yang menghubungkan ibu kota kabupaten Ermera dengan Ibu kota Negara. 3. Lintas ekivalen rencana adalah 6,0531 maka jalan Motahare Railaco termasuk klasifikasi jalan Arteri ( Jalan Nasional).
ANALISIS PENGGUNAAN BEKISTING SECARA BERULANG-ULANG PADA PEKERJAAN LANTAI DAN BALOK PADA GEDUNG BERLANTAI EMPAT (4) DITINJAU DARI SEGI WAKTU DAN BIAYA Deus, Joao Mendonca De; Yurnalisdel, Yurnalisdel; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pekerjaan konstruksi beton, ada tiga komponen utama yang harus direncanakan dengan matang karena akan mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan struktur Ketiga komponen tersebut adalah campuran beton, penulangan beton dan bekisting. Komponen bekisting pada pelaksanaannya juga membutuhkan biaya yang besar. Oleh karena itu perencanaannya harus dipertimbangkan faktor ekonomisnya. Nilai penyusutan pemakaian bekisting pada setiap lantai yaitu : (a) pada lantai pekerjaan pelat lantai 3 dimana penyusutannya adalah sebesar 97,11%, (b) pada pekerjaan bekisting balok penyusutan terjadi pada pekerjaan bekisiting lantai 2 dan lantai 4, dimana penyusutannya masing-masing sebesar 97,45% dan 97,11%. Efisiensi penggunaan bekisting secara berulang-ulang adalah pada pekerjaan pelat lantai sebesar 29,91% dan pada pekerjaan balok sebesar 45,16%.
STUDI KELAYAKAN PENGARUH PENAMBAHAN TEMPURUNG KENARI TERHADAP KUAT LENTUR BETON FC’ 25 MPA SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR LOY, YOHANES PAULUS GELA; Rasidi, Nawir
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Canary represent original crop of Indonesia which growing many in Indonesia region part of east, like Sulawesi North, Moluccas, Horrible Island, Flores, Alor and Island of Timor NTT. This Crop still pertained forest crop which many not yet conducting. But that way as picture, one farm hectare can grow more or less 90 canary tree and each;every tree can yield 50 Singk canary seed per year. Canary shell of coconut to be used in this concrete test is obtained from Flores-East Nusa Tenggara ( NTT). During activity which is cover levying of materials, making of test object, examination of limber strength of reinforced concrete. In this research is made by 5 different concrete mixture type pursuant to amount of the percentage of addition of canary shell of coconut at concrete. Percentage of addition of canary shell of coconut is 0%, 3%, 6%, 9% and 12% from requirement of gravel. ratio of Proposal aktual in weight = Cement : Sand : Gravel : Water is 6,96 kg: 11,66 kg : 17,44 kg : 3,73kg. At examination of limber strength of reinforced concrete log of the size log 15 x cm 15 x cm 60 cm hence obtained by average value between and rating of lendutan. For the log of concrete which do not enhance canary shell of coconut have average value addition of canary shell of coconut equal to 3% is saleable of B1 very high with lendutan equal to 4,12 mm compared to concrete which do not canary shell of coconut. Keyword : Shell Of Coconut Canary, Strong Flex. ABSTRAK Kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia bagian timur, seperti Sulawesi Utara, Maluku, Pulau Seram, Flores, Alor dan Pulau Timor NTT. Tanaman ini masih tergolong tanaman hutan yang banyak belum dibudidayakan. Namun demikian sebagai gambaran, satu hektar lahan dapat ditumbuhi kurang lebih 90 pohon kenari dan setiap pohon dapat menghasilkan 50 Kg biji kenari per tahun. Tempurung kenari yang akan digunakan dalam uji beton ini diperoleh dari Flores – Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang dilakukan meliputi pengadaan bahan, pembuatan benda uji, pengujian kuat lentur beton bertulang. Di dalam penelitian ini dibuat 5 jenis campuran beton yang berbeda berdasarkan jumlah prosentase penambahan tempurung kenari pada beton. Prosentase penambahan tempurung kenari adalah 0%, 3%, 6%, 9% dan 12% dari kebutuhan kerikil. Rasio proposal aktual dalam berat = Semen : Pasir : Kerikil : Air adalah 6,96 kg : 11,66 kg : 17,44 kg : 3,73 kg. Pada pengujian kuat lentur balok beton bertulang dengan ukuran balok 15 cm x 15 cm x 60 cm maka diperoleh nilai rata-rata antara beban maksimum dan lendutan. Untuk balok beton yang tidak menambahkan tempurung kenari memiliki nilai rata-rata penambahan tempurung kenari sebesar 3%pada pelakuan B1 sangat tinggi dengan lendutan sebesar 4,12 mm dibandingkan dengan beton yang tidak menambahan tempurung kenari. Kata Kunci : Tempurung Kenari, Kuat Lentur