cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021)" : 16 Documents clear
TINGKAT KETIMPANGAN WILAYAH DI KABUPATEN DARATAN DAN KABUPATEN KEPULAUAN. STUDI KASUS: KABUPATEN MINAHASA TENGGARA DAN KABUPATEN KEPULAUAN SITARO Hassanah, Jumiatun; Tondobala, Linda; Rengkung, Michael
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan wilayah merupakan salah satu permasalahan yang masih umum terjadi di Negara Indonesia. Beberapa daerah mengalami kemajuan yang cepat namun di beberapa daerah lainnya mengalami ketertinggalan terutama pada daerah kepulauan yang sering terisolir karena pebedaan karakteristik wilayah dengan daerah daratan. Penelitian ini dilakukan di salah satu daerah daratan dan kepulauan di Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Sitaro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan wilayah berdasarakan PDRB menggunakan Index Williamson dan mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan wilayah dengan analisis factor PCA serta membentuk tipologi perkembangan wilayah dengan analisis gerombol (clustering analysis). Hasil dari penelitian ini adalah tingkat ketimpangan wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro lebih tinggi daripada Minahasa Tenggara dan factor yang sangat berpengaruh terhadap ketimpangan di kepulauan sitaro adalah kontribusi PDRB dan aksesibilitas. Pembentukan tipologi perkembangan wilayah terbagi kedalam 3 cluster. Kecamatan yang termasuk dalam cluster 1 mempunyai tingkat perkembangan wilayah tinggi, cluster 2 sedang dan cluster 3 perkembangan wilayah rendah. Kata kunci: Ketimpangan wilayah; Kepulauan; Index Williamson; Factor pengaruh ketimpangan; Tipologi perkembangan wilayah
TIPOLOGI URBAN SPRAWL BERDASARKAN ATRIBUT KONTINUITAS AREA TERBANGUN DI KECAMATAN BIRINGKANAYA DAN KECAMATAN TAMALANREA, KOTA MAKASSAR Lolokada, Theresia Wangi; Rogi, Octavianus H. A.; Poluan, Roosje J
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme perkembangan Kota Makassar menyebabkan perkembangan kawasan perkotaan di kawasan pinggiran atau sub urban yang ditunjukkan melalui urban sprawl, yaitu suatu perkembangan wilayah perkotaan yang terjadi di kawasan pinggiran secara tidak teratur .Beberapa kecamatan yang mengalami urban sprawl di Kota Makassar adalah Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea yang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat dari tahun ke tahun. Didukung dengan luas wilayah Kecamatan Biringkanaya sebesar 48,22 km2 atau 27,43% dari total luas daratan Kota Makassar dan luas wilayah Kecamatan Tamalanrea  31,84 km² atau 18,2%  dari total luas daratan kota Makassar, tentunya akan berpengaruh pula terhadap pertumbuhan penduduk di lokasi penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui intensitas urban sprawl berdasarkan atribut kontinuitas area terbangun dan mengidentifikasi tipe sprawl di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan analisis dengan metode penelitian kuantitaif dengan pendekatan deskriptif.Hasil penelitian terdapat 2 tingkatan urban sprawl di Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea, yaitu tingggi, dan rendah dan tipe urban sprawl adalah tipe lompatan katak (leapfrog development),tipe linier (ribbon development) dan tipe konsetris.Kata Kunci: urban sprawl, intensitas, atribut
KAJIAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI PULAU LEMBEH UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA Awalyah, Ria Rezky; Tondobala, Linda; Suparjo, Suriyadi
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekowisata yaitu suatu kegiatanobervasiwisata alam menuju ke daerah yang bertanggung jawab  untuk membudidayakan unsur pendidikan,pemahaman, dan dukungan terhadap usaha konservasi sumber daya alam(SDA) dan juga guna untuk peningkatan pendapatan masyarakat lokal.. Sulawesi Utara memiliki potensi kawasan yang sangat besar sehingga wisatawan dapat dengan mudah menikmati keindahan kawasan wisata tersebut, Karakteristik yang unik sehingga menawarkan keindahan alam yang dapat dinikmati oleh para wisatawan Keunikan bentukan morfologi seringkali menjadi bentukan alam yang memiliki nilai wisata pengembangannya, kepariwisataan dikelola dan dikembangkan melalui prinsip ekowisata. Sumber data didapat melalui observasi dan analisis SWOT. Dari hasil penelitian diketahui bahwa potensi morfologi Pulau Lembeh yang dapat dikembangkan menjadi kawasan kegiatan ekowisata yaitu Pantai Kahona,Hutan Mangrove Pintu Kota dan Pantai Kareko. Dengan pertimbangan tersebut yaitu kekuatan dan peluang pada sumberdaya memberikan strategi khusus terhadap bentuk pemanfaatan sebagai kawasan ekowisata yakni dengan dilakukan strategi agresif – SO (Kekuatan dan Peluang) yang menciptakan starategi dengan mempertimbangkan kekuatan untuk memanfaatkan peluang.Kata Kunci: ekowisata, morfologi,SWOT
PENGARUH KAWASAN WISATA BUKIT KASIH KANONANG TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN ASPEK SOSIAL‐EKONOMI MASYARAKAT Ngion, Khinly D; Makarau, Vicky H; Lintong, Steven
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukit Kasih termasuk Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata yang bertempat di Kabupaten Minahasa, menjadi salah satu kawasan wisata yang dinilai memiliki potensi dalam memberikan partisipasi dalam pertumbuhan dan pembangunan daerahnya.Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan penggunaan lahan,Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Sosial Masyarakat dan Menganalisis pengaruh Kawasan wisata Bukit Kasih Kanonang terhadap perubahan Aspek Ekonomi Masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis spasial dengan menggunakan aplikasi ArcGIS dan analisis regresi sederhana dengan menggunakan Spps. Bedasarkan hasil analisis dari perubahan penggunaan lahan pada kawasan objek wisata Bukit Kasih Kanonang maka dapat disimpulkan bahwa objek wisata mempengaruhi perubahan penggunaan lahan baik pada kawasan objek wisata tersebut maupun kawasan sekitar objek wisata.Hasil uji Kawasan wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek sosial,dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek sosial meningkat sebesar 0,7% dan berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspek ekonomi, dimana saat kawasan wisata naik 1 angka maka aspek ekonomi meningkat sebesar 65,3%.  Kata Kunci: Kawasan Wisata,Perubahan Penggunaan Lahan, Sosial Ekonomi .
EVALUASI KEMAMPUAN DAN KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN HALMAHERA TENGAH, MALUKU UTARA Zanuddin, Rian; Rogi, Octavianus H. A.; Tarore, Raymond Ch
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Halmahera Tengah merupakan salah satu Kabupaten di luar pulau jawa dimana salah satu kecamatannya telah ditetapkan sebagai kawasan industri terpadu pertama di dunia, yang direncanakan bakal menyerap enam belas ribu karyawan, hal ini cukup berpengaruh terhadap lahan. Bila ditinjau dari keadaan lahan, Kabupaten Halmahera Tengah tidak seluruh lahannya bisa dikembangkan selaku tanah bermukim. Sebab kondisi morfologi yang dominan di Kabupaten Halmahera Tengah ialah kondisi morfologi perbukitan. Adapun riset ini yaitu mengenali keadaan serta kesesuaian lahan yang terdapat di Kabupaten Halmahera Tengah dan membandingkan arahan kesesuaian lahan dengan lahan yang menjadi tanah permukiman di Kabupaten Halmahera Tengah, bersumber pada rencana pola ruang dalam buku rencana tata ruang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah 2012-2032. Tata cara riset menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan memakai metode analisis spasial dengan dorongan SIG (sistem data geografis). Metode informasi ini memakai PP PU Nomor. 20/PRT/ Meter/2007 mengenai metode analisis wujud serta area, ekonomi dan sosial budaya dalam penataan tata ruang. Metode penilitian yang digunakan merupakan metode superimpose/overlay (Tumpang tindih) serta analisis scoring buat pemberian nilai tiap parameter. Hasil yang diperoleh, diperoleh jika tanah yang dominan merupakan tanah sangat rendah serta kesesuaian lahan yang mendominasi merupakan kesesuaian lahan buat perkebunan. Buat tanah jadikan kawasan bermukim yang direncanakan ada penyimpangan dengan hasil analisis kesesuaian lahan. Sebab tanah yang cocok untuk dijadikan lahan permukiman dengan analisis kesesuaian lahan sekitar 915.04 Hektare /54 % sedangkan yang melenceng karena terjadi penyimpangan terhadap peruntukan sebagai tanah permukiman ialah84.330 Hektare /46 % dari total keseluruhan perencanaan peruntukan untuk tanah permukiman yang direncanakan seluas 183.189 Hektare. dari total keseluruhan luas Kabupaten Halmahera Tengah.Kata Kunci: Kesesuaian Lahan, Kemampuan Lahan, Peruntukan Lahan, Permukiman.
ANALISIS PRASARANA DAN SARANA DI KECAMATAN LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Lauma, Safirda Nadia; Sela, Rieneke L. E.; Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menentukan kesuksesan pembangunan suatu wilayah diperlukan prasarana dan sarana yang memadai agar suatu pembangunan dapat berjalan dengan baik. Kecamatan Lolak merupakan ibukota dari Kabupaten Bolaang Mongondow dengan jumlah penduduk 32.373, sebagai ibukota kabupaten yang menjadi pusat pemerintahan tentunya harus diperlukan prasarana dan sarana yang memadai maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ketersediaan serta mengetahui keinginan/kebutuhan masyarakat tentang prasarana sarana di Kecamatan Lolak dan menganalisis kebutuhan prasarana dan sarana. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif untuk menganalisis bagaimana ketersediaan dan kebutuhan sarana prasarana permukiman di Kecamatan Lolak yang berdasarkan pada acuan SPM dan SNI. Metode deskriptif di pakai untuk menganalisis Kuesioner yang dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bar chart berdasarkan analisis tersebut akan diketahui kebutuhan dari masyarakat. Hasil analisis menyatakan ketersediaan prasarana berupa jalan,drainase,dan air bersih sudah memadai. tapi untuk persampahan di kecamatan lolak perlu penambahan seperti truck sampah atau gerobak sampah yang akan membawa sampah tersebut di TPA, dan penyediaan sarana berupa sarana pendidikan dan kesehatan menurut standar belum memenuhi. Keinginan masyarakat akan prasarana dan sarana di Kecamatan Lolak ada yang masih menginginkan penambahan dan ada juga yang sudah tidak menginginkan penambahan berupa sarana pendidikan. Kebutuhan prasarana dan sarana 20 tahun mendatang masih memerlukan penyediaan berupa air bersih, persampahan, sarana pendidikan, kesehatan, perdagangan dan ruang terbuka hijau. Kata Kunci : Prasarana,Sarana,Ketersediaan,Kebutuhan
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN PERMUKIMAN DI KAWASAN RAWAN LETUSAN GUNUNG BERAPI SOPUTAN Pelupessy, Mariolissa E; Tondobala, Linda; Warouw, Fella
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kuyanga, Desa Silian Satu berada di Kecamatan Tombatu Utara dan Kecamatan Silian Raya Kabupaten Minahasa Tenggara dan Desa Kotamenara di Kecamatan Amurang Timur merupakan desa yang dekat dengan Gunung Saputan, ketiga desa masuk radius 10 Km dari kawah gunung Api Soputan. Bila terjadi letusan berpotensi terlanda hujan abu dan dapat terkena lontaran batu (pijar) yang meyebabkan kerugian material maupun korban jiwa. Namun masyarakat tetap bermukim di daerah tersebut dalam beberapa faktor. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor yang mempengaruhi keberadaaan permukiman di kawasan rawan bencana (KRB) I Gunung Api Soputan. Penelitian menggunakan analisis spasial dan analisis deskriptif statistik yaitu menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian karakteristik permukiman ketiga desa yaitu, Desa Kuyanga, Silian Satu dan Kotamenara mempunyai pola permukiman terpusat dengan jenis bangunan yang berbeda, Desa Kuyanga 60 persen masyarakat menghuni bangunan semi permanen diikuti Desa Kotamenara sebesar 53 persen dan Desa Silian Satu sebesar 47 persen. Hasil analisis faktor yang mempengaruhi keberadaan permukiman ketiga desa juga berbeda, Desa Kuyanga faktor yang mempengaruhi adalah faktor akses ke tempat kerja, status kepemilikan rumah, dan dampak erupsi. Desa Silian satu dengan faktor hasil pendapatan kerja, pendidikan terakhir dan mempunyai kerabat sedangkan  Desa Kotamenara hanya faktor erupis saja yang mempengaruhi.Kata kunci:.Karakteristik Permukiman, Kawasan Rawan Bencana Letusan Gunung Api, Faktor Keberadaaan Permukiman
ANALISIS PERKEMBANGAN POLA PERMUKIMAN DI SEKITAR KAWASAN STRATEGIS AGROPOLITAN RURUKAN KECAMATAN TOMOHON TIMUR Rapar, Srimuliani Miranda Debora; Sela, Rieneke L. E.; Tinangon, Alvin J
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan strategis kota merupakan bagian wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kota di bidang ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan. Dalam setiap wilayah kabupaten/kota memiliki bagian wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan strategis. Kecamatan Tomohon Timur merupakan salah satu kecamatan yang ditetapkan sebagai kawasan strategis kota yaitu kawasan strategis agropolitan, yang menjadi salah satu basis ekonomi wilayah kota Tomohon. Adanya kawasan agropolitan ini akan memicu perkembangan permukiman yang berada di sekitar kawasan strategis tersebut serta dapat mempengaruhi pola perkembangan permukiman Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi perkembangan permukiman di sekitar kawasan strategis agropolitan dan menganalisis pola perkembangan permukiman disekitar kawasan strategis agropolitan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis spasial time series untuk melihat perkembangan permukiman dan menggunakan perhitungan analisis tetangga terdekat untuk mengetahui pola permukiman. Hasil penelitian diperoleh adanya perkembangan luas wilayah sebaran permukiman dari tahun 2004-2019 sebesar 32.85 Ha. Adanya perubahan pola permukiman tahun 2004-2019 khususnya kelurahan Rurukan 1 dan Kumelembuay, dari pola seragam menjadi pola random.Kata Kunci: Kawasan Strategis, Permukiman, Pola Permukiman.
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KECAMATAN KAIDIPANG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Humagi, Fitri; Moniaga, Ingerid L; Prijadi, Rachmat
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prasarana pariwisata adalah fasilitas utama yang menjadikan tempat wisata dapat hidup dan berkembang dalam rangka memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung. Sedangkan sarana pariwisata adalah fasilitas yang disediakan oleh perusahaan guna memberikan pelayanan kepada para wisatawan, karena maju mundurnya sarana pariwisata tergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Prasarana dan sarana dapat menjadi salah satu penunjang yang sangat penting agar daya tarik wisata banyak diminati wisatawan. Karena apabila prasarana dan sarana tidak dikembangkan dengan baik akan berakibat berkurangnya minat wisatawan yang berkunjung. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis pengolahan data dan analisis skala likert. Analisis pengolahan data yaitu menentukan frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel, analisis skala likert digunakan untuk mengukur persepsi sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial di objek wisata. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara yaitu sebagai acuan terhadap pemerintah untuk penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA). Kata Kunci: Prasarana dan Sarana Pariwisata
IDENTIFIKASI POTENSI ZONA-ZONA “TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT” DI KOTA MANADO Sondakh, Sharon Costansye; Rogi, Octavianus H. A.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah kendaraan di Kota Manado terus meningkat setiap tahunnya sehingga menimbulkan kemacetan di beberapa tempat. Penyebab terjadinya kemacetan di Manado yang makin parah juga diantaranya peningkatan pembangunan  pusat-pusat kegiatan dalam sektor ekonomi yang terus meningkat, bertambahnya penggunaan kendaraan roda dua.  TOD merupakan salah satu alternative konsep yang mendukung pertumbuhan pengembangan kota dengan mengoptimalkan penggunaan lahan , meningkatkan penggunaan moda transportasi umum, serta desain kawasan yang ramah terhadap pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode analisis yakni : analisis spasial  untuk menghitung rata- rata KDB, KLB, luas penggunaan lahan, panjang jalur pejalan kaki. Analisis skalogram untuk mengetahui hirarki zona-zona yang berpotensi menjadi alternative zona TOD.  Setelah dilakukan analisis didapat hasil yakni  Hirarki I Zona C (Mantos), Zona D (Mega Mall) dan Zona E (Zero Point), Hirarki II : Zona F (Kantor Gubernur) dan Zona G (Balai Kota), Hirarki III: Zona B (Bahu Mall), Hirarki IV: Zona A (Terminal Malalayang), Zona H (Terminal Paal Dua) dan Zona J (Bandara Sam Ratulangi), Hirarki V: Zona I (Transmart). Diperlukan perbaikan, pembenahan dan peningkatan infrastruktur dan struktur ruang sesuai dengan konsep TOD.Kata Kunci: Potensi Zona, Transit Oriented Development,Kota Manado

Page 1 of 2 | Total Record : 16