cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
TONDANO SEBAGAI KOTA KOLASE Katuuk, Grace
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun ke tahun metamorfosis kota Tondano lebih khusus di kawasan pusat kotanya kelihatan sangat lambat dan  terkesan stagnasi secara visual, kultural dan struktural. Berdasarkan data dokumentasi foto yang ada,  nyata bahwa kawasan pusat kota Tondano sebagai kawasan penting kota dari tahun 1970-an sampai sekarang perubahannya hampir tidak berimbang dengan perubahan perkembangan zaman. Metode Collage City yang diprakarsai oleh Colin Rowe (dan Fred Koetter), oleh penulis dirasakan cocok untuk dieksperimenkan atau diimplementasikan pada kawasan pusat kota Tondano. Metode kolase ini,  membahas kota dalam bentuk fragmen-fragmen kota,dengan mengumpulkan fragmen-fragmen kawasan sekitar pusat kota Tondano pada masa lalu dan masa sekarang.
ANALISIS KONDISI PERMUKIMAN KAWASAN INDUSTRI PERIKANAN LAUT KELURAHAN AERTEMBAGA SATU KOTA BITUNG Kristiani, Marietha Kidung
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia untuk tinggal dan ditunjang dengan kelengkapan prasarana,sarana dan utilitas yang memadai. Pesatnya pertumbuhan penduduk dan  ekonomi di daerah perkotaan seperti kegiatan industri perikanan memicu penduduk berpindah ke daerah perkotaan ataupun pinggiran kota atau urbanisasi untuk berukim.Kelurahan Aertembaga Satu ditetapkan sebagai rencana lokasi daerah pelayanan sub pusat lingkungan 1 dalam kegiatan industri perikanan dan hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan yang sesuai dari peraturan yang ditetapkan sehingga memberikan dampak pada kualitas permukiman.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kondisi permukiman di kawasan industri sesuai dengan pedoman standar Direktorat Jendral Pekerjaan Umum (PU).Analisis kajian dilakukan secara kualitatif dengan jenis analisis deskriptif dan analisis spasial. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan pada data untuk menggambarkan kondisi permukiman di Kelurahan Aertembaga Satu berdasarkan variabel dan data yang telah diolah sesuai dengan  PERMEN PU No. 41/PRT/M/2007 tentang Kriteria Teknis Kawasan Budidaya (hal 45-58) dan Pedoman Standar Pelayanan Minimal Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi permukiman di kawasan industri perikanan laut terbagi atas permukiman terencana (PPS Bitung) memiliki pola permukiman menyebar dengan lahan yang tidak sesuai dengan standar PU dan permukiman tidak terencana dengan pola grid dengan kondisi ekonomi dan sosial rendah,kondisi hunian yang tidak layak akibat pendapatan yang minim, akses jalan yang rusak, kurang maksimalnya pelayanan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air penduduk ,tersumbatnya saluran drainase akibat vegetasi, minimnya ruang terbuka hijau akibat pembangunan dan perencanaan kegiatan industri serta ketersediaan fasilitas persampahan yang masih dan belum memenuhi standar yang ditetapkan kurang seperti tong sampah anoganik dan organik di setiap lingkungan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB BANJIR Di KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Rizkiah, Ria
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut BPBD Kota Manado dalam beberapa  dekade  terakhir Manado secara periodik (terutama pada musim penghujan) selalu mengalami banjir dan genangan air, antara lain banjir yang terjadi pada tahun 2000, 2006, 2012, 2013,  indikator  menunjukkan bahwa banjir dan genangan air di wilayah Kota Manado semakin lama  semakin  meluas  dan banjir yang  paling  parah  yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014 lalu. Salah satu daerah yang terkena dampak banjir yang cukup parah yaitu di Kecamatan Tikala. Dengan keberadaan Kecamatan Tikala yang merupakan bagian dari sub DAS Tikala, secara otomatis Kecamatan ini dialiri oleh sungai Tikala/Sawangan. Sungai ini yang pada saat hujan 15 Januari lalu meluap sehingga menggenangi daerah sekitarnya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-fakor apa saja yang menyebabkan banjir di Kecamatan Tikala. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear yaitu analisis yang menghubungkan dua variabel karena mempunyai hubungan sebab akibat yang saling berpengaruh. Pada penelitian ini variabel-variabel yang dihubungkan adalah hasil wawancara tentang faktor-faktor penyebab banjir di Kecamatan Tikala dari instansi-instansi terkait dan kemudian dihubungkan dengan hasil wawancara maupun kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat sehingga didapat faktor-faktor yang paling dominan. Berdasarkan hasil analisa tersebut didapatkan faktor-faktor dominan yang menyebabkan banjir di Kecamatan Tikala adalah adanya curah hujan yang tinggi serta,perubahan tata guna lahan yang saat ini banyak dilakukan baik didaerah Hilir (perkotaan) dimana lahan hijau menjadi lahan terbangun maupun didaerah Hulu dari hutan menjadi lahan pertanian menyebabkan kawasan resapan air semakin berkurang sehingga run off meningkat, akibat lainnya yaitu adanya erosi dan sedimentasi disungai menyebabkan sungai menjadi dangkal dan gampang  meluap.
KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA PANTAI DI PULAU SULABESI KABUPATEN KEPULAUAN SULA PROVINSI MALUKU UTARA Warang, Tri R
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Sulabesi memiliki lima lokasi wisata pantai yang potensial untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wiasata yaitu Pantai Wai Ipa, Pantai Manaf, Pantai Fatkauyon, Pantai Wai Goiyofa, dan Pantai Fukuweu. Kawasan Wisata Pantai di Pulau Sulabesi memiliki karakterisik yang khas dilihat dari keindahan  dan atraksi alamnya. Namun belum didukung dengan  sarana dan prasarana pendukungnya termasuk fasilitas wisata yang representatif bagi para wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Karakteristik Wisata Pantai dan mengkaji Strategi pengembangan Wisata Pantai di Pulau Sulabesi ditinjau dari konsep Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Aktivitas Adapun penelitian dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian di lima lokasi wisata pantai yang berada di Pulau Sulabesi menunjukkan bahwa terdapatnya persamaan karakteristik berupa alam yang khas berupa pantai yang menghadap kearah laut lepas dan  pohon penedu. Disisi lain terdapat perbedaan karakteristik alam berupa taman laut, pantai pasir hitam, pasir putih halus, berkerikil, pasir yang bercampur kerikil, menghadap laut lepas, dan pantai yang berhadapan dengan pulau-pulau kecil. Strategi pengembangn wisata pantai yang dapat dilakukan adalah perlu pelestraian alam dan budaya untuk mendukung atraksi wisata, perbaikan jalan-jalan yang telah rusak, perlu mengadakan dan memperbaiki fasilitas seperti tempat parkir, MCK, rumah makan, hotel, pos keamanan/jasa pemandu, dan trasportasi wisata.
ANALISIS SPASIAL KESESUAIAN LAHAN WILAYAH PESISIR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR DENGAN SIG (STUDI KASUS: KECAMATAN TUTUYAN) Mokodompit, Sri R
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terkonsentrasinya aktivitas manusia untuk berbagai kegiatan budidaya dan kurang memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesesuaian lahan, menyebabkan adanya penyimpangan dalam pemanfaatan lahan wilayah pesisir Kecamatan Tutuyan. Hal tersebut mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang salah satunya terjadi pada kawasan hutan bakau. Oleh sebab itu untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan penggunaan lahan kedepannya maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi kondisi eksisting pemanfaatan lahan dan menganalisis kesesuaian lahan di wilayah pesisir Kecamatan Tutuyan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode analisis yakni analisis spasial overlay dengan memanfaatkan software ArcGIS. Darihasil analisis berdasarkan kondisi eksisting diperoleh lahanyang sesuaipenggunaannya adalah 2579,763 ha dan yang tidak sesuai adalah 18,711 ha.Ketidaksesuaian yang adadisebabkanolehpenggunaanlahanpermukimandan pembukaan lahan tambak.Dari hasilanalisis pula didapatkesesuaian lahan wilayah pesisir Kecamatan Tutuyan adalah sebagai berikut: kesesuaian untuk fungsi lindung 341,518 ha (13%), kesesuaian untuk fungsi penyangga 624,167 ha (24%), dan kesesuaian untuk fungsi budidaya 1632,789 ha (62%).
KAJIAN KOTA MANADO SEBAGAI KOTA LAYAK HUNI BERDASARKAN KRITERIA (IAP) IKATAN AHLI PERENCANAAN Darise, Djunaidi I
SPASIAL Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah kota yang baik haruslah memberikan kenyamanan bagi penduduk yang tinggal didalamnya. Konsep kota nyaman untuk ditinggali ini dikenal dengan Livable City. Kota Manado merupakan salah satu kota yang pernah diteliti oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) pada tahun 2009 dan hasilnya Kota Manado berada pada urutan kedua kota ternyaman di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi Kota Manado saat ini, sebagai kota layak huni (Livable City) berdasarkan kriteria Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) serta menganalisis kriteria yang berpengaruh pada penetuan kondisi kenyamanan Kota Manado saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif  dengan analisis deskriptif statistik. Maka diperoleh hasil yang menunjukan bahwa kondisi Kota Manado sekarang mengalami penurunan tingkat kenyamanan kota, hal ini diketahui bahwa bertambahnya kriteria tidak nyaman dari 8 kriteria di tahun 2009 menjadi 14 kriteria saat ini. Kriteria yang berpengaruh pada penentuan kondisi kenyamanan kota adalah kualitas penataan kota, karena terjadi penurunan jumlah ruang terbuka hijau di perkotaan; penurunan kualitas lingkungan yang berdampak pada kondisi dan kebersihan lingkungan kota; meningkatnya intensitas kemacetan lalu lintas di kawasan perkotaan.
KAJIAN TRANSFORMASI WILAYAH PERI-URBAN DI KOTA MANADO (STUDI KASUS : KECAMATAN MAPANGET) Krismasta, Vesta
SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk terus meningkat pada negara-negara berkembang.menimbulkan resiko besar terhadap pertumbuhan dan kepadatan penduduk, berpengaruh pula pada pemanfaatan ruang eksisting. Hal ini dibuktikan dengan proses alih fungsi lahan yang begitu cepat disebabkan oleh aktivitas perkotaan yang diperluas sampai ke pinggir kota. Daerah pinggiran kota adalah suatu daerah yang juga dikenal sebagai "urban fringe" atau daerah "peri-urban"yang merupakan wilayah irisan antar kota, desa dan area dengan pertumbuhan yang relatif cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk transformasi penggunaan lahan yang terjadi di wilayah peri urban dan apa saja faktor-faktor yang menyebabkan transformasi guna lahan tersebut khususnya di Kecamatan Mapanget. Data yang diperlukan adalah data primer mencakup karakteristik responden dan karakteristik lahan melalui wawancara dan observasi langsung. Data Sekunder mencakup studi literatur, dokumen teknis dari instansi yang berhubungan melalui permintaan data ke instansi terkait. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan aplikasi GIS untuk membuat overlay dengan data time series dari tahun 2003 hingga tahun 2014. Kesimpulan yang diperoleh yaitu transformasi yang terjadi berdasarkan aspek penggunaan lahan di wilayah ini, dalam kurun waktu 11 tahun telah terjadi pertambahan luas lahan terbangun rata-rata tiap tahunnya sekitar 20.25 Ha atau 1% dari luas wilayah peri urban keseluruhan, dan begitu pula 1% penurunan luas lahan tidak terbangun. Fungsi kawasan yang berpengaruh signifikan dalam perubahan ini adalah fungsi perumahan dan pemukiman.Faktor-faktor penyebab terjadinya transformasi wilayah peri urban ini yaitu faktor topografi/tapak, kepadatan penduduk, pengembang (developer), aksesibilitas dan kebijakan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMUKIMAN TRADISIONAL DI DESA BOTAWA KABUPATEN WAROPEN Wonatorey, Rendra G
SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan terjadinya jumlah penduduk yang terus meningkat,sedangkan jumlah tersediaan lahan untuk pemukiman yang tetap maka tidak jarang menyebabkan pada lokasi pemukiman yang dekat dengan pusat kegiatan akan timbul beberapa titik konsentrasi pemukiman hunian yang padat.Pemukiman hunian yang padat ini menimbulkan kesan kumuh bagi lingkungan sekitarnya. Desa Botawa  merupakan salah satu desa di Kabupaten Waropen bagian utara yang beberapa wilayahnya  memiliki Permukiman Tradisional .Permukiman tradisional di Wilayah desa botawa dapat di kategori termasuk dalam permukiman tidak tertata dengan baik dan masi bersifat tradisional. Permasalahan pemukiman tradisional di desa botawa muncul akibat kurang adanya perhatian dari pemerintah dalam pembangunan pemukiman tradisional di desa botawa,dan kurangnya perhatiaan pemerintah dalam menangani permasalahan perumahan dan pemukiman tradisional yang ada di desa botawa tersebut sehingga seringkali terjadi tumpang tindi di dalam desa tersebut mengenai batas wilayah dalam pembanguan perumahan,dan kurang adanya sosialisasi dari pemerintah daerah tetang polah hidup sehat,sehingga dari kehidupan tradisional masyarakat yang ada membuat lingkungan pemukiman tradisional yang ada di desa botawa terlihat kotor dan kumuh. Maka dari itu di perlukan suatu arahan dalam penataan lingkungan permukiman tradisional tersebut untuk menghilanhkan kekumuhan yang ada di pemukiman wilayah botawa.Dalam arahan Karakteristik pemukiman tradisional baik secara soial,ekonomi dan fisik perlu mendapat perhatiaan khusus dan partisipasi masyarakat perlu di jaring untuk mendapatkan arahan yang paling sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat itu sendiri. Dalam penulisan skripsi yang berjudul Partisipasi Masyarakat Dalam Pemukiman Tradisional di Desa Botawa Kabupaten Waropen, penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan induktif. Dari hasil penelitian kegitan aktifitas masyarakat yang melibatkan partisiasi masyarakat di dalam pemukiman tradisional adalah tarian adat dimana presentasinya 25% dan diikuti oleh kegiatan aktifitas beribadah yang mempunyai presentasi sebesar 20%. Kemudian  presentasi aktifitas partisipasi masyarakat yang paling rendah adalah  bersih-bersih kampung dengan presentasi sebesar 5%.
PENGEMBANGAN POTENSI PULAU MANTEHAGE SEBAGAI KAWASAN STRATEGIS PROPINSI SULAWESI UTARA Medea, Pascha N. G.
SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan strategis merupakan kawasan yang didalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap, Tata ruang di wilayah sekitarnya, kegiatan lain dibidang sejenis dan kegiatan lain dibidang lainnya, dan/atau peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pulau Mantehage merupakan salah satu pulau kecil yang menjadi kawasan startegis Propinsi Sulawesi Utara dengan perannya sebagai zona inti konservasi Taman Nasional Bunaken.Sumberdaya alam dan ekosistem yang dimiliki Pulau Mantehage sangat potensial untuk dikembangkan. Namun kondisi Pulau Mantehage yang ada saat ini justru betolak belakang dengan status dan potensinya. Tingginya biaya pembangunan karena akses pencapaian yang melewati jalur laut berdampak pada infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, fasilitas pendidikan, kesehatan, listrik dan komunikasi belum cukup memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi-potensi yang ada di Pulau Mantehage kemudian merekomendasikan potensi apa yang paling berpeluang dikembangkan. Alat analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis deskriptif pada beberapa sumber, analisis SWOT  dengan menggunakan Matriks IFAS dan EFAS, Matriks SWOT serta analisis kebijakan. Hasil analisis deskriptif menemukan terdapat kurang labih enam potensi yang paling menonjol yakni potensi fisik alam, potensi sumberdaya pesisir dan laut, potensi perikanan, potensi perkebunan, potensi pariwisata dan potensi SDM. Hasil analisis Matriks IFAS dan EFAS menunjukkan potensi pariwisata yang paing berpeluang dikembangkan sesuai dengan karakteristik Pulau Mantehage. Hasil analisis kebijakan menunjukkan jenis wisata bahari yang perlu dikembangkan karena sesuai dengan daya tampung dan daya dukung Pulau Mantehage. Matriks SWOT menunjukan arahan dan strategi pengembangan potensi wisata bahari di Pulau Mantehage.
ANALISIS SISTEM JARINGAN DRAINASE DI KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT, KOTA KOTAMOBAGU Mamonto, Reggy P
SPASIAL Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Kotamobagu Barat merupakan sebuah kawasan yang telah terbangun begitu pesat dan merupakan sebuah daerah yang memiliki jumlah penduduk terpadat di antara empat kecamatan lainya yang ada di Kota Kotamobagu.Besarnya jumlah penduduk tersebut mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan, dimana lahan-lahan yang semula berupa lahan terbuka atau lahan non terbangun kini menjadi sebuah kawasan yang terbangun seiring dengan meningkatnya kebutuhan lahan sehingga mengakibatkan daerah-daerah resapan air pada wilayah ini kian mengecil.kondisi tersebut membawa dampak rendahnyakemampuan drainase untukmenampung debit air. Sampai saat ini genangan air masih saja selalu terjadi di beberapa lokasi-lokasi langganan, bahkan kini mulai merambah di lokasi-lokasi yang dulunya tidak atau jarang terjamah oleh masalah tersebut.Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut; (1) Mengidentifikasi kondisi eksisting sistem jaringan drainase di Kecamatan Kotamobagu Barat, (2) Menemukenali peran antara pemerintah dan masyarakat dalam suatu pengelolaan sistem jaringan drainase di Kecamatan Kotamobagu Barat. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif. Teknik analisis data dilakukan melalui cara induktif, yaitu dengan menggunakan metode deskriptif sebagai usaha mengemukakan suatu fakta dan peristiwa berdasarkan penilaian yang teridentifikasi sebelumnya. Metode ini dipilih karena parameter yang berpengaruh dalam studi ini merupakan parameter bersifat kualitatif yang didapat dari hasil survey primer. Adapun setelah itu digunankan metode pembobotan dimana data yang sebelumnya bersifat kualitatif dikonversi ke dalam bentuk kuantitatif, sehingga menjadi penilaian dari beberapa tingkatan dalam skala yang disamakan dengan menggunakan skala likert untuk selanjutnya, diklasifikasikan berdasarkan masing-masing aspek yang diteliti. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling, yaitu metode pengambilan sampel berdasarkan jumlah penduduk dari masing-masing kelurahan yang diambil secara acak untuk pengumpulan data kondisi eksisting jaringan drainase yang dilakukan dengan cara cara observasi dilapangan serta pembagian kuisioner yang diolah untuk mendapatkan skor daengan cara pembobotan. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa ; (1) Kondisi sistem jaringan drainase di Kecamatan Kotamobagu Barat. secara sistem pola pengaliranya tidak saling mendukung atau tersistematis mulai dari tersier, sekunder, dan primer. Sampai saat ini masih merupakan suatu sistem drainase gabungan (mix drain) dengan kata lain bukan merupakan suatu sistem yang tertata atau terencana dengan baik. Dimana hasil dari penilaian kondisi eksisting drainase imemiliki nilai rendah, dengan rata-rata  2,46. (2) Pengelolaan sistem jaringan drainase di Kecamatan Kotamobagu Barat dari penilaian peran pemerintah memiliki nilai rendah dengan bobot rata-rata  1,40. Demikian halnya pada penilaian partisipasi masyarakat memiliki nilai rendah dengan bobot rata-rata  2,22.

Page 2 of 44 | Total Record : 440