cover
Contact Name
Eka Damayanti
Contact Email
sipakalebbi@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255104606
Journal Mail Official
eka.damayanti@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan HM Yasin Linpo No 36 Romang Polong Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SIPAKALEBBI
ISSN : 23554337     EISSN : 27162559     DOI : 10.24252/sipakalebbi
JURNAL SIPAKALEBBI is a scholarly journal published and funded by Pusat Studi Gender dan Anak (Center for Gender and Child Studies) LP2M Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The journal publishes 2 issues each year regarding current issues in gender or child regionally or globally.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025): Desember" : 4 Documents clear
PERSPEKTIF NEUROBIOLOGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DAN TANGGUNG JAWAB MORAL DALAM ISLAM (MINI REVIEW) Hafsan, Hafsan; Firdaus, Firdaus; Pratiwi, Afryanti
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence on university campuses represents a multidimensional crisis that violates not only moral integrity but also inflicts deep and lasting biological damage on survivors. Neurobiological research reveals that trauma from sexual violence can alter the structure and function of the brain, particularly the amygdala, hippocampus, and prefrontal cortex which are critical for emotional regulation, memory, and decision-making. Disruptions in these brain systems may lead to long-term conditions such as dissociation, chronic anxiety, and post-traumatic stress disorder (PTSD). In the Indonesian academic context, sexual violence often remains concealed behind institutional hierarchies, power imbalances, and a normalized culture of silence, as reflected in various studies and official reports. This article integrates findings from neuroscience with Islamic ethical principles to formulate a holistic approach to victim protection and recovery. Islam, through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, upholds personal dignity (al-‘irḍ) as a fundamental value that must be safeguarded. Social responsibility to protect survivors and prevent injustice is strongly emphasized in the Qur'an and prophetic tradition. Thus, the Islamic response to sexual violence goes beyond legalism, encompassing spiritual, biological, and psychosocial dimensions. In this view, an integrative framework combining scientific insight and moral-spiritual values is essential to build a just, compassionate, and trauma-informed response to sexual violence on campus. Kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan krisis multidimensi yang tidak hanya mencederai integritas moral, tetapi juga meninggalkan dampak biologis yang mendalam bagi korban. Kajian neurobiologi menunjukkan bahwa trauma akibat kekerasan seksual dapat mengubah struktur dan fungsi otak, terutama pada area seperti amigdala, hipokampus, dan prefrontal cortex, yang berperan dalam pengaturan emosi, memori, dan pengambilan keputusan. Gangguan pada sistem saraf ini tidak jarang menghasilkan gejala jangka panjang seperti disosiasi, kecemasan kronis, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Dalam konteks akademik di Indonesia, kasus-kasus kekerasan seksual sering tersembunyi di balik relasi kuasa, hierarki institusional, dan normalisasi budaya diam, sebagaimana terbaca dalam sejumlah laporan riset dan catatan lembaga negara. Artikel ini memadukan temuan-temuan ilmu saraf dengan etika Islam untuk merumuskan pendekatan holistik dalam perlindungan dan pemulihan korban. Islam, melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, menempatkan kehormatan (al-‘irḍ) sebagai nilai yang harus dijaga secara serius. Tanggung jawab sosial untuk melindungi korban dan mencegah kezaliman ditegaskan dalam ajaran Al-Qur’an dan hadis. Maka, penanganan kekerasan seksual dalam kerangka Islam tidak hanya bersifat legalistik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, biologis, dan psikososial secara integral. Dengan demikian, dibutuhkan integrasi antara sains dan nilai moral sebagai fondasi respons yang lebih adil, manusiawi, dan menyembuhkan.  
ANALISIS RESPON PSIKOLOGIS ANAK TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN DALAM TEMA REKREASI DAN KENDARAAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64588

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar anak, khususnya pada usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons psikologis anak terhadap penggunaan media pembelajaran pada tema Rekreasi dan Kendaraan. Respons psikologis yang diamati meliputi aspek minat, perhatian, emosi, dan keterlibatan anak selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia dini. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang bersifat visual, interaktif, dan kontekstual mampu meningkatkan minat belajar, rasa senang, serta partisipasi aktif anak. Media pembelajaran juga membantu anak memahami konsep rekreasi dan jenis kendaraan secara lebih konkret. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak dalam proses belajar.
STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL- EMOSIONAL ANAK USIA DINI DAN PERAN GURU PADA TK HAMNUR PATTALLASSANG KAB GOWA Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik pengembangan sosial-emosional anak usia dini serta peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang aman, responsif, dan mendukung di TK Hamnur Pattallassang Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki keterlibatan emosional yang positif dan memandang keberagaman karakter serta perbedaan ritme belajar anak sebagai bagian alami dari proses perkembangan anak usia dini. Pembelajaran berbasis bermain diterapkan secara konsisten dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terstruktur namun fleksibel, dengan menyesuaikan metode, media, dan strategi pembelajaran terhadap kondisi emosional dan tingkat konsentrasi anak. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah, keluarga guru, dan keterlibatan orang tua murid berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan sosial-emosional anak. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi kesiapan dan empati guru, suasana kelas yang kondusif, serta penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru yang reflektif, empatik, dan responsif menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS TERHADAP ANAK USIA DINI DI TK IT LUTHFIATUNNISA Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan karakter religius anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan keagamaan di TKIT Luthfiatunnisa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru yang terlibat langsung dalam pembinaan karakter religius anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah harian, keteladanan guru, penciptaan lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama dengan orang tua. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku anak, seperti terbiasanya mengucapkan salam, menunjukkan sikap sopan, serta antusias mengikuti kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten dan disertai keteladanan guru mampu membentuk karakter religius anak usia dini secara efektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 4