cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 42, No 2 (2022)" : 11 Documents clear
Faktor-faktor yang Memengaruhi Persepsi Petani Beras Hitam Lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta Yanis Rahmasari Putri; Dyah Ismoyowati; Jumeri Jumeri
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.634 KB) | DOI: 10.22146/agritech.42346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani DIY terhadap beras hitam lokal, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengetahui willingness to accept (WTA) petani. Persepsi petani terhadap beras hitam lokal beserta faktor-faktor yang memengaruhi serta WTA dapat menjadi rujukan untuk penyusunan strategi pemasaran. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik purposive dan snowball sampling melalui pemberian kuesioner dan wawancara kepada petani beras hitam di Kabupaten Sleman, Bantul, dan Gunungkidul. Dari hasil analisis data, diketahui bahwa dari aspek biaya produksi, risiko kegagalan, kebutuhan air dan nutrisi, keberlanjutan produksi, kemudahan pemeliharaan, dan umur tanaman beras hitam sama saja dengan varietas beras lain. Sedangkan dari aspek produktivitas beras hitam lebih rendah dibanding dengan varietas beras lainnya. Faktor yang paling memengaruhi persepsi petani adalah faktor harga dengan nilai eigenvalue 3,616, kemudian faktor distribusi (1,669), faktor sosialisasi (1,422), faktor biaya produksi (1,212) serta faktor keunggulan produk (1,060). Dari perhitungan WTA, harga minimum yang petani bersedia terima adalah Rp19.800,00.
Analisis Saluran Pemasaran dan Marjin Pemasaran Beras Hitam di Kabupaten Bantul 'Afiifah Aris Putri; Dyah Ismoyowati; Agung Putra Pamungkas
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.546 KB) | DOI: 10.22146/agritech.42500

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan penghasil beras hitam terbanyak di D.I. Yogyakarta. Saat ini sudah mulai masuk pesaing bisnis beras hitam dari luar D.I. Yogyakarta, sehingga pelaku bisnis beras hitam di Bantul perlu untuk meningkatkan daya saing supaya tetap dapat bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi lembaga pemasaran, 2) mengetahui pola saluran pemasaran, 3) mengetahui besarnya marjin pemasaran dan bagian petani dari pemasaran beras hitam di Kabupaten Bantul. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif serta perhitungan nilai marjin pemasaran dan bagian petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pemasaran yang terlibat dalam saluran pemasaran beras hitam di Kabupaten Bantul ada 4, yakni petani, pengepul, distributor dan pengecer. Pola saluran pemasaran beras hitam yang ada di Kabupaten Bantul terdapat 4 pola saluran pemasaran. Besarnya marjin pemasaran dan bagian petani saluran pemasaran 1 yakni Rp0 dan 100%, saluran pemasaran 2 Rp7.371 dan 65,72%, saluran pemasaran 3 Rp9.970 dan 60,12%, dan saluran pemasaran 4 Rp17.200 dan 40,10%.
Mutu Fisik Buah Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw): Pengaruh Pelilinan dan Pengemasan Menggunakan Kantong Plastik Low Density Polyethylene Titiek Farianti Djaafar; Tri Marwati; Siti Dewi Indrasari; Retno Utami Hatmi; Nugroho Siswanto; Purwaningsih Purwaningsih; Indrie Ambarsari; Supriyadi Supriyadi
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.46 KB) | DOI: 10.22146/agritech.55376

Abstract

Salak Pondoh (Salacca edulis Reinw) merupakan komoditi unggulan Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman. Buah salak Pondoh telah diekspor ke beberapa Negara. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pelilinan dan kemasan individu salak Pondoh menggunakan plastik Low Density Polyethylene (LDPE). Lima perlakuan pelilinan dan pengemasan, yaitu pengemasan individu buah (kantong LDPE) dengan pengemasan sekunder (kotak karton berlubang) (A), pengemasan individu buah (kantong LDPE) dengan pengemasan sekunder (keranjang plastik) (B), pelilinan dengan penambahan ekstrak lengkuas 5% dengan pengemasan sekunder (keranjang plastik) (C), pengemasan sekunder (keranjang plastik) (D), dan pengemasan dengan kotak karton berlubang (E). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kantong LDPE dengan kemasan sekunder keranjang plastik maupun karton berpengaruh positif dalam menurunkan susut bobot, mempertahankan tekstur dan warna daging buah. Pelilinan dengan penambahan ekstrak lengkuas 5% berpengaruh negatif pada penurunan susut bobot, mempertahankan kekerasan (tekstur) dan warna daging buah. Penggunaan kantong LDPE untuk pengemasan buah salak dapat mempertahankan umur simpan sampai hari ke-30 dengan susut bobot di bawah <10%.
Qualitative Evaluation of Land Suitability for Olive, Potato and Cotton Cultivation in Tarom in Zanjan Zahra Mirzae Shiri; Manochehr Farbodi
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.749 KB) | DOI: 10.22146/agritech.58222

Abstract

The use of soil as one of the main factors in the manufacture of agricultural products for human consumption must be carried out using the right basis and scientific principles. One of the ways to achieve this important goal is to assess land suitability for common crops in the study area. It is also necessary to determine product compatibility based on the soil and climate conditions to reduce the risk of investment because there is no history of the studied plant’s cultivation in the region. Therefore, this study aims to evaluate the suitability of land for cotton, potato, and olive crops at the bottom of the valley in Tadarom in Tarom region, Zanjan province to ensure proper use planning. After sampling and performing physical, chemical, and profile tests using the classification key of 2014, the soils were classified into different Aridi Sols categories, namely Typic calcigypsids, haplocambids, and torriortent. The climate, soil, and terrain data of the area were then collected from the relevant agencies. Land suitability assessment for olive, potato, and cotton was also performed using the simple constraint, parametric, FAO system methods. The evaluation results showed that the Tahdareh area with series 1 soils was in the not suitable (N) and subclass (Ns) categories using the history and second root methods, respectively with depth and pebbles as the limiting factors. Meanwhile, soil series 2, 3, 4, and 5 were placed in the critical fit (S3 ) and proportionality (S2 ) classes by the story and second root methods, respectively, where they were hindered by drainage. Evaluation of these lands for potato crop by story method for series 1, 2 and 3 shows that they were in Ns class, while 4 was in the proportionality (S3 ) category with lime as the limiting factor. The non suitable class was obtained using the story method (N) for series 2, 3, 4 and 5 and they were hindered by soil depth, while class S3 was obtained for all the soils with the texture and gravel as limit factors. The results showed that the studied lands were relatively suitable for olive groves and the conditions can be improved with corrective factors for drainage and the amount of gravel. The storytelling method has very strict output while presenting its results. The study area was considered a land with critical fit (S3 ) class for olive cultivation, but it was not very consistent with field observations. Furthermore, the second root method had the greatest compliance with the existing realities in the region and it can be considered the most reliable parametric technique in the qualitative assessment of land suitability.
Pengaruh Rasio Volume Pelarut dan Waktu Ekstraksi terhadap Perolehan Minyak Biji Kelor Muhamad Fajri; Yosaphat Daru
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.488 KB) | DOI: 10.22146/agritech.59062

Abstract

Biji kelor merupakan hasil buah tanaman kelor (Moringa oleifera). Biji kelor mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Biji kelor memiliki kandungan lemak yang relatif tinggi sehingga berpotensi sebagai sumber minyak nabati. Salah satu cara untuk mengambil minyak di dalam biji kelor adalah dengan melakukan ekstraksi pelarut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat minyak biji kelor hasil ekstraksi dengan menggunakan pelarut. Pelarut yang digunakan adalah n-heksan 95%. Sebanyak 50 g biji kelor yang sudah ditumbuk dan diayak dengan ukuran 30 mesh diekstraksi dengan pelarut heksan. Ekstraksi pelarut menggunakan metode refluks dengan labu leher tiga. Jenis perlakuan percobaan ada 2 macam, yaitu variasi volume pelarut dan lama waktu ekstraksi. Volume pelarut dibuat dalam 5 taraf yaitu 300 mL, 400 mL, 500 mL, 600 mL, dan 700 mL. Sedangkan lama waktu ekstraksi dibuat dalam 7 taraf yaitu 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit, 90 menit, 105 menit, dan 120 menit. Suhu ekstraksi berada pada kisaran 60 – 70 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume pelarut dan lama waktu ekstraksi yang optimum untuk menghasilkan rendemen yang konstan adalah 500 mL dan 120 menit. Rasio volume pelarut yang optimum adalah 0,1 g/mL. Hasil perolehan (rendemen) minyak biji kelor maksimum yang dapat diperoleh adalah 11,83 g (23,66 %).
Penilaian Indikasi Geografis Pegunungan Hyang Argopuro dan Kesesuaian Lahannya untuk Budidaya Kopi Idah Andriyani; Mohammad Makhrus Ubaidillah
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10189.884 KB) | DOI: 10.22146/agritech.60195

Abstract

Kopi adalah salah satu komoditas pertanian yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Bondowoso. Salah satunya adalah biji kopi yang dihasilkan oleh petani di Desa Tanah Wulan. Kopi yang dihasilkan oleh petani di Tanah Wulan memiliki rasa dan aroma yang khas karena dipengaruhi oleh kondisi geografis kebun kopi yang berada di lereng pegunungan Hyang Argopuro. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik sumberdaya lahan pada lereng pegunungan Hyang Argopuro, khususnya di Desa Tanah Wulan dan membuat peta kesesuaian lahannya. Sumberdaya lahan tersebut berpengaruh terhadap cita rasa kopi, sementara pembuatan peta berpengaruh pada pengembangan kopi di masa datang. Penelitian ini penting untuk dilakukan agar produk kopi di Bondowoso mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis sebagai bukti cita rasa produk kopi di lokasi penelitian. Selain itu, Indikasi Geografis tersebut juga bertujuan menunjukkan karakteristik sumberdaya lahan yang ada disana dan membedakannya dari lokasi-lokasi lain. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, set pengambilan tanah, software ArcGIS 10.4, sampel tanah, data curah hujan tahun 1999 – 2018, data DEM (Digital Elevation Modul), dan data suhu tahun 1999 – 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis perkalian bobot kesesuaian lahan untuk komoditas kopi berdasarkan kriteria parameter dari Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Center, kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS 10.4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman kopi Arabika di Desa Tanah Wulan terdapat 4,09 Ha atau 0,42% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S1 (sangat sesuai), 977,28 Ha atau 99,52% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S2 (cukup sesuai), dan 0,62 Ha atau 0,06% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S3 (sesuai marginal). Sedangkan untuk tanaman kopi Robusta terdapat 918,89 Ha atau 93,58% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S2 (cukup sesuai) dan 63,10 Ha atau 6,42% dari total area lahan yang masuk klasifikasi kelas S3 (sesuai marginal). Oleh karena itu perlu dilakukan pemberian irigasi yang baik, pembuatan terasiring, dan pemberian zat hara agar lahan yang ada bisa lebih sesuai untuk pengembangan tanaman kopi. Sementara itu, hasil penilaian indikasi geografisnya, yaitu wilayah tersebut memiliki ciri suhu 17 – 27 °C, ketinggian 300 – 1.700 mdpl, curah hujan tahunan 1.800 – 2.000 mm/tahun, lama bulan kering 2 bulan, tekstur tanah agak kasar (lempung berpasir), mengandung c-organik lebih dari 1,8% - 6%, dan kemiringan lereng 8 – 30%.
Analysis of Logistics Cost on Smallholder and Middleman to Foster Tea Supply Chain: A Case Study in Central Java Province, Indonesia Megita Ryanjani Tanuputri; Hu Bai
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.733 KB) | DOI: 10.22146/agritech.63671

Abstract

The competitiveness of Indonesian tea in the global market is diminishing due to the oversupply and inability to provide agile logistics and market-oriented quality. Therefore, this study aims to evaluate the current tea supply chain and analyze the logistics cost based on the activity-based costing (ABC) method in the smallholder and middleman tier to foster the sustainability of tea agribusiness. It was conducted in three main areas in Central Java Province, Indonesia, namely Batang, Pekalongan, and Banjarnegara regency. The method used was an in-depth interview and a semi-structured questionnaire to gain holistic information from 181 respondents. The results showed that material handling activity and transportation have the highest portion of the smallholder’s and middleman logistics costs, respectively. The total logistics cost of smallholders varied from case to case, ranging from IDR 821.7 to IDR 1,075.0 per kg of fresh tea leaves. Transportation activity and administration costs make up 30.8% of the total smallholder’s logistics cost. Meanwhile, the current development of the global tea market promotes policy adaptation on the commercial plantation tier and increases the cost of labor for plucking activity up to 2.5 times. Additionally, this study discovered the profit range of smallholders and middlemen. Therefore, the collaborative work of all parties is necessary to succeed in sustainable tea agribusiness.
Pengaruh Jenis Beras dan Konsentrasi Karboksimetil Selulosa (CMC) terhadap Tape Beras Probiotik dan Produk Es Krim Annisa Berlianti Utaminingdyah; Wisnu Adi Yulianto; Dwiyati Pujimulyani
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.752 KB) | DOI: 10.22146/agritech.63682

Abstract

Tape merupakan makanan fermentasi berbahan dasar pati yang salah satunya dibuat dari beras ketan. Beras digunakan sebagai pengganti beras ketan karena harganya lebih murah. Penambahan pengental karboksimetil selulosa (CMC) untuk meningkatkan kelengketan dan penambahan bakteri asam laktat (BAL) Lactobacillus plantarum DAD-13 yang telah teruji sebagai probiotik untuk memenuhi syarat makanan probiotik. Penelitian ini bertujuan menghasilkan tape beras probiotik, mengevaluasi mutu tape beras probiotik yang dihasilkan, serta menerapkannya pada es krim. Penelitian ini menggunakan desain rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan tiga jenis beras, yaitu beras pratanak Ciherang, Rojolele, dan Ciherang dengan perlakuan penambahan bahan pengental CMC pada tiga konsentrasi, yaitu 0%, 1,5%, dan 2%. Parameter yang diamati adalah sifat kimia, fisika, mikrobia serta tingkat kesukaan konsumen. Parameter yang diamati pada es krim tape adalah tingkat kesukaan dan jumlah bakteri asam laktat. Hasilnya diketahui jenis beras dan konsentrasi bahan pengental CMC tidak mempengaruhi kadar alkohol, kecerahan dan kelengketan tetapi mempengaruhi gula reduksi, kadar air, nilai pH, jumlah bakteri asam laktat, dan jumlah yeast tape beras probiotik. Tape terpilih diambil dari jumlah bakteri asam laktat terbanyak dengan tingkat kesukaan konsumen yang tinggi yaitu tape beras probiotik pratanak Ciherang dengan pengental CMC 1,5%. Tape ini mempunyai nilai parameter warna 2,64, aroma 2,68, rasa 2,20, tekstur 2,36, kelengketan 2,80, keseluruhan 2,44 dan hasil analisis kadar pati 23,34 ± 0,02%; kadar gula reduksi 21,84±0,06%, kadar amilosa 52,62±0,38% kadar air 63,89± 1,16%, kadar abu 0,87 ± 0,02%, kadar lemak 0,30 ± 0,02%, kadar protein 5,65 ± 0,01%, kadar asam laktat 0,36 ± 0,02%, kadar asam asetat 0,24 ± 0,02%, nilai pH 5,65 ± 0,01, kadar alkohol 0,87 ± 0,06%, jumlah BAL 1,9 x 10 9 cfu/g dan jumlah yeast 3,0 x 10 6 cfu/g. Es krim yang ditambah 25% tape beras probiotik mengandung jumlah BAL 1,8 x 10 7 cfu/g.
Pemetaan Kinerja Sistem Irigasi Berbasis WebGIS pada Daerah Irigsi Krueng Jreu Kabupaten Aceh Besar Ichwana Ramli; Fadilah Khairani; Fachruddin Fachruddin; Dewi Sri Jayanti
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.044 KB) | DOI: 10.22146/agritech.64953

Abstract

Kebutuhan irigasi dalam aspek dunia pertanian merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Kabupaten Aceh Besar belum mempunyai informasi kinerja sistem irigasi berbasis online, sehingga diperlukan sistem informasi geografis (SIG) guna memberikan informasi mengenai kondisi jaringan irigasinya. Tujuan penelitian ini menilai kinerja sistem irigasi dan menyusun sistem informasi geografis dari data kinerja sistem irigasi yang berbasis web agar mudah diakses user secara online. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengumpulan data primer yang didapatkan dari penelusuran jaringan irigasi Krueng Jreu berupa pengambilan titik koordinat menggunakan GPS, dokumentasi bangunan irigasi dan indeks penilaian kinerja sistemirigasi. Data sekunder berupa data mengenai Daerah Irigasi Krueng Jreu yang didapatkan dari instansi terkait. Pengolahan data dan penyajian informasi sistem kinerja irigasi menggunakan software Quantum GIS versi 3.4.11. Hasil penelitian menunjukkan kinerja sistem irigasi keseluruhan dengan indeks sebesar 74,53% (tergolong baik). Namun aspek kinerja irigasi sarana penunjang dengan indeks 65,55% masih memerlukan perhatian, indeks aspek dokumentasi sebesar 59,40% (kurang baik) sedangkan indeks dari aspek kelembagaan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) memiliki nilai 44,33% (berkategori jelek). Informasi kinerja sistem irigasi tersebut telah mampu ditampilkan dalam bentuk sistem informasi geografis berbasis web. Pemetaan kinerja sistem irigasi Krueng Jreu berbasis web dapat diakses melalui alamat URL http://tp.unsyiah. ac.id/webgis/1605106010019/
Low Budget Respirometer Chamber Design Based on Wireless Sensor Network Cahyo Mustiko Okta Muvianto; Kurniawan Yuniarto; Anang Lastriyanto; Lalu Arioki Setiadi
agriTECH Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.042 KB) | DOI: 10.22146/agritech.65739

Abstract

Fresh fruit respiration information is essential optimizing food storage systems. Meanwhile, respiration is defined as the process of oxygen production and carbon dioxide release during storage in a closed respiratory chamber. Therefore, this study aims to design a low-budget computerized respiratory chamber for enhancing fruit packaging and storage system. Real-time fruit respiration can be measured by applying wireless gas sensors network. The respirometer consisted of 3,600 mL glass jar with a screw stainless lid, while the electrochemical and non-dispersive infrared sensors were mounted on the cover of the glass jar for collecting data on the oxygen, carbon dioxide, and temperature during mangoes’ respiration. Arduino USB port was used to record all measured parameters consisting of oxygen (%) and carbon dioxide concentrations (ppm, as well as temperature in the respiration chamber. Additionally, a controlled cooling chamber was applied to maintain the temperature during storage, while data communication was supported by Xbee S2C based on radio frequency. According to the respirometer real-time reading, there was a decrease in oxygen concentration caused by increasing carbon dioxide release with temperature. The low-budget respirometer was used to measure the respiration rate and record the data through a wireless sensor network system. The data plot shows that the respiration rate increased as the storage temperature and the respiratory quotient ranged from 0.32-0.44.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue