cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL MITRA SWARA GANESHA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA" : 5 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE ROLE PLAYING DAN JIGSAW TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JAWA KRAMA DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD KECAMATAN BOYOLALI Ninda Beny Asfuri; Rika Yuni Ambarsari
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.646 KB)

Abstract

ABSTRAK Berbicara merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang bersifat produktif, artinya suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan gagasan, pikiran atau perasaan sehingga gagasan yang ada dalam pikiran pembicara dapat dipahami orang lain. Berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa khususnya krama dikalangan masyarakat Jawa merupakan suatu sarana perwujudan sikap budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur.Keberhasilan pembelajaran bahasa Jawa terutama dalam aspek keterampilan berbicara menggunakan bahasa krama dapat dilihat dari motivasi belajar siswa dan indikator pembelajaran.Selain itu, dapat juga dilihat dari tingkah laku siswa dalam berinteraksi atau bersosialisasi dengan orang lain sehari-harisehingga diperlukan inovasi guru dengan menerapkan model-model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan : 1. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe role playing dan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsawterhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. 2. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara siswa yang mempunyai motivasi belajar tinggi, motivasi belajar sedang, dan motivasi belajar rendah terhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. 3. Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi pengaruh antara model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa jawa krama. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Pada kelompok eksperimen dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa jawa menggunakan  model pembelajaran cooperative learning tipe role playing, sedangkan pada kelompok kontrol dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa jawa menggunakan model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw. Pada akhir perlakuan kedua kelompok diukur keterampilan berbicara bahasa jawa krama melalui tes. Hasil pengukuran digunakan sebagai data penelitian dan kemudian diolah serta dianalisis hasilnya untuk menemukan jawaban atas masalah yang diajukan. Kata Kunci: Model Cooperative Learning Tipe Role Playing, Model pembelajaran jigsaw, Motivasi belajar siswa
APLIKASI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY DAN TALKING STICK TERHADAP PRESTASI BELAJAR PKN DITINJAU DARI MINAT SISWA KELAS V SD KECAMATAN COLOMADU Luncana Faridhoh Sasmito; Aan Budi Santoso
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.094 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kedua kelompok tersebut diuji terlebih dahulu keadaan awalnya, sebelum diberi perlakuan yang berbeda. Pada kelompok eksperimen dalam pelaksanaan pembelajaran PKn tentang kebebasan berorganisasi menggunakan  model cooperative learning tipetwo stay two stray, sedangkan pada kelompok kedua dalam pelaksanaan pembelajaran PKn tentang kebebasan berorganisasimenggunakan model cooperative learning tipe talking stick. Berdasarkan hasil penelitian, Penerapan model kooperatif tipe two stay two stray di ketahui bahwa coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara Minat belajar dengan prestasi belajar. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara metode two say two stray terhadap prestasi belajardilihat dari minat siswa. Dilihat dari coefficients Output menggunakan SPSS sebesar 0,000 atau lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima dengan kata lain ada pengaruh yang signifikan antara metode Talking Stik terhadap prestasi belajardilihat dari minat siswa.Nilai probabilitas/p value uji T Paired atau Sig. (2-tailed): Hasil = 0,000. Artinya: Ada perbedaan minat antara sebelum dan sesudah perlakuan. Nilai probabilitas/p value uji T Paired atauSig. (2-tailed): Hasil = 0,000. Artinya: Ada perbedaan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah perlakuan.   Kata Kunci : Model Cooperative Learning Tipe two stay two stray, Model talking stick, Minat Siswa.
PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP PENINGKATAN PEMANFAATAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK WARGA SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Eny Kusumawati
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.42 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian mempunyai tujuan untuk mengetahuiPengaruh layanan informasi terhadap peningkatan pemahaman Bimbingan dan Konseling di Sekolah pada siswa kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen. Mengenai penelitian eksperimen merupakan suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi faktor-faktor yang lain yang bisa menganggu. Dengan demikian dalam penelitian ini mengambil sampel 30 siswa dari seluruh populasi Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan SPSS 14 dengan uji t diperoleh nilai t-hitung yang diperoleh, lebih kecil dari pada t tabel, atau (2.592 > 2.045) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada Pengaruh Layanan Informasi terhadap peningkatan pemanfaatan layanan bimbingan dan konseling Pada Siswa Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 meskipunpengaruhtersebutsangatrendahterbuktikenaika rata – rata hanya 0,55. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat layanan bimbingan konseling mengalami peningkatan ketika diberikan layanan informasi secara intensif khususnya Pada Siswa Kelas XII Jurusan Pemesinan SMK Warga Surakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 Layanan informasi bertujuan untuk membekali individu dengan berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang berbagai hal yang berguna untuk mengenal diri, merencanakan, dan mengembangkan pola kehidupan sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat. Pemahaman yang diperoleh melalui layanan informasi, digunakan sebagai bahan acuan dalam meningkatkan kegiatan dan prestasi belajar, mengembangkan cita-cita, menyelenggarakan kehidupan sehari-hari dalam mengambil sebuah keputusan.   Kata Kunci: Layanan Informasi, Bimbingan Konseling
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI KONSELING KELOMPOK BAGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 3 TASIKMADU PADA SEMESER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/ 2017 Surono Surono
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan desain Penelitian Tindakan Kelas model spiral dari Kemmis dan Taggart (1988). Sumber data diperoleh dari informan, sumber peristiwa dan dokumen. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan secara kolaboratif. Prosedur penelitian meliputi persiapan, deskripsi awal, perencanaan, tindakan, pengamatan, evaluasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, angket, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kritis dan analisis komparatif. Hasil pengamatan menunjukan bahwa pembelajaran pada awalnya berorientasi pada teacher centered meningkat ke arah orientasi student active learning. Hal ini berarti suatu pembelajaran yang semula didominasi oleh guru, peserta didik hanya mendengar, mencatat, menghafal konsep-konsep berkembang ke arah pembelajaran active, kreatif, partisipatif didominasi oleh peserta didik. Berdasarkan hasil angket motivasi belajar  dan tes  prestasi belajar sebelum tindakan sampai siklus I dapat disimpulkan (a) Motivasi belajar yaitu 1) Skor terendah meningkat sebesar 72 persen dari 74 menjadi 127; 2)Skor  tertinggi meningkat sebesar 58 persen dari 118 menjadi 187; 3) Skor rata-rata meningkat sebesar 62 persen dari 95,38 menjadi 154,75; 4) Skor motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu motivasi belajar rendah menjadi 0, motivasi belajar sedang menjadi 31 siswa dan motivasi belajar tinggi menjadi 9 siswa. (b) prestasi beajar IPA Biologi Nilai terendah meningkat sebesar 9 persen dari 52.5 menjadi 57.5; 2) Nilai  tertinggi meningkat sebesar 6 persen dari 77.5 menjadi 82.5; 3) Nilai rata-rata meningkat sebesar 9 persen dari 65 menjadi 71.18; 4) Siklus I sampai dengan Siklus II yaitu (a) motivasi belajar : 1) Skor terendah meningkat sebesar 35 persen dari 127 menjadi 172; 2) Skor  tertinggi meningkat sebesar 27 persen dari 187 menjadi 238; 3) Skor rata-rata meningkat sebesar 31 persen dari 154,75 menjadi 202,90; 4) Skor motivasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu motivasi belajar rendah menjadi 0 siswa, motivasi belajar sedang menjadi 0 siswa dan motivasi belajar tinggi menjadi 40 siswa.  (b) Siklus I sampai dengan Siklus II yaitu 1) Nilai terendah meningkat sebesar 30 persen dari 57.5 menjadi 75; 2) Nilai  tertinggi meningkat sebesar 15 persen dari 82.5 menjadi 95; 3) Nilai rata-rata meningkat sebesar  14 persen dari 71.18 menjadi 81.94; 4) Nilai prestasi  belajar siswa mengalami peningkatan yaitu prestasi  belajar yang tuntas (di atas KKM) dari 13 siswa menjadi 40 siswa dan prestasi belajar yang belum tuntas (di bawah KKM) menurun dari 27 siswa menjadi 0 siswa.   Kata Kunci: Motivasi, Prestasi Siswa dan Belajar Kelompok Terbimbing
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ENERGI PANAS PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV A SDN SONDAKAN NO 11 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Pamuji Wiyono
JURNAL MITRA SWARA GANESHA Vol. 5 No. 2 (2018): JURNAL MITRA SWARA GANESHA
Publisher : JURNAL MITRA SWARA GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.701 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan ini adalah (1) untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa pada energi panas dalam pelajaran IPA siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11. (2) untuk meningkatkan hasil belajar energi panas dalam pelajaran IPA pada siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri Sondakan No.11 Surakarta tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 32 siswa. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian ini adalah pemahaman energi panas, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Problem Based Learning. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, obseravasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang memiliki tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa yang pertama ada peningkatan pada kualitas proses pembelajaran energi panas setelah dilakukan tindakan kelas dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kegiatan siswa yaitu pada siklus I nilainya 2,65 dengan kriteria baik dan meningkat pada siklus II dengan nilai menjadi 3,45 dengan kriteria sangat baik. Nilai rata-rata kegiatan guru pada siklus I adalah 2,85 dengan kriteria baik dan meningkat  pada siklus II dengan nilai menjadi 3,5 dengan kriteria sangat baik. Kedua ada peningkatan pada pemahaman energi panas siswa setelah diadakan tindakan kelas dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya nilai siswa pada materi energi panas sebelum dan sesudah tindakan. Pada pra siklus nilai rata-rata kelas adalah 70 dengan ketuntasan klasikal 43,75%. Pada siklus I rata-rata nilai kelas yang diperoleh menunjukkan nilai 72,97 dengan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 59,37%. Pada siklus II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 80,93 dengan ketuntasan klasikal meningkat menjadi 87,50%.     Kata Kunci: Hasil belajar, IPA, model problem based learning.

Page 1 of 1 | Total Record : 5