cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2015)" : 9 Documents clear
Struktur Mikro dan Sifat Listrik Material Ferroelektrik Barium Titanat dengan doping Stronsium Suwarni Suwarni
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.535 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1067

Abstract

Material ferroelektrik Barium Strontium Titanat (BaxSr1−xTiO3, BST) dengan variasi doping mol Sr 0,01 ; 0,02 dan 0,03 telah dibuat menggunakan metode reaksi fasa padat. Sampel dicetak dalam bentuk bulk (padatan) kemudian di-sintering pada temperatur 900C dengan holding time 2 jam. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengetahui tingkat kekristalan dan ukuran kristal dari sampel. Pengujian RCL meter untuk mengetahui besarnya nilai konstanta dielektrik. Hasil karakterisasi XRD sampel memperoleh data dan diolah dalam bentuk grafik hubungan antara intensitas terhadap sudut 2 theta. Material BST dengan variasi doping mol Sr 0,01 ; 0,02 dan 0,03 memiliki struktur kristal tetragonal, dengan parameter kisi Sr 0,01 dan 0,03 adalah sama yaitu a = b = 3,996 °A dan c = 4,012 °A sedangkan untuk Sr 0,02 adalah a = b = 3,998 °A dan c = 4,022 A° . Ukuran kristal berturut-turut adalah 28,4 nm; 32,3 nm dan 54,8 nm. Semakin besar ukuran kristal, nilai rata-rata regangan kisi semakin kecil seiring dengan meningkatnya penambahan Sr. Pengukuran konstanta dielektrik (K) dilakukan pada rentang frekuensi 1 kHz sampai 80 kHz dan nilaitertinggi adalah pada Sr 0,03 sebesar 18,55.
Pengukuran Ketinggian Permukaan Air Sungai menggunakan Prinsip Tekanan Berbasis Mikrokontroler ATMega328 Bachtera Indarto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.321 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1072

Abstract

Telah dilakukan pembuatan alat ukur ketinggian permukaan air sungai menggunakan prinsip tekanan berbasis mikrokontroler Atmega328. Besaran ketinggian permukaan air sebanding dengan tekanan di dalam air tersebut diubah menjadi besaran tekanan dengan menggunakan pipa transmiter yang didalamnya terdapat sensor tekanan BMP085. Data diolah dengan menggunakan mikrokontroler ATMega382, yang kemudian ditampilkan pada liquid crystal display (LCD) 16 × 2. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pipa transmitter tersebut dapat digunakan mengukur ketinggian permukaan air dengan menggunakan prinsip tekanan. Sensor tekanan BMP085 dan pipa transmitter yang dirancang mampu digunakan dengan baik dengan berdasarkan pada faktor kalibrasi: Level = (11,52 × Tekanan - 11612) mm. Ketika pengujian sistem, ketinggian permukaan air pasang di pintu air kali Wonorejo, Surabaya dapat diamati dengan faktor koreksi: Level = (11,47 × Tekanan - 10149) mm.
Pengaruh Penambahan Konsentrasi Pasir Besi dalam Resin Epoksi pada Sifat Korosi Besi Karbon Linda Silvia
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.266 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1068

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh penambahan konsentrasi pasir besi dalam resin epoksi terhadap sifat korosi besi karbon. Metode separasi sederhana pasir besi dilakukan dengan menggunakan magnet.Eksperimen dilakukan dengan mengontrol konsentrasi pasir besi dengan variasi komposisi 0%wt, 10%wt, 30%wt, dan 50%wt dari total berat komposit, kemudian dilapiskan pada baja karbon dan dikeringkan padatemperatur ruang. Komposit yang telah terbentuk direndam ke dalam larutan NaCl 10 M selama 21 hari dan selanjutnya diuji laju korosi. Karakteristik pasir besi diamati dengan X-Ray Diffractometer (XRD) yang digunakan untuk mengidentifikasi fasa pasir besi dan X-Ray Flourescence (XRF) untuk mengukur komposisi elemen dan oksida dari pasir besi. Laju korosi material komposit yang dihasilkan diuji dengan menggunakan metode kehilangan massa. Berdasarkan hasil analisa pengukuran laju korosi menggunakan metode kehilangan massa diperoleh laju korosi terbesar terjadi pada penambahan konsentrasi pasir besi 30%wt yaitu 71,9246 mpy dan laju korosi mengalami penurunan terjadi pada 50%wt dari total berat komposit adalah 12,5379 mpy, dimana memiliki ketahanan korosi yang lebih baik sehingga dapat digunakan sebagai pelapis cat kapal laut.
Studi Pengaruh Penambahan Kerang Hijau (Perna Viridis) sebagai Material Akustik pada Kemampuan Absorbsi Bunyi Susilo Indrawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.179 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1073

Abstract

Kerang Hijau (Perna viridis) atau dikenal sebagai green mussels, memiliki sebaran yang luas hampir diseluruh lapisan dunia. Namun potensi limbah berupa cangkang kerang saat ini belum banyak dimanfaatkan.Berdasarkan data ekspor hasil perikanan Indonesia pada tahun 2003 dan 2004, untuk komoditas kerang dihasilkan sekitar 2.752 ton. Kegiatan pada unit pengolahan kerang hijau menghasilkan limbah padat yang cukup tinggi sehingga diperlukan upaya pemanfaatan cangkang kerang hijau dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Mengingat dalam cangkang kerang memiliki banyak kalsium, dalam penelitian ini akan dilakukan studi awal pengaruh pemberian kerang hijau sebagai material akustik terhadap kemampuan dalam mengabsorbsi bunyi. Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan tabung Impedansi. Adapun bahan yang digunakan adalah semen putih, gypsum, agent foam dan bubuk kerang. Berdasar hasil pengukuran didapat perbandingan prosentasi material kulit kerang:semen putih:gypsum 4:0:2 (kerang 270 gr, tanpa semen putih, gypsum 135 gr) memiliki perubahan nilai koefisien absorbsi yang paling besar jika dibandingkan dengan perbandingan bahan yang lain.
Analisis Morfologi Permukaan Lapisan Klorofil dengan Atomic Force Microscopy De Vega, Lidya Nur
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.14 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1069

Abstract

Karakteristik morfologi permukaan lapisan klorofil hasil AFM (Atomic Force Microscopy) telah dianalisis. Lapisan klorofil ditumbuhkan dengan metode spin coating pada substrat glass ITO. Hasil pengamatan morfologidengan AFM menjelaskan bahwa lapisan dengan N = 5 memiliki permukaan yang lebih rata dibandingkan dengan N = 3 akibat adanya proses inter molekular interaksi. Ukuran molekul penyusun lapisan klorofil membentukdistribusi Gaussian. Hasil pengamatan kurva profil permukaan diperoleh ketebalan lapisan yang diperoleh yaitu berturut-turut sebesar 287,9 dan 372,6 nm untuk N = 3 dan 5.
Performa Sensor Berbasis Magneto-Impedansi pada Multilapisan [Ni80Fe20/Cu]N Blasius Anggit Wicaksono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.662 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1074

Abstract

Telah dilaksanakan analisis performa sensor magnetik berbasis magneto-impedansi multilapisan [Ni80Fe20/Cu]N pada kawat Cu. Multilapisan adalah hasil elektrodeposisi dengan Pt (platina) sebagai elektroda. Performa sensor diamati dari hasil pengukuran nisbah magneto-impedansi dan sensitifitas sampel. Sedangkan sensor dimodifikasi berdasarkan modifikasi ketebalan lapisan konduktor dan jumlah perulangan pada sistem multilayer serta variasi bentuk geometri sensor. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa sensitifitas sensor MI tertinggi adalah 53,75%/mT untuk sampel [Ni80Fe20 (800nm)/Cu (200nm)]3.
Estimasi Besar Konvergensi Zona Subduksi dan Mentawai Fault Zone (MFZ) di Sumatera Barat Muhammad Mifta Hasan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1070

Abstract

Kondisi geologi yang kompleks di wilayah Sumatera Barat akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia menimbulkan aktivitas tektonik yang aktif. Selain akibat pertemuan dua lempeng, aktivitas tektonikjuga disebabkan oleh sesar yang ada, MFZ. Berdasar aktivitas tektonik ini dapat diketahui arah pergeseran di zona subduksi maupun sesar yang ditunjukkan dengan pola bidang sesarnya. Konvergensi dari zona subduksimaupun MFZ ditunjukkan dengan besar sudut dip yang membentuk pola bidang sesar. Konvergensi untuk zona subduksi besar konvergensinya berkisar antara 82 sampai 89 dan di MFZ berkisar antara 66 sampai 68.
Studi Zona Tektonik di Wilayah Taiwan berdasarkan Pemetaan Hiposenter Susi Anggraini Diah Ningrum
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1066

Abstract

Taiwan merupakan negara yang memiliki tingkat deformasi kerak bumi yang cukup tinggi dan aktivitas kegempaan yang kuat. Taiwan terletak di batas pertemuan antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina yang merupakan salah satu daerah seismik yang paling aktif di dunia. Pada abad ke-20, bencana gempabumi di Taiwan menyebabkan kerusakan yang sangat besar dan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Dengan mengetahui jenis gempabumi berdasarkan letak hiposenternya, maka dapat diketahui pula gempabumi tersebut termasuk kategori gempa yang berpotensi menghancurkan atau tidak. Relokasi hiposenter menggunakan software Hypo71 bertujuan mendapatkan posisi hiposenter yang lebih presisi. Data yang digunakan adalah gempa dengan kekuatan > 4,7 yang terekam selama rentang waktu 1 Januari 2009 - 31 Desember 2010. Software Hypo71 membutuhkan data masukan tebakan awal yang berupa nama stasiun, letak stasiun, model kecepatan bumi, dan identitas kejadian gempa yang meliputi tanggal, bulan, tahun, waktu tiba gelombang P dan gelombang S. Hasil relokasi gempa dengan menggunakan Hypo71 menunjukkan bahwa lokasi hiposenter memiliki sebaran yang lebih fokus daripada sebaran hiposenter sebelum relokasi. Hal ini dapat menjelaskan adanya koherensi antara tren posisi hiposenter dengan kondisi tektonik di wilayah penelitian, yaitu di sekitar zona patahan di Longitudinal Valley dan zona subduksi antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina.
Aplikasi Sensor Accelerometer pada Handphone Android sebagai Pencatat Getaran Gempabumi secara Online Rio Riantana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 11, No 3 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.7 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v11i3.1071

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menciptakan metode pencatatan getaran gempabumi secara realtime menggunakan sensor accelerometer pada perangkat android. Metode yang digunakan adalah Cloud Computing karenapraktis dan efisien. Perangkat android yang digunakan adalah Xiaomi 2 dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 410 quad-core @1,2Ghz dengan jaringan 4G LTE, sensor gyroscop, accelerometer, GPS support AGPSdan GLONASS. Semua informasi yang diterima perangkat android di lapangan dikirim ke server secara realtime per sekon. Pada sistem monitoring disajikan grafik aktifitas getaran secara realtime, peta lokasi titik yang diamati, peta prediksi cuaca, peta kontur permukaan tanah, dan nilai magnitudo percepatan getaran tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 9