cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
Pengaruh Tipe Screen Printing dengan Teknik Double Cycle Lapisan TiO2 Sebagai Elektroda Kerja Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) Furqoni, Lutfi; Supriyanto, Agus; Nurrosyid, Fahru
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.857 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1084

Abstract

Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) merupakan sel surya yang berpotensi besar di masa depan karena biaya fabrikasinya murah dan bahan dasarnya ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe screen terhadap lapisan TiO2 sebagai elektroda kerja DSSC. Elektroda kerja DSSC berbasis TiO2 difabrikasi dengan metode screen printing double cycle. Screen yang digunakan dalam deposisi TiO2 memiliki tipe: T-49, T-55 dan T-61. Lapisan TiO2 disintering pada temperatur 500C. Struktur DSSC tersusun dari semikonduktor TiO2 tersensitasi dye Ruthenium, larutan elektrolit dan counter elektroda platina. Lapisan TiO2 diuji morfologinya dengan Digital Camera Microscopy (DCM), ketebalannya dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), absorbansinya diuji dengan UV-Vis Spectrophotometer dan sifat listrik DSSC diuji dengan I-V Keithley Measurenment. Berdasarkan karakterisasi I-V diperoleh efisiensi terbesar pada sampel yang dideposisi dengan screen T-49 sebesar 0,47%.
Karakterisasi Varietas Kedelai Berbasis Impedansi dan Hubungannya dengan Daya Tumbuh Benih Lia Agustina; Melania Suweni Muntini
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.695 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1082

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi varietas kedelai melalui pengukuran impedansi yang dapat digunakan untukmembedakan antara benih kedelai berkualitas tinggi dan rendah. Pengukuran impedansi menggunakan probeyang dihubungkan pada LCR meter. Benih kedelai yang dikarakterisasi dalam penelitian ini adalah varietasAnjasmoro, Argomulyo, Burangrang dan Panderman yang masing-masing diklasifikasikan menjadi benih kedelainormal, kedelai muda, kedelai terinfeksi virus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah perbedaan nilai impedansi keempat varietas tersebut. Nilai impedansi terbesar diperoleh dari varietas Argomulyo untuk jenis kedelai normal yaitu 20,110 M , varietas Argomulyo untuk kedelai muda yaitu 7,750 M. Untuk kedelai terinfeksi virus, nilai impedansi yang besar pada varietas Anjasmoro yaitu 9,234 M . Persentase daya tumbuhdiperoleh benih kedelai normal dengan persentase 100% untuk masing-masing varietas, kedelai muda yaitu 4% untuk varietas Anjasmoro dan keseluruhan benih mati untuk varietas lainnya, pada kedelai terinfeksi virus untuk varietas Anjasmoro memiliki persentase 80%, varietas Argomulyo memiliki persentase 40%, varietas Burangrang memiliki persentase 16% dan varietas Panderman memiliki persentase 32%. Pada penelitian iniyang diuji adalah daya tumbuh dari benih kedelai, namun untuk produktivitas tanamannya belum dilakukan pengujian.
Penggunaan Cyclone Ventilator sebagai Kincir Angin penggerak Generator Bachtera Indarto; A. Achaddiad; Susilo Indrawati; Didiek B Rahmat; Hasto Sunarno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.815 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1083

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan generator ceiling fan 12 W, dengan jumlah gear 35 dan 60 serta cyclone ventilator dengan jumlah gear 95. Pada kecepatan angin yang sama kecepatan poros generator pada pasangan gear 95/35 lebih besar dibandingkan dengan pasangan gear 95/60. Tegangan keluaran generator untuk pasangan gear 95/35 lebih besar dibandingkan pasangan gear 95/60. Pada pasangan gear 95/35 daya listrik yang dihasilkan generator sebesar 2,0 mW pada kecepatan angin 4,0 m/s dan kecepatan poros 40,2 rpm.
Efek Evaporasi Larutan Hasil Kromatografi pada Mobilitas Pembawa Muatan Lapisan Klorofil Supatmi Supatmi; U Utari; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.065 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1085

Abstract

Studi berkenaan mobilitas pembawa muatan lapisan Spirulina sp hasil karakterisasi I-V meter telah dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa nilai serapan sampel dari larutan hasil evaporasi lebih rendah dibandingkan hasil kromatografi. Karakterisasi I-V meter memperlihatkan peningkatan mobilitas untuk sampel larutan hasil evaporasi. Mobilitas pembawa muatan sampel lapisan tipis dari larutan hasil evaporasi meningkat seiring peningkatan jumlah lapisan dan menunjukkan nilai konstan untuk N > 3. Hal ini disumbang traping pembawa muatan yang dominan untuk jumlah perulangan lapisan lebih banyak.
Probabilitas Osilasi Neutrino dan Kebergantungan Fase CP Nurhadi Nurhadi; Agus Purwanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.029 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1075

Abstract

Neutrino merupakan salah partikel elementer dari keluarga lepton. Ketika dipostulatkan oleh Pauli tahun 1930, neutrino diasumsikan tidak bermassa. Model standar dari fisika partikel juga memprediksi bahwa neutrino juga tidak bermassa. Tetapi, tahun 1998 percobaan di Super-Kamiokande berhasil mengamati osilasi neutrino di alam. Fenomena osilasi neutrino bisa dijelaskan hanya kalau neutrino bermassa.Sampai saat ini diketahui neutrino mempunyai tiga flavor yaitu neutrino elektron, neutrino muon, dan neutrino tauon. Keadaan eigen flavor dan keadaan eigen massa neutrino di hubungkan oleh matrik uniter MNS (Maki-Nakagawa-Sakata), yang mempunyai empat parameter yaitu tiga sudut dan satu fase CP. Dalam  paper ini akan dikaji probabilitas osilasi neutrino tiga generasi baik dalam vakum maupun materi dan kebergantungan fase CP.
Pengaruh Doping Zirkonium (Zr) pada Konstanta Dielektrik dan Struktur Kristal BaZrxTi1−xO3 Fildhaz Khairina Nisa; Anif Jamaluddin; Yofentina Iriani
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.31 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1086

Abstract

Barium zirkonium titanat (BaZrxTi1−xO3) dengan variasi mol dopan zirkonium (x) sebanyak 0,01 mol; 0,02 mol; dan 0,03 mol telah disintesis menggunakan metode reaksi fasa padat. Sampel disintering pada temperatur 1100C dengan waktu tahan selama 2 jam. Sampel dikarakterisasi menggunakan instrumen XRD dan RLCmeter untuk mengetahui pengaruh doping terhadap struktur kristal dan konstanta dielektrik BaZrxTi1−xO3. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa BaZrxTi1−xO3 memiliki struktur kristal tetragonal dengan a = b 6= c. Ukuran kristal BaZrxTi1−xO3 pada x = 0,01; x = 0,02; dan x = 0,03 masing-masing adalah 34 nm, 33 nm, dan 38 nm. Pengukuran RCL meter diperoleh konstanta dielektrik sebesar 331, 522, dan 641.
Karakteristik Equatorial Plasma Bubbles (EPB) dari Pengamatan Radar Atmosfer Equator (EAR) Dyah Rahayu Martiningrum
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.55 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1324

Abstract

Fenomena-fenomena seperti Equatorial Plasma Bubbles/ Equatorial Spread F (EPB/ESF) dan Equatorial Ionization Anomaly (EIA) sangat berpotensi terjadi di wilayah atmosfer atas Indonesia (ionosfer) yang terletak dalam zona aktif gangguan lapisan ionosfer, yaitu dalam rentang + 15 lintang geomagnet. Fenomena-fenomena tersebut akan mengganggu beroperasinya sistem komunikasi radio maupun satelit berupa adanya gangguan dalam amplitudo maupun fase dari gelombang radio yang diterima penerima di bumi, dikenal dengan istilah sintilasi.Dalam penelitian ini dibahas beberapa karakteristik penting yang teramati oleh sistem Equatorial Atmosphere Radar yang telah dioperasikan di Kototabang (0,20S, 100,32E; 10,36S dip lat). Sistem antenna Radar disusun sedemikian sehingga mampu mengamati gangguan lapisan ionosfer yang terjadi tegak lurus terhadap garis-garis medan magnet, teramati sebagai Field Aligned Irregularities (FAI). Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh dua macam gelembung plasma yaitu post-sunset dan post-midnight yang keduanya dikendalikanoleh mekanisme fisis yang berbeda. Variasi musiman kejadian kedua jenis ketidakteraturan plasma tersebut juga ditampilkan dalam makalah ini. Bulan-bulan equinox (Maret-April atau September-Oktober) adalah bulan-bulan dimana post-sunset FAI terjadi lebih sering dibanding post-midnight. Sementara bulan-bulan solstice (Desember-Januari atau Juni-Juli) adalah bulan-bulan dimana post-midnight FAI lebih sering terjadi. Gambaran tentang arah penjalaran memberikan pemahaman baru tentang bagaimana perkembangan ketidakteraturan yangterjadi waktu ke waktu, baik secara horizontal maupun vertikal. Hasilnya memberi gambaran lebih baik tentang mekanisme kejadian EPB/ESF yang sangat bermanfaat dalam pengembangan model ketidakstabilan plasma, serta untuk melengkapi hasil pengamatan peralatan lain yang sudah ada.AbstractPhenomena such as Equatorial Plasma Bubbles/Equatorial Spread F (EPB/ ESF) and the Equatorial Ionization Anomaly (EIA) was potentially occured in the Indonesian region of the upper atmosphere (ionosphere) located in the active zone ionosphere disturbances, that is in the range of + 15 latitude geomagnetic. These phenomena would disrupt the operation of radio and satellite communications systems in the form of a disturbance in the amplitude and phase of the received radio wave receivers on Earth, known as scintillation. In this study addressed several important characteristics observed by the Equatorial Atmosphere Radar system that has operated in Kototabang (0.20S, 100.32E; 10.36S dip lat). Radar antenna system is arranged so that is able to observe the ionosphere interference that occurs perpendicular to the magnetic field lines, is observed as a Field Aligned irregularities (FAI). From EAR data analysis obtained two types of plasma bubbles post-sunset and post-midnightwhich is driven by two kinds of different physical mechanisms. Seasonal variation of both plasma irregularities are discussed in this paper. In equinox months (March-April or September-October), post-sunset are frequently occurred rather than post-midnight. While in solstice months (December-January or June-July) post-midnight are frequently occurred. The propagation direction provide more detail explanation related to development of irregularities time by time horizontally and vertically. The results not only suggested the better understandings of mechanism of EPB/ESF occurrence, but also contributed on development of plasma instability model andsupported observations by other instrument which have already operated.
Analisis Struktur Lapisan Fe3O4 pada Substrat Logam Tembaga dengan Metode Spin-coating Machida Nurul Kholishoh; D Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.088 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1326

Abstract

Partikel nano magnetit(Fe3O4) telah berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi menggunakan pasir besi sebagai prekursor ferit alami dan polietilena glikol (PEG)-1000 sebagai template. Partikel yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai fasa terdispersi dalam cairan koloid menggunakan TMAH sebagai surfaktan. Ferofluida Fe3O4 ini selanjutnya dilapiskan ke logam tembaga menggunakan metode spin-coating dan diikuti denganproses pengeringan. Menurut spektrum XRD dan analisis EDX, lapisan yang terbentuk pada permukaan Cu mengandung partikel Fe3O4 dengan distribusi yang homogen dalam skala mikrometer. Pengamatan menggunakan SEM dan AFM mengungkapkan bahwa partikel-partikel Fe3O4 berkumpul membentuk cluster-cluster dibutir maupun batas butir substrat Cu.AbstractThe magnetite (Fe3O4) nanoparticle has been synthesized by coprecipitation method using iron sand as precursor of natural ferrite and polyethylene glycol(PEG)-1000 as a template. The resulted particles were then used as dispersed phase in a colloid fluid employing TMAH and water as a surfactant and carrier respectively. The fluid containing particles Fe3O4 was coated onto copper metal using a spin-coating method and followed by drying process. According to the XRD spectra and their EDX analysis, the film deposited on the Cu surface contains Fe3O4 particles with homogeneous distribution in the micrometer scale. It was observed using SEM and AFM that the particles were mainly gathered and aggregated to form clusters in the grain and the grain boundaries of Cu substrate.
Pengaruh Variasi Topologi Elektroda terhadap Kadar Ozon yang dihasilkan oleh Generator Ozon Yugo Triawanto; E Endarko
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.82 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1327

Abstract

Generator ozon dengan variasi topologi elektroda telah berhasil dibuat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap jumlah kadar ozon yang dihasilkan. Desain generator sehingga menyebabkan terjadi lucutan elektron yang banyak menjadi sebuah pilihan untuk mendapatkan penghasil ozon yang optimal. Desain topologi elektroda yang dipilih dalam penelitian ini adalah elektroda koaksial dan strip bidang. Kedua elektroda ini dibandingkan kemampuan dalam menghasilkan ozon dengan frekuensi 11,9 KHz. Variasi dimensi dilakukan pula pada kedua jenis elektroda, masing-masing terdapat tiga variasi dimensi untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kadar ozon yang dihasilkan. Generator ozon elektroda strip bidang menghasilkan ozon terlarut sebesar 2,87 mg sedangkan generator elektroda koaksial 2,17 mg.AbstractOzone generators with electrodes topological variations have been constructed to determine of the effect on the amount of ozone levels produced. Design led to a discharge electrons which are becoming an option to obtain optimal ozone producer. Topology design of electrodes selected in this study is the coaxial electrodes and strip plane. Both of these electrodes are compared in terms of the ability to produce ozone with frequency 11,9 KHz. Dimension variation performed well on both types of electrodes, there are three dimensions for each variations to determine its effect on the levels of ozone generated. Ozone generators with electrode of the strip plane produce ozone dissolved by 2.87 mg while the electrode coaxial 2.17 mg.
Perbandingan Spektral Musik Klasik dengan Musik Etnik Jawa menggunakan Analisis MFCC dan Beat Strength Dody Kurniawan; Ahmad Syakir; Hana Afifah; Rayhan Hanina; Iwan Yahya; H Harjana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.352 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1273

Abstract

Analisis spektral dilakukan untuk membandingkan pola musik Jawa terhadap musik klasik karangan Mozart (1756-1791) dengan metode Mel Frequency Cepstral Coefficient (MFCC) dan Beat Strenght. Analisis MFCC menggunakan Hamming window dan konversi RGB menggunakan persamaan kemiripan dalam proses visualisasi. Analisis Beat Strenght berdasarkan nilai PEAK dan SUM pada Beat Histogram. Hasil analisis MFCC menunjukkan bahwa pola musik klasik dengan musik jawa mempunyai tingkat kemiripan 98,0% untuk March of The Priests from The Magic Flute dan 90,3% untuk Piano Sonata in C Major. Analisis Beat Strenght menunjukkan 89,8% kemiripan untuk March of The Priests from The Magic Flute dan 72,6% untuk Piano Sonata in C Major.AbstractSpectral analysis between Javanese music and classical music by Mozart (1756-1791) using MFCC and Beat Strenght has been conducted. MFCC  analysis using Hamming window and RGB conversion using similarity equation in visualization process. Beat Strength analysis based on PEAK and SUM value of Beat Histogram. The result shows that the pattern of classical music and Javanese music has 98.0% similarity for March of ThePriests from The Magic Flute and 90.3% for Piano Sonata in C Major. Beat Strength analysis shows 89.8% similarity for March of The Priests from The Magic Flute and 72.6% for Piano Sonata in C Major.

Page 1 of 1 | Total Record : 10