cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2007)" : 11 Documents clear
Pemodelan Inversi Data Geolistrik untuk Menentukan Struktur Perlapisan Bawah Permukaan Daerah Panasbumi Mataloko Eko Minarto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.296 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.993

Abstract

Metode geolistrik (tahanan jenis) merupakan metode geofisika yang sangat popular dan sering digunakan baik dalam survey geologi maupun eksplorasi. Hal ini disebabkan karena metode geolistrik sangat bagus untuk mengetahui kondisi atau struktur geologi bawah permukaan berdasarkan variasi tahanan jenis batuannya, terutama untuk daerah yang mempunyai kontras tahanan jenis yang cukup jelas terhadap sekitarnya, misalnyauntuk keperluan eksplorasi air tanah, panasbumi (geothermal). Penyelidikan panasbumi daerah Mataloko dengan menggunakan metode tahanan listrik konfigurasi Schlumberger, menunjukkan bahwa daerah tersebut mempunyai potensi struktur panasbumi yang ditunjukkan oleh nilai tahanan jenis yang relatif kecil. Hasil pemodelan inversi dengan menggunakan program IPI2WIN diperoleh model perlapisan bumi yang cukup bagus dengan eror dibawah 5% untuk setiap titik sounding. True section kedua lintasan menunjukkan bahwa terdapat lapisan yang bersifat konduktif dengan resistivitas < 5m pada kedalaman sekitar 800 m - 1000 m yang diperkirakan sebagai lapisan penudung dan lapisan dibawahnya (>1000 m) yang bersifat agak resistif (10 m -100m) yang diperkirakan sebagai reservoir dari sumber panasbumi daerah Mataloko.
Pengaruh Silika Halus terhadap Ketahanan Mortar W. Firmansyah; Widhya B.; Suryadi Suryadi; Wahyu Bambang Widayatno; Agus S. W.; Alfian N; M. I. Amal; Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.525 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.975

Abstract

Penggunaan bahan bangunan beton dengan penambahan (aditif) mikrosilika atau silika telah diketahui merupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan beton dengan kinerja yang tinggi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aditif silika pada mortar pada berbagai komposisi silika terhadap berat semen. Setelah itu kemudian diuji pengaruh penggunaan aditif silika pada mortar terhadap seranganH2SO4 dan CH3COOH. Aditif silika yang digunakan yaitu mikrosilika impor dan bubuk silika hasil mechanical milling mineral alam. Sampel yang digunakan berdiameter 0,5 in dan tinggi 5 cm. Sampel mortar ini kemudian diuji kuat patah, kuat tekan, densitas dan porositasnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa komposisi 10% bubuk silika terhadap berat semen merupakan komposisi silika yang optimal untuk memperkuat mortar. Hasil pengujian yang dilakukan juga menunjukkan bahwa bubuk silika memiliki peran yang sama dengan mikrosilika yaitu dapat meningkatkan ketahanan mortar terhadap serangan H2SO4 dan CH3COOH mencapai hampir sekitar 50% dari mortar tanpa penggunaan aditif silika, sehingga bubuk silika ini memiliki peluang untuk menggantikan mikrosilika yang merupakan produk impor.
Pelapisan Thermal Barrier Coating (TBC) NiAl pada Paduan Logam Berbasis Co Toto Sudiro; Anggito Pringgo Tetuko; Kusnandar Kusnandar; Hubby &#039;Izuddin; Kemas Ahmad Zaini Thosin
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.688 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.972

Abstract

Sistem pelapisan material untuk aplikasi temperatur tinggi yang dikenal dengan Thermal Barrier Coating (TBC) telah banyak diaplikasikan pada komponen mesin produksi energi. Sistem ini terdiri atas 4 lapisan: substrat, bondcoat, TGO dan keramik topcoat. Penambahan unsur penguat batas butiran berfungsi untukmeningkatkan ketahanan material terhadap erosi, korosi dan oksidasi sehingga dapat memperpanjang umur pemakaian dan mengurangi biaya operasional. Pada makalah ini akan dibahas pengembangan pelapisan TBC NiAl pada paduan logam berbasis kobalt Co dengan penambahan unsur penguat batas butir menggunakan gabunganmetoda Electro-platting dan Pack-cementation. Hasil pelapisan sebelum dan sesudah tes oksidasi dianalisa dengan SEM, XRD dan EPMA.
Evaluasi Perancangan Sensor Fiber Optik Plastik untuk Pengukuran Stress dan Strain Eni Sugiarti; Resetiana Dwi Desiati; Prabowo Puranto; Edi Tri Astuti; Tomi Budi Waluyo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.783 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.994

Abstract

Sensor strain digunakan untuk mengukur perubahan strain akibat stress pada suatu bahan. Dalam penelitian ini, telah dirancang sensor strain menggunakan fiber optik dari bahan dielektris plastik dengan teknik pencacatan. Teknik yang dipakai adalah untuk melihat perubahan intensitas cahaya yang terdeteksi sebagai akibat daristress yang diterima fiber optik. Pengamatan dalam perancangan sensor fiber optik menggunakan PC mikroskop sehingga struktur permukaan fiber yang kecil dan halus dapat terlihat. Untuk mengetahui besaran strain akibat stress yang terukur dibutuhkan sumber cahaya laser, fotodetektor, rangkaian amplifier, modul akuisisi data (DAQ) dan PC. Evaluasi hasil perancangan sensor dilakukan dengan uji tarik (tensile) fiber optik yang diletakkan pada spesimen menggunakan mesin universal tensile meter (UTM).
Studi Dasar Posibilitas Pemanfaatan Bubuk Silika dari Batuan Alam Lokal LAPINDO sebagai Bahan Tambahan Semen B., Widhya; Suryadi, Suryadi; Firmansyah, W.; Widayatno, Wahyu Bambang; N., Alfian; Amal, M. I.; S.W., Agus; Rochman, Nurul Taufiqu
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.836 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.976

Abstract

Bubuk silika telah diketahui banyak digunakan sebagai bahan penguat beton. Sementara itu, Indonesia kaya akan batuan alam yang mengandung silika. Dewasa ini, Lumpur Lapindo jumlahnya melimpah sekitar 480 hektar yang kandungannya kaya silika. Oleh karena itu, dilakukan studi dasar posibilitas pemanfaatan bubuksilika dari batuan lokal dan Lumpur Lapindo sebagai bahan tambahan semen. Batuan silika dihancurkan selama satu jam dan Lumpur Lapindo dikeringkan juga terlebih dahulu kemudian dihancurkan dengan milling selama satu jam. Bubuk hasil dicampur dengan Semen Gresik dan Semen Tiga Roda dengan substitusi 10% dan 20% terhadap semen, selanjutnya dijadikan adonan semen dengan rasio air 1/3 terhadap total campuran dandicetak dengan bentuk silinder berdiameter 2 cm dan tinggi rata-rata 5 cm. Hasilnya diuji tekan dengan UTM (Universal Test Machine) terhadap usia semen. Hasil uji tekan pada usia 91 hari menunjukkan bahwa semen dengan bubuk silika baik dari campuran sillika Kalimantan Putih dengan komposisi 20% bubuk silika dan 80% semen Gresik dengan penguatan 50%  dibandingkan dengan standar. Sedangkan untuk Lumpur Lapindo dengan penambahan 10% pada Semen Gresik memberikan hasil yang hampir sama dengan standar dan pencampuran Lumpur Lapindo dengan Semen Tiga Roda tidak memberikan hasil yang signikan. Dengan demikian, Lumpur Lapindo dan Batu silika Kalimantan Putih memiliki posibilitas sebagai bahan tambahan Semen Gresik.
Pengaruh Suhu Pertumbuhan terhadap Laju Penumbuhan Kristal Tunggal Garam Rochelle (KNaC6H6O6.4H2O) Thoifah, Thoifah; Ermawati, Frida Ulfah
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.467 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.971

Abstract

Laju penumbuhan kristal dipengaruhi beberapa hal antara lain sifat zat itu sendiri, suhu (larutan dan lingkungan), dan gangguan mekanik. Salah satu suhu larutan yaitu suhu pertumbuhan (Growth Temperature) dan makalah ini berisi tentang pengaruh suhu pertumbuhan terhadap laju penumbuhan kristal tunggal garamRochelle. Suhu pertumbuhan yaitu suhu larutan pada saat kristal tunggal tumbuh. Dalam penelitian ini, digunakan variasi suhu pertumbuhan 25C, 30C, dan 35C dan konsentrasi 0,0046 M. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slow Cooling. Hasil dari penelitian ini yaitu pada suhu 30C mempunyai laju per-tumbuhan yang paling optimum artinya pada suhu tersebut kristal tunggal garam Rochelle dapat tumbuh dengan ukuran yang besar, dan bentuk yang paling sempurna pada waktu yang telah ditentukan (60 jam). Hasil difraksi sinar-X menunjukkan bahwa bahan serbuk dan kristal tunggal garam Rochelle yang ditumbuhkan mempunyai parameter kisi monoklinik, hal ini diketahui setelah nilai d dan 2 dari database dicocokkan dengan data pengukuran dan data perhitungan yang meggunakan rumus parameter kisi monoklinik (a=11,87A , b=14,32A , dan c=6,23, =89,4333).
Implementasi VB 6.0 pada Face Detection Berbasis Image Processing untuk Sistem Identifikasi Millatul Maziyah; Andy Noortjahja
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1349.551 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.995

Abstract

Pengenalan wajah manusia untuk sistem identifikasi dapat dikembangkan dengan menggunakan image processing, yaitu dengan menggunakan sistem warna YCrCb untuk mendeteksi warna kulit, integral projection untuk menentukan lokasi wajah dan edge detection untuk menentukan tepi-tepi dari obyek, kemudian feature extraction untuk mengetahui letak mata dan mulut guna mendapatkan nilai fitur-fitur wajah seperti jarak dekat dan jauh mata, lebar mulut dan jarak mata terhadap mulut. Dari hasil didapatkan nilai rata-rata MSE-noise= 0,7777, MSE-filter = 0,0698 dan SNR = 25,7796 dB untuk filter gaussian blur dengan probabilitas noise 0,05 dan SNR sebelum filter = 14,3406 dB. Prosentase keberhasilan mendeteksi wajah = 98,5%; mendeteksi keseluruhan fitur wajah = 88,75%; dan keberhasilan mengenali wajah = 81,67%.
Efek Aditif 3Al2O3.2SiO2 dan Suhu Sintering terhadap Karakteristik Keramik -Al2O3 Perdamean Sebayang; Anggito Pringgo Tetuko; Deni Shidqi Khaerudini; Muljadi Muljadi; Masno Ginting
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.543 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.977

Abstract

Telah dilbuat keramik corundum (-Al2O3) menggunakan serbuk Al2O3 dan masing-masing ditambah: 10, 15, 20 dan 25% (berat) 3Al2O3.2SiO2, digiling 24 jam, lolos ayakan 200 mesh, dikeringkan 110C, dicetak 50 Mpa, dan disintering pada suhu: 1300, 1400, 1500 dan 1600C. Sebesar 20% aditif 3Al2O3.2SiO2 dan suhu sintering 1600C merupakan kondisi optimum, menghasilkan: densitas = 3,47 g/cm3, porositas = 0,64%, kekerasan (Hv) = 1454 kgf/mm2, kuat patah = 313 MPa, dan koesien ekspansi termal = 6,3 x 10−6 C−1.Corundum (-Al2O3) merupakan fasa dominan, partikelnya bulat, grain size: 0,3-0,8 μm dan minornya adalah mullite (Al2O3.2SiO2), berbentuk jarum, dan grain size: 0,3-3,0 μm.
Pengembangan Thermal Barrier Coating (TBC) NiCrAl pada Logam Paduan Berbasis Ni untuk Komponen Turbin Gas Hubby &#039;Izuddin; Kusnandar Kusnandar; Toto Sudiro; Anggito Pringgo Tetuko; Diah I; Kemas Ahmad Zaini Thosin
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.378 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.973

Abstract

Adanya faktor pengurangan emisi gas dan peningkatan esiensi energi mengakibatkan makin banyaknya masalah kerusakan komponen akibat korosi temperatur tinggi. Sementara ini, bahan yang digunakan untuk pelapisan memiliki kandungan yang berbeda dari substratnya, dan ternyata menimbulkan beberapa masalah seperti terbentuknya topologically closed phase (TCP) yang akan menimbulkan retakan, terjadinya delamination dan terbentuknya permukaan lapisan yang tidak rata. Oleh karena itu, pada penelitian ini dikembangkan TBC NiAl pada substrat berbasis Ni dengan metode gabungan elektroplating dan pack cementation. Penelitian ini terdiri atas deposisi Ni dengan elektroplating dan deposisi Al dengan pack cementation. Setelah itu dilakukan tes oksidasi pada temperatur 1150C. Untuk analisa dan karakterisasi interdifusi elemen lapisan dan substrat dilakukan dengan EPMA.
Pembuatan Model Laser Nd-YAG Gelombang Kontinyu Daya Rendah Muchiar Muchiar
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 2 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.181 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i2.978

Abstract

Telah dibuat sebuah model laser Nd-YAG gelombang kontinyu daya rendah. Laser dioda ( = 805 nm) digunakan sebagai sumber energi pemompanya. Medium aktifnya adalah kristal Nd-YAG, diameter 3 mmdan panjang 5 mm. Sistem laser ini juga meliputi sistem pengkolimasian dan pemfokusan berkas laser dioda. Gelombang emisi kristal Nd-YAG yang dipancarkan diukur dengan Optical Spectrum Analyzer. hasilnya menunjukkan terdapat 10 puncak emisi diantara rentang 1040 hingga 1140 nm, sesuai dengan prediksi teoritis.Pengaturan cermin resonator dengan tepat telah menghasilkan berkas laser dengan panjang gelombang 1064 nm, sesuai dengan harapan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11