cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2015): Ruang" : 8 Documents clear
Upaya Pelestarian Kota Pusaka Kawasan Klampok, Kecamatan Purworejo Klampok, Kabupaten Banjarnegara Nugroho Adi Kurniawan; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.131-140

Abstract

Kawasan Klampok yang pada masa lalu merupakan area pertanian tebu pendukung pabrik-pabrik gula Banyumas kini berada pada transisi pertumbuhan desa – kota menjadi kota, dengan kegiatan perdagangan dan jasa yang semakin bertumbuh.  Sepanjang waktu kira – kira setengah abad sejak tahun 1889 Klampok merupakan kota pabrik gula penting di wilayah Banyumas yang memiliki lahan pertanian tebu yang sangat luas dan mencakup Purwonegoro, Mandiraja, Klampok, Susukan, Somagede hingga selatan Banyumas. Kini kehidupan kawasan Klampok lebih didominasi oleh persawahan yang didukung oleh jaringan irigasi tersier serta kawasan komersil pengrajin keramik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, analisis yang digunakan yaitu análisis kondisi eksisting yang dilihat dari sejarah perekembangan kawasan, analisis eksistensi Kota Pusaka Kawasan Klampok baik dikaji secara fisik dan non fisik dan analisis upaya pelestarian kota pusaka dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif untuk menentukan upaya – upaya pelestarian yang tepat dalam melestarikan kota pusaka di kawasan Klampok. Output penelitian berupa upaya yang sesuai dalam melestarikan Kota Pusaka Kawasan Klampok. Hasil penilaian menggunakan skala likert didapat upaya pelestarian yang sesuai untuk Kota Pusaka Kawasan Klampok yaitu rehabilitasi Kawasan. 
Pengaruh Perkembangan Kawasan Komersial Terhadap Perubahan Permukiman di Kelurahan Kembangsari Kota Semarang Jurike Winarendri; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.91-100

Abstract

Pertumbuhan ekonomi mendorong peningkatan kegiatan perdagangan dan jasa sehingga dapat menarik investor untuk mengembangkan bisnis properti di pusat perkotaan. Kelurahan Kembangsari merupakan kawasan permukiman yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan komersial. Kegiatan komersial yang tinggi mendesak perubahan kawasan permukiman dan mendorong fungsi permukiman menjadi komersial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perkembangan kawasan komersial terhadap perubahan permukiman dengan mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik penduduk, perkembangan aktivitas pendukung, perubahan perubahan bentuk dan fungsi bangunan rumah serta menganalisis perubahan prasarana lingkungan jalan di Kelurahan Kembangsari. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif dan pemetaan. Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat keterkaitan kecil antara perkembangan komersial terhadap penduduk. Aktivitas pendukung memiliki peran untuk mencari nafkah,  mendukung kegiatan komersial, menyediakan pelayanan bagi masyarakat. Tingkat perubahan bentuk dan fungsi bangunan rumah tergantung pada kedekatan dengan bangunan komersial dan tingkat kesejahteraan penduduk. Selain itu, perkembangan komersial mendorong peningkatan prasarana lingkungan. Secara keseluruhan, perkembangan komersial mempengaruhi sisi eksternal dan internal permukiman dan berpotensi membawa perubahan yang lebih besar pada Kelurahan Kembangsari. 
Persepsi Masyarakat Terhadap Lokasi Rencana Pembangunan Simpang Lima Kedua Di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang Retno Sari Dewi; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.141-150

Abstract

Rencana pembangunan Simpang Lima Kedua merupakan sebuah rencana pembangunan ruang publik baru yang bertujuan untuk memecah konsentrasi kepadatan yang terdapat di pusat kota. Namun, jalan yang menjadi lokasi rencana Simpang Lima Kedua merupakan jalan yang cukup padat pada kondisi eksisting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi masyarakat terkait rencana pembangunan Simpang Lima Kedua sebagai ruang publik dan pusat pertumbuhan baru kota, khususnya dampak yang dapat ditimbulkan jika pembangunan tersebut telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu, rencana pembangunan tersebut juga dikaji berdasarkan dampak-dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti gangguan keamanan, kenyamanan, dan kemacetan sehingga akan terlihat apakah dampak tersebut lebih menguntungkan atau merugikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif. Dari hasil analisis yang dilakukan, sebagian besar masyarakat merasa setuju dengan adanya pembangunan Simpang Lima Kedua. Selain itu, gangguan keamanan dan kenyamanan tidak akan terlalu dirasakan. Sedangkan, dampak berupa gangguan kemacetan akibat adanya ruang publik tersebut akan dirasakan. Namun, jika pembangunan tersebut disertai dengan penataan lingkungan di sekitarnya maka gangguan kemacetan tersebut dapat diatasi.  
Penyediaan Hutan Kota dan Taman Kota sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Menurut Preferensi Masyarakat di Kawasan Pusat Kota Tangerang Nadia Imansari; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.101-110

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) khususnya di wilayah perkotaan memiliki fungsi yang penting diantaranya terkait aspek ekologi, sosial budaya, dan estetika. Adapun dalam penyediaannya, haruslah memenuhi kriteria ruang publik yang ideal seperti lokasi yang mudah dijangkau, nyaman, dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Masih kurangnya ketersediaan jumlah RTH publik khususnya hutan kota dan taman kota pada kawasan pusat kota Tangerang sedikit banyak mempengaruhi fungsi hutan kota dan taman kota tersebut sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik. Di samping itu, kondisi hutan kota dan taman kota eksisting pun dapat dikatakan sepi dari pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fungsi dan kriteria penyediaan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik pada hutan kota dan taman kota serta memberikan rekomendasi dalam peningkatan kualitas hutan kota dan taman kota sebagai ruang terbuka hijau (RTH) publik berdasarkan preferensi masyarakat. Jenis pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sementara itu, proses analisis data yang dilakukan membutuhkan fakta yang berhubungan dengan fenomena aktual di hutan kota dan taman kota sebagai RTH publik kawasan pusat kota Tangerang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan hasil bahwa masyarakat menginginkan RTH publik yang berfungsi sebagai peneduh dan paru-paru kota, juga ingin adanya RTH publik yang dapat menjadi pusat interaksi dan komunikasi masyarakat serta sarana rekreasi. Selain itu, masyarakat memilih RTH publik yang dapat memberikan kenyamanan misalnya dengan menyediakan fasilitas yang memadai.  
Perancangan Ruang Fisik Kawasan Stasiun Tawang yang Terintegrasi dengan Angkutan Umum Kota Semarang Aryowibowo Nurprilianto Nugroho; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.121-130

Abstract

Sektor perhubungan dan pengangkutan khususnya transportasi angkutan rel merupakan salah satu sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan mobilisasi masyarakat di Kota Semarang. Kegiatan transportasi angkutan rel terus meningkat, ditandai dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi di Stasiun Tawang mencapai 43.352 orang di bulan Maret tahun 2014. Jumlah rata-rata pengunjung tiap harinya mencapai 1068 penumpang dengan presentase 26% hingga 52%-nya menggunakan angkutan umum untuk mengakses Stasiun Tawang. Namun, kondisi Stasiun Tawang saat ini belum mampu menjadi sebuah lokasi simpul perpindahan dan pertukaran moda serta pusat koneksi angkutan umum perkotaan yang terstruktur dan sistematis. Jika tantangan tersebut tidak dapat terselesaikan, maka akan berdampak pada penurunan kinerja aktivitas perkeretaapian dari Stasiun Tawang. Tujuan dari perencanaan ini adalah terciptanya rekomendasi rancangan Kawasan Stasiun Tawang di Kota Lama Semarang yang sustainable dan dapat memecahkan permasalahan yang ada serta terus berkembang dalam mengakomodir kebutuhan masyarakat Semarang dan sekitarnya di sektor transportasi. Metode yang digunakan di dalam perencanaan ini adalah deskriptif kualitatif dengan penggunaan wawancara pada narasumber dari pihak terkait. Melalui tahapan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil berupa pembagian fungsi kawasan ke dalam beberapa sektor yaitu perhubungan dan pengangkutan, perdagangan dan jasa, serta rekreasi dan pelayanan umum. Masing-masing fungsi direncanakan dalam bentuk rancangan ruang dengan ketentuan standar pelayanan minimum. Sehingga tersusun rekomendasi rancangan dari Kawasan Stasiun Tawang yang berfokus pada penyelesaian masalah integrasi terhadap angkutan umum Kota Semarang. 
Persepsi Pengguna Terhadap Jalur Pejalan Kaki Jalan Pemuda Kota Magelang Lina Nurul Ikhsani; Parfi Khadiyanta
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.111-120

Abstract

: Jalur pejalan kaki Jalan Pemuda merupakan jalur pejalan kaki yang menjadi titik awal pengembangan jalur pejalan kaki di Kota Magelang dalam rangka pengembangan Kota Hijau di Indonesia. Oleh karena hal tersebut jalur pejalan kaki Jalan Pemuda diharapkan dapat melayani sesuai dengan keinginan pengguna. Sehingga selanjutnya diharapkan pula jalur pejalan kaki Jalan Pemuda dapat menjadi acuan bagi Kota Magelang untuk dapat mengembangkan jalur pejalan kaki di wilayahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang kondisi pada jalur pejalan kaki Jalan Pemuda Kota Magelang. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Kegiatan pengumpulan data dilakukan menggunakan 4 cara yaitu wawancara, kuesioner, observasi dan telaah dokumen. Kegiatan wawancara dan observasi dilakukan secara tidak terstruktur untuk mengetahui beberapa kondisi umum wilayah. Kemudian kuesioner dilakukan menggunakan kuesioner tertutup dengan metode accidental systematic sampling yang membutuhkan responden berjumlah 108 orang. Kegiatan analisis data dilakukan dengan metode analisis distribusi frekuensi. Setelah dilakukan analisis menggunakan distribusi frekuensi, juga dilakukan analisis menggunakan analisis tabulasi silang. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukkan kondisi fisik jalur pejalan kaki saat ini dalam keadaan baik dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk pengadaan jalur pejalan kaki di wilayah Kota Magelang dengan catatan untuk perbaikan pada beberapa hal yang masih dianggap kurang. Aspek yang dianggap kurang di jalur pejalan kaki Jalan Pemuda Kota Magelang adalah kesesuaiannya untuk pengguna dengan kebutuhan khusus perlu dilakukan perbaikan terkait hal tersebut. 
Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Jalan Kartini, Semarang Retno Widjajanti
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.151-160

Abstract

Dewasa ini, pertumbuhan PKL semakin tinggi terutama di daerah fungsional Kota Semarang. PKL masih dipandang sebagai hambatan lalu lintas dan penyebab degradasi kota. Kebijakan pemerintah terhadap PKL ditemukan tampaknya sama dari satu kota ke kota lain. Hal ini jauh dari reaksi pragmatis terhadap masalah PKL. Sebenarnya, esensi masalah tersebut adalah karena tidak ada referensi yang tepat dan rinci terhadap lokasi PKL. Hanya ada tindakan penentukan lokasi PKL yang benar-benar mempertimbangkan karakteristik PKL di setiap area fungsional, terutama pada kawasan perdagangan yang terletak di Jalan Kartini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik aktivitas PKL di Jalan Kartini. Ruang aktivitas PKL menjadi penyebab dan akibat dari PKL memilih lokasi berjualan untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada akhirnya, artikel ini yang juga mewakili hasil penelitian, PKL di kawasan perdagangan berada di dekat tempat tinggal, pertokoan dan perkantoran. Hal tersebut membuat lokasi ini tinggi untuk dikunjungi.
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dan Pola Pergerakan Pengguna Sepeda Di Kampung Melayu Semarang Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 1, No 3 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.3.161-170

Abstract

Masalah transportasi yang dialami kota-kota besar di Indonesia saat ini adalah semakin tingginya penggunaan kendaraan motorized dan penurunan pemanfaatan kendaraan non-motorized seperti sepeda. Semarang menjadi salah satu kota yang mengalami permasalahan transportasi tersebut. Padahal penggunaan kendaraan non-motorized (NMT) seperti sepeda justru menawarkan upaya menangangi permasalahan transportasi (Susantono, 2009). Keberadaan penggunaan sepeda untuk bekerja yang ada di Kampung Melayu Kota Semarang menjadi salah satu upaya menangani permasalahan transportasi ditengah tingginya penggunaan kendaraan motorized di Semarang. Hal inilah yang sebaiknya tetap dipertahankan dan diperhatikan keberlanjutannya agar dapat mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Keberadaan pengguna sepeda yang menarik penulis mengangkat penelitian dengan pertanyaan penelitian yaitu apa yang mempengaruhi hubungan antara karakteristik sosial ekonomi dan pola pergerakan pengguna sepeda di Kampung Melayu?. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8