cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 4 (2015): Ruang" : 15 Documents clear
Evaluasi Rumah Susun Pekunden Berdasarkan Kaidah Layak Huni dan Berkelanjutan Kariza Dewi Wiryanti; Iwan Rudiarto
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.241-250

Abstract

Pertumbuhan penduduk di perkotaan yang semakin meningkat serta lahan yang terbatas membuat pembangunan Rumah Susun (Rusun) menjadi program andalan dalam pengentasan permukiman kumuh di kota. Hal ini lah yang juga dilakukan Pemerintah Kota Semarang dalam mengentaskan permukiman kumuh di Kelurahan Pekunden Kecamatan Semarang Tengah. Rusun Pekunden merupakan salah satu rusun yang dimiliki pemkot dan sudah berdiri 23 tahun silam dengan sistem kompensasi milik bagi penghuni asli permukiman dan selebihnya adalah sewa. Namun, sistem kepemilikan hunian yang tidak jelas dan kondisi fisik rusun yang menghawatirkan, mengindikasikan bahwa rusun tersebut tidak sesuai dengan kaidah hunian layak huni dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi Rusun Pekunden berdasarkan kaidah layak huni dan berkelanjutan. Metode yang dilakukan adalah metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif. Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam evaluasi ini adalah aspek fisik dan lingkungan, sosial dan ekonomi serta tenure security. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Susun Pekunden saat ini tidak layak huni dan tidak berkelanjutan. Hal ini dilihat dari aspek fisik lingkungan yang masih berada di bawah garis ideal begitu juga dengan aspek sosial ekonomi dan tenure security. Aspek dengan nilai terendah pada evaluasi ini adalah aspek tenure security. Aspek ini lah yang kemudian perlu perhatian lebih dalam permasalahan di rusun ini. 
Arahan Penataan Kampung Nelayan Kejawan Lor Dengan Konsep Livable Settlement Pantai Kenjeran, Surabaya Fadhilah Mifta Firdaus; Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.201-210

Abstract

Livable settlement merupakan konsep pengembangan dan perancangan yang memiliki dua aspek penting sebagai acuan dasar yaitu penyediaan matapencaharian bagi masyarakat sekitar serta pemeliharaan kualitas dan keberlanjutan suatu lingkungan permukiman. Tujuan dari penelitian ini difokuskan pada arahan penataan permukiman kampung nelayan Kejawan Lor di Pantai Kenjeran Surabaya yang memiliki permasalahan yaitu lingkungan permukiman yang identik dengan kekumuhan, banjir rob, minimnya keberadaan open space, dan permasalahan sampah. Permasalahan-permasalahan tersebut makin membuat kejenuhan di lingkungan tempat tinggal penduduk kampung nelayan Kejawan Lor sehingga perlu untuk diterapkan konsep livable settlement. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif, serta teknik sampling yaitu purposive sampling. Kegiatan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 10 analisis yaitu antara lain analisis pengguna dan aktivitas, analisis kebutuhan ruang, analisis AHP, dan lain-lain.Hasil dari identifikasi dan analisisarahan penataan (UDGL) permukiman nelayan Kejawan Lor berdasarkan 6 indikator livable settlement yaitu kemudahan aksesibilitas, keberadaan perumahan yang terjangkau, peningkatan perekonomian, mendukung komunitas nelayan, sinkronisasi dengan kebijakan RDTRK Tambak Wedi tahun 2010, serta peningkatkan kualitas lingkungan den. Penataan permukiman nelayan yang baik nantinya mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan pesisir yang berimplikasi pada produktifitas nelayan Kejawan Lor.
Kajian Karakteristik Sampah PKL Di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang Eko Dwi Cahyo Januarto; Wakhidah Kurniawati; Widjanarko Widjanarko
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.%v.%i.113.%p

Abstract

Meningkatnya pertumbuhan PKL di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang dikarenakan terbukanya peluang untuk beraktifitas dan menggunakan lahan yang ada disana. Pertumbuhan PKL tersebut menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu permasalahan sampah PKL. Dari permasalahan tersebut diperlukan penelitian tentang kajian karakteristik sampah PKL di Kawasan Pendidikan Universitas Diponegoro Tembalang dengan tujuan untuk menemukan karakteristik sampah PKL, karakteristik lokasi pembuangan sampah PKL, dan proses pengumpulan sampah PKL. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan  teknik primer pengumpulan data melalui kuisioner, observasi dan dokumentasi. teknik sekunder dilakukan dengan pengumpulan data dari instansi dan literatur terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu karakteristik sampah PKL Di kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang didominasi oleh sampah organik. Jika dilihat dari lokasi pembuangan sampah PKL, maka dapat disimpulkan bahwa masih ada sebagian kecil PKL yang membuang sampah di pinggir jalan raya. Hal ini disebabkan masih kurangnya tempat-tempat sampah yang disediakan oleh dinas kebersihan.Meningkatnya pertumbuhan PKL di Kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang dikarenakan terbukanya peluang untuk beraktifitas dan menggunakan lahan yang ada disana. Pertumbuhan PKL tersebut menimbulkan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu permasalahan sampah PKL. Dari permasalahan tersebut diperlukan penelitian tentang kajian karakteristik sampah PKL di Kawasan Pendidikan Universitas Diponegoro Tembalang dengan tujuan untuk menemukan karakteristik sampah PKL, karakteristik lokasi pembuangan sampah PKL, dan proses pengumpulan sampah PKL. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik yaitu dengan  teknik primer pengumpulan data melalui kuisioner, observasi dan dokumentasi. teknik sekunder dilakukan dengan pengumpulan data dari instansi dan literatur terkait. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu karakteristik sampah PKL Di kawasan Pendidikan UNDIP Tembalang didominasi oleh sampah organik. Jika dilihat dari lokasi pembuangan sampah PKL, maka dapat disimpulkan bahwa masih ada sebagian kecil PKL yang membuang sampah di pinggir jalan raya. Hal ini disebabkan masih kurangnya tempat-tempat sampah yang disediakan oleh dinas kebersihan.
Kajian Perkembangan Penggunaan Lahan Permukiman di Koridor Semarang Timur Iwan Rudiarto; Rizqy Ridho Prakasa; Kariza Dewi Wiryanti; Renni Maharani Putri; Dinda Kholivia Masykuroh
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.281-290

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tinggi menuntut pemerintah untuk menyediakan kebutuhan akan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat serta dilengkapi fasilitas pelayanan umum. Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam pemilihan rumah. Rumah yang berada di pusat kota memudahkan bagi penghuni untuk melakukan aktiftas sehari-hari dengan meminimalisir biaya transportasi. Saat ini ketersediaan lahan di pusat kota tidak mampu memenuhi perkembangan perumahan. Fenomena ini membuat perkembangan perumahan bergeser ke daerah pinggiran. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji perkembangan penggunaan lahan permukiman di daerah pinggiran koridor Semarang Timur. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan pemodelan spasial yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Perkembangan Penggunaan Lahan Permukiman pada tahun 2002, 2006 dan 2011 menunjukkan bahwa lahan permukiman semakin berkembang. Jika dilihat pada arah perkembangan yang terjadi, pemusatan permukiman cenderung semakin padat kearah perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Begitu juga dengan arah kepadatan penduduk yang cenderung berkembang kearah pinggiran tersebut. 
Hubungan Ketersediaan RTH Sebagai Resapan Air Dengan Dampak Perubahan Iklim (Studi Kasus: Kelurahan Bandarharjo) Tengku Ahmad Fauzan; Mussadun Mussadun
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.211-220

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang penting tetapi rentan (vulnerable) terhadap gangguan. Salah satu bencana yang terjadi adalah perubahan iklim, sebuah fenomena global karena penyebabnya bersifat global, disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia. Selain itu, dampaknya juga bersifat global, dirasakan oleh seluruh mahluk hidup di berbagai belahan dunia. Keberadaan Ruang Terbuka Hijau di wilayah pesisir sangat diperlukan. Jika dilihat berdasarkan fungsi dan manfaatnya. Namun pada wilayah studi Kelurahan Bandarharjo memiliki ketersediaan RTH yang sangat minim. Padahal RTH memiliki empat fungsi, yaitu: bio-ekologi, social- ekonomi dan estetika dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan dan keberlanjutan kota. Melihat kenyataan tersebut, maka studi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan ketersediaan RTH sebagai resapan air dengan dampak perubahan iklim di kawasan pesisir. Proses kajian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, telaah dokumen dan observasi lapangan secara langsung. Setelah itu data diolah dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis korelasi Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH di Kelurahan Bandarharjo sangat minim karena luas area yang sangat padat, sehingga tidak ada ruang untuk diisi oleh penghijauan. Kemudian akibat masalah perubahan iklim menimbulkan beberapa dampak di Kelurahan Bandarharjo, yaitu: bencana banjir dan rob, yang menimbulkan kerusakan bangunan, dan kerugian dari segi fisik dan ekonomi.
Identifikasi Pengaruh Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sektor Unggulan Dan Perekonomian Di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah Thendy Raya Purba; Fitri Yusman; Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.%v.%i.114.%p

Abstract

Kabupaten Sukamara berdiri pada tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Pertumbuhan perekonomian disuatu wilayah dapat dipicu oleh keberadaan suatu investasi, karena investasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah serta pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat dari keberhasilan pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan dan perekonomian di Kabupaten Sukamara. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan menggunakan analisis yaitu analisis statistik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa bentuk pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap sektor unggulan,dapat dilihat dalam peningkatan kontribusi sub sektor perkebunan terhadap nilai tambah sektor pertanian yang merupakan sektor unggulan. Pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap pendapatan daerah, dapat dilihat dari adanya perjanjian antara pemerintah daerah dan perusahaan mengenai pajak/sumbangan dari perusahaan terhadap pendapatan daerah, serta pengaruh perusahaan perkebunan kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat, dapat dilihat dari adanya peningkatan pendapatan masyarakat dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di Kabupaten Sukamara.
Penataan Taman Tirto Agung sebagai Ruang Publik di Kecamatan Banyumanik Semarang Aulia Finti Alda; Nurini Nurini
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.171-180

Abstract

Taman sebagai ruang publik harus memenuhi standar yang baik terutama dalam hal perancangan kota dan ketersedian fasilitas. Penyediaan fasilitas tersebut juga perlu disesuaikan terhadap jenis taman dan peninjauan terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam hal ini, analisis yang dilakukan bertujuan untuk melakukan penataan taman yaitu dengan menggunakan metode kuantitaf dengan teknik analisa deskriptif. Teknik tersebut berdasarkan pada aspek pengukuran secara objektif terhadap fenomena sosial. Metode analisis yang digunakan untuk mengolah data yaitu analisis karakteristik pengunjung, aspek pendukung taman, serta analisis perancangaan. Selain itu, data yang perlu diperhatikan yaitu tentang jenis fasilitas publik yang relevan, serta data mengenai persepsi masyarakat akan kebutuhan ruang publik. Rencana konsep penataan yang akan diterapkan pada taman Tirto Agung ini yaitu “Banyumanik Green Park”. Konsep tersebut menjelaskan tentang suatu taman di Banyumanik yang mempertimbangkan aspek hijau/ lingkungan. Dalam kegiatan penataan pada taman Tirto Agung  ini, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terkait fungsi ekologi, fungsi estetika, fungsi kesehatan, fungsi rekreasi dan fungsi ekonomi dari ruang terbuka hijau, sehingga taman ini dapat digunakan sebagai wadah bagi aktivitas masyarakat kota yang dapat dinikmati oleh semua kelompok umur dengan penataan lansekap yang dapat meningkatkan nilai estetika dari suatu kawasan taman.
Manajemen Pembangunan Fasilitas Rekreasi Pada Kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Semarang Addini Ayu Tresiana; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.221-230

Abstract

Kolam retensi yang saat ini telah dibangun pada Kelurahan muktiharjo Kidul, Semarang seringkali dikunjungi masyarakat untuk sekedar mengisi waktu luang dengan bercengkrama disekitar kolam, meskipun tidak terdapat fasilitas penunjang untuk pengunjung. Perencanaan fasilitas rekreasi pada kolam retensi perlu dilakukan supaya pengembangan aktivitas dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menggangu kinerja kolam retensi dalam mengatasi banjir. Rencana tersebut berupa rancangan fasilitas rekreasi yang akan dibangun dari segi fisik serta pembiayaan, sebagai rekomendasi rencana pembangunan bagi pemerintah. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dalam analisis perhitungan pembiayaan pembangunan dan kelayakan ekonomi dengan pendekatan kualitatif karena observasi dilakukan secara naturalistik. Pengamatan pada wilayah studi dilakukan hanya dengan mengamati kondisi lingkungan sekitar yang tidak terkuantifikasi. Hasil akhir dari penelitian adalah rekomendasi yang ditujukan untuk pemerintah dalam perencanaan kolam retensi khususnya manajemen pengembangan untuk membangun fasilitas rekreasi. Konsep manajemen pembangunan yang disusun berupa analisis kelayakan ekonomi, perhitungan pembiayaan pembangunan dan bentuk kerjasama pemerintah-swasta yang sesuai pada fasilitas rekreasi.
Pengaruh Bencana Banjir dan Rob Terhadap Ketahanan Ekonomi Kawasan Perdagangan Johar di Kota Semarang Wakhidah Kurniawati; Djoko Suwandono
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.271-280

Abstract

Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. Kota Semarang merupakan daerah pantai atau daerah pesisir yang terletak di dataran rendah, dan dialiri beberapa sungai penting, seperti Kali Semarang, Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur, serta sungai-sungai yang lain. Sejak jaman pendudukan Belanda, banjir sudah menjadi fenomena alam dan bencana tahunan di Kota Semarang. Banjir genangan dan banjir pasang air laut, menggenangi bagian utara dan bagian tengah Kota Semarang, termasuk Kawasan Perdagangan Johar Semarang. Kawasan perdagangan Johar Semarang merupakan pusat perdagangan regional yang mendapat ancaman banjir dan rob setiap tahunnya. Ancaman banjir dan rob ini akan sangat mempengaruhi kebertahanan aspek ekonomi kawasan yang ada sebagai pusat komersial dan jasa. Tidak bagusnya infrastruktur kawasan serta penurunan muka tanah juga memberi pengaruh terhadap kontinuitas banjir dan rob ini. Kondisi kawasan yang semakin kumuh, tenggelam, dan mengalami degradasi fisik visual menjadi alasan untuk ditinggalkan. Bangunan konservasi menjadi rusak, dan kawasan  semakin kehilangan identitasnya. Untuk itulah, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi dan masalah kawasan rawan banjir di Semarang , ditinjau dari aspek fisik dan non fisik. Dari pemetaan potensi dan masalah kawasan rawan banjir dan analisis pendukung lain, diharapkan bisa disusun dari model pengaruh banjir dan rob  terhadap kebertahanan aspek ekonomi kawasan. 
Pemanfaatan Ruang Bersama di Rusunawa Kaligawe, Semarang Zuyyina Laksita Dewi; Nany Yuliastuti
Ruang Vol 1, No 4 (2015): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.1.4.181-190

Abstract

Rusunawa Kaligawe merupakan salah satu hunian vertikal yang dibangun di  wilayah timur Kota Semarang. Perubahan pola permukiman dari horisontal (kampung) ke arah vertikal (rumah susun) membatasi pergerakan masyarakat dalam bersosialisasi. Rumah susun sebagai bentukan baru dari hunian seharusnya dapat mengakomodasi kebutuhan sosial masyarakat yaitu untuk berkumpul dan berinteraksi dengan sesama. Ruang publikdi dalam suatu hunian rumah susun seharusnya yang dapat menampung pergaulan masyarakat sehingga meningkatkan kebersamaan di antara penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan ruang-ruang bersama yang ada di Rusunawa Kaligawe sebagai wadah interaksi sosial dan faktor apa sajakah yang mempengaruhi pemanfaatan ruang-ruang bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis faktor dengan sampel 126 unit rumah tangga. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis dekriptif komparatif. Pola pemanfaatan ruang bersama menunjukkan bahwa ruang yang dekat dengan hunian warga, seperti selasar depan hunian (koridor) lebih sering dikunjungi dan digunakan untuk berinteraksi sedangkan ruang bersama yang terletak di lantai dasar kurang diminati. Pemanfaatan ruang bersama di Rusunawa Kaligawe tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik ruang, tetapi juga faktor nonfisik yaitu karakteristik masyarakat sebagai pengguna dari ruang tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 15