cover
Contact Name
Yayan Hendrayana
Contact Email
yayan.hendrayana@uniku.ac.id
Phone
+6281324088139
Journal Mail Official
admin_wanaraksa@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl.Cut Nyak Dhien No.36 A, Cijoho, Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan.
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Wana Raksa
Published by Universitas Kuningan
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Wanaraksa (Jurnal Kehutanan dan Lingkungan) merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Kehutanan di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Universitas Kuningan. Lingkup cakupan jurnal Wanaraksa yaitu berbagai topik dalam bidang diantaranya: 1. Kehutanan Manajemen Hutan Budidaya Hutan Eknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan, Silvikultur, Aspek Sosial Ekonomi Kehutanan. 2. Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
POTENSI PAKAN DAN HABITAT ELANG JAWA (Nisaetus bartelsi Stresemann, 1924) DI BUKIT MAYANA KECAMATAN KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN Alfin Muhamad Alfiyasin; Toto Supartono; Nurdin Nurdin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4533

Abstract

Elang jawa (Nisaetus bartelsi Stresemann, 1924) merupakan satwa liar endemik Jawa. Saat ini dilindungi perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa. Elang jawa memiliki status konservasi terancam punah (endengered) oleh IUCN Red list dan termasuk dalam CITES Apendik II. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pakan yang dimangsa oleh elang jawa yang meliputi keanekaragaman jenis dan kepadatannya serta sumberdaya habitat bagi kehidupan elang jawa. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Bukit Mayana Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan, selama 3 bulan yaitu bulan Juli-Agustus 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk jenis burung yaitu point count atau IPA, untuk jenis mamalia yaitu transek garis (line transect) dan untuk jenis reptil yaitu Visual Encounter survey (VES). Berdasarkan hasil analisis potensi mangsa elang jawa di Kawasan Bukit Mayana Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan teridentifikasi 9 jenis burung, 5 jenis mamalia dan 3 jenis reptil. Dilakukan analisis vegetasi untuk mengetahui habitat elang jawa dengan menggunakan metode garis berpetak di jalur inventarisai mangsa elang jawa. Hasil analisis vegetasi di Kawasan Bukit Mayana ditemukan 43 jenis, vegetasi tingkat tiang 22 jenis dan untuk tingkat pohon 39 jenis.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN LELES TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Amellya Clanandika; Yayan Hendrayana; Nurdin Nurdin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4539

Abstract

Wisata Alam Bumi Perkemahan Leles TNGC dikelola secara swadaya dalam kelompok Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC). Pada tahun 2017 mengalami penurunan jumlah pengunjung sehingga perlu mengetahui potensi yang dimiliki dan menyusun strategi pengembangan untuk meningkatkan minat pengunjung. Peneilitian dilaksanakan di kawasan Obyek Wisata Alam Bumi Perkemahan Leles Taman Nasional Gunung Ciremai. Metode yang digunakan untuk mengetahui potensi adalah metode eksploratif sedangkan untuk menyusun strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT, dimana analisis SWOT mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, memetakan posisi pengembangan dan membuat strategi pengembangan dengan matriks SWOT. Potensi yang dimiliki Bumi Perkemahan Leles yaitu keindahan alam, Curug Leles, Taman Air Terjun, Camping Ground, Tenjo Gunung serta Flora dan Fauna. Strategi pengembangan yang diterapkan yaitu dengan cara mengembangkan semua potensi-potensi yang dimiliki bekerjasama dengan masyarakat sekitar dengan merancang design yang unik serta menumbuhkan dan meningkatkan sadar konservasi melalui pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat, pengelola dan pengunjung serta tetap mempertahankan daya tarik kawasan wisata yang khas dengan melestarikannya, contohnya pohon Leles (Ficus glandulifera). Kawasan wisata alam Bumi Perkemahan Leles bisa dijadikan sebagai wisata pendidikan untuk pelajar yang berkunjung dengan menambah pengetahuan pelajar mengenai jenis satwa dan tumbuhan. Memelihara fasilitas yang ada agar bisa digunakan untuk jangka panjang serta untuk kenyamanan pengunjung. Kata Kunci : Analisis SWOT; Strategi pengembangan; Bumi Perkemahan Leles TNGC.
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM BUMI PERKEMAHAN IPUKAN TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI Eki Rusmana; Nina Herlina; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4540

Abstract

Kawasan konservasi yang dimanfaatkan untuk kepentingan wisata alam, salah satunya adalah Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Ipukan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai objek wisata alam dan menjadi destinasi wisata yang menawarkan kesejukan dan keasrian udara khas pegunungan. Ipukan sangat cocok untuk aktifitas alam seperti berkemah, tracking, penelitian, pengamatan flora dan fauna. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata serta  menentukan strategi pengembangan ekowisata di kawasan Obyek Wisata Alam Bumi Perkemahan Ipukan Taman Nasional Gunung Ciremai.  Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dengan menghitung bobot dan rating dari EFAS dan IFAS. Buper Ipukan memiliki potensi wisata yang menarik bagi pengunjung seperti: bentang alam, flora dan fauna. Hasil analisis SWOT bahwa potensi wisata alam bumi perkemahan ipukan yang dapat dijadikan daya tarik wisata berupa bentang alam, flora dan fauna. Berdasarkan faktor internal dan eksternal, strategi paling utama untuk diterapkan dalam pengembangan Obyek Wisata Alam Bumi Perkemahan Ipukan adalah strategi menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang (Strengths-Oportunities), yaitu dengan tetap mempertahankan kualitas estetika, meningkatkan sarana dan prasarana serta pelayanan dengan tetap mempertahankan aspek kelestarian dan melakukan promosi wisata secara optimal. Salah satu alternatif pengembangan Obyek Wisata Alam Ipukan adalah memperbaiki aksesibilitas, melakukan kerjasama dengan intansi lain dan penambahan sarana wisata.Kata kunci : analisis SWOT; potensi wisata; ipukan; taman nasional 
PERDAGANGAN SATWA LIAR JENIS KUKANG (Nycticebus sp) DI PASAR HEWAN PLERED KECAMATAN WERU KABUPATEN CIREBON Erni Nuraeni; Toto Supartono; Deni Deni
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4541

Abstract

Perdagangan satwa liar ilegal merupakan ancaman serius terhadap pelestarian satwa liar di Indonesia. Kukang adalah salah satu primata yang paling banyak diperdagangkan baik di pasar tradisional dan pasar online (cyber market). Masuknya kukang di Appendix I dari Konvensi Perdagangan yang Terancam Punah (CITES), menurut IUCN kukang dikategorikan sebagai Terancam Kritis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data menggunakan observasi, investigasi, literatur, wawancara berbagai pihak terkait perdagangan satwa liar. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada aktivitas perdagangan spesies kukang liar yang terjadi di pasar hewan Plered. Motif pedagang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, fasilitas dan infrastruktur yang memadai, dan promosi oleh komunitas pecinta hewan melalui media sosial. Pola perdagangan satwa liar yang dilindungi melalui pemburu, pengepul, pedagang dan pembeli. Penegakan hukum di Indonesia tentang perdagangan satwa liar tercantum dalam Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pelestarian Spesies Tanaman dan Satwa dan Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah yaitu pendekatan dan pengawasan pemerintah untuk mengendalikan pembelian hewan. Memperkuat pelaksanaan pengamanan peraturan dan penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran. Kata kunci: perdagangan satwa liar; kukang; hewan yang dilindungi; terancam punah
WILAYAH JELAJAH DAN AKTIVITAS HARIAN ELANG JAWA (Nisaetus bartelsi STRESEMANN, 1924) DI BUKIT MAYANA KECAMATAN KADUGEDE, KABUPATEN KUNINGAN Opik Rahmadiana; Toto Supartono; Iing Nasihin
Wanaraksa Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/wanaraksa.v12i1.4542

Abstract

Abstrak : Elang jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan jenis raptor dengan penyebaran terbatas (endemik). Elang jawa dilindungi oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.92 tahun 2018 dan termasuk kategori endangered menurut IUCN Redlist (2017). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui wilayah jelajah elang jawa dan aktivitas hariannya. Penelitian dilaksanakan di Bukit Mayana Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan selama 4 bulan dari Desember 2017 sampai Maret 2018. Metode yang digunakan yaitu Cooperative Method dan Focal Animal Sampling. Analisis wilayah jelajah menggunakan Minimum Convex Polygon dan Kernel Density Estimation dan analisis deskriptif untuk aktivitas harian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis didapatkan wilayah jelajah elang jawa dengan MCP individu Maya dan Yana masing-masing seluas 79.8 ha dan 189.9 serta KDE seluas 118.6 ha dan 180.6 ha. Aktivitas harian elang jawa di bukit Mayana yang paling banyak terlihat adalah terbang dengan presentase 79% sedangkan ketika tengger hanya sebesar 21%. Intensitas terbang paling tinggi mulai dari jam 09:00-11:30.Kata Kunci: Aktivitas harian, Wilayah jelajah, kernel density estimation, , Nisaetus bartelsi

Page 1 of 1 | Total Record : 5