cover
Contact Name
Agus Chalid
Contact Email
gulid.p@gmail.com
Phone
+6285220013654
Journal Mail Official
gmhc.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Global Medical and Health Communication
ISSN : 23019123     EISSN : 24605441     DOI : https://doi.org/10.29313/gmhc
Core Subject : Health, Science,
Global Medical and Health Communication is a journal that publishes research articles on medical and health published every 4 (four) months (April, August, and December). Articles are original research that needs to be disseminated and written in English. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields of anesthesiology and intensive care, biochemistry, biomolecular, cardiovascular, child health, dentistry, dermatology and venerology, endocrinology, environmental health, epidemiology, geriatric, hematology, histology, histopathology, immunology, internal medicine, nursing sciences, midwifery, nutrition, nutrition and metabolism, obstetrics and gynecology, occupational health, oncology, ophthalmology, oral biology, orthopedics and traumatology, otorhinolaryngology, pharmacology, pharmacy, preventive medicine, public health, pulmonology, radiology, and reproductive health.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
Pengaruh Variasi Lama Penyimpanan Air Rendaman Jerami Padi terhadap Jumlah Telur Nyamuk Aedes aegypti di Ovitrap Model Kepanjen Putri Fitri Alfiantya; Aswin Djoko Baskoro; Lilik Zuhriyah
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.07 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2652

Abstract

Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengontrol perkembangbiakan vektor demam berdarah dengue (DBD) adalah ovitrap. Ovitrap adalah perangkap telur yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan vektor demam berdarah, seperti Aedes albopictus dan Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama penyimpanan atraktan air rendaman jerami padi terhadap jumlah telur nyamuk Aedes aegypti pada ovitrap model Kepanjen yang dimodifikasi. Desain penelitian ini adalah pre-experimental design dengan one-group post-test only. Penelitian dilakukan pada bulan Januari–Maret 2014 di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Laboratorium Kimia Dasar FMIPA Universitas Brawijaya. Sebanyak 100 ekor nyamuk masing-masing diletakkan dalam 6 buah kandang. Setiap kandang diletakkan 4 buah ovitrap dengan usia penyimpanan atraktan yang berbeda, yaitu 0, 12, 34, dan 90 hari. Pengambilan telur dilakukan pada hari ke-3 dan ke-6. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna jumlah telur yang terperangkap antara usia penyimpanan atraktan (p=0,694). Air rendaman jerami padi sampai dengan usia 90 hari masih dapat digunakan sebagai atraktan pada ovitrap model Kepanjen. Simpulan, variasi lama penyimpanan atraktan air rendaman jerami padi tidak memberikan pengaruh pada jumlah telur Aedes aegypti yang terperangkap di ovitrap model Kepanjen. VARIANCE OF RICE STRAW INFUSED WATER STORAGE LENGTH AND ITS EFFECTS ON THE AMOUNT OF AEDES AEGYPTI MOSQUITO EGGS IN KEPANJEN MODEL OVITRAPOne of the technology that can be used in order to control the dengue vector breeding is ovitrap. Ovitrap is an egg trap which is used to detect the existence of dengue vector, such as Aedes aegypti and Aedes albopictus. This research aim to describe the effect of rice straw infused water storage length attractant to Aedes aegypti eggs amount trapped in Kepanjen model ovitrap. The study was pre-experimental with one-group post-test only conducted on January–March 2014 at Laboratory of Parasitology, Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya and General Chemistry Laboratory, Faculty of Science, Universitas Brawijaya. In each of six cages, 100 mosquitoes were placed with 4 ovitraps with different storage length of rice straw infused water attractant, i.e. 0, 12, 34, and 90 days. Eggs collection was done at day 3rd and day 6th. The result showed that there was no significant differences on the number of eggs trapped among each different attractant storage length (p=0.694). Therefore, rice straw infused water can be use up to 90 days as an attractant in Kepanjen model ovitrap. In conclusion, the variation of rice straw infused water storage length attractant did not provide effects to the number of Aedes aegypti eggs trapped in Kepanjen model ovitrap.
Profil Massa Lemak dan Lingkar Pinggang Dewasa Obes dan Nonobes di Cirebon Stephanus Kristianto Witono; Gaga Irawan Nugraha; Hikmat Permana; Sudigdo Adi
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.941 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2192

Abstract

Kelebihan berat badan dan kegemukan mulai menjadi masalah terhadap kesehatan pada beberapa dekade terakhir. Hal ini menjadi masalah serius terhadap kesehatan karena dapat menyebabkan sindrom metabolik yang berujung kepada kematian sehingga kegemukan perlu kita cegah sedini-dininya. Deteksi dini khususnya massa lemak dan lingkar pinggang yang menjadikan faktor prediktor sindrom metabolik perlu dilakukan untuk mencegah perjalanan penyakit obesitas. Penelitian deskriptif ini dilakukan terhadap 116 pasien (47 pasien obes dan 69 nonobes) di Klinik Pasar Balong Cirebon, 14–21 April 2016 dengan rentang usia 35–60 tahun. Pengukuran berat badan, massa lemak, dan massa bebas lemak menggunakan professional octapolar body impedance analyzer Beurer BF100, pengukuran tinggi badan menggunakan Stadiometer Seca 213 dan lingkar pinggang menggunakan body tape measure caliper Onemed. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase massa lemak dan lingkar pinggang dewasa obes dengan nonobes di Kota Cirebon sehingga dapat dijadikan acuan dalam mengatasi obesitas. Hasil massa lemak rata-rata pria dan wanita obes 30,98±4,24% dan 39,29±3,56%, serta lingkar pinggang 108,20±7,59 cm dan 93,46±8,91 cm yang berarti rata-rata dewasa obes di Cirebon mempunyai massa lemak jauh di atas klasisfikasi buruk dari American College of Sport Medicine dan lingkar pinggang jauh di atas batasan World Health Organization dan International Diabetes Federation untuk orang Asia. Hasil massa lemak rata-rata pria nonobes dalam klasifikasi rata-rata 17,81±5,21% dan wanita nonobes di bawah rata-rata 25,87±2,48%. Lingkar pinggang pria dan wanita nonobes 79,00±6,93 cm dan 74,72±5,44 cm, masih dalam klasifikasi normal. Simpulan, orang dewasa di Kota Cirebon baik obes maupun nonobes khususnya wanita mempunyai massa lemak masuk ke dalam klasifikasi buruk. Lingkar pinggang dewasa obes baik pria maupun wanita melebihi batasan World Health Organization dan International Diabetes Federation. FAT MASS AND WAIST CIRCUMFERENCE PROFILE OF ADULT OBESE AND NON-OBESE IN CIREBONOverweight and obesity are starting to become a serious health problems in the last few decades because it can cause metabolic syndrome that leads to death, so we need to prevent obesity as early as possible. We need to do early detection especially fat mass percentage and waist circumference that makes predictor factor of the occurrence of metabolic syndrome is needed to prevent or even to cut the course of obesity disease. This descriptive study was conducted on 116 patients (47 obese and 69 non-obese patients) at the Klinik Pasar Balong Cirebon, April 14–21, 2016 with age range of 35–60 years. Measurement of body weight, fat mass, fat free mass using professional octapolar body impedance analyzer Beurer BF100, while height measurement using Seca 213 Stadiometer and waist circumference using body tape measure caliper Onemed. The purpose of this research was to know fat mass and waist circumference of obese and non-obese in Cirebon, so it can be used as a reference in overcoming obesity. The mean value of fat mass men and women obese were 30.98±4.24% and 39.29±3.56%, and waist circumference 108.20±7.59 cm and 93.46±8.91 cm, which means the mean value obese adults in Cirebon have fat mass far above the bad classification of American College of Sport Medicine and waist circumference far above the boundaries of the World Health Organization and International Diabetes Federation for Asians. The mean value of non-obese fat mass percentage gain in the average classification was 17.81±5.21% and non-obese women in the classification below the average 25.87±2.48%. Non-obese male and female waist circumference 79.00±6.93 cm and 74.72±5.44 cm, still in normal classification. In conclusion, adults in Cirebon both obese and non-obese, especially women have fat mass percentage fall into bad classification. While obese adult waist circumference exceeds the limits of World Health Organization and International Diabetes Federation.

Page 2 of 2 | Total Record : 12