cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4: November 2017" : 10 Documents clear
EFEKTIVITAS PEMBIAYAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH PADA MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA SIRAJUL HUDA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Erianti, Murniati, AR, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.281 KB)

Abstract

 ABSTRACT: Financing is one of the factors that influence the improvement of the quality of education. The purpose of this study is to figure out the effectiveness of the of School Operational Assistance financing in 1) the relevance of BOS financing; 2) Continuity of BOS financing; 3) Monitoring of BOS financing; 4) support and resistance of BOS financing at Sirajul Huda private Islamic Junior High School of Pidie Jaya. This study used the descriptive method with a qualitative approach. Data collection were done through observation, interviews and documentation study. The subjects of the study were headmaster, committees, teachers and treasurer. The results showed that: 1) the BOS funding had already relevant to BOS technical instructions. It can be seen from the RKAM and RKM drafting; 2) the continuity of BOS Financing at Sirajul Huda Private Islamic Junior High School of Pidie Jaya has not been maximal. It can be seen from the distribution time of BOS funds that are not in accordance to rules and regulations; 3) The BOS funding Monitoring was already done well. It can be seen from supervision by the District Monitoring Team that has been worked optimally, and 4) the BOS financing supporting at Sirajul Huda private junior high school has not been optimal. It can be seen from the less available of human resources. However, the inhibiting factors of the BOS financing at Sirajul Huda islamic private junior high school is still there. It can be seen from the lack of financing and have no other funding sources.KEYWORDS: effectiveness, financing, and school operational assistance ABSTRAK: Pembiayaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang efektivitas pembiayaan BOS dalam: 1) Relevansi pembiayaan BOS; 2) Kontinuitas pembiayaan BOS; 3) Pengawasan pembiayaan BOS; 4) Dukungan dan hambatan pembiayaan BOS pada MTsS Sirajul Huda di Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui; observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, komite, guru dan bendahara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pembiayaan BOS sudah relevan dengan petunjuk teknis BOS. Hal ini dapat dilihat dari tersusunnya RKAM dan RKM; 2) Kontinuitas Pembiayaan BOS yang ada selama ini belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari waktu penyaluran dana BOS tidak sesuai ketentuan; 3) Pengawasan pembiayaan BOS sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari pengawasan oleh Tim Pengawas Kabupaten yang berjalan dengan baik; dan 4) Pendukung pembiayaan BOS belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari SDM yang masih kurang. Sedangkan faktor menghambat pembiayaan BOS masih ada. Hal ini dapat dilihat dari pembiayaan yang masih kurang, tidak memiliki sumber dana lainnya.KATA KUNCI: efektivitas, pembiayaan dan bantuan operasional sekolah
MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU PADA SD NEGERI 1 PEUKAN PIDIE KABUPATEN PIDIE Nora Feri, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.154 KB)

Abstract

Abstract:  Learning management includes several matters, such as planning, implementation, and supporting and inhibiting factors of learning.  This study aimed at determining the learning plan, the learning implementation, learning evaluation, and supporting and inhibiting factors in teacher learning management. The research method used was descriptive with a qualitative approach. The data were collected by observation, interviews and documentation review. The subjects of the study were principals and teachers. Data were analyzed with reduction, display, and verification techniques. The results showed that: 1) planning of learning made by teachers had not planned properly, there were some teachers who had not been able to prepare mapping properly, preparation of topic, and syllabus as tool that should be prepared before preparing the lesson plan; 2) the implementation of teacher learning done by teachers was guided by school-based curriculum. The implementation of the learning process was not optimal, for it was still a lack of teacher knowledge about the procedure of effective learning application, and there was still a low-grade teacher who used the subjects clearly without topic; 3) the evaluation of learning done by teachers was guided by a lesson plan. The evaluation was done to improve the learning activities of teachers, both spoken and written evaluation forms; and 4) the obstacles to the implementation of learning management were planning for coaching teachers, time, facilities and personnel. In addition, it lacks training for teachers; some teachers were not active in group activities, seminars, and improving the teaching professional.Keywords: Teacher, Learning Management, and SD Negeri 1 Peukan Pidie.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan  pembelajaran, pelaksanaan  pembelajaran, evaluasi pembelajaran, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam manajemen pembelajaran guru. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumensi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan pembelajaran guru belum diprogramkan dengan baik, ada guru yang belum mampu menyusun pemetaaan dengan baik, penyusunan jaringan tema, dan penyusunan silabus sebagai perangkat yang harus dipersiapkan sebelum menyusun  RPP; 2) Pelaksanaan pembelajaran guru yang dilaksanakan berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran. Pelaksanaannya  belum optimal,  masih kurangnya pengetahuan guru tentang tata cata penerapan pembelajaran tersebut secara efektif, serta masih ada guru kelas rendah yang menggunakan mata pelajaran dengan jelas dan tidak menggunakan tema; 3) Evaluasi  pembelajaran  yang  dilaksanakan berpedoman pada RPP yang disusun. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki  kegiatan  pembelajaran  guru,  bentuk   evaluasi   lisan  dan   tulisan; dan 4) Faktor pendukung adanya kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk memperbaiki dan membina kemampuan guru dalam penerapan manajemen pembelajaran. Hambatannya, antara lain dalam membuat perencanaan untuk pembinaan guru-guru, disebabkan karena waktu, sarana dan personil yang tersedia. Kurangnya pelatihan bagi guru-guru, tidak aktifnya sebagian guru dalam kegiatan gugus, seminar, dan kegiatan peningkatan profesi keguruan.Kata kunci: Manajemen, Pembelajaran Guru, dan SD Negeri 1 Peukan Pidie
ANALISIS KEBIJAKAN PERENCANAAN KEBUTUHANGURU SMA DI KABUPATEN ACEH TENGAH Fauzan Isma, Murniati AR2, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.846 KB)

Abstract

ABSTRACT: The planning of teacher demand is a process to determine the number of teachers needed in order to fulfill the demand and balance the teacher demand and supply. This study aimed to describe the growing number of senior high school students and teachers needed in the process of teaching and learning the academic year of 2017/2018 to 2021/2022 inAceh Tengah Regency. This study used descriptive method with qualitative approach, and the data collection was conducted by the techniques of observation, interview, and documentation study and data analysis of reduction, display, and verification. To guarantee the validity of data, it was conducted credibility test with triangulation technique. The subjects of study were Education Department and Education and Training Employment Board ofAceh Tengah Regency. The results of the study showed that: (1) the highest enrolment of students for the last five years from 2011/2012 to 2015/2016 was in the academic year of 2014/2015 with the total of 5,067 students and the lowest enrolment was in the academic year of 2015.2016 with 4,903 students. (2) The teacher supply based on the 2013 curriculum was 402 teachers. (3) The projection result showed the senior high school teacher demand in Aceh TengahRegency for the academic year of 2017/2018 (558 teachers), 2018/2019 (556 teachers), 2019/2020 (530 teachers), 2020/2021 (554 teachers), and 2021/2022 (606 teachers), the demand has been included the number of teachers that would be retired.KEYWORDS: policy, planning, and teacher demam ABSTRAK: Perencanaan kebutuhan guru adalah proses untuk menentukan jumlah guru yang dibutuhkan agar tenaga guru dapat terpenuhi dan seimbang antara permintaan (demand) dan persediaan (supplay) guru. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan jumlah pertumbuhan Siswa SMA dan kebutuhan guru yang akan mengikuti proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2017/2018 s/d 2021/2022 di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan pendektan kualitatif serta pengumpulan datanya dilakukan dengan  teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi serta analisis data dilakukan dengan reduksi, display dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas dengan teknik triangulasi sumber data. Subjek penelitianya yaitu Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Aceh Tengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Keadaan siswa 5 Tahun terakhir 2011/2012 s/d 2015/2016 enrolment paling tinggi pada tahun ajaran 2014/2015 berjumlah 5.067 orang dan terendah pada tahun 2015/2016 dengan jumlah 4.903 orang, 2) persediaan guru saat ini berdasarkan kurikulum 2013 berjumlah 402 orang, 3). Hasil proyeksi menunjukkan kebutuhan guru SMA di Kabupaten Aceh Tengah pada tahun ajaran 2017/2018 (558 orang), 2018/2019  (556 orang), 2019/2020 (530 orang), 2020/2021 (554 orang) dan 2021/2021 (606 orang) kebutuhan tersebut sudah termasuk dengan guru yang akan pensiun.KATA KUNCI :  kebijakan, perencanaan, dan kebutuhan guru
EFEKTIVITAS MANAJEMEN KESISWAAN PADA SMP NEGERI 3 SAKTI KABUPATEN PIDIE Adnan, Yusrizal, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.512 KB)

Abstract

ABSTRACT: The school principal has an important role to achieve the education goal in schools. To achieve the goals of education, it is closely related to the effectiveness of student management at the school. The purpose of this study was to determine the effectiveness of student management at State Junior High School (SMP Negeri) 3 Sakti of  Pidie Regency. This research used the descriptive method with a qualitative approach. The data were collected through interviews, observation, and documentation. The subjects of this study were principal, teachers, and students of SMP Negeri 3 Sakti of  Pidie Regency. The results showed that: (1) The planning process management of  student at SMP Negeri 3 Sakti of Pidie Regency conducted by the principal together with student representatives at the beginning of the year has been effective, which includes program: Analysis of the needs of learners, the recruitment of students, selection of students, and orientation; (2) The process of implementation of management student at SMP Negeri 3 Sakti of Pidie Regency regarding the New Student Admission (PSB), implementation of coaching students, and teaching students not all effective, especially in coaching student discipline, coaching students who successfully graduate study and implementation of the teaching of students concerning the curricular, extra-curricular and co-curricular; and (3) The obstacles of  student management at SMP Negeri 3 Sakti of Pidie Regency, there are two factors, they are internal factors and external factors of the executive management.Keywords: effectiveness, student management, learnersABSTRAK: Kepala sekolah mempunyai peranan yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Untuk mencapai tujuan pendidikan, erat hubungannya dengan efektivitas manajemen kesiswaan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas manajemen kesiswaan pada SMP Negeri 3 Sakti Kabupaten Pidie. Penelitian  ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, guru, dan siswa SMP Negeri 3 Sakti. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses perencanaan manajemen kesiswaan pada SMP Negeri 3 Sakti Kabupaten Pidie dilakukan oleh kepala sekolah bersama dengan wakil kesiswaan pada awal tahun telah efektif, yang meliputi program: Analisis kebutuhan peserta didik, rekrutmen peserta didik, seleksi peserta didik, dan orientasi; (2) Proses pelaksanaan manajemen kesiswaan pada SMP Negeri 3 Sakti Kabupaten Pidie yang menyangkut dengan Penerimaan Siswa Baru (PSB), Pelaksanaan pembinaan siswa, dan pengajaran siswa belum semuanya efektif terutama pada pembinaan disiplin siswa, pembinaan siswa yang telah tamat belajar dan pelaksanaan pengajaran siswa yang menyangkut dengan kurikuler, ekstra kurikuler, dan kokurikuler; dan (3)             Hambatan-hambatan manajemen kesiswaan di SMP Negeri 3 Sakti ada dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal dari pelaksana manajemen.Kata kunci: efektivitas, manajemen kesiswaan, peserta didik
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI DAYAH TERPADU SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Cut Putro, Murniati, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.928 KB)

Abstract

ABSTRACT: Teacher is the main component in education system because teacher can influence a quality of educational process and outcomes. This research aimed to find out the lesson plan, learning implementation, learning evaluation, and supporting and inhibiting factors in improving students’ creativity. Research approach used was qualitative with descriptive method. Data was collected through interview, observation, and study documentation. Research subjects were principal, vice principal in curriculum, Art and Culture teachers, and students. The results showed that: (1) planning was formulated based on curriculum 2013 and there were still some corrections to be improved. Planning was formulated by teachers in teaching administration such as syllabus, lesson plan, teaching and learning activities, annual program, semester program, effective time, and item analysis. (2) Learning implementation carried out by Art and Culture teacher was not implemented as stated in lesson plan. (3) Leaning evaluation of Art and Culture subject was disorganize and assessment was not based on the follow up program. (4) The supporting factor of learning Art and Culture subject in improving students’ creativity was the internal factor from student itself. The inhibiting factors were insufficient facilities and infrastructures and there were two curriculum used; school curriculum and Salafi Curriculum.Keywords: learning management, students’ creativity, art and cultureABSTRAK: Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kreativitas peserta didik.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru seni budaya serta peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dirumuskan sesuai dengan kurikulum 2013 tetapi masih perlu perbaikan lagi untuk menuju ke arah yang baik. Perencanaan dirumuskan oleh guru dalam administrasi pengajaran seperti silabus, RPP, PBM, program tahunan, program semester, minggu efektif, analisis butir soal. (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru seni budaya belum sepenuhnya sesuai dengan yang tertulis dalam perencanaan pembelajaran, tetapi dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah ini berhasil meraih prestasi yang mengharumkan nama sekolah.  (3) evaluasi pembelajaran seni budaya tidak terarah sebagaimana yang telah diprogramkan, Penilaian yang dilakukan oleh guru tersebut  tidak dilakukan berdasarkan program tindak lanjut dan terkesan direka-reka. (4) faktor penunjang pembelajaran seni budaya dalam meningkatkan kreativitas peserta didik ini ialah faktor internal dari peserta didik sendiri. Sedangkan faktor penghambatnya ialah sarana dan prasarana yang kurang memadai, pelaksanaan dua kurikulum, yaitu kurikulum Nasional dan Kurikulum Salafi.Kata kunci: manajemen pembelajaran, kreativitas peserta didik dan seni budaya
KOMUNIKASI WALI KELAS DENGAN ORANG TUA SISWA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA SEMESTA BILINGUAL BOARDING SCHOOL SEMARANG Hasan Comce, Murniati AR, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.316 KB)

Abstract

ABSTRACT: Harmonious communication between homeroom teacher and parents is one of the factors that affect student achievement. With today's advanced communication techniques by establishing better communication can be obtained better results. This study aims to describe the program of homeroom teacher communication with parents, strategies used, obstacles faced and efforts are used to deal with obstacles to improve student achievements in Semesta Bilingual Boarding High School Semarang. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Subjects of the research are homeroom teacher and parents of class XII, Principal, Head of Dormitory and Counselor of Semesta Bilingual Boarding High School Semarang. Research conducted in Semesta Bilingual Boarding High School environment with the population of 131 12th grade students of Semesta Bilingual Boarding High School. The results showed that: 1) Among the communication programs that made by school to establish better relationship between homeroom teachers and parents are  mother class program, club activities, guidance service, leadership, and the Student Information System. Programs that have been implemented have positive impact on student achievement, 2) among strategies of communication between homeroom teacher and parents to improve learning achievement of student are open house, home visit, social media, mother club, and discussion programs. With these strategies positive effect was seen on student achievement,. 3) obstacles that have been discovered are difference in perception, culture, basic character, poor choice of communication channel and no feedback. These obstacles have negative impact on student achievement, 4) efforts being done to overcome the obstacles that experienced are establishing two-way communication, making new rules, socialization, and more intensive meetings.KEYWORDS: communication, student achievement, homeroom teacher,parentst ABSTRAK: Komunikasi yang harmonis antara wali kelas dengan orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan teknik komunikasi yang canggih saat ini dengan membangun komunikasi yang lebih baik dapat diperoleh hasil yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan program komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa, strategi komunikasi yang digunakan, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan-hambatan dalam meningkatkan prestasi belajar di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas dan orang tua kelas XII , Kepala Sekolah, Kepala Asrama, dan Konselor SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Penelitian dilakukan di lingkungan SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang dengan populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Semesta Bilingual Boarding School dengan jumlah 131 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) program komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa diantaranya program ibu kelas, kegiatan klub, pembinaan, kepemimpinan, dan Sistem Informasi Siswa. Dari program yang telah dilaksanakan terlihat ada dampak yang positif terhadap prestasi belajar siswa, 2) strategi komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa dalam meningkatkan prestasi belajar diantaranya open house, home visit, social media, mother club, dan program diskusi. Dengan strategi-strategi ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa, 3) hambatan-hambatan yang sudah ditemukan adalah perbedaan persepsi, budaya, karakter dasar, poor choice of communication channel, no feedback, dengan hambatan-hambatan ini berdampak prestasi siswa sulit dicapai, 4) upaya-upaya yang dilakukan untuk mengadakan two way communication dengan membuat peraturan, sosialisasi, dan pertemuan yang lebih intensif.KATA KUNCI:  komunikasi, prestasi belajar, wali kelas, orang tua 
PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH Ainul Mardiyah Usman, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.047 KB)

Abstract

ABSTRACT: This study aimed to determine source of financing, planning, implementation and monitoring of education financing at State Junior High School No. 19 Percontohan (Pilot School) of Banda Aceh. This study used descriptive method with qualitative approach. The subjects of the study were the principal, vice principal, treasurer, teachers and school committees. The techniques used to collect the data were interviews, observation, and documentation. The results showed that: (1) Sources of financing for education were from the state budget, City budget, families, and society; (2) Financial planning of education or RAPBS was done by: that the principal directed vice principal, treasurer and school committee considered the input and output elements; (3) The implementation of education financing included: financing the disadvantaged students, pay honorariums of casual teachers, professional development (training), building maintenance, bought the tools of lessons, sports, arts, finance daily test of general and school, remedial, enrichment and procurement of mobile; and (4) Monitoring education financing was done by Inspectorate Team in Banda Aceh, the School Committee and functional supervision by the regional Inspectorate. The disadvantage was that in the financial planning of education had not been able to accommodate a variety of conditions and background of the students; not all teachers and donors were involved. Besides, the society is less concerned about the education financing that has been presented on the billboard.Keywords: management, finance, and educationABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber pembiayaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan  pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sumber pembiayaan pendidikan berasal dari APBN, APBK, keluarga, dan masyarakat; (2) Perencanaan pembiayaan pendidikan atau RAPBS  dilakukan dengan menggunakan:  a) Logika, proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan, b) Menetapkan mekanisme feed back yang memberitahukan kemajuan peserta didik, dan menunjukkan perubahan-perubahan yang diperlukan, c) Menggunakan langkah yang jelas, mudah dikomunikasikan dan dipahami oleh orang lain, d) Mengidentifikasi masalah berdasarkan kebutuhan, e) Menentukan syarat-syarat dan alternatif pemecahannya, f) Melaksanakan strategi yang telah dipilih, g) Menentukan efektivitas hasilnya dengan jalan mengadakan evaluasi, h) Mengadakan revisi setiap langkah dan proses yang dilakukan; (3) Pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi: pembiayaan siswa kurang mampu, membayar honor GTT, pengembangan profesi (pelatihan), perawatan gedung, membeli alat-alat pelajaran, olahraga, kesenian, membiayai ulangan harian/umum dan sekolah, remedial, pengayaan dan pengadaan mobiler; dan (4) Pengawasan pembiayaan dilakukan secara melekat oleh Tim Inspektorat Kota Banda Aceh, Komite Sekolah dan pengawasan fungsional oleh Bawasda. Kelemahan dalam perencanaan pembiayaan pendidikan adalah belum dapat mengakomodasi berbagai kondisi dan latar belakang siswa, tidak semua guru,  donatur dilibatkan, dan masyarakat kurang peduli terhadap pembiayaan pendidikan yang telah dipaparkan di papan pengumuman.Kata kunci: pengelolaan,  pembiayaan, dan pendidikan
KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE Haslina, Yusrizal, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.975 KB)

Abstract

ABSTRACT: Teacher performance is a necessity in improving the quality of learning service involving the implementation of a curriculum to all subject components. A curriculum is a collection of contents, objectives, and methods used by teachers to achieve education objectives at schools. The purpose of this study was to know the understanding, implementation, and obstacle faced by teachers at State Junior Hight School (SMA Negeri) 05 of Lhokseumawe in implementing of curriculum 2013. To achieve the objectives, descriptive qualitative approach was used in this research. The techniques of data collection used in this study were interview, observation, and documentation study. The procedure of data analysis done were data reduction, data display, and verification. The subjects in this study were principal, vice principal for curriculum and teaching affairs, and teachers. The result of this study showed that:  (1) The ability of teachers in planning, implementing and evaluating the learning process and results in Curriculum 2013 has been good but not optimal particular the management of time in learning less effective and the use of ratings K-13 yet authentic, (2) motivation of teachers in the implementation of the K-13 is high when in view of the implementation of the tasks, moral responsibility in teaching, and the need to cooperate with others, (3) commitment and responsibility of teachers in the implementation of the K-13 also looks good to show their personality, dedication, and high loyalty to the task of teaching, (4) supporting factors and obstacles in the implementation of Curriculum 2013, among others; (A) coordination undertaken by the principal to the realization of the implementation of the K-13 is right on target, (b) good communication between the various parts in the implementation of Curriculum 2013 has been carried out, (c), but supervision of the school principal and teacher assistant for teachers SMAN 5 Lhokseumawe not optimal in learning and assessment process.Keywords: Teacher Performance, Curriculum 2013ABSTRAK: Kinerja guru menjadi suatu keharusan dalam peningkatkan kualitas layanan pembelajaran yang mencakup pelaksanaan kurikulum untuk semua komponen mata pembelajaran. Kurikulum merupakan kumpulan; isi, tujuan, dan cara yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dan hambatan yang dihadapi guru SMA Negeri 5 Lhokseumawe dalam implementasi Kurikulum 2013. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Sedangkan subjek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru pendamping K-13 dan guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan guru dalam  perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil pembelajaran dalam Kurikulum 2013 sudah baik namun belum optimal dalam perencanaan, proses pembelajaran dan penilaian khususnya pengelolaan waktu dalam pembelajaran kurang efektif dan penggunaan penilaian K-13 belum autentik.  (2) Motivasi guru dalam implementasi K-13 sudah tinggi bila dilihat dari pelaksanaan tugas, tanggung jawab moral dalam mengajar, dan kebutuhan bekerjasama dengan orang lain. (3) Komitmen dan tanggung jawab guru dalam implementasi K-13 juga terlihat baik dengan menunjukkan kepribadian, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas mengajar. (4) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Kurikulum 2013 antara lain: (a) koodinasi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk terwujudnya penerapan K-13 sudah tepat sasaran (b) komunikasi yang baik antar berbagai bagian dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah dilakukan (c) namun supervisi kepala sekolah  dan guru pendamping terhadap guru SMAN 5 Lhokseumawe belum optimal dalam proses pembelajaran dan penilaian.Kata kunci:Kinerja Guru dan implementasi Kurikulum 2013 
KOORDINASI DAN HUBUNGAN KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM PENGELOLAAN ADMINISTRASI AKADEMIK JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN ACEH Cut Dara Oktarina, Yusrizal, Murniati A.R
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.518 KB)

Abstract

Abstract: Coordination and management of labor relations in academic administration is one of the supporters of the running education. This research aims to determine the coordination and working relationship in the management of academic administration, including: (1) the program division of tasks, (2) the coordination and working relationship management academic administration, (3) actions taken in addressing problems in the management of academic administration, and (4) constraints. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected through interviews, observation and documentation. The subject of research is the Chairman of the Department of Nursing, chief nursing courses, Coordinator for Academic Affairs, lecturer and academic administrative staff. The results showed that: (1) program for employees and the division of the Department of Nursing staff have been divided and adapted to the duties and functions of each and has run well; (2) The coordination and working relationships education personnel are conducted with coordination meeting and can be seen on every process of academic activities and academic community involvement in the management of the study program routine and insendental; 3) Measures to overcome the problems of academic administration is to hold regular coordination meetings both at the beginning, middle and end of the semester; 4) Obstacles are still encountered in the management of academic administration, namely; tardiness in submitting the evaluation value, late delivery card study plan (KRS), and the delay in the submission of the results of a study card (KHS).Keywords: coordination, working  relationship, academic, management, and academic administrationAbstrak Koordinasi dan hubungan kerja dalam pengelolaan administrasi akademik merupakan salah satu pendukung proses berjalannya penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koordinasi dan hubungan kerja dalam pengelolaan administrasi akademik, meliputi : (1) program pembagian tugas, (2) pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja pengelolaan administrasi akademik, (3) tindakan yang diambil dalam mengatasi masalah dalam pengelolaan administrasi akademik, dan (4) hambatan yang dihadapi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Ketua Jurusan Keperawatan, Ketua Prodi Keperawatan, Koordinator Bidang Akademik, Dosen dan Staf administrasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) program pembagian tugas untuk pegawai dan staf Jurusan Keperawatan telah dibagi dan disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta telah dijalankan dengan baik; (2) Pelaksanaan koordinasi dan hubungan kerja tenaga kependidikan dilakukan dengan melakukan rapat koordinasi dan dapat dilihat pada setiap proses kegiatan akademik dan keterlibatan civitas akademik dalam pengelolaan program studi yang bersifat rutin maupun insendental; 3) Tindakan dalam mengatasi permasalahan pengelolaan administrasi akademik yaitu dengan mengadakan rapat koordinasi baik di awal, pertengahan dan akhir semester; 4) Hambatan masih ditemui dalam pengelolaan administrasi akademik yaitu; kerlambatan dalam menyerahkan nilai evaluasi, keterlambatan penyerahan kartu rencana studi (KRS), dan keterlambatan dalam penyerahan kartu hasil studi (KHS).Kata kunci : Koordinasi, hubungan kerja, akademik, pengelolaan, dan administrasi akademik
EFEKTIVITAS KEPENGAWASAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BEUREUNUEN Sabirin, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.318 KB)

Abstract

ABSTRACT: Supervisory principals improve the professionalism of teachers can improve teacher competence. The aim of this study was to obtain data about the program, the implementation of the oversight conducted by the principal, and obstacles in carrying out supervisory teaching to improve teacher performance. This study used a qualitative approach, descriptive methods, data collection techniques of observation, interviews and documentation study, subjects qualitative research Principals and teachers MAN Beureuneuen Pidie and data processing through qualitative analysis, Penelitian gives conclusions: (1) The head of the school has put together a program supervisory specifically based on the results of the analysis of the needs and problems experienced teachers; (2) the implementation of supervisory teaching effectively implemented in accordance with a program that had been developed together with the techniques of individual and group techniques; (3) supervisory evaluation of principals in improving the professionalism of teachers in Madrasah Aliyah Negeri Beureunuen done with coaching, individually or in groups regularly and continuously, so as to produce professional teachers in accordance with their respective field; and (4) the barriers experienced by principals in implementing the internal oversight is the attitude of teachers in accepting guidance, and external constraints are the number of inspectors is limited and they are forced to build different teachers their field of study. Based on these results suggested that the government commissioned a study or field supervisor personnel provide specialized training to them.Keywords: supervisory, teaching, and teacher performance ABSTRAK: Kepengawasan kepala sekolah meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dapat meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang program, pelaksanaan kepengawasan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, dan hambatan-hambatan dalam melaksanakan kepengawasan pengajaran untuk meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif,  teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi, subjek penelitian kualitatif Kepala Sekolah dan guru MAN Beureuneuen Kabupaten Pidie, dan pengolahan data melalui analisis kualitatif, Penelitian ini memberikan kesimpulan: (1) kepala Sekolah telah menyusun program kepengawasan secara khusus berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan masalah yang dialami guru; (2) pelaksanaan kepengawasan pengajaran dilaksanakan secara efektif sesuai dengan program yang telah disusun bersama dengan teknik perorangan dan teknik kelompok; (3) evaluasi kepengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri Beureunuen dilakukan dengan pembinaan secara individual maupun berkelompok secara rutin dan berkesinambungan, sehingga menghasilkan guru-guru yang profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing; dan (4) hambatan-hambatan yang dialami  kepala sekolah dalam melaksanakan kepengawasan yang bersifat internal adalah sikap guru dalam menerima pembinaan, dan hambatan eksternal adalah jumlah pengawas terbatas dan mereka terpaksa membina guru yang berbeda bidang studinya. Berdasarkan hasil ini disarankan agar pemerintah menugaskan tenaga supervisor bidang studi atau memberi pelatihan khusus kepada mereka.Kata kunci: kepengawasan, pengajaran, dan kinerja guru

Page 1 of 1 | Total Record : 10