cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 1 (2015)" : 15 Documents clear
FASILITAS PEJALAN KAKI DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU Tanan, Natalia; Suprayoga, Gede Budi
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1431.%p

Abstract

Abstract Pedestrian facility is a part of supporting attribute for creating green city development (P2KH). A number of pedestrian facilities can be contributed toward green transportation in conjunction with providing public transport and reducing traffic congestion. This paper describes the role of pedestrian facility for establishing P2KH. It starts with existing conditions Indonesia’s cities related sustainability of transportation sector. A number of current city development models are also be presented that focusing sustainability concept including P2KH including various model to support pedestrian facilities toward P2KH or sustainable city. Furthermore, Based on relevance literature and survey studies, potency for implementing in Indonesia cities is delivered both demand and supply sides. This paper concludes that pedestrian facilities have role to support green city through development environmental friendly transportation and integration between facilities and green open spaces functions.Pedestrian facilities also need to be improved to create effective usage and attraction by communities. Pedestrian facilities development is also in line with establishing green open space in the city as the objective of P2KH.. Keywords: pedestrian facilities, green city development, sustainable cities, urban green open space  Abstrak Fasilitas pejalan kaki menjadi bagian atribut pendukung dalam pewujudan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH). Dari sejumlah atribut program, fasilitas pejalan kaki dapat berkontribusi dalam atribut transportation hijau  bersama dengan penyediaan angkutan umum dan pengurangan kemacetan. Makalah ini menguraikan peran fasilitas pejalan kaki dalam pewujudkan P2KH tersebut. Makalah diawali dengan penyajian kondisi kota Indonesia terkait aspek keberlanjutan dalam sektor transportasi. Makalah turut menyajikan mengenai sejumlah model pembangunan perkotaan yang tengah berkembang saat ini yang menekankan pada konsep keberlanjutan, termasuk P2KH. Uraian atas berbagai model mendukung untuk mengembangkan gagasan mengenai peran fasilitas pejalan kaki dalam mendukung perwujudan P2KH atau kota berkelanjutan. Potensi penerapan di kota-kota di Indonesia disampaikan, baik dari sisi karakteristik permintaan maupun sisi karakteristik sediaan berdasarkan hasil survei dan studi berbagai literatur yang relevan. Berdasarkan studi ini disampaikan bahwa fasilitas pejalan kaki memiliki peran dalam mendukung pewujudan kota hijau melalui pengembangan moda transportasi ramah lingkungan dan integrasi fungsi antara fasilitas dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di perkotaan. berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki masih memerlukan sejumlah perbaikan guna menciptakan pemanfaatan yang efektif serta menarik masyarakat untuk menggunakannya. Pengembangan fasilitas pejalan kaki yang sejalan dengan pewujudan RTH di perkotaan dapat mewujudkan tujuan P2KH. Kata-kata kunci: fasilitas pejalan kaki, P2KH, kota berkelajutan, transportasi hijau, RTH
ROAD FUND FOR SUSTAINABLE ROAD MAINTENANCE Rusbintardjo, Gatot
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1432.%p

Abstract

Abstract Several roads in Indonesia are in bad conditions. It is because maintenance works is not properly conducted because of insufficiently, unsustainably, and inconsistency on allocating budget for maintenance. Insufficient or uncertain budgetary allocations to road maintenance have resulted in road deterioration that has significantly increased production and transport costs. To avoid this problem, highway professionals advocate the establishment of dedicated road funds, managed by independent road boards made up of road user representatives. So far roads maintenance in Indonesia is financed using the government budget allocation. It is difficult to give guarantee to the sustainable road maintenance if the finance for road maintenance takes from the government budget allocation. Therefore in this paper will be introduced road fund, the road maintenance funding system widely used in some countries that road conditions can be well maintained. The conclusion is that the road fund needs to be applied to maintenance the road in Indonesia. Keywords: Road, deteriorate, maintenance, road fund, budget system, sustainable  Abstrak Sebagian jalan di Indonesia dalam kondisi buruk. Hal ini disebabkan karena pekerjaan perbaikan  tidak dilakukan dengan baik karena kekurangan, ketidak berkelanjutan, dan ketidak konsistensi dari alokasi dana untuk pemeliharaan jalan. Kekurangan dan ketidak jelasan alokasi pendanaan untuk perbaikan jalan menyebabkan memburuknya kondisi jalan yang menyebabkan peningkatan biaya produksi dan transportasi. Untuk menghindari masalah ini, professional pengembangan jalan raya didorong untuk menciptakan dana jalan secara khusus dan dikelola oleh badan independen jalan yang terdiri dari pemangku kepentingan para pengguna jalan. Sejauh ini, pemeliharaan jalan di Indonesia dibiayai melalui alokasi dana pemerintah. Hal ini menyebabkan sulit untuk memberikan jaminan keberkelanjutan pemeliharaan jalan. Untuk ini, makalah ini mengintroduksi dana jalan untuk sistem pemeliharaan jalan yang umum digunakan di beberapa Negara yang memiliki jalan dalam kondisi terpelihara dengan baik. Kesimpulan adalah dana jalan diperlukan untuk diterapkan untuk pemeliharaan jalan di Indonesia. Kata-kata kunci: Kerusakan jalan, pemeliharaan, dana jalan, sistem pendanaan, berkelanjutan
Cover Kulit dan Daftar Isi 1-1 Isi, Cover Daftar
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.2386.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 1-1
SUSTAINABILITY EVALUATION OF DEWARUCI UNDERPASS INTERSECTIONS Lawalata, Greece Maria; Satrio, Hendro; Sailendra, Agus Bari
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1433.%p

Abstract

Abstract Indonesian commitment to sustainable development needs to be supported by real actions. Such as to organize sustainable road construction. The Ministry of Public Works Policy related to the field of road has been in line with the international agreement of sustainable development. However, to make sure that road projects have been implemented in sustainable way, a proper assessment of the sustainability measures is required. Dewa Ruci underpass road project was one of case study of sustainable road system rating. The procedure of the rating system is done by collecting the required documents comparing with the sustainable criteria of Green Road Rating System. Road projects in Indonesia have met the technical standards and some of the environmental requirements that have been issued by the Government. Dewa Ruci underpass projects including projects that have met the technical standards and environmental requirements. From the efforts of sustainable practices that have been performed, Dewa Ruci Underpass project was rated according to the rating system, and it reached the level of four stars. The criteria on the Green Roads still have to be disseminated to be known by those stakeholders, besides the need to disseminate the rating system. Thus road projects in Indonesia can be more sustainable. Implementation of sustainable road rating system in Indonesia needs to be supported by dissemination. Keywords: system rating, road sustainable, principle of sustainable road  Abstrak Komitmen Indonesia untuk pengembangan berkelanjutan diperlukan dukungan dengan aksi aksi yang nyata, seperti organisasi konstruksi jalan berkelanjutan. Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum terkait dengan sector jalan telah selaras dengan perjanjian internasional untuk pengembangan berkelanjutan. Walaupun demikian, untuk meyakini proyek proyek dikerjakan secara berkelanjutan, penilaian yang tepat untuk pengukuran keberlanjutan dibutuhkan. Proyek Underpass Dewa Ruci dipilih untuk kasus studi sistem peringkatan jalan berkelanjutan. Prosedur sistem peringkatan dilakukan dengan pengumpulan dokumen dokumen dan dibandingkan dengan Kriteria Sistem Peringkatan Jalan Hijau. Proyek jalan di Indonesia harus memenuhi standar teknis dan beberapa persyaratan lingkungan yang ditetapkan pemerintah termasuk Underpass Dewa Ruci. Ditinjau dari upaya keberlanjutan yang dihasilkan, Underpass Dewa Ruci telah dinilai sesuai dengan sistem peringkat jalan dan mencapai peringkat bintang empat. Kriteria jalan hijau perlu didesiminasikan kepada seluruh pemangku kepentingan, khususnya sistem peringkatannya. Lebih lanjut, proyek proyek jalan di Indonesia akan dapat lebih berkelanjutan. Implementasi peringkatan jalan berkeselamatan perlu didukung dengan upaya-upaya diseminasi. Kata-kata kunci: sistem peringkatan, jalan berkelanjutan, prinsip prinsip jalan berkelanjutan.
POLICY OF SUSTAINABILITY FOR INDONESIAN ROAD DEVELOPMENT Murjanto, Djoko
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1429.%p

Abstract

Abstract Road infrastructure performance in Indonesia is important, because almost 90% of businesses use the road infrastructure as a way of moving their products. Road Infrastructure itself is a backbone of passenger and good transport as further as economic development. Current challenge is developing policy of sustainable road development. Indonesia is commit to improve the effort in carbon emission reduction as high as 26% through business as usual with self-capability as stated by President Yudhoyono. Then it is followed by the issue of National Action Plan of Mitigation and Adaptation of Climate Change (RAN-MAPI) in road sector which is consist of two phase: (i) Long term RAN-MAPI (2012-2020), and (ii) Medium term RAN-MAPI 2012-2014. The development of vetiver grass and adoption of Asphalt Recycling Technology is the example of environmentally friendly effort related to the National Action Plan. In the end, the objective of Environment Management is to create environmentally sustainable development as planned effort in harmony with environment including resource for development process in order to achieve prosperity and better quality of life of the present and future development. Keywords: sustainable road, carbon emission, climate change, road development  Abstrak Kondisi Infrastruktur jalan sangat penting karena 90% usaha menggunakan jalan untuk angkutan produk-produk mereka. Jalan juga tulang punggung angkutan penumpang dan barang. Tantangan saat ini adalah pengembangan kebijakan jalan berkelanjutan. Indonesia sepakat untuk mereduksi emisi karbon hingga 26% melalui kegiatan rutin dengan kapabilitas yang dimiliki sesuai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berikutnya, mengikuti kebijakan dari Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-MAPI) untuk sektor jalan yang terdiri dari dua tahap: (i) Rencana Jangka Panjang RAN-MAPI (2012-2020) dan (ii) Rencana Jangka Menengah  RAN-MAPI (2012-2014). Pengembangan rumput vetiver dan teknologi adopsi daur ulang aspal  adalah contoh upaya ramah lingkungan berkaitan dengan Rencana Aksi Nasional. Di akhir makalah, tujuan dari manajemen lingkungan adalah untuk menciptakan pengembangan lingkungan berkelanjutan sesuai dengan upaya untuk menciptakan kelarasan lingkungan termasuk sumber daya dalam proses pengembangan untuk terciptanya kemakmuran dan kondisi kualitas lingkungan saat ini dan masa depan. Kata-kata kunci: jalan berkelanjutan, emisi karbon, perubahan iklim, pengembangan jalan

Page 2 of 2 | Total Record : 15