cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2020)" : 7 Documents clear
PENGARUH MULTILANE FREE FLOW TERHADAP KINERJA JALAN TOL Ahmad Munawar; Imam Muthohar; Arif Ardiyanto
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3734.51-58

Abstract

Abstract Traffic congestion on toll roads generally occurs at toll gates. Therefore, it is necessary to plan the replacement of the toll payment system, from the Card Based Tolling System to the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, which can improve toll road performance. In this study a simulation of improving toll road performance by applying Multilane Free Flow, with the use of VISSIM software. As a case study, Tebet 2 Toll Gate was chosen, because this toll gate is considered as one of the toll gates with a high traffic flow. In the Card Based Tolling System, the vehicle must stop to attach the card, whereas in the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, the vehicle is quite slow when entering the toll gate. Simulation results indicate a significant increase in performance with this replacement. Queues, delays, fuel consumptions, and pollutants are significantly reduced. Keywords: toll gate, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, queues, delays  Abstrak Kemacetan di tol umumnya terjadi pada pintu gerbang tol. Oleh karena itu, perlu direncanakan penggantian sistem pembayaran tol, dari Card Based Tolling System ke Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, yang dapat meningkatkan kinerja jalan tol. Pada studi ini dilakukan simulasi peningkatan kinerja jalan tol dengan menerapkan Multilane Free Flow, dengan bantuan perangkat lunak VISSIM. Sebagai studi kasus dipilih Pintu Tol Tebet 2, yang merupakan salah satu pintu tol dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Pada Card Based Tolling System, kendaraan harus berhenti guna menempelkan kartu, sedangkan pada Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, kendaraan cukup memperlambat pada saat memasuki pintu tol. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dengan perubahan ini. Antrian, tundaan, penggunaan bahan bakar, serta pollutant berkurang secara signifikan. Kata-kata kunci: pintu tol, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, antrian, tundaan
MITIGASI BENCANA ALAM PADA INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN Arie Setiadi Moerwanto; James Zulfan
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3730.1-14

Abstract

Abstract Indonesia is considered as one of the disaster-prone countries which located in the equator as well as in Pacific Ring of Fire. It increases the risk of disasters significantly related to hydrometeorology disaster, such as flood, drought, extreme weather, extreme wave and abrasion, and forest fire. Various incidents in the past decades, especially disaster event in Palu, Central Sulawesi Province, have shown an increasing trend of disaster in Indonesia. Damaged infrastructures post earthquake and tsunami have disrupted the activities of the surrounding community. It occurs due to many factors including land use change, climate change, increased rainfall intensity, and increased frequency of earthquake. Road and bridge infrastructures are vulnerable to disasters. Hence, road and bridge administators are advised to mitigate the infrastructure by considering the safety of the structures against existing disaster parameters such as river morphology, land use condition, climate condition, and earthquake. This paper will discuss aspects that affect the disaster in Indonesia and its mitigation. Keywords: disaster mitigation, road and bridge infrastructure, infrastructure safety, disaster parameter  Abstrak Indonesia berada di khatulistiwa dan termasuk kawasan Cincin Api Pasifik. Hal ini menimbulkan potensi yang sangat tinggi untuk berbagai jenis bencana terkait hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang laut ekstrim (tsunami), abrasi laut, serta kebakaran hutan. Berbagai kejadian dalam satu dekade terakhir, terutama kejadian bencana di Kota Palu telah menunjukkan adanya peningkatan tren frekuensi bencana di Indonesia. Kerusakan infrastruktur pascagempa dan tsunami telah mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, seperti perubahan tataguna lahan, perubahan iklim, peningkatan curah hujan, dan peningkatan tren kejadian gempa. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu bangunan yang rentan terkena dampak kejadian bencana. Oleh karena itu, para pengelola bangunan jalan dan jembatan disarankan untuk melakukan mitigasi bencana dengan mempertimbangkan keselamatan bangunan tersebut terhadap parameter kebencanaan yang ada, seperti perubahan-perubahan morfologi sungai, kondisi tata guna lahan, kondisi iklim, dan peningkatan aktivitas kegempaan. Pada studi ini dibahas aspek-aspek yang memengaruhi terjadinya kebencanaan di Indonesia beserta mitigasinya. Kata-kata kunci: mitigasi bencana, infrastruktur jalan dan jembatan, keamanan infrastruktur, parameter ke-bencanaan
MENUJU PEMBAYARAN TOL TANPA HENTI SECARA MULTILAJUR Hadi Suprayitno; Galuh Permana Waluyo; Slamet Muljono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3735.59-72

Abstract

Abstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan tolAbstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan tol
MODE-SHAPE JEMBATAN CABLE STAYED SUNGAI DAREH Ariono Dhanisworo Indra Budhi; Herdianto Arifin; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3731.15-28

Abstract

Abtract The Dareh River Bridge is a harp type cable stayed bridge with one symmetrical pylon. From the loading test it is known that the deflection in the middle of the span of the bridge is 55 mm, in the quarter span is 30 mm, and in three quarters the span is 32 mm. While the reverse deflection in the middle span is 27 mm, in a quarter span 20 mm, and in three quarters 23 mm span. These values are not significantly different from the value of the output given by the RM Bridge software, which is 56 mm in the middle span. After the model is matched, the Eigenvalue of RM Bridge is found, for the shape mode or half-span bending pattern, quarter-bending span, and torque. Then, these values are compared with the shape mode of the test results in the field, which for half the bending span produces a frequency of 1.18 Hz, a quarter of the bending span produces a frequency of 1.88 Hz, and a torque of 3.77 Hz, and the results are quite close. During the loading test, there was an explosion in the cable anchor area when the test load showed 240 tons, so the test was stopped at this point. This value is checked through the cable stress from the analysis of RM Bridge, and apparently there is no excessive stress, because the cable stress is only 262 MPa. Similarly, when loaded with the potential regional earthquake loads, the stress only increases to up to 313 MPa, which is still smaller than 0.45 fpu. Keywords: bridge, cable stayed, bridge deflection, reverse deflection, shape mode  Abstrak Jembatan Sungai Dareh adalah jembatan cable stayed tipe harp dengan satu pilon simetris. Dari hasil pengu-jian pembebanan diketahui bahwa lendutan di tengah bentang jembatan adalah 55 mm, di seperempat bentang adalah 30 mm, dan di tiga perempat bentang adalah 32 mm. Sedangkan lawan lendut di tengah bentang adalah 27 mm, di seperempat bentang 20 mm, dan di tiga perempat bentang 23 mm. Nilai-nilai ini tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan nilai hasil keluaran perangkat lunak RM Bridge, yaitu 56 mm di tengah bentang. Setelah model dicocokkan, dicari Nilai Eigen dari RM Bridge, untuk mode shape atau pola setengah bentang bending, seperempat bentang bending, dan torsi. Kemudian nilai-nilai ini dibandingkan dengan mode shape hasil pengujian di lapangan, yang mana untuk setengah bentang bending menghasilkan frekuensi 1,18 Hz, seperempat bentang bending menghasilkan frekuensi 1,88 Hz, dan torsi 3,77 Hz, dan hasilnya cukup mendekati. Pada pengujian terjadi suara ledakan di area angkur kabel saat beban pengujian menunjukkan 240 ton, sehingga pengujian dihentikan pada angka 240 ton tersebut. Nilai ini diperiksa melalui tegangan kabel hasil analisis RM Bridge, dan ternyata tidak terjadi tegangan yang berlebihan, karena tegangan kabel hanya 262 MPa. Demikian pula bila dibebani dengan gempa yang ada di wilayah tersebut, tegangan hanya meningkat menjadi 313 MPa, yang masih lebih kecil daripada 0,45 fpu. Kata-kata kunci: jembatan, cable stayed, lendutan jembatan, lawan lendut, mode shape
PERAN PENYELENGGARAAN PEMELIHARAAN RUTIN JALAN PROVINSI JAWA TENGAH TERHADAP PENURUNAN ANGKA KEMISKINAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI GAWAI ANDROID A.R. Hanung Triyono; Agus Supriyanto; Anindita Rifta Hapsari; Ury Wahyu Suprihati
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3736.73-82

Abstract

Abstract In managing the roads, the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province organizes the Bina Marga Community Group, which consists of poor and healthy people, which are located around provincial roads. Public expectations of road conditions are often conveyed through social media and mass media. Road handling is then accommodated through the use of easy-to-use technology, the Aplikasi Jalan Cantik, which is operated with an Android Device. This study uses descriptive method, describing the object under study through the collected data, performing a simple analysis, and making general conclusions. The analysis showed that, as of August 2019, 577 reports of public complaints that entered the Aplikasi Jalan Cantik, had been responded quickly within 1 x 24 hours. The condition of the Provincial Roads in Central Java was maintained well, and gradually exceeded the performance target of the 2019 Regional Work Plan, which was 90.20%. There is 1,018 Bina Marga community group member spread over 9 Road Management Centers, which means that the Bina Marga and Cipta Karya Public Works Office in Central Java Province participated in reducing poverty by 0.109% of the Central Java population's poverty rate. Keywords: road routine maintenance, provincial roads, Aplikasi Jalan Cantik, poverty rates  Abstrak Dalam penyelenggaraan jalan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah menggandeng Kelompok Masyarakat Bina Marga, yang terdiri atas masyarakat miskin dan sehat, yang berada di sekitar jalan provinsi. Ekspektasi masyarakat terhadap kondisi jalan sering kali disampaikan melalui media sosial dan media massa. Penanganan jalan kemudian diakomodasikan melalui pemanfaatan teknologi yang mudah digunakan, yaitu Aplikasi Jalan Cantik, yang dioperasikan dengan Gawai Android. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan objek yang diteliti melalui data yang telah terkumpul, melakukan analisis sederhana, dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Hasil analisis menunjukkan bahwa, sampai dengan Agustus 2019, laporan aduan masyarakat yang masuk ke Aplikasi Jalan Cantik sebanyak 577 telah direspons cepat dalam waktu 1 x 24 jam. Kondisi Jalan Provinsi di Jawa Tengah dipertahankan baik, dan berangsur-angsur melebihi target kinerja Rencana Kerja Perangkat Daerah 2019, yaitu sebesar 90,20%. Tercatat 1.018 orang Masyarakat Bina Marga yang tersebar di 9 Balai Pengelolaan Jalan, yang berarti Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah ikut serta dalam penurunan angka kemiskinan sebesar 0,109% terhadap angka kemiskinan penduduk Jawa Tengah. Kata-kata kunci: pemeliharaan rutin jalan, jalan provinsi, Aplikasi Jalan Cantik, angka kemiskinan
PENGARUH ENAM KOMPONEN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN Elvi Roza; Sriono .
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3732.29-42

Abstract

Abstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures  Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jalanAbstract The current performance assessment of road segments tends to consider road pavement conditions only, with the International Roughness Index, Surface Distress Index, or Falling Weight Deflectometer values as indicators. This assessment has an impact on the preparation of road preservation programs, which are only based on data on road pavement conditions. This is different from the field demands, which indicate that road preservation must be carried out comprehensively, meaning that road preservation must be done not only on damaged pavement, but more importantly, it must repair various components that trigger the damage to the road, such as road shoulder, road drainage, culverts, and the presence of plants. This study aims to develop a comprehensive road segment performance evaluation model, involving the components of road pavement, road shoulder, road drainage, road equipment, complementary structures, and the presence of plant. The study was performed by conducting an interview survey and filling out a questionnaire, which was then performed a statistical analysis using Structural Equation Modeling software. The results of this study indicate that of the 6 performance indicators assessed, each contributed significantly to the performance of the road sections. The road pavement component contributed 32.0%, the road shoulder component contributed 21.0%, the road drainage component contributed 20.0%, the road equipment component contributed 9.0%, the road complementary structure component contributed 12.0%, and the plant control component contributed 6.0% of the performance of the road section. Keywords: road section performance, road pavement, road drainage, road complementary structures  Abstrak Penilaian kinerja ruas jalan saat ini cenderung hanya mempertimbangkan kondisi perkerasan jalan, dengan indikator International Roughness Index, Surface Distress Index, atau nilai Falling Weight Deflectometer. Penilaian tersebut berdampak pada penyusunan program penanganan jalan, yang hanya berdasarkan pada data kondisi perkerasan jalan. Hal ini berbeda dengan tuntutan lapangan, yang mengindikasikan bahwa penanganan jalan harus dilakukan secara komprehensif, yang artinya penanganan jalan harus dilakukan tidak hanya pada perkerasan jalan yang rusak, tetapi yang lebih utama harus memperbaiki berbagai komponen yang menjadi pemicu kerusakan jalan tersebut, seperti bahu jalan, drainase jalan, gorong-gorong, dan keberadaaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penyusunan model penilaian kinerja ruas jalan yang komprehensif, dengan melibatkan komponen perkerasan jalan, bahu jalan, drainase jalan, perlengkapan jalan, bangunan pelengkap, dan keberadaan tanaman. Pada pnelitian ini dilakukan survei wawancara dan pengisian kuesioner, yang kemudian dilakukan analisis statistika menggunakan perangkat lunak Structural Equation Modeling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 indikator kinerja yang dinilai, masing-masing memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja ruas jalan. Komponen perkerasan jalan berkontribusi 32,0%, komponen bahu jalan berkontribusi 21,0%, komponen drainase jalan berkontribusi 20,0%, komponen perlengkapan jalan berkontribusi 9,0%, komponen bangunan pelengkap berkontribusi 12,0%, dan komponen pengendalian tanaman berkontribusi sebesar 6,0% terhadap kinerja ruas jalan. Kata-kata kunci: kinerja ruas jalan, perkerasan jalan, drainase jalan, bangunan pelengkap jalan
PELAKSANAAN PEKERJAAN LAPIS FONDASI SEMEN KOMPOSIT TANAH PADA RUAS JALAN MERAUKE–TANAH MERAH Osman H. Marbun; Asniaty .; Arnold Mika; Dameria Hutagalung
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3733.43-50

Abstract

Abstract The Merauke–Tanah Merah Road section is a road linking Merauke Regency and Boven Digoel Regency, Papua Province. The type of soil that exists along the road section is alluvial soil, which has a high potential for shrinkage due to changes in water content. In road construction, this type of soil falls into the category of problematic soil, which needs to be stabilized before it is used as a road sub base layer. The construction of a soil composite cement foundation layer is a foundation layer made of soil stabilized with cement, added with certain additives. The use of the additive was intended to reduce cement content and increase the Unconfined Compression Strength and durability of the cement soil produced. This study uses Matos additive material, which serves to compact or solidify and stabilize the soil physically and chemically. The results of the implementation in the field showed that there was an increase in the strength of the Subbase Composite Cement Base Layer using Matos as additives. However, the use of this additive material needs to be studied in more depth by taking into account the increase in the average of unconfined compression strength, which is only about 6%, while the cost increases by around 54%. Keywords: foundation layers, alluvial soils, road construction, soil stabilization, additives  Abstrak Ruas Jalan Merauke–Tanah Merah merupakan ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Jenis tanah yang ada di sepanjang ruas jalan tersebut adalah tanah aluvial, yang memiliki potensi kembang-susut tinggi akibat perubahan kadar air. Dalam pekerjaan konstruksi jalan, jenis tanah ini masuk dalam kategori tanah yang bermasalah, sehingga perlu distabilisasi sebelum digunakan sebagai lapis fondasi jalan. Konstruksi lapis fondasi semen komposit tanah merupakan lapis fondasi yang terbuat dari tanah yang distabilisasi dengan semen, ditambah dengan bahan tambah tertentu. Penggunaan bahan tambah berfungsi mengurangi kadar semen dan meningkatkan kuat tekan bebas serta durabilitas tanah semen yang dihasilkan. Pada kajian ini digunakan bahan tambah Matos, yang berfungsi untuk memadatkan atau solidifikasi dan menstabilkan tanah secara fisik-kimia. Hasil pelaksanaan di lapangan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kekuatan Lapis Fondasi Semen Komposit Tanah yang menggunakan bahan tambah Matos. Walaupun demikian, penggunaan bahan tambah ini perlu dikaji secara lebih mendalam dengan memperhatikan peningkatan kuat tekan bebas rata-rata yang hanya sekitar 6%, sedangkan biayanya meningkat sekitar 54%. Kata-kata kunci: lapis fondasi, tanah aluvial, konstruksi jalan, stabilisasi tanah, bahan tambah

Page 1 of 1 | Total Record : 7