cover
Contact Name
Gema
Contact Email
gemarullyana@upi.edu
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaledulib@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edulib
ISSN : 20896549     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Edulib, practitioners in the field of LIS focuses on the main problems in the development of the information science, documentation science, library science, archieve, librarianship, and ICT in Library. It covers the theoretical and general aspects of Institutional management of information, information and libraries, libraries and communities in the 3.0 Era, libraries in all areas of education (formal, informal, informal), entrepreneurship information services, social librarianship, child and youth librarianship, curriculum and learning libraries, information literacy in all aspects of life, information society, and digital archives.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 8 Documents clear
MEMAKNAI KEMISKINAN BERDASARKAN PANDANGAN ORANG MISKIN PEDESAAN Silvana, Tine; Yusup, Pawit M; Subekti, Priyo
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1173

Abstract

AbstractRural poverty can be understood as a social condition of a person, or a group of people who were associated with aspects of economic and non-economic aspects. Scientific aspects such as social, cultural, health, education, psychology, the environment, law, anthropology, and art, was often associated with poverty. Nevertheless, the notion of poor and rural poverty is, in general, is still viewed by researcher's perspective, rather than emic, ie see something from the perspective of the participant. This study took part of the effort to comprehensively understand the meaning of poor and poverty in the eyes of the poor, especially in rural areas, roomates point is on how to map view of rural poor people in hopes of interpreting experience of livelihood as poor in underlying survival living. By using a qualitative study approach, especially the tradition of phenomenology of Schutz, obtained a description of the results, that the meaning of poor and poverty, in phenomenology, containing context, such as: context ownership; contexts effort and trial and error; contexts powerlessness; contexts outside assistance; independence in the context of compulsion; contexts unattainable expectations; context of the struggle; context of limited access to information; contexts low curiosity; contexts simplicity needs; problems humiliation context; and context sensitivity in social communication.Keywords: Meaning poor, Poverty, Rural AbstrakKemiskinan di pedesaan dapat dipahami sebagai suatu kondisi sosial seseorang, atau sekelompok orang yang terkait dengan aspek-aspek ekonomi dan non-ekonomi. Aspek ilmiah seperti sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, psikologi, lingkungan, hukum, antropologi, dan seni, yang sering dikaitkan dengan kemiskinan. Namun demikian, gagasan tentang kemiskinan dan pedesaan, secara umum, masih dilihat dari perspektif peneliti, bukan emik, yaitu melihat sesuatu dari perspektif partisipan. Penelitian ini mengambil bagian dari upaya untuk secara komprehensif memahami makna miskin dan kemiskinan di mata masyarakat miskin, terutama di daerah pedesaan, which titik adalah bagaimana memetakan pandangan masyarakat miskin pedesaan dengan harapan pengalaman yang menafsirkan mata pencaharian sebagai masyarakat miskin untuk bertahan hidup. Dengan menggunakan pendekatan studi kualitatif, khususnya tradisi fenomenologi Schutz, diperoleh gambaran hasil, bahwa makna miskin dan kemiskinan, dalam fenomenologi, mengandung konteks, seperti: kepemilikan konteks; Upaya konteks dan trial and error; Ketidakberdayaan konteks; konteks di luar bantuan; kemerdekaan dalam konteks paksaan; konteks harapan tercapai; konteks perjuangan; konteks terbatasnya akses terhadap informasi; konteks rasa ingin tahu yang rendah; kesederhanaan konteks kebutuhan; konteks masalah penghinaan; dan sensitivitas konteks komunikasi sosial.Kata Kunci : Makna kemiskinan, Kemiskinan, Desa
PENGARUH KREDIBILITAS PUSTAKAWAN PADA LAYANAN REFERENSI TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Saleh, Amin
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1169

Abstract

AbstractResearch on "The Effect of Credibility of librarian in Reference Services on user Satisfaction in the Library and Archives of Province of West Nusa Tenggara Barat". The research objective was to determine the effect of credibility of librarian (variable X) on  the satisfaction user (variable Y) on the service reference in the Library and Archives of Province of West Nusa Tenggara Barat. The perceived credibility influential aspect includes Competency, Attitude, Goals, personality and dynamics affecting librarians user Satisfaction with aspects of Reliability, Responsiveness, Confidence, Empathy, and physical manifestation. The study population was user which came in March 2013 at a sampling technique Probability Sampling (Stratified Proportionate Random Sampling). Research methods that are used are exploratory survey method of data collection techniques of observation, interviews, literature study and questionnaire. Based on the results of the study the majority of respondents agreed with the credibility to influence user satisfaction. While the partial test shows a small portion of respondents agreed to the competence and attitude of librarians, then for the purpose and the dynamics personality most respondents agreed. So in general credibility affects satisfaction but partially demonstrate competence and attitude has no direct effect. But the goal, personality and dynamics directly influence user satisfaction.Keywords: Credibility of librarians, user satisfaction AbstrakPenelitian tentang “Pengaruh Kredibilitas Pustakawan Pada Layanan Referensi Terhadap Kepuasan Pemustaka Di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kredibilitas pustakawan (variabel X) terhadap kepuasan pemustaka (variabel Y) pada layanan referensi di Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun aspek kredibilitas yang dipandang berpengaruh meliputi Kompetensi, Sikap, Tujuan, Keperibadian dan Dinamika pustakawan yang mempengaruhi Kepuasan pemustaka dengan aspek Keandalan, Responsiveness, Keyakinan, Empati, dan Wujud fisik. Populasi penelitian adalah pemustaka yang datang pada bulan Maret 2013 dengan teknik sampling Probability Sampling (Proportionate Stratified RandomSampling). Metode penelitian yang dugunakan adalah metode survei eksploratif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi pustaka dan kusioner. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden menyatakan setuju dengan pengaruh kredibilitas terhadap kepuasan pemustaka. Sementara dengan uji parsial menunjukkan sebagian kecil responden menyatakan setuju terhadap kompetensi dan sikap pustakawan, kemudian untuk tujuan, keperibadian dan dinamika sebagian besar responden menyatakan setuju. Sehingga secara umum kredibilitas berpengaruh terhadap kepuasan tapi secara parsial menunjukkan kompetensi dan sikap tidak berpengaruh langsung. Namun tujuan, keperibadian dan dinamika berpengaruh langsung terhadap kepuasan pemustaka.Kata kunci: Krediblitas pustakawan, kepuasan pemustaka
KIAT-KIAT PEMBERDAYAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Rosinar, Euis
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1174

Abstract

AbstractA combination of experts’ idea-generating, dignitaries in librarianship, and decision makers’ concerns at the level of Government should have been made capable of realizing libraries as the facilitator of teaching-learnig process with promising outcomes. Bright learners by way of efforts made in terms of an ever enhanced curriculum should have been developing to sophisticated personalities and geared towards humans with qualities. What has gone in practice proves to be swerving to some extent in that some sort of comprehensive model of running library services is due needed: a standing structure built in the middle of the scholl; collections including books, non-books, digital; and truly Librarian (i.e. main manager of the intellectual asset). Any most interesting activities possible need to be created to make library an area of “play” being the goal of a means to accelerating a reading habit especially among children in their early age. The librarian’s new paradigm should manage to penetrate the academic area of teachers in order that their collaboration with the teaching staff gives the chance to the library’s functioning in an optimal way.Keywords: School library, school library design, school library activities ABSTRAKPerpaduan rancang-gagas pakar, dignitary kepustakawanan, dan decision makers pada tataran Pemerintah seharusnya telah mewujudkan perpustakaan sebagai fasilitas proses belajar-mengajar yang mumpuni. Pembelajar yang dicerdaskan oleh upaya pencanggihan kurikulum sekolah seyogianya bertumbuh menjadi pribadi yang unggul dan berkembang ke arah insan yang berkualitas. Kenyataan di lapangan saat ini memerlukan suatu model menyeluruh penyelenggaraan perpustakaan: gedung yang berdiri tegap ditengah-tengah sekolah; koleksi buku, non-buku, digital; dan Pustakawan (baca: pengelola utama aset intelektual) seutuhnya. Kegiatan-kegiatan menarik harus dikreasikan untuk menjadikan perpustakaan sebagai area “bermain” yang dimaksudkan sebagai ajang penumbuhan minat baca terutama pembelajar usia dini. Paradigma baru Pustakawan selayaknya merambah ke wilayah akademik pengajar agar kolaborasinya kelak berimbas pada berfungsinya perpustakaan secara optimal.Kata kunci: Perpustakaan sekolah, tata ruang perpustakaan sekolah, kegiatan perpustakaan sekolah
LITERASI INFORMASI MEDIA: Studi Kasus Manfaat Media Massa Terhadap Difusi Inovasi Pertanian di Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Hafiar, Hanny; Puspitasari, Lilis; Anwar, Rully Khairul
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1170

Abstract

AbstractConseling is an advanced  activity of information dispersion aims to change the society’s attitude and behavior so as to accept and apply new ideas that have been presented. Changes in attitudes and behaviors of farmers in adopting innovation delivered is expected to improve the farmers’ ability so that the quality and quantity of production increase, which in turn help to improve their living standards. In addition, an innovation can be accepted by the society through several stages: awareness, interest, evaluation, trial, and adoption.Keywords: mass media, innovation diffusion, counselingAbstrakPenyuluhan merupakan kegiatan lanjutan dari penyebaran informasi bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat agar menerima dan menerapkan ide-ide baru yang telah disajikan. Perubahan sikap dan perilaku petani dalam mengadopsi inovasi yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan petani sehingga kualitas dan kuantitas peningkatan produksi, yang pada gilirannya membantu untuk meningkatkan standar hidup mereka. Selain itu, inovasi dapat diterima oleh masyarakat melalui beberapa tahap: kesadaran, minat, evaluasi, percobaan, dan adopsi.Kata kunci: media massa, difusi inovasi, konseling
HAK AKADEMISI PELAKU PLAGIARISME DIPANDANG DARI SUDUT PANDANG ETIKA LIBERAL Arya, Dian
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1175

Abstract

AbstractPlagiarismis anacademicsin, but stillexistevenby the academic communityinIndonesia.Director Generalof Higher Educationat thenote that’s been circulated,there are 21state universitiesandsevenprivate universitiesin the list ofcases of plagiarism. Actorsin plagiarismobviouslyhaving a bigloss. Demotion,evena moratorium ontherecruitment of professorsfor theinstitutionsis definitely avery big loss. This papertriesto seehow theactorsrightfrom an ethical standpointof plagiaristliberalismwho exaltsindividualfreedom. By takingNozickas a characterthat upholdsindividualliberty, however,it was foundthat,still,the behavior ofplagiarismis an actthat violatesthe principles of justice. Keywords:Plagiarism, Academics, Ethics Liberalism AbstrakPlagiarisme adalah sebuah dosa besar dalam dunia akademik. Walaupun demikian, hal ini masih seringkali terjadi, yang bahkan dilakukan oleh para pelaku akademik itu sendiri. Direktorat Jeneral Pendidikan Tinggimenyatakan bahwa terdapat 21 perguruan tinggi negeri dan 7  perguruan tinggi swasta yang didaulat sebagai pelaku plagiarism. Pelaku plagiarisme dalam hal ini jelas besar pasak daripada tiang.Demosi sampai dengan moratorium pengangkatan profesor untuk institusi pelaku plagiarism jelas merupakan sesuatu yang sangat merugikan. Artikel ini mencoba untuk meninjau, bagaimana para pelaku plagiarism dari sudut pandang etika liberalism, yang sangat mennyanjung tinggi kebebasan individual. Dari hasil kajian, ternyata, dengan mengambil pendapat Nozick sebagai tokoh kebebasan individu sekalipun, perilaku plagiarism tetaplah sebuah tindakan yang melanggar prinsip-prinsip keadilan.Kata Kunci:Plagiarisme, Pendidikan Tinggi, Etika Liberalisme
KIAT MAHASISWA BERKOMUNIKASI DIDALAM BAHASA INGGRIS PASKA PENDEKATAN FRESHNESS DAN ENTHUSIASM Rusmono, Doddy
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1171

Abstract

AbstractThrough DIMBI (Diskusi Ilmiah Mahasiswa Berbahasa Inggris – Student’s English Discussion) some can be drawn that learners (i.e. Students) want to have their messages accepted in a proper way by the receiver in the target language. By merely integrating vocabulary and grammar to communicate, the meaning of the expression could not reach the intended receiver and might end up with being incomprehensive on his part. Elelments of culture are neede to make other people understand what you are trying to say, especially when the one you are talking to is a native speaker of English language.  Learners are in the situation in which English fall into the category of a foreign, and not English as a second language. When learning English as a second language takes place, the learners are involved in the language in their daily life ectivities while  learning English as a foreign language as the case in Indonesia, acquisition and usage depend on and are restricted to learning structures as designed for classroom mode with its various impacts. However little any attempts made by the learners, appreciation and good points of view must emerge for the sake of skill developments. Ways of exploring with tricks by the learners everytime they try to communicate in English with a number of mistakesn needs to be ameliorated in such a way that hopes for betterments live a good endeavour. Approach in the light of teacher demeanor brings with it a positive impact. The approach generates freshness and enthusiasm as well and thus encouraging the learners to express with confidencde regardless of possible inaccuracies in their various forms.Keywords: vocabulary, grammar points, communication, culture, target language. AbstrakMelalui DIMBI (Diskusi Ilmiah Mahasiswa Berbahasa Inggris) terperoleh simpulan bahwa para pembelajar (baca: Mahasiswa) ingin agar pesan yang mereka komunikasikan dapat berterima. Dengan menggabungkan kosa-kata dan gramatika saja pesan yang mereka sampaikan sebagai penutur belum cukup untuk memenuhi keberterimaan oleh penerima pesan pada bahasa sasaran (Bahasa Inggris). Diperlukan unsur kultur untuk mencapai bahasa sasaran. Unsur kultur akan sangat menentukan makna yang ditangkap oleh penerima pesan, terutama bilamana penerima pesan tadi adalah penutur asli (native speaker).  Pembelajar berada dalam situasi yang dikategorikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English As A Foreign Language) , bukan sebagai Bahasa Kedua (English As A Second Language). Ketika bergagas melalui ujaran didalam Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, pembelajar dilibatkan dengan bahasa ini didalam kehidupan sehari-hari mereka sedangkan pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing seperti misalnya di Indonesia, perolehan dan penggunaan Bahasa Inggris tergantung dan terbatas pada rancangan belajar di ruang kelas dengan segala dampak penyertanya. Upaya sekecil apapun oleh pembelajar harus dilihat dari segi positifnya untuk kemudian dicarikan cara pengembangannya. Kiat penuh kekeliruan sekalipun perlu dihidupkan agar komunikasi tetap berlangsung lancar dan berterima. Pendekatan melalui teacher demeanor yang menyegarkan dan penuh semangat membawa dampak positif bagi pembelajar berupa keberanian berekspresi, terlepas dari ketidakpasan disana-sini.Kata kunci: kosa kata, gramatika, komunikasi, kultur, bahasa sasaran.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH Nurhalisma, Lisna; Silvana, Hana
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1176

Abstract

AbstractA principal is the highest leader in school. The operation of school library is not separated from the principal leadership. This study aimed to investigate the principal leadership of SMAN 10. The principal management was measured by the leading indicators which include decision-making, communicating, motivating, selecting people and developing people with the use of management theory of Lewis A. Allen. The organization of school library was measured through the indicators of service, collections, and budget. The population of this study was students of SMAN 10 Bandung, with a sample of 95 people. This study used descriptive method with quantitative approach. The data was collected using closed questionnaire and interview. Based on the results of data analysis, it was found that principal leadership make a positive contribution to the school organization. Broadly speaking, the principal management of SMAN 10 Bandung is in good category. The test results of principal management in school library organization show that the leading indicators are in the moderate category.Keywords: leadership, school library, principal managementAbstrakKepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi yang berada di sekolah.  Penyelenggaraan perpustakaan sekolah tidak terlepas dari kepemimpinan Kepala Sekolah. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMAN 10 Bandung. Manajemen kepala sekolah diukur melalui indikator leading yang terdiri dari pengambilan keputusan, pengkomunikasian, pemberian motivasi, penyeleksian orang-orang dan pengembangan orang-orang dengan menggunakan teori manajemen dari Lewis A.Allen. Penyelenggaraan perpustaka sekolah diukur melalui indikator layanan, koleksi dan anggaran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 10 Bandung, dengan sampel 95 orang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan   data menggunakan angket  tertutup dan  wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diketahui kepemimpinan Kepala Sekolah memberikan  kontribusi positif pada penyelenggaraan Sekolah. Secara garis besar manajemen Kepala Sekolah SMAN 10 Bandung termasuk dalam kategori baik. Hasil pengujian terhadap manajemen Kepalab Sekolah terhadap penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah menunjukkan indikator leading berada dalam kategori sedang.Kata Kunci: Kepemimpinan, Perpustakaan Sekolah, manajemen kepala sekolah 
HARAPAN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PADJADJARAN MENJADI PUSTAKAWAN Ekawati, Desi; Radiah, Saleha
Edulib Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v4i1.1172

Abstract

AbstractThis research about “expectation of library science student to be a librarian” conducted on students Departement Library Science Padjadjaran University. The purpose of this research was to determine the extent of the correlation between student studied library science with expectation to be a librarian. This research used a survey method. The population in this research was student of library science class of 2009-2011 are totaled 231 people and obtained 70 samples. Data collection techniques use questionnaires, observations, interviews, and literature. The conclusion of this research is there is a certain correlation between student studied library science with expectations to be a librarian. This correlation is neutral. Students studied the library science, but do not know, dubious, or even no matter whether the future will be a librarian or not. Suggestion from this research is a name reconsideration of the profession and the motivation of the profession itself.Keywords: Expectation of library science student, Library Science, Librarian, survey methodAbstrakPenelitian untuk mengetahui hubungan mahasiswa mempelajari ilmu informasi dan perpustakaan dengan harapannya menjadi pustakawan. Menggunakan metode penelitian survey, populasinya mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Angkatan 2009-2011 berjumlah 231 orang dengan responden 70 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan hubungan bersifat netral antara mahasiswa mempelajari ilmu informasi dan perpustakaan dengan harapan menjadi pustakawan. Mahasiswa mempelajari ilmu informasi dan perpustakaan namun tidak tahu, meragukan, atau bahkan tidak peduli apakah nantinya akan menjadi pustakawan atau tidak.Kata Kunci: Harapan mahasiswa, Ilmu Perpustakaan, Pustakawan, metode survei

Page 1 of 1 | Total Record : 8