cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertambangan
ISSN : 24424234     EISSN : 29863910     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 16 Documents clear
KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG BATUBARA DI PIT SMALL PT. PIPIT MUTIARA JAYA SITE BEBATU, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Endra Setiawan; Hasywir Thaib Siri; Bambang Wisaksono; Sahat Hutahean
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di PT. Pipit Mutiara Jaya yang berlokasi di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan Penambangan Batubara di PT. Pipit Mutiara Jaya menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode strip mine. Sistem penyaliran yang digunakan adalah mine dewatering. Sumber air berasal dari air hujan dan air limpasan dibiarkan mengalir masuk kedalam sumuran, kemudian dikeluarkan dengan cara pemompaan. Saat musim hujan di PT. Pipit Mutiara Jaya  sering terjadi genangan dan luapan air di lantai dasar tambang dikarenakan volume air hujan dan air limpasan yang masuk kedalam lokasi tambang cukup besar namun volume sumuran tidak cukup untuk menampung air yang masuk. Oleh karena itu perlu adanya kajian terhadap sistem penyaliran tambang yang ada.Berdasarkan analisis data curah hujan tahun 2005-2014, diperoleh curah hujan rencana sebesar 127,94 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 44,36 mm/jam dengan periode ulang hujan 3 tahun dan resiko hidrologi 86,83 %. Lokasi penambangan PT. Pipit Mutiara Jaya dibagi menjadi 3 Daerah Tangkapan Hujan (DTH) yaitu DTH I = 0,49 km², DTH IIA = 1,14 km², DTH IIB = 0,83 km², dengan total debit air yang masuk ke Sumuran Pit Small sebesar 3,194 m3/detik. Total debit air yang dapat dialihkan atau yang masuk ke Sumuran Utama  sebesar 9,19  m3/detik. Terdapat  1 saluran terbuka untuk mencegah air limpasan tidak masuk ke dalam Pit Small. Debit air limpasan yang masuk kesaluran terbuka 1 adalah 3,07 m3/detik. Dimensi saluran terbuka dibuat berdasarkan rumus Manning dengan dimensi saluran sebagai berikut:Saluran Terbuka 1           : h = 1,4 m; b = 1,4 m; B = 2,7 m; a =  1,4 m d = 1,2 m Volume sumuran dihitung berdasarkan selisih jumlah air yang masuk dan debit pemompaan. Sumuran Pit Small menggunakan 1 pompa KSB type LCC – H 200 – 610 dengan debit 500 m3/jam dan volume sumuran 21.244,5 m3. Sumuran Utama menggunakan pompa Sykes model HH 160 iSS dengan debit 400 m3/jam.Kata Kunci: Dewatering, Daerah Tangkapan Hujan (DTH), Air Limpasan, Manning.
KARAKTERISASI MASSA BATUAN DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG UNTUK EVALUASI RANCANGAN PADA PENAMBANGAN BIJIH EMAS DI DINDING TIMUR PIT ARAREN PT. TAMBANG TONDANO NUSAJAYA SULAWESI UTARA Pandu Wibawa; Raden Hariyanto; Bagus Wiyono
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Tambang Tondano Nusajaya (PT.TTN) merupakan perusahaan tambang emas di Kabupaten Minahasa Utara dan Kotamadya Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Sistem penambangan yang diterapkan adalah tambang terbuka dengan metode penambangan open pit. PT. TTN merencanakan untuk membuka pit baru yaitu Pit Araren dengan rancangan lereng keseluruhan berjumlah 16 lereng tunggal, kemeringan lereng keseluruhan 51° dan tinggi lereng keseluruhan  235 m. Rancangan lereng tersebut belum dilakukan analisis geoteknik, oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi rancangan lereng dengan analisis geoteknik. Data untuk melakukan analisis diperoleh dengan melakukan karakterisasi massa batuan pada inti bor hasil pengeboran geoteknik. Massa batuan konglomerat termasuk weak rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 5-25 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas III yaitu fair rock dengan nilai RMR 50. Massa batuan andesit termasuk medium strong rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 25-50 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas III yaitu fair rock dengan nilai RMR 60. Massa batuan basaltic andesite termasuk strong rock, memiliki estimasi nilai kuat tekan uniaksial berkisar antara 50-100 MPa dan masuk ke dalam batuan kelas II yaitu good rock dengan nilai RMR 64.Hasil analisis kestabilan lereng keseluruhan desain awal menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar 1,44. Hal ini menunjukan lereng keseluruhan desain awal tidak aman karena memiliki nilai faktor keamanan  < 1,5, sehingga perlu dilakukan rancangan ulang. Perancangan ulang merekomendasikan rancangan lereng keseluruhan dengan jumlah 19 lereng tunggal, kemiringan lereng keseluruhan 44° dan tinggi lereng keseluruhan 236 m. Hasil analisis kestabilan lereng yang direkomendasikan menggunakan metode elemen hingga menghasilkan nilai faktor keamanan sebesar 1,61. Nilai tersebut dinyatakan aman karena memiliki nilai faktor keamanan > 1,5.Antisipasi pergerakan terhadap lereng sebelum mengalami kelongsoran dilakukan dengan pemantauan secara instrumentasi yaitu penerapan peralatan dan elektronik. Pemantauan yang direkomendasikan adalah pemantauan dengan menggunakan alat instrumentasi ekstensometer.Kata Kunci : Massa Batuan, Nilai Kuat Tekan Uniaksial, Metode Elemen, Kestabilan Lereng
KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN PRODUKSI ALAT GALI-MUAT & ALAT ANGKUT PADA KEGIATAN PENGUPASAN TOPSOIL DI STOCKPILE PT. KALTIM PRIMA COAL KALIMATAN TIMUR Bentrovolta Bentrovolta; Inmarlinianto Inmarlinianto; Abdul Rauf
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang terletak di Kecamatan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang digunakan oleh PT. KPC adalah sistem tambang terbuka (surface mining).Kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup (topsoil) pada saat ini dilakukan di stockpile pit Bendili. Material hasil Pengupasan topsoil tersebut diangkut menuju ke kancil dump dengan menggunakan 1 unit alat muat yaitu backhoe Komatsu PC-750 dan dikombinasikan dengan 6 alat angkut Articulated dump truck yaitu : 2 unit dump truck Volvo A35E/A35F, 2 unit dump truck Hungry board dan CAT A35E/A35F, dan 2 unit dump truck CAT 740. Jarak angkut terjauh dari lokasi penambangan menuju ke dumping point  1400 m.Kegiatan Pengupasan topsoil PT. KPC di pit Bendili mengunakan rangkaian kerja alat Gali-muat (backhoe) dan alat angkut (articulated dump truck) untuk memindahkan topsoil dari stockpile  menuju kancil dump  dengan sasaran produksi nyata pengupasan topsoil saat ini hanya 206.525 BCM/bulan, sehingga masih kekurangan terdapat kekurangan produksi sebesar 4.375 BCM/bulan.Upaya yang dilakukan agar target ptroduksi dapat tercapai yaitu melakukan perbaikan jalan di loading point, dengan penambahan jumlah curah pada bucket dapat mengakibatkan bertambahnya beban pada bak articulted dump truck sehingga dapat mengakibatkan amblasan di jalan loading point yang menjadi hambatan yang mempengaruhi produksi untuk itu perlu dilakukan perbaikan agar dapat mengurangi hambatan yang mempengaruhi produksi, kemudian upaya selanjutnya yaitu mengurangi hambatan-hambatan yang dapat di hindari sehingga waktu kerja efektif meningkat dan efisiensi kerja meningkat pula setelah dilakukan perhitungan produksi pengupasan meningkat untuk alat angkut menjadi 209.425,30 BCM/bulan, sehingga target produksi yang di inginkan perusahaan sebesar 211.000 BCM/bulan belum tercapai, upaya selanjutnya dengan penambahan jumlah curah, perkiraan perhitungan produksi alat angkut setelah penambahan jumlah curah yaitu 249.566,44 BCM/bulan, sehingga target produksi tercapai.Kata Kunci : Sasaran produksi, loading point, waktu kerja efektif, penambahan jumlah curah
STUDI HIDROGEOLOGI PADA RENCANA PENAMBANGAN BATUBARA DI DAERAH MUARA BAKAH, IUP PT. DUTA NURCAHYA, BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Suyono Suyono; Indah Setyowati; Peter Eka Rosadi; Bagus Arief Wijaya
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di IUP PT. Duta Nurcahya yang berlokasi di Desa Muara Bakah, Kecamatan Lahai, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Berkaitan dengan rencana PT. Duta Nurcahya untuk membuat bukaan tambang yang baru, studi hidrogeologi sangat mutlak diperlukan. Hal ini dikarenakan lokasi rancangan bukaan tambang yang berdekatan dengan sungai besar di Kalimantan Tengah yaitu Sungai Lahai. Lokasi Sungai Lahai yang sangat dekat dengan lokasi rancangan bukaan tambang berpotensi mempengaruhi kondisi airtanah disekitar bukaan tambang.Berdasarkan hasil studi hidrogeologi yang telah dilakukan, diketahui terdapat dua jenis akuifer, yaitu akifer bebas dan akuifer tertekan. Akuifer bebas terdiri dari pasir halus hingga sedang. Sedangkan akuifer tertekan terdiri dari batupasir dengan ukuran pasir halus-sedang yang terperangkap lapisan batulempung. Sebaran ketebalan akuifer bebas dan akuifer tertekan di daerah penyelidikan tidak merata. Akuifer bebas memiliki ketebalan antara 3,00 – 22,60 meter, sedangkan akuifer tertekan memiliki ketebalan antara 8,00 – 37,35 meter.Hasil pengujian berdasarkan metode slug test diketahui nilai permeabilitas (k) akuifer berkisar antara (1,1294 . 10-6 – 5,3528 . 10-6) meter/detik. Sedangkan melalui uji pumping test pada lubang bor GH_DN_05 didapatkan nilai konduktivitas hidrolik (K) sebesar 1,330 . 10-5 meter/detik. Dilihat dari  jenis batuan penyusun akuifer, sebaran nilai permeabilitas dan konduktivitas hidrolik yang kecil, maka potensi airtanah di daerah penyelidikan relatif rendah. Pengaruh penambangan endapan batubara terhadap keberadaan airtanah (terutama airtanah bebas) tidak signifikan, karena material penyusun akuifer memiliki ukuran butir relatif kecil/halus, dengan sebaran akuifer tidak merata. Pada kondisi nilai permeabilitas yang tergolong rendah, aliran airtanah di dalam akuifer relatif terbatas (temporary), apalagi hanya dipengaruhi oleh perbedaan muka airtanah akibat penggalian maupun gaya gravitasi.Disamping itu, PT. Duta Nurcahya juga harus memperhatikan kualitas air yang ada pada daerah tambang dan sekitarnya karena air tersebut digunakan banyak orang yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Dari hasil uji laboratorium menyatakan bahwa pada sepuluh sampel air yang diambil, delapan sampel air merupakan air kelas satu (I), sedangkan sampel air anak Sungai Lahai (162.c / Air / 2015) dan sampel air dari sungai kecil (162.i / Air / 2015) tergolong air kelas tiga (III) karena mengandung bakteri total koli > 10.000 Jml/100mL.Kata Kunci: akuifer, slugtest, pumping test.
KAJIAN TEKNIS PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT UNTUK MEMENUHI TARGET PRODUKSI 780.000 TON/BULAN DI PT SEMEN PADANG INDARUNG SUMATERA BARAT Rifani Faisal; Kresno Kresno; Dwi Poetranto
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Semen Padang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industry semen, dan merupakan perusahaan semen terlama di Indonesia. Lokasi penambangan batugamping terletak di Bukit Karang Putih, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Padang, Provinsi Sumatera Barat.Tujuan penelitian yaitu mengkaji kemampuan produksi dari alat muat dan alat angkut yang digunakan pada penambangan batugamping di kuari bukit karang putih, mengkaji factor-faktor serta hambatan yang mempengaruhi penyebab tidak tercapainya produksi pada penambangan batugamping di kuari bukit karang putih, melakukan upaya peningkatan produksi dengan memperbaiki waktu kerja efektif dari alat mekanis.Permasalahan yang terjadi adalah kurang tercapainya sasaran produksi yang telah di rencanakan. Hal tersebut di karenakan berkurangnya waktu kerja efektif yang disebabkan adanya hambatan-hambatan yang dapat mengurangi waktu kerja yang sudah disediakan. Sehingga produktivitas dari peralatan mekanis tidak dapat memenuhi sasaran produksi yang diinginkan perusahaan.Kemampuan produksi alat mekanis meningkat setelah dilakukan peningkatan waktu kerja efektif, penambahan jumlah pengisian material ke bak truck dan penambahan alat angkut. Sehingga kemampuan produksi meningkat dari 680.638,68 ton/bulan menjadi 907.195,41 ton/bulan dan target produksi sebesar 780.000 ton/bulan.Kata Kunci : Produktivitas, Waktu Kerja Efektif
ANALISIS PENGARUH VARIASI BEBAN NORMAL TERHADAP PARAMETER KUAT GESER LANGSUNG PADA BATU TUFF DI KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMAN, PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Rahmatyo Gilang Trilaksono; Singgih Saptono; Eddy Winarno; Barlian Dwinagara
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : UPN Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penambangan, khususnya penambangan yang menerapkan sistem tambang terbuka, kemantapan lereng merupakan suatu aspek penting yang perlu diperhatikan berkaitan dengan target produksi dan faktor keamanan. Desain lereng yang baik adalah desain lereng yang dapat mencapai target produksi dan memiliki faktor keamanan yang dapat dipercaya. Untuk memperoleh desain lereng yang baik maka perlu memperhatikan karakteristik massa batuan. Faktor penting dalam karakteristik massa batuan terkait perancangan lereng yakni faktor intrinsik batuan diantaranya kohesi (c) dan sudut gesek dalam ().Nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam () didapatkan dari hubungan persamaan regresi linier tegangan geser dari berbagai variasi beban normal hasil uji kuat geser langsung. Kekuatan geser batuan pada uji kuat geser langsung dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik, faktor intrinsik berasal dari batuan tersebut yakni nilai kohesi (c) dan sudut gesek dalam () sedangkan faktor ekstrinsik salah satunya adalah tegangan normal yang diberikan pada uji kuat geser langsung.Batas pemberian tegangan normal maksimum pada uji kuat geser langsung telah dilakukan pada penelitian terdahulu yakni 12,5% (Saptono, 2012), 20% (Grasseli, 2001), dan 15% (Ladanyi dan Archambault, 1970) dari kuat tekan uniaksial. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pada uji kuat geser langsung dengan memvariasikan pemberian beban normal sehingga didapatkan batas maksimum tegangan normal yang masih diijinkan pada batu tuff lokasi penelitian serta menentukan pemberian beban normal optimum pada uji geser langsung batu tuff lokasi penelitian dengan menghubungkan kriteria Mohr & Coulomb terhadap kriteria Hoek-Brown.Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium diketahui bahwa batu tuff hasil penelitian memiliki nilai kuat tekan uniaksial rata-rata conto batu tuff sebesar 4370 kPa, sedangkan untuk uji kuat geser langsung pada beban normal (0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1,0; 1,2) kN masing masing didapatkan tegangan geser sebesar (670,59; 931,97; 1335,36; 1474,89; 1460,68; 1547,17) kPa pada kondisi peak dan (353,59; 527,68; 923,24; 1090,44; 1080,43; 1190,99; 1152,98) kPa pada kondisi residu. Untuk nilai intrinsik batu tuff pada uji kuat geser langsung dengan menggunakan variasi beban normal (0,2; 0,4; 0,6) kN, (0,4; 0,6; 0,8) kN, (0,6; 0,8; 1,0) kN dan (0,8; 1,0; 1,2) kN menghasilkan kohesi masing-masing variasi beban normal (315,21; 453,88; 1158,70; 1297,50) kPa dengan sudut gesek dalam (69,40; 64,45; 27,96; 17,41)o pada kondisi peak, sedangkan pada kondisi residu didapatkan nilai kohesi (35,94; 21,79; 700,7; 848,97) kPa dan sudut gesek dalam (66,19; 65,31; 33,53; 23,41)o.Berdasarkan hasil analisis dari uji kuat geser langsung yang telah dilakukan, terjadi peningkatan tegangan geser yang tidak signifikan ketika beban normal yang diberikan melebihi 0,8 kN. Sedangkan untuk faktor intrinsik batuan terjadi kecenderungan peningkatan yang signifikan pada nilai kohesi batuan dan penurunan yang signifikan pada sudut gesek dalam ketika beban normal yang diberi lebih besar 0,8 kN atau pada pengujian dengan luas permukaan geser conto 15,65 cm2 maka n sebesar 511,18 kPa. Hal ini membuktikan bahwa untuk uji kuat geser langsung pada batu tuff batas pemberian beban normal 0,8 kN atau 511,18 kPa atau ±12,5% dari kuat tekan uniaksial batu tuff lokasi penelitian yakni 4370 kPa, sehingga hasil penelitian Saptono (2012) mengenai pemberian tegangan normal yang masih diijinkan sebesar 12,5% dari kuat tekan uniaksialnya sangat sesuai untuk diterapkan pada pengujian kuat geser langsung pada batuan tuff lokasi penelitian.Berdasarkan grafik kesesuain antara Mohr & Coulomb dengan Hoek-Brown dan nilai kohesi dan sudut gesek dalam batu tuff lokasi penelitian, maka peneliti merekomendasikan untuk pemberian beban normal optimum pada uji kuat geser langsung pada batu tuff lokasi penelitian yakni (0,4;0,6;0,8) kN.Kata Kunci : Sistem Tambang Terbuka, Faktor Keamanan, Uji Kuat Geser Langsung, dan Beban Normal.

Page 2 of 2 | Total Record : 16