cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2013)" : 14 Documents clear
POLA PEMBAGIAN LAHAN PEKARANGAN DI RUMAH TRADISIONAL JAWA BERDASAR SISTEM PEMBAGIAN WARISAN, STUDI KASUS: JERON BETENG, KRATON, YOGYAKARTA (House Yard Distribution Pattern in Javanese Traditional Houses Based on the Inheritance Distribution System Case Study: Jeron Banteng, Kraton, Yogyakarta) Riandy Tarigan
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v11i1.222

Abstract

Budaya selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan alam pemikiran dari manusia pada tempat itu.Perubahan tersebut merupakan perwujudan alam pemikiran masyarakat yang bersifat kontradiktif antara mempertahankan masa lalu dengan perubahan yang disebabkan oleh perkembangan kebutuhan masyarakat. Salah satu aspek dari perubahan dalam rumah tradisional adalah perubahan kepemilikan yang disebabkan oleh pembagian warisan. Perubahan kepemilikan ini merupakan salah satu permasalahan signifikan dalam penataan pada permukiman tradisional. Perubahan kepemilikan secara tidak langsung akan mengakibatkan perubahan tata ruang dan massa bangunan tradisional yang diakibatkan perkembangan kebutuhan dari masing-masing rumah tinggaL Pada akhirnya, pembagian kepemilikan lahan dapat mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan permukiman tradisional sebagai warisan budaya yang perlu dipertahankan. Penelitian dilakukan di JI. Siliran, Jeron Seteng, Kraton Yogyakarta dengan metode kualitatifempiris. Data didapatkan melalui teknik wawancara mendalam. Kajian ini ditekankan pada rumah tradisional yang telah mengalami pembagian warisan. Dari penelitian tersebut didapat pola pembagian lahan pekarangan yang dapat menjadi rujukan dalam penataan rumah tradisional.
PERAN BALKON PADA RUMAH SUSUN DAN APARTEMEN (Role of Balcony of Flats and Apartments) Lucky Septyadinda AD; Ilga Kumala Sari; Paulus Hariyono
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v11i1.224

Abstract

ABSTRACT Green space management in flats and aparlments was a hard and complicated thing to implement. Therefore, there was hardly to find people utilizing the parls of flats and apartments as green spaces. Flats and aparlments are considered as verlical buildings having minimal land so that they often unconcern with the needs of green spaces although such spaces were ve/}' necessa/}'. This study was intended to learn the use of the balconies of the flats and aparlments to be alternative green open spaces. The problem arising was how a balcony was possibly to be used as a medium of open green space. The study applied three approaches. First was literatures study that was done to obtain seconda/}' data. Second was comparative study by comparing several flats and apartments and the third was a case study by solving the cases of buildings' balconies that could be associated with the issues. An analysis was then conducted to find a solution of the existing problems. The findings of the study showed: firstly, greening could be done on the balcony to reduce excessive heat. Secondly, a balcony having greene/}' would certainly add the aesthetic value. The balcony utilization for greening in flats and apartments could be a good alternative. Keywords: balcony, flats, aparlements ABSTRAK Pengelolaan ruang hijau pada rumah susun dan apartemen merupakan suatu hal yang rumit untuk diterapkan. Karena itu jarang sekali ada pengelola yang memanfaatkan bag ian-bag ian dari rumah susun dan apartemen sebagai ruang hijau. Rumah susun dan apartemen dianggap bangunan vertikal yang minim lahan sehingga sering terlupakan ruang hijau yang sangat penting. Penelitian ini ingin mempelajari pemanfaatan balkon rumah susun dan apartemen untuk digunakan sebagai altematif ruang terbuka hijau. Permasalahan yang muncul adalah seberapa jauh balkon dapat digunakan sebagai media ruang hijau terbuka. Penelitiaan menggunakan tiga pendekatan, yaitu pertama, studi literatur yang dilakukan untuk mendapatkan data-data sekunder. Kedua, studi banding dengan membandingkan beberapa rumah susun dan apartemen. Ketiga, studi kasus, dengan memecahkan kasuskasus balkon pada bangunan yang ada yang berhubungan dengan permasalahan terkait, kemudian mencari jalan keluar dengan analisis. Temuan penelitian menunjukkan, pertama, penghijauan dapat dilakukan di balkon untuk menanggulangi panas yang berlebihan. Kedua, balkon dengan penghijauan menambah nilai estetika. Pemanfaatan balkon untuk penghijauan pada rumah susun dan apartemen merupakan alternatif yang baik. Kata Kunci : balkon, rumah susun, apartemen.
DESAIN RUMAH HEINZ FRICK YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN TERJANGKAU (Heinz Frick's House Design that is Environmentally Friendly and Affordable) Gunawan Tanuwidjaja; Lo Leonardo Agung Mulyono; Devi Calista Silvanus
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v11i1.223

Abstract

ABSTRACT The house design made by Dr.Heinz Frick, Semarang, had design features that were environmentally friendly and affordable. Firstly, the house used local labor as well as local materials beside secondhand building materials and environmentally friendly materials. Secondly, it was very functionally designed by having adequate space size, attractive scenery and adequate lighting. Thirdly, the house was built to create public awareness about sustainable design although it had not entirely been successful because of the economic and social barriers Indonesian people. Fourthly, preservation of cultural diversity was verily considered by Dr. Frick, especially Javanese culture having the concepts of the pavilion, joglo (Javanese traditional building design), and implementation of the terrace as a dining room and as a room for social interaction with the local community. Fifthly, strategy of maximizing cross air circulation and of reducing the moisture was applied in the design of the house. This was done by an open design using nako glass windows, ventilation holes, and jalousie doors that were fitted with wire gauze. Finally, water saving strategy was also applied in the house design. This was done by using rainwater for any use but not for drinking. Meanwhile, water from the Regional Water Company (PDAM) was used for drinking and cooking. It could be concluded that Dr. Heinz Frick's house design was to be a proper solution for Indonesia because of its appropriate and affordable design. Keywords: house design, environmentally friendly, affordable. ABSTRAK Desain Rumah karya Dr. Heinz Frick, Semarang, memiliki fitur - fitur desain yang ramah lingkungan sekaligus tetap terjangkau. Hal ini dimulai dengan menggunakan tenaga lokal dan material lokal, material bangunan bekas, dan material ramah lingkungan. Kedua, rumah ini didesain secara sangat fungsional dengan ukuran ruang yang memadai, pemandangan yang menarik serta pencahayaan yang memadai. Ketiga, rumah ini dibangun untul menciptakan tentang kesadaran masyarakat untuk desain berkelanjutan, walaupun belum berhasil sepenuhnya karena hambatan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Keempat, pelestarian keragaman budaya sangat diperhatikan oleh Dr. Frick, terutama budaya Jawa yang memiliki kansep pendapo, jagla, dan diterapkannya teras sebagai ruann makan dan interaksi sosial dengan komunitas setempat. Kelima, Strategi memaksimalkan sirkulasi udara silang dan mengurangi kelembabafl diterapkan dalam desain rumah ini. Hal ini dilakukan dengan desain bukaan dengan dijumpainya jendela nako, lubang ventilasi, dan pintu jalusi yang dilengkapi dengan kawat kasa. Terakhir, strategi penghematan air diterapkan juga dalam desain rumah ini. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan air hujan untuk penggunaan air yang tidak diminum. Sementara, air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) penggunaan air yang tidak diminum. Sementara, air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih digunakan untuk minum dan memasak. Dapat disimpulkan bahwa desain rumah Dr. Heinz Frick ini merupakan solusi yang tepat untuk Indonesia karena desainnya yang tepat guna dan terjangkau. Kata Kunci : desain rumah, ramah lingkungan, terjangkau
PEMENUHAN AIR BERSIH METODA RAIN WATER HARVESTING SKALA RUMAH TINGGAL SEBAGAI SOLUSI TEKNOLOGI YANG EKOLOGIS (Meeting the Clean Water Sufficiency by Implementing Residential-Scaled Rain Water Harvesting Method as a Ecologically Technological Solution) F. X. Bambang Suskiyatno
Tesa Arsitektur Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v11i1.226

Abstract

ABSTRAC.T Lack of clean water supply is one of the serious societal problems, especially in big cities in Indonesia. Water is usually got from groundwater and shallow groundwater resources. They having low income can only get surface water sources (rivers) that is very low qualified and to bring assorted illness. Actually there is another source spending abundant of clean water that can be utilized besides reducing the environmental destruction impacts. It is rain water. As it is known that rain, for the time being, tend to puddle and to lead to flooding, especially in downtowns. Rain also causes land- sliding because there is no open land remaining to absorb the rainwater. All ground surfaces are coated with a water-resistant pavement, including watelWays. Rain water utilization as clean water will minimize the possibility of these effects. Such rainwater utilization is known as Rain water Harvesting System for getting clean water. By having certain technologies rain water utilization can be easily done at a residential scale, both simple to advanced technologies. Keywords: clean water, environment, rain water. ABSTRAK Kurangnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat merupakan persoalan yang cukup besar. Terutama di kota-kota besar di Indonesia. Sumber air bersih tersebut adalah dari air tanah dangkal maupun air tanah dangkal. Sementara bagi masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah hanya dapat memanfaatkan sumber air permukaan (sungai) dengan kualitas sangat rendah dan berindikasi menyebabkan penyakit. Sebenarnya terdapat sumber air bersih lain yang tidak kurang dalam jumlah yang dapat dimanfaatkan dan justru dapat mengurangi dampak perusakan lingkungan adalah air hujan. Seperti diketahui bahwa pada masa sekarang, hujan lebih mengakibatkan genangangenangan air bahkan banjir di daerah bawah dan juga kelongsoran tanah, karena hampir tidak tersisanya tanah terbuka di derah perkotaan yang mampu menyerap air hujan. Semua permukaan tanah dilapis dengan perkerasan yang kedap air, termasuk juga saluran air. Pemanfaatan air hujan sebagai air bersih justru dapat meminimalisir kemungkinan dampakdampak tersebut. Bentuk dari pemanfaatan air hujan sebagai air bersih dikenal dengan Sistem Pemanenan Air Hujan (Rain Water Harvesting) untuk air bersih. Dengan teknologi tertentu pemanfaatan air hujan dapat dilakukan dengan mudah pada skala rumah tingga/ baik dengan teknologi yang sederhana sampai tinggi.

Page 2 of 2 | Total Record : 14