cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2014)" : 12 Documents clear
DAMPAK SPASIAL KEHADIRAN KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO DI KAWASAN TEMBALANG SEMARANG (The Spatial Impact of the College Attendance at Diponegoro University Area of Tembalang Semarang) Yonathan Prasetyo; Paulus Hariyono
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.97

Abstract

Suatu lokasi bila terdapat fasilitas umum seperti pendidikan tinggi akan memiliki multiplier effect. Gejala ini terjadi pada perpindahan kampus Universitas Diponegoro (Undip) dari Pleburan ke Tembalang Semarang pada sekitar tahun 2010. Di lokasi kampus yang baru, di Tembalang yang semula sepi, kehadiran Undip antara lain memberikan dampak spasial yang signifikan. Gejala ini menarik untuk diteliti. Oari gambaran terse but, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehadiran kampus Undip di Tembalang dari aspek spasial. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kondisi pertumbuhan spasial pada zona 1, 2, 3, dan 4. Kata kunci: dampak kehadiran kampus, spasial.
MODEL RAGAM HIAS JOGLO PONOROGO (Aesthetic Decorative Models of Joglo Ponorogo) Gatot Adi Susilo
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.93

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa alasan. Pertama, karena ada kekhawatiran diakuinya joglo Ponorogo sebagai prod uk budaya negara lain. Kedua, perlu dikembangkan pengetahuan arsitektur Nusantara. Ketiga, tipe bangunan joglo di Ponorogo dimiliki oleh rakyat biasa. Keempat, ragam hias merupakan bag ian kecil dari sosok arsitektur, namun kehadirannya menentukan identitas arsitektur, khususnya arsitektur tradisional. Tujuan dalam menetapkan model ragam hias joglo Ponorogo adalah untuk mengetahui posisi, bentuk, pola, dan motif ragam hias. Dengan menggunakan delapan sampel rumah joglo di Kabupaten Ponorogo data berupa segala ragam hias diambil gambarnya. Data berupa gambar dari delapan sampel dikelompokkan tiap elemen, yaitu elemen wuwungan, dadapeksi, gonjo, emprit gandil, santen, soko dan tumpangsariftumpang. Setelah dikelompokkan tiap elemen baru dilakukan pembandingan, dan menganalisa bentuk, pola, motif, metode ragam hias. Kerumitan ragam hias, dan posisi ragam hias dapat digunakan untuk menunjukkan kualitas bangunan dan dapat menunjukkan tingkat ekonomi pemiliknya. Ragam hias sebagai elemen estetika dihadirkan dalam bentuk tampilan berupa' proporsi, dengan penambahan elemen dan menghadirkan dekorasi. Dekorasi yang digunakan sebagian besar menggunakan ukiran dengan motif flora dan dikembangkan dengan pola simetris. Membuat dan memasang adalah metode yang dilakukan dalam pembuatan dekorasi. Kata Kunci: ragam hias, joglo, joglo ponorogo.

Page 2 of 2 | Total Record : 12