cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Zeolit dan Dolomit sebagai Pembenah untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan pada Lahan Sawah Ishak Juarsah
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/807

Abstract

Salah satu upaya alternatif untuk meningkatkan kualitas lahan sawah yang telah terdegradasi adalah mengaplikasikan zeolit dan dolomit yang dikombinasi dengan pengelolaan bahan organik serta sistem pemupukan berimbang yang spesifik lokasi berdasarkan uji tanah dan kebutuhan tanaman. Pemanfaatan pembenah tanah untuk meningkatkan efisiensi pemupukan pada lahan sawah perlu dilakukan, sebab kegiatan intensifikasi dan estensifikasi pertanian dari program Bimas dan Inmas yang kurang mengindahkan kaidah pemupukan berimbang telah mengakibatkan semakin merosotnya kualitas lahan sawah, sehingga terjadi fenomena levelling off.  Penelitian dilakukan di Lampung Tengah dengan tujuan 1) mengetahui tingkat efisiensi pemupukan di tingkat petani sebagai dampak dari penggunaan zeolit dan dolomit, : (2) mengetahui  pengaruh pemberian zeolit dan dolomit terhadap perbaikan sifat-sifat tanah dan produktivitas lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, yakni pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner terstruktur guna mengungkap karakteristik petani, identifikasi, dan prospek zeolit dan dolomit  di masa depan. Hasil penelitian diperoleh bahwa jenis zeolit dan dolomit yang dikenal dan digunakan adalah: Zeolit Agro 2000, ZP.30 (Zeolit yang diperkaya hara P) dan dolomit. Penggunaan zeolit dan dolomit bermanfaat untuk meningkatkan produksi tanaman padi sekitar 10-30%. One of alternative efforts to increase rice field soils quality which have degradated is through applying zeolit and dolomite combined with organic matter management along with spesific location balanced fertilizer system based on soil testing and nutrients need for the crop. Study of soil conditioner utilization for increasing fertilizer efficiency on paddy soils must be done, because agriculture intensive and extensive activity of Bimas and Inmas program did not considered the principles of balanced fertilizer which consequences the decreasing of paddy soils quality, finally lead to the occurrence a levelling off phenomenon. The research had been conducted in Centre Lampung district with the objectives, (1) to know fertilizer efficiency at the farmer level as the impact of zeolit and dolomite  utilizing. (2) to know the efect  of the soil physic and chemical and land productivity. The research method used was survey methods, its mean that data collected pass through interview with the structure questioner to know farmer’s characteristics, identification, and soils conditioner development prospect in the future. The results of this research found that, the kind of zeolit and dolomite  which had been known and used were Zeolit Agro 2000, ZP.30 (enriched zeolit with P nutrient) and dolomite. Zeolit and dolomite utilization in both districts had benefit to increase rice crop production more or less 10-30%. 
Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Varietas Linda Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Urea Yudi Yusdian; Merry Antralina; Ahmad Diki
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun. Penelitian dilaksanakan di kampung Legokkaso Desa Cinanggela Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. dengan jenis tanah Latosol dengan pH 5,7, terletak pada ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Curah hujan 2.205 mm/tahun termasuk curah hujan tipe C3 (Oldeman, 1979). Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan kombinasi pupuk kandang ayam dan pupuk urea adalah sebagai berikut: A (0g+2,2g), B (12g+2,0g), C (14g+1,8g), D (16g+1,6g), E (18g+1,4g), F (20g+0g).Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian dosis 16 g pupuk kandang ayam dan 1,6 g pupuk urea memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan,  dan hasil per tanaman bawang daun varietas Linda. This study aimed to determine the effect of chicken manure and urea dosage combination on the growth and yield of spring onions. The experiment was conducted in the Legokkaso Residential, Cinanggela Village, Pacet Subdistrict, Bandung Regency, of West Java Province. The soil was Latosol with pH 5.7, located at an altitude of 1,200 m above sea level. Rainfall was 2.205 mm/years including precipitation C3 type (Oldeman, 1979). The experiment was conducted from March to May 2014. The research method used was randomized block design method (RBD) consisting of 6 treatments and 4 replications. The treatment was combination of chicken manure and urea as follows: A (0g + 2,2g), B (12g + 2,0g), C (14g + 1,8g), D (16g + 1,6g), E (18g + 1,4g), F (20g + 0g). The result showed that dosage 16g of chicken manure and 1.6 g urea gave a better effect on the growth of plant height, number of tillers, yield of plant.
Identifikasi dan Tingkat Penerapan Inovasi Teknologi Padi Sawah di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah Syafruddin Syafruddin
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/809

Abstract

Pencapaian tingkat swasembada dan ketahanan pangan khususnya beras tidak terlepas dari beberapa dukungan seperti sumberdaya alam dan penerapan inovasi teknologi. Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu wilayah penghasil beras yang cukup besar di Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru produksi beras Nasional di Indonesia. Pemerintah Daerah menetapkan wilayah ini, sebagai daerah penyangga beras terbesar di Sulawesi Tengah. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk : 1. Mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tingkat penerapan inovasi teknologi pertanian di Kabupaten Parigi Moutong dan 2. Menetapkan arahan dan alternatif teknologi yang potensial untuk pengembangan lahan di Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua tahap yaitu tahap 1 Desk study dan 2. Penelitian Lapangan. Desk study dilakukan dengan cara penelusuran pustaka dan diskusi dengan stake holders lainnya. Untuk Penelitian lapangan dilaksanakan dengan menggunakan metode survey dengan melakukan pengamatan kondisi sosial ekonomi dan budaya serta pengamatan tingkat penerapan inovasi teknologi melalui pendekatan Partisifatif Rural Aprasial atau Pengenalan Desa Secara Partisifatif (PRA). Pelaksanaan penelitian dilakukan selama 2 bulan yaitu dari bulan Juni hingga bulan Juli 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi perluasan areal persawahan dan peningkatan luas tanam karena didukung oleh iklim dan irigasi yang cukup baik. Tingkat penerapan teknologi masih cukup rendah terutama penggunaan varietas unggul, benih unggul dan bermutu serta pemupukan. The achievement level of self-sufficiency and food security, particularly in rice production should be supported by natural resources and the application of technology innovation.  Parigi Moutong Regency is one of the largest rice producer areas in Central Sulawesi, which is expected to be a new growth source area of national rice production in Indonesia. Local government has set this region as the largest rice buffer zone in Central Sulawesi. The aim of this study was to: 1) Identify the problems and the application level of agricultural technology innovation in Parigi Moutong Regency and 2) Setting the direction and potential of alternative technologies for the development of rice land area in the Regency of Parigi Moutong. This research had two steps, namely : 1) desk study and 2) field research. Field research method was done using a survey method of observing socio-economic and cultural conditions as well as the observation of the level of technology innovation through Participative Rural Appraisal (PRA) approach or partisipative village introduction. The research was conducted from June to July 2014. The result shows that there is a potential for expansion and improvement of rice cultivation acreage because it is supported by the suitable climate condition and well-managed irrigation facilities. However, the level of technology application is still relatively low, especially in the use of improved varieties, improved and quality seed and also proper fertilization.
Peningkatan Produksi Bawang Merah Melalui Teknik Pemupukan NPK Ida Nur Istina
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/810

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura strategis yang penyebarannya hampir di seluruh wilayah Indonesia. Permasalahan pengembangan komoditas ini adalah masih rendahnya produktivitas sebagai akibat adaptasi dan kecukupan asupan hara tanaman. Penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk NPK yang efektif dan efisien telah dilakukan di desa Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dari Maret sampai Mei 2014 menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Pupuk NPK yang digunakan adalah A= NPK 18+9+10+Te, B=NPK 15+15+sulfat 10, C=NPK 12+11+18z+(S) z +3 Mg+3,8S+Te, D= NPK 15+9+20(S)+2 MgO+3,8 S+Te, E= NPK 25+7+7 dan F=kontrol. Parameter yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah umbi, jumlah daun, panjang umbi (cm), diameter umbi (cm), bobot basah (g) dan bobot kering brangkasan (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPK 12+11+18z+(S)z+3 Mg+3,8S+Te menghasilkan bobot umbi terbaik. The shallot is one of the strategic and valuable horticultural commodities which is spreaded almost all over Indonesia area. Commodity development constrain by the low productivity as a result of adaptation and inadequate intake of plant nutrients. The research purposed  to get the kind of NPK fertilizers that was efective and efficient on shallot production had been done in the Langensari village Langensari Lembang district, West Bandung regency from March till May 2014, using Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 3 repplications. NPK fertilizer used were: A = NPK 18+9+10+Te, B = NPK 15+15+sulfate 10, C = NPK 12+11+18z+(S) z + 3 Mg+3,8S+Te, D = NPK 15+9+20(S)+2MgO+3,8 S+Te, E = NPK 25+7+7 and F = control. The observed parameters were plant height (cm), number of tubers, leaf number, tuber length, tuber diameter, fresh weight and dry weight tuber. The results showed that NPK 12+11+18z+ (S)z+3 Mg+3,8S+Te gave the best growth and production.
Pertumbuhan Setek Sambung Kina (Cinchona sp.) Klon QRC Akibat Perbedaan Panjang Setek Batang Atas Joko Santoso; Yayo Fatimah; Merry Antralina; Dina Aryati
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/806

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi panjang setek terhadap  pertumbuhan setek sambung kina (Cinchona sp) klon QRC telah dilaksanakan di kebun percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian kurang lebih 1300 meter di atas permukaan laut, jenis tanah Andisol, tipe iklim B menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951) dengan curah hujan rata-rata antara 2000 - 3000 mm per tahun dan suhu rata-rata 13,5oC- 21,1oC.  Kelembaban relatif antara 68% sampai 97%. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan diulang lima kali. Jumlah tanaman per plot adalah 50 tanaman: perlakuan panjang setek terdiri dari  5 cm,  7 cm,  9 cm, 11 cm, dan 13 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Panjang setek sambung atas yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap persentase setek hidup, panjang setek, jumlah daun, jumlah akar dan panjang akar bibit kina di pembibitan. Penggunaan setek sambung dengan panjang 7 cm,  memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit sambung kina (Cinchona ledgeriana Moens) di pembibitan yang ditunjukkan oleh persentase hidup, jumlah daun, tinggi bibit dan jumlah akar yang lebih tinggi dibanding perlakuan yang lain. The objective of this research was to evaluate the effect of variation in the length of cuttings on the growth of grafted cutting of cinchona (Cinchona  Sp. ) clone QRC. The research was conducted in Gambung Experimental Garden, Research Institute for Tea and Cinchona, Bandung at 1,300 m above sea level, Andisol soil type with type B of climate according to the classification of Schmidt and Fergusson (1951), average of rainfall between 2,000 mm – 3,000 mm per year, average temperature of 13,5oC – 21,1oC, and relative humidity of 68% – 97%. The research used randomized block design (RBD) with five treatments and five replications. The treatment was length of cutting was consisted of 5, 7, 9, 11, and 13 cm. The result showed that the different length gave a different effect on the percentage of live grafted cutting, length of grafted cutting, number of leaves, number of root as well as length of root of seedling in  nursery. The used of 7 cm of cutting gave the best effect on the growth of grafted cinchona seedling in nursery indicated by the percentage of live seedling which was better than other treatments.
Efektivitas Jumlah Telur Corcyra cephalonica Terparasitasi Trichogramma sp. terhadap Persentase Telur yang Terparasit dan Jumlah Larva Penggerek Batang Tebu Bergaris (Chilo sacchariphagus) Yati Setiati; Neneng Hayatul Mutmainah; M Subandi
Jurnal Agro Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/811

Abstract

Hama penggerek batang merupakan hama yang paling penting pada tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh telur Corcyra cephalonica yang terparasitasi Trichogramma sp. terhadap hama penggerek batang tebu bergaris (Chilo sacchariphagus). Serta untuk mengetahui jumlah telur Corcyra cephalonica yang terparasitasi Trichogramma sp. yang paling efektif terhadap pengendalian hama penggerek batang tebu bergaris (Chilo sacchariphagus) Penelitian ini dilaksanakan di PT. PG Rajawali II Unit Puslit Agro (pusat penelitian Agronomi) Desa Sumber Jatitujuh-Majalengka, dari bulan April sampai bulan Juni 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parasitasi penggerek batang tebu bergaris (Chilo saccaripagus) perlakuan 5 pias (750 butir telur Trichogamma sp.) memiliki jumlah larva terendah rata-rata 4,33 larva dengan persentasi telur yang terparasit 92,23%.  Stem borer is the most important pest in sugarcane. This study aimed to determine the effect of Corcyra cephalonica eggs which were parasited by Trichogramma sp. On striped cane stem borer (Chilo sacchariphagus). As well as to determine the number of eggs of Corcyra cephalonica parasited by Trichogramma sp. The research was conducted at PT. PG Rajawali II Unit Center for Agro (Agronomy research centers) Sumber Jatitujuh Village Majalengka ,from April to June 2015. The result showed that in parasitism of striped cane stem borer (Chilo saccaripagus) treatment of 5 “pias” (750 eggs of Trichogamma sp.) had the lowest number of larvae on average 4,33 larvae with parasited eggs percentage of 92,23%. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6