cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro
ISSN : -     EISSN : 24077933     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agro aims to provide a forum for researches on agrotechnology science to publish the articles about plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, and plant protection issues.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021)" : 12 Documents clear
Pengaruh pemupukan N terhadap serapan dan efisiensi penggunaan N, serta hasil padi hibrida Risqa Naila Khusna Syarifah; Zulfa Ulinuha; Purwanto Purwanto
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/15084

Abstract

Pemupukan N pada padi hibrida menjadi krusial mengingat varietas padi hibrida sangat responsif, sehingga harus diketahui dosis yang tepat untuk menghasilkan produksi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis N terhadap serapan N, efisiensi penggunaan N, dan hasil padi hibrida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah varietas padi hibrida yang terdiri dari Varietas Mapan P05, Varietas SL-8 SHS Sterling, dan Varietas Intani 602. Faktor kedua adalah dosis pemupukan N yang terdiri dari kontrol tanpa pemupukan N, dosis N 100 kg ha-1, dan dosis N 200 kg ha-1. Terdapat respon yang beragam antar varietas padi hibrida terhadap taraf pemupukan N, Serapan N, efisiensi penggunaan N tertinggi yang dihasilkan oleh varietas Intani 602 masing-masing sebesar 138,57 %, dan 36,13%. Serapan N tanaman padi tertinggi dicapai pada dosis N 100 kg ha-1, dan efisiensi penggunaan N tertinggi pada dosis N 200 kg ha-1. Hasil gabah tertinggi dicapai pada varietas Mapan P05 sebesar 7,42 t ha-1, dan dosis pemupukan N 100 kg ha-1 memberikan hasil tertinggi sebesar 7,47 t ha-1. Implikasi dari penelitian ini bahwa dosis nitrogen 100 kg ha-1 dapat menjadi acuan sebagai dosis pemupukan N varietas padi hibrida di Indonesia. Hybrid rice is responsive to nitrogen, so it’s necessary to find the optimum dose to optimize the production. The  aim of this research was to examine the effect of nitrogen on N uptake, N use efficiency, and yield of hybrid rice. This study used a randomized block design with three replications. The first factor consisted of the  Mapan P05 variety, the SL-8 SHS Sterling variety, and Intani 602 variety. The second factor was Nitrogen dosage consisted of control, 100 kg ha-1, and 200 kg ha-1. There were various responses among hybrid rice varieties to the level of fertilization. The highest N uptake and N use efficiency was achieved in the Intani 602 variety at 138.57% and 36.13%, respectively. The highest N uptake was achieved at 100 kg ha-1 of N, and the highest N use efficiency was at 200 kg ha-1. The highest yield was achieved in the Mapan P05 variety (7.42 t ha-1), and the dose of N at 100 kg ha-1 gave the highest yield (7.47 t ha-1). The implication of this research is that the nitrogen dose of 100 kg ha-1 can be used as a reference for hybrid rice varieties fertilizer in Indonesia.
Saponins accumulation and antimicrobial activities on shallot (Allium cepa L.) from marginal land Nur Aeni Ariyanti; Sonia Latifa
Jurnal Agro Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/12524

Abstract

Saponins are one of the secondary metabolites found in Shallot (Allium cepa L.), particularly in the roots. Microclimate differences in the cultivation area are thought to have a significant impact on the production of secondary metabolites, such as saponins. This research aimed to observe the saponins content in the root of shallot plants cultivated in marginal agricultural land and their antimicrobial activity against bacteria (Ralstonia solanacearum) and fungus (Fusarium oxysporum). This research was observational research with a random sampling method. The samples were collected from the shallot plantation with two different cultivation conditions. Two varieties of ‘Bima' and 'Tiron' cultivated by farmers in sandy coastal land Samas, Bantul were used. The plants were harvested at 1, 1.5, and 2 months after planting, respectively. The crude saponins extract was used to test antimicrobial activity. Shallot plants cultivated in marginal coastal sandy land produced higher saponins accumulated in their roots. The saponins production increased along with the maturity of shallot plants, both cultivated in marginal coastal sandy land and regular paddy field. The saponins extracted from the roots of shallots cultivated in both marginal and regular land showed higher antimicrobial activity than antifungal activity. Saponin merupakan salah satu metabolit sekunder yang terdapat pada bawang merah (Allium cepa L.), terutama pada bagian akar. Perbedaan iklim mikro pada lahan budidaya diduga akan berpengaruh terhadap produksi metabolit sekunder termasuk saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan saponin pada bagian akar tanaman bawang merah yang dibudidayakan di lahan pertanian marginal serta aktivitas antimikrobanya terhadap bakteri (Ralstonia solanacearum) dan jamur (Fusarium oxysporum). Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan metode pengambilan sampel secara acak. Sampel berasal dari perkebunan bawang merah dengan dua lahan budidaya yang berbeda. Digunakan dua varietas yaitu 'Bima' dan 'Tiron' yang dibudidayakan oleh petani di daerah pantai Samas,kabupaten Bantul. Bahan tanaman dipanen pada tiga waktu berbeda, yaitu 1 bulan, 1,5 bulan dan 2 bulan berturut-turut setelah tanam. Ekstrak kasar saponin digunakan untuk menguji aktivitas antimikrobanya. Tanaman bawang merah yang dibudidayakan di lahan marginal pasir pantai menghasilkan saponin yang  lebih tinggi yang terakumulasi pada akarnya. Produksi saponin semakin meningkat seiring dengan umur tanaman bawang merah, baik yang dibudidayakan di lahan marginal pasir pantai maupun di lahan sawah biasa. Saponin yang diekstraksi dari akar bawang merah yang dibudidayakan di lahan marginal dan lahan biasa menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi daripada aktivitas antijamurnya.

Page 2 of 2 | Total Record : 12