cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2011)" : 9 Documents clear
TEKNOLOGI WIRELESS SEBAGAI KONTROL GERAK MOTOR Sarifudin, H.
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH YANG DIPERKUAT DENGAN GEOTEXTILE ., Rusdiansyah
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH RANCANGAN DENAH TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TIPE 36 DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Rafik, Aunur; Hadi, Sofwan
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STABILISASI LERENG UNTUK PENGENDALIAN EROSI DENGAN SOIL BIOENGINEERING MENGGUNAKAN AKAR RUMPUT VETIVER Noor, Aspian; Vahlevi, Jurnadi; Rozi, Fathur
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH MUKA AIR TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH YANG DIPERKUAT DENGAN GEOTEXTILE Rusdiansyah .
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah pasir merupakan material berbutir yang mempunyai kapasitas daya dukung yang tinggi dan penurunan yang kecil pada tanah yang relatif padat. Sedangkan geotextile da-pat digunakan untuk meningkatkan bearing capacity tanah atau memperkuat daya du-kung tanah dasar antara lain dalam pembuatan jalan atau tanggul. Penelitian ini dilaku-kan untuk mengetahui besar pengaruh muka air tanah  terhadap daya dukung tanah yang diperkuat geotextile dan penurunan pondasi di atas tanah pasir yang dihasilkan aki-bat pengaruh muka air tanah dan pemasangan geotextile. Penelitian ini dilakukan melalui uji model di lokasi pengujian dengan cara meletakkan uji sampel pondasi dangkal de-ngan dimensi 10x10 cm di atas pasir yang dimasukkan ke dalam kolam pengujian dan menguji pondasi dangkal tersebut baik tanpa perkuatan maupun dengan menggunakan perkuatan geotextile dengan variasi tinggi muka air tanah. Variasi tinggi muka air tanah dalam penelitian ini adalah 55 cm, 67,5 cm, 77,5 cm dan 80 cm dari dasar. Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan perkuatan geotextile, yaitu dengan jarak antar geo-textilenya tidak rapat (n=4) dan dengan jarak antar geotextilenya rapat (n=5). Parameter yang diteliti adalah efek letak lapisan geotextile teratas (u) dari geotextile terhadap ke-naikan daya dukung ultimit pondasi dan efek jarak antar geotextile (z). Untuk mengetahui penurunan, dilakukan pembebanan dengan menggunakan alat CBR lapangan (dong-krak). Berdasarkan penurunan yang terjadi pada tiap pengujian, dapat dianalisis pening-katan daya dukung yang terjadi dengan perkuatan geotextile. Penurunan yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih besar daripada pengujian dengan perkuatan se-dangkan daya dukung ultimit yang dihasilkan dari pengujian tanpa perkuatan lebih kecil daripada pengujian dengan perkuatan. Untuk pengujian dengan geotextile n=5 penurun-an yang dihasilkan lebih kecil daripada pengujian dengan geotextile n=4. Dan untuk daya dukung ultimitnya, penelitian dengan perkuatan n=5 lebih besar daripada penelitian de-ngan geotextile n=4. Nilai BCR yang merupakan perbandingan antara daya dukung ultimit dengan perkuatan dan daya dukung ultimit tanpa perkuatan pada masing-masing rasio pengujian menunjukkan bahwa nilai BCR M.A.T = 55 cm > M.A.T = 67,5 cm > M.A.T = 77,5 cm > M.A.T = 80 cm (M.A.T = Muka air tanah). Adanya variasi muka air tanah, pemasangan perkuatan geotextile dan banyaknya jumlah lapisan geotextile yang digunakan mempengaruhi nilai penurunan dan daya dukung ultimit. Untuk variasi muka air dengan perkuatan memberikan kenaikan daya dukung 1,75-2,5 kali dibanding variasi muka air tanpa perkuatan
PENGARUH RANCANGAN DENAH TERHADAP RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH TIPE 36 DI KOTA BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Aunur Rafik; Sofwan Hadi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tipe 36 dapat dibangun dengan bermacam-macam variasi denah. Namun variasi rancangan denah akan berpengaruh pada biaya pekerjaannya, karena banyaknya variasi rancangan denah untuk membangun rumah tipe 36 sehingga sulit menentukan rancang-an denah yang akan digunakan agar diperoleh biaya pekerjaannya yang terjang-kau.Tujuan dari menghitung biaya pekerjaan model A,B, dan C untuk mengetahui cara menghitung biaya pekerjaan untuk membangun rumah tipe 36 dan mengetahui model mana yang lebih ekonomis dari segi biayanya.Metode yang digunakan untuk memperoleh data-data yang diperlukan tentang pengaruh rancangan denah terhadap Rencana Anggaran Biaya rumah tipe 36  adalah observasi la-pangan, metode deskriptif dan metode komperatif. Data-data yang diperlukan adalah daf-tar upah dan harga bahan bangunan, data harga satuan pekerjaan dan gambar kerja. Rencana lokasi  yaitu kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.Bagian pekerjaan yang membedakan biaya pekerjaan dari ketiga model tersebut adalah pekerjaan persiapan, pekerjaan pondasi/tanah/lantai, pekerjaan beton bertulang, pe-kerjaan plesteran/dinding/plafon dan pekerjaan pengecatan. Biaya pekerjaan rumah tipe 36 model A memerlukan total biaya pekerjaan Rp 82.775.000,00, model B memerlukan total biaya pekerjaan Rp 84.854.000,00, model C memerlukan total biaya pekerjaan Rp 81.644.000,00. Dari total biaya pekerjaan antara model A, B dan C diperoleh model rumah tipe 36 yang paling efisien dari segi biayanya yaitu model C..
STABILISASI LERENG UNTUK PENGENDALIAN EROSI DENGAN SOIL BIOENGINEERING MENGGUNAKAN AKAR RUMPUT VETIVER Aspian Noor; Jurnadi Vahlevi; Fathur Rozi
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas hujan yang cukup tinggi dengan durasi yang lama merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya erosi dan kelongsoran pada lereng yang kritis Air memberikan kon-stribusi terhadap terjadinya kelongsoran terutama pada tanah tak jenuh air. Air masuk kedalam tanah tak jenuh melalui: infiltrasi air permukaan, rembesan air dalam tanah dan naiknya permukaan air tanah. Ke tiga peristiwa diatas merubah kondisi tak jenuh menjadi kondisi jenuh air pada sebagian lapisan tanah. Akibatnya tanah mengalami perubahan kondisi mula-mula (initial state), sehingga lapisan tanah ini akan mengalami pengurang-an kohesi akibat genangan dan hujan deras yang terjadi dengan periode yang sukup panjang serta memicu kelongsoran tanah pada bidang yang lemah. Upaya penanganan melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah pena-warkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal dan hanya dapat dilakukan pada lokasi-laoksai yang mudah dijangkau. Penggunaan sisten soil bioengineering seperti ve-getasi merupakan salah satu penanganan kelongsoran lanjutan serta kelongsoran jangka panjang yang perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa keunggulannya. Dengan so-lusi gree/bioengineering perlu pertimbangan yang tepat, berdasarkan iklim, tipe tanah dan biaya.  Pada daerah dengan kondisi iklim panas, tanah cukup kuat dan kohesif, barangkali cukup hanya dengan ditutup rumput biasa sebagai proteksi lereng. Pada kondisi ekstrim, pada daerah lereng curam dan tanah sangat mudah erosi, hujan sangat berlimpah dan waktu masih memungkinkan (lereng yang baru dibentuk perlu segera ditangani), maka penanaman vetiver perlu dipertimbangkan.
TEKNOLOGI WIRELESS SEBAGAI KONTROL GERAK MOTOR H. Sarifudin
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan teknologi robotik pada saat ini sudah banyak diaplikasikan pemanfaatannya,  diantaranya penggunaan lengan robot untuk perakitan dan pengelasan kerangka mobil pada industri manufaktur,  sebagai pencari dan pemadam sumber api,  robot boneka,  ro-bot perang (War Robot),  robot intel yang dapat terbang digunakan untuk memotret suatu daerah, dan fungsi-fungsi lainnya baik dibidang kedokteran,  sosial dan lain-lain.Dengan perangkat pengendali Robot dapat bergerak dengan baik. Untuk Sistem Otomatis, sensor pada kotak dapat mendeteksi adanya objek / benda yang di letakkan, sehingga kemudian Robot akan bergerak ke kotak tersebut dan memindahkannya ke kotak lain yang belum terisi objek / benda. Sedangkan untuk Sistem Wireless, robot ber-gerak sesuai pengendalian melalui penekanan tombol-tombol pada  remote control  de-ngan jarak maksimal berdasarkan hasil pengujian adalah sekitar 5 meter.
PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOTEKNIS PADA KM 51+760 RUAS JALAN WAMENA – ELELIM PROVINSI PAPUA Duha Awaluddin K.
POROS TEKNIK Vol. 3 No. 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi topografi wilayah Papua, sangat bervariasi. Menurut catatan statistik yang ada, sebagian besar penduduk asli Provinsi Papua tinggal di kawasan pegunungan. Aksesi-bilitas menjadi syarat utama untuk lebih mempercepat pertumbuhan ekonomi demi kese-jahteraan mayarakat di pegunungan. Sebagian besar ruas jalan yang melewati kawasan pegunungan, dengan kelandaian yang sangat ekstrim banyak mengalami kerusakan. Sa-lah satu faktor dominan yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada ruas jalan adalah akibat pergeseran dan pergerakan tanah. Penanggulangan longsoran baik di tebing atas, di daerah badan jalan maupun di lereng bawah jalan, sehingga dapat mencegah terpu-tusnya jalan maupun terjadinya kerusakan jalan yang lebih berat, menjadi target utama. Pendekatan secara geologis dan geoteknis menjadi syarat mutlak untuk mendesain sua-tu bangunan struktur yang digunakan dalam penanganan longsoran. Secara teknis, fak-tor utama penyebab longsoran yang terjadi di KM 51+760 (ruas jalan Wamena – Elelim) adalah aliran air permukaan di kiri jalan dari arah Elelim melimpas badan jalan dan me-nggerus lereng bawah jalan. Berdasarkan kondisi geologi regional diketahui bahwa kon-disi perlapisan tanah/batuan di lokasi longsoran adalah kelompok kembelangan tak ter-pisahkan (JKK) yang terdiri dari batu lempung, batu sabak, sedikit sisipan batu lanau: se-tempat batu gamping lumpuran dan batu pasir. Dengan kondisi tersebut salah satu al-ternatif penanganan yang direkomendasikan adalah badan jalan lama yang jenuh air di-bongkar sampai ditemukan lapisan tanah padat, kemudian timbunan badan jalan baru menggunakan sistem encapsulated dengan geotekstil woven..

Page 1 of 1 | Total Record : 9