cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2014)" : 26 Documents clear
IMPLEMENTASI ALAT BANTU PROGRAM UNTUK DESAIN KOLEKTOR SISTEM PEMANAS AIR Sudiar, Asrul; Cahyani, Rinova Firman
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi secara terus menerus terhadap minyak bumi tentunya akan mendatangkanancaman yang serius pada krisis energi dimasa mendatang. Sedangkan disisi lain pemanfaatandan pengembangan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar masihdirasa belumlah sesuai yang kita harapkan.Kolektor pemanas air merupakan suatu peralatan yang dirancang dengan penerapanteknologi tepat guna, yang akan memanaskan air sampai kenaikan bebrapa derajat sebelumair dipanaskan sampai mendidih. Peralatan ini akan sangat cocok digunakan jikaproduksi air panas dalam skala besar, sehingga penghematan biaya energi akan terasa.Dalam penelitian ini, akan dibahas pembuatan program disain kolektor pemanas air denganmenggunakan Turbo Pascal Versi 7.0, yang menitik beratkan pada perhitunganproses perpindahan panas dari matahari ke air, tanpa melibatkan sistem kontrol automaticnya
DESAIN SISTEM INFORMASI PERDAGANGAN OBAT PADA APOTEK CAHAYA ABADI Risa, Mey
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sistem manual yang ada saat ini menjadi sisteminformasi berbasis komputer. Penelitian ini dilakukan pada bagian Administrasi ApotekCahaya Abadi Cimahi. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriftif. Teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kepustakaan. Penelitiandilakukan untuk menangani masalah transaksi jual-beli obat, stok obat dan laporan keuangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sistem dapat memperbaikikualitas informasi dan berdampak positif terhadap kinerja karyawan.
EVALUASI PERKIRAAN DAYA DUKUNG TEORITIS TERHADAP DAYA DUKUNG AKTUAL TIANG BERDASARKAN DATA SONDIR DAN LOADING TEST Adderian Noor; Shella Octaviani
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daya dukung pondasi tiang diperoleh dari gesekan antara selimut tiang dan ujung tiang.Beberapa metode yang digunakan selama ini sebagai pendekatan teoritis adalah menggunakanmetode langsung ( Direct Cone Method ) dan metode Schmertmann – Nottinghammberdasarkan data hasil sondir sebagai penentuan daya dukung ultimit tiang. Dalamrangka mengetahui pendekatan daya dukung tiang teorotis terhadap aktual dilapangandiperlukan pengujian daya dukung aktual tersebut dengan cara loading test. Oleh sebabitu perlu dilakukan evaluasi daya dukung teoritis tiang berdasarkan data sondir terhadapdaya dukung aktual tiang berdasarkan loading test.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar Q ultimit untuk metode langsung (DirectCone Method), mengetahui besar Q ultimit untuk metode Schmertmann Nottingham,mengetahui besar Q ultimit dari hasil Loading Test, mengetahui berapa besar perbedaannilai Q ultimit antara metode langsung dan metode Schmertmann dengan hasil loadingtest.Berdasarkan klasifikasi tanah menurut Schmertman, jenis tanah di lapangan pada kedalaman0,00 m sampai pada kedalaman 22,4 m menunjukan jenis tanah lempung organik,jenis tanah pada kedalaman 22,6 sampai kedalaman 36 m didominasi tanah jenis lempungberlanau lunak. Lapisan tanah pasiran terdapat pada kedalaman 36,8 m sampaikedalaman 40,8 m. Berdasarkan metode DCM daya dukung ultimit tiang pada kedalaman40 m adalah 373,74 ton berdasarkan metode DCM. Berdasarkan metode SchmertmannNottinghamm pada kedalaman 40,8 m Q ultimit nya 142,40 ton. Daya dukung ultimatetiang dengan metode Davisson berdasarkan hasil loading test pada tiang 232dengan kedalaman 38 m ialah 171 ton dan tiang 103 dengan kedalaman 36 m ialah 167ton. Daya dukung tiang teoritis dengan metode schmertmann yang paling mendekatiangka daya dukung tiang aktual berdasarkan loading test. Perhitungan daya dukung ultimittiang dengan metode Schmertmann Nottinghamm baik digunakan pada tanah yangjenis pasiran dan pada tanah jenis lempung lunak baik menggunakan perhitungan metodelangsung (Direct Cone Method).
ALTERNATIF PENGGUNAAN BATU KORAL UNTUK BETON DENGAN KUAT TEKAN fc’ 30 MPa Muhammad Humaidi; Khairil Yanuar
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi geografi, geologi dan iklim tropis Indonesia yang sebagian besar terkena jalur pegununganberapi, pantai dan aliran sungai sangat kaya dengan jenis material batuan a-lam(Mulyono, 2003). Batu koral merupakan batuan alam yang mudah didapat terutama padadaerah yang mempunyai aliran sungai dari pegunungan. Pemanfaatan batu koral sebagaiagragat kasar pada beton mutu tinggi belum lazim dilakukan. Hal ini karena batu koralyang bentuk permukaannya halus dianggap mengurangi kekuatan beton karena le-katanantara mortar dan permukaan batu koral menjadi berkurang, padahal batu koralmempunyai harga yang relative murah karena bisa langsung digunakan tanpa perlu dipecahlebih dahulu seperti batu gunung/split. Batu pecah dijual sekitar Rp. 250.000,00 perm3 sedangkan batu koral Rp. 180.000,0 s/d 195.000,00 per m3 tergantung kondisi cuacadan jarak pengiriman.Di daerah Kalimantan Selatan ada beberapa sumber batu koral yang umum dikenal sebagaipenghasil batu koral yaitu: Desa Padang Batung, Desa Birayang, dan Desa AwangBangkal. Dengan bisa di manfaatkannya batu koral sebagai bahan material beton kuattekan fc’ 30 MPa, maka pembangunan konstruksi yang menggunakan beton fc’ 30 MPaakan lebih ekonomis. Oleh karena itu perlu dicari batu koral yang mempunyai karakte-ristikyang terbaik dan komposisi bahan pembuat beton yang tepat agar didapatkan be-tondengan kuat tekan 30 MPa.Dari ke tiga sumber tersebut perlu diteliti karakteristik batu koralnya yaitu sifat mekanis dansifat fisik. Batu koral yang mempunyai karakteristik yang baik dijadikan acuan untukperencanaan komposisi beton (Job Mix Design). Dibuatkan minimal tiga variasi kom-posisiuntuk mendapatkan beton dengan kuat tekan 30 MPa. Kemudian dibuat benda uji silinderdengan ukuran diameter 150mm dan tinggi 300 mm dengan masing-masing 30 buahbenda uji setiap komposisi. Pengujian dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Seluruh metode pengujian mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).Dari hasil pengujian didapat walaupun tiap koral mempunyai kelebihan dan kelemahansendiri, namun Koral Padang Batung mempunyai keunggulan pada kekerasan/keausandan berat jenis SSD sehingga dianggap sebagai koral yang mempunyai karakterisitikterbaik diantara tiga koral yang diuji. Hasil uji tekan beton menunjukkan bahwa variasiproporsi dengan kuat tekan rencana 32 MPa memenuhi syarat untuk beton dengan kuattekan fc’ 30 MPa. Dari hasil tersebut dapat disarankan bila menngunakan Koral PadangBatung dan Pasir Barito untuk beton dengan kuat tekan fc’30 MPa agar menggunakanproporsi campuran beton dengan kuat tekan rencana fc’ 32 MPa.
ANALISIS PARAMETER KEKUATAN GESER ANTARMUKA PASIR PALANGKARAYA - GEOTEKSTIL Fathurrozi -
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soil reinforcement using geo-textile is one of geotechnical structures, involving soil-structureinteraction. Recently, the problems are solved by neglecting the interface influencebetween soil and structure. To obtain more realistic shear-strength parameter, it is requiredto study the soil-structure interface. The study of behavior of soil-geotextile interactionon the shear strength parameters is discussed in this research. The used soils in this researchare Palangkaraya sand. The well graded sand has relative density of 90%. Thesand sample is based on the maximum dry density (MDD) value obtained from standardVibrating table test ASTM D 4253. Determination of interface parameter on the shearstrength of sand geo-textile is obtained from direct shear test ASTM 3080. The intrinsicinterface shear strength parameters are friction angle of interface interface (?). The usedinterface types are woven, non-woven and reinforcement. Result of the research givesreview on the behavior and interface modeling of soil-geotextile. Values of friction angle ofinterface (?) obtained from sand-non-woven geotextile are higher than sand- wovengeotextile. The value of ? obtained from sand reinforcement is the highest. Ratio of ?/? fornon-woven geotextile ranges between 0,89~0.93. Ratio of ?/? for woven geotextile is about0.81~0.87. Reinforcement ratio of ?/? is about 0.96 ~ 0.97. The value of ?/? is relativelyconstant at residual strength conditions. The interface shear strength parame-ters areinfluenced by the roughness of material. Nominal mass, tensile strength and elo-ngation isslightly given influenced concerning shear strength interface parameters. The efficiency asthe portion of soil shear strength parameters that is mobilized showing trend are similar to ?and ?/?. The result of this research can give contribution on determina-tion of interfaceshear strength parameters in the analysis of soil reinforcement using geotextile in order todesign optimalization.
PENGARUH PENAMBAHAN KADAR SERABUT KELAPA PADA SILINDER BETON f’c 27,5 MPa Umar -; Khairil Yanuar
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan baku yang dipakai untuk pembuatan serat semen adalah campuran serat tumbuhtumbuhan,semen Portland atau dengan bahan tambahan lainnya. Serat yang digunakanuntuk pembuatan serat semen adalah serat yang dapat menyerap air, ini akan menghasilkankekuatan yang lebih tinggi dari serat yang kurang dapat menyerap air. Serabutkelapa merupakan serat yang dapat menyerap air. Serabut kelapa dapat di-gunakansebagai bahan campuran dengan semen. Mengingat jumlah limbah sabut kelapa yangbegitu banyak terdapat di setiap wilayah Indonesia, maka perlu dipikirkan cara-carapenanganan dan pemanfaatannya secara baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemanfaatkan serabut kelapa dalam adukan beton dan Menentukan proporsi sera-butkelapa yang sesuai untuk mencapai f'c 27,5 Mpa. Penelitian ini dilakukan dengan caramemanfaatkan limbah serabut kelapa sebagai campuran beton f’c 27,5 Mpa. Variasikomposisi campuran benda uji menggunakan serabut kelapa masing-masing 0gr/m3,600gr/m3, 900gr/m3, dan 1300gr/m3. Tata cara pembuatan rencana campuran betonnormal yaitu menggunakan SNI 03-2834-1993. Pembuatan benda uji berupa balok denganPanjang 50cm, Lebar 10cm, dan tinggi 10cm. Pengujian lentur beton dilakukan sesuaidengan SNI 4431:2011 (Cara Uji Kuat Lentur Beton Normal Dengan Dua Titik Pembebanan)dan pengujian kuat tekan beton sesuai dengan SNI 1974:2011 (Cara Uji KuatTekan Beton Dengan Benda Uji Silinder). Kuat tekan beton yang tertinggi dicapai yaitupada variasi serabut kelapa 900 gr/m3. Sedangkan kuat lentur yang tertinggi dicapai terdapatpada variasi 600 gr/m3, 900 gr/m3dan 1300 gr/m3. Secara keseluruhan penambahanserabut kelapa dapat meningkatkan kuat lentur beton. Ditinjau dari kuat tekan, penambahanserabut kelapa dapat digunakan dalam campuran beton yang memenuhi persyaratankuat tekan beton dengan komposisi tertentu.
PENURUNAN NILAI KEKENTALAN AKIBAT PENGARUH KENAIKAN TEMPERATUR PADA BEBERAPA MEREK MINYAK PELUMAS M. Syafwansyah Effendi; Rabiatul Adawiyah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak pelumas adalah salah satu produk minyak bumi yang masih mengandungsenyawa-senyawa aromatik dengan indek viskositas yang rendah. Hampir semua mesinmesindipastikan menggunakan minyak pelumas. Fungsi minyak pelumas adalahmencegah kontak langsung antara dua permukaan yang saling bergesekan. Minyakpelumas yang digunakan mempunyai jangka waktu pemakaian tertentu, tergantung darikerja mesin, minyak pelumas merupakan sarana pokok dari suatu mesin untuk dapatberoperasi secara optimalViskositas dari suatu pelumas dipengaruhi oleh perubahan suhu dan tekanan, apabila suhusuatu pelumas meningkat, maka viskositasnya akan menurun, begitu juga sebaliknyaapabila suhu suatu pelumas menurun, maka viskositasnya akan meningkat ini berartipelumas akan mudah mengalir ketika pada suhu panas dibandingkan pada saat suhudingin. Viskositas pada pelumas akan meningkat seiring meningkatnya juga tekanan yangada di sekitar pelumasTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah ada perbedaan penurunankekentalan pelumas setalah ada kenaikan temperature dari beberapa merek pelumas yangdiambil sebagai sampel serta berapa rata-rata prosentasi penurunan kekentalan masingmasingmerek pelumas tersebut.Kesimpulan yang didapat adalah bahwa rata-rata perubahan kekentalan pada kenaikantemperature 70 derajat Celsius ke enam merek pelumas adalah sama secara signifikanRata-rata prosentasi penurunan kekentalan minyak pelumas adalah SGO SAE 20w-5062%, AHM Oil MPX1 SAE 10w-30 76%, Yamalube SAE 20w-40 69%, Shell Helix HX5SAE 15w-50 76%, Castrol Active SAE 20w-50 66% dan Top One Prostar SAE 20w-4073%
PENGARUH BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS MEKANIK ALAT BERAT Noor Rahman
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, kecelakaan-kecelakaan yang menjadisebab sakit, cacat dan kematian dapat ditekan sekecil-kecilnya. Tingkat keselamatan yangtinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan peralatan kerja dan mesin yangproduktif dan efisien dan bertalian dengan tingkat produksi dan produktivitas yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh budaya keselamatan dankesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas mekanik alat berat.Dari hasil perhitungan analisis regresi linear diketahui bahwa besarnya koefisien regresibudaya keselamatan dan kesehatan kerja (X) 0,141 dengan tanda positif yang bahwapeningkatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 1 derajat, maka akanmeningkatkan produktivitas kerja mekanik alat berat sebesar 0,141 (tanda positif berartihubunganya searah). Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi linear denganpengujian melalui uji F diperoleh Fhitung sebesar 41,320 pada taraf signifikansi 0,05 danFtabel sebesar 3,965 pada taraf signifikansi 0,05. Dengan demikian, Fhitung (41,320) > Ftabel(3,965), berarti regresi linear berganda Y atas X bersifat nyata atau dengan kata lainpengaruh budaya keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja mekanikalat berat di Kalimantan Selatan sangat signifikan.
IMPLEMENTASI ALAT BANTU PROGRAM UNTUK DESAIN KOLEKTOR SISTEM PEMANAS AIR Asrul Sudiar; Rinova Firman Cahyani
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksplorasi secara terus menerus terhadap minyak bumi tentunya akan mendatangkanancaman yang serius pada krisis energi dimasa mendatang. Sedangkan disisi lain pemanfaatandan pengembangan energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar masihdirasa belumlah sesuai yang kita harapkan.Kolektor pemanas air merupakan suatu peralatan yang dirancang dengan penerapanteknologi tepat guna, yang akan memanaskan air sampai kenaikan bebrapa derajat sebelumair dipanaskan sampai mendidih. Peralatan ini akan sangat cocok digunakan jikaproduksi air panas dalam skala besar, sehingga penghematan biaya energi akan terasa.Dalam penelitian ini, akan dibahas pembuatan program disain kolektor pemanas air denganmenggunakan Turbo Pascal Versi 7.0, yang menitik beratkan pada perhitunganproses perpindahan panas dari matahari ke air, tanpa melibatkan sistem kontrol automaticnya
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI KADAR ASPAL ALAT CENTRIFUGE EXTRACTOR DENGAN REFLUX Surat -
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pekerjaan perkerasan jalan dengan campuran beraspal pada Laston maupunLataston . Bahan campuran terdiri dari agregat dan aspal sebagai bahan pengikat.Pengujian kadar aspal dalam campuran beraspal dengan metode ekstraksi sebagai controlkandungan aspal dan gradasi agregat pada saat produksi di asphalt mixing plant (AMP)pada masa konstruksi. Metode ekstraksi dengan alat centrifuge extractor dan reflux.Sample dalam kondisi curah dari AMP dan core drill dari lapangan pada kondisi yang telahdipadatkan.Hasil pengujian ekstraksi didapatkan perbandingan kadar aspal antara di AMP dengancore drill yang yang dilakukan dengan dua metode yang berbeda, untuk hasil rata-ratakadar aspal untuk sampel campuran beraspal kondisi curah dari AMP sebesar 6,12 %dengan alat Centrifuge extractor dan 6,19 % dengan alat Reflux. Untuk campuran beraspaldari core drill lapangan sebesar 6,01 % dengan alat centrifuge extractor dan 6,15 %dengan alat reflux, hal ini menunjukan persentase kadar aspal yang hilang antara duametode dan dua sampel yang berbeda sebesar 0,11 % dan 0,05 %.Hasil rata-rata ekstraksi sampel kondisi curah dari AMP dengan kadar aspal rencanasebesar 6,3 % mengalami perbedaan 0,18 % pada alat centrifugal dan 0,11 % pada alatrefluks, sedangkan dari sampel core drill mengalami perbedaan 0,29 % pada alatcentrifuge extractor dan 0,15 % pada alat reflux.Analisa saringan hasil ekstraksi sample dari core drill diperoleh gradasi agregat denganpersen lolos saringan lebih besar bearti gradasi lebih halus dibanding sample kondisicurah dari AMP. Hasil analisa saringan menunjukan bahwa persen lolos gradasi agregatdari campuran beraspal kondisi curah dari AMP dan core drill telah memenuhi spesifikasiyang telah disyaratkan.

Page 2 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8 No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) More Issue