cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2014)" : 27 Documents clear
SIMULASI PENGONTROLAN PINTU GARASI OTOMATIS Wibowo, Sunu Hasta
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garasi adalah suatu tempat atau ruangan untuk menyimpan mobil dan perlengkapanlainnya, agar terhindar dari pencurian dan untuk melindungi mobil dari cuaca terikmatahari ataupun air hujan yang dapat merusak/memperpendek usia kendaraan.Dalam pembuatan atau perancangan kontrol pembukaan pintu garasi otomatisdibutuhkan komponen seperti motor induksi, zelio smartrelay, sensor gerak, limit switch,relay, MCB (miniature cicuit breaker), push button, selector switch, dan lampu indicator.Pengoperasian garasi dapat dilakukan dengan dua cara, pengoperasian pertama dapatdilakukan dengan otomatis tanpa harus turun dari kendaraan dan yang kedua dapat jugadilakukan dengan menekan push button yang tersedia dipanel untuk membuka danmenutup pintu tersebut.Dalam merancang dan merakit sistem kerja pintu garasi otomatis dapat dibagi menjaditiga tahap yaitu perancangan software atau perangkat lunak, perancangan hardware atauperangkat kerasnya, dan perakitan komponen.
PERMODELAN ELEVASI DIGITAL PADA LAHAN RAWA Sobatnu, Ferry
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perkembangan pemetaan secara digital adalah pemodelan peta dalam bentuktiga dimensi secara visual. Dengan menampilkan peta secara tiga dimensi, dapat denganmudah mengidentifikasi perbedaan ketinggian suatu lokasi. Digital Elevation Model(DEM) merupakan salah satu model untuk menggambarkan bentuk topografi permukaanbumi sehingga dapat divisualisasikan kedalam tampilan 3D (tiga dimensi). Salah satucara untuk memperoleh data DEM saat ini adalah dengan pemanfaatan teknologiPenginderaan Jauh (Remote Sensing). Metode DEM ini dapat dipakai sebagai model,analisa, representasi fenomena yang berhubungan dengan topografi atau permukaanlain. Penggunaan DEM dalam proses analisis limpasan permukaan akan membantuketelitian dalam mengidentifikasikan kemiringan lahan, arah aliran, akumulasi aliran,panjang lintasan aliran dan penentuan daerah pengaliran.Metode penelitian yang diterapkan untuk menggambarkan DEM, yaitu menerapkanstruktur dalam bentuk Raster-Grids yang sering pula digunakan terminologi lattice untukmerujuknya; yaitu interpretasi permukaan grids yang disajikan oleh sejumlah titik sampleyang berukuran sama (equally Spaced) yang direferensikan terhadap titik awal yangsama (origin) dan jarak sampling konstan yang sama pula dalam arah absis (x) danordinat (y). Setiap mesh point (grid atau piksel) ini berisi nilai ketinggian (z) untuk lokasiyang bersangkutan yang merujuk pada nilai dasarnya. Sementara itu, nilai-nilaiketinggian permukaan untuk lokasi-lokasi yang terletak di antara mesh point (milik latticeyang bersangkutan) dapat ditaksirkan dengan menginterpolasikan berupa nilai ketinggianmilik mesh point yang bersebelahan.Hasil penelitian ini menunjukan keberhasilan dalam membangun proses penyiapan/pengadaan, updating data untuk pembuatan DEM dengan melakukan interpretasi citrasatelit LandSAT-7 dan melakukan interpolasi nilai elevasi berdasrakan tingkat warnapada fixsel citra dengan mengacu pada sempel topografi lapangan.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI JURUSAN ELEKTRO BERBASIS MICROSOFT VISUAL BASIC DAN MYSQL -, Sarifudin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan teknologi komputer di media elektronik sangat besar manfaatnyaterutama dalam kegiatan pengolahan data atau perolehan informasi lebih efektif danefisien. Sistem manual sudah lama berjalan dalam pelaksanaan pekerjaan kesaharian diperkantoran. Dengan data yang sangat banyak dan tidak terarsif dengan baik membuatbanyak data informasi sangat susah di temukan atau memerlukan waktu lama. Denganmenggunakan sistem informasi berbasis komputer akan memberikan info data yg jauhlebih baik.
SISTEM INFORMASI ABSENSI MAHASISWA (STUDI KASUS JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLIBAN) Agus Irawan; Tajudin Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin adalah lembaga pendidikantinggi. Banyak aktivitas pengolahan data masih dilakukan dengan manual, salah satunyapengelolaan administrasi absensi. Kegiatan yang sangat menyita waktu adalah membuatrekapitulasi kehadiran berdasarkan harian, mingguan atau bulanan dimana harusmenghitung data dari berkas yang satu ke berkas yang lain. Atas dasar itu lah makapenelitian ini dilakukan dengan membuat sebuah sistem absensi dengan menggunakanmodel sistem pengembangan. Dimana dapat membantu dalam membuat data danlaporan tentang kehadiran/absensi.
ANALISA PENGARUH BEDA TEMPERATUR PADA MIKROSTRUKTUR BAJA CARBON ST 42 Anhar Khalid; Robby Cahyadi; Prasetyo Kapioro
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Besi merupakan logam dasar pembentuk baja yang merupakan salah satu material teknikyang sangat popular dimasa ini. Sifat alotropik dari besilah yang menyebabkan timbulnyavariasi struktur mikro pada bagian jenis baja, disamping itu besi merupakan pelarut yangsangat baik bagi beberapa jenis logam. Korosi atau karat didefinisikan sebagai suatuproses kimia. Karat merupakan proses pembusukan suatu bahan atau proses perubahansifat suatu bahan akibat pengaruh atau reaksinya dalam lingkungan sekitar. Mikrostrukturatau mokro merupakan struktur yang terdiri dari butir dan fase tertentu. Biasanya hanyadapat dilihat di bawah microscop. Untuk dapat menentukan mikrostruktur dari suatu baja,ini perlu digerinda, dipolis, dietsadan diperiksa memakai microskop. Pegaruh temperaturjuga dapat mempengaruhi perubahan mikrostruktur serta juga dapat menyebabkanterjadinya korosi yaitu apabila temperatur yag tinggi, korositas dapat lebih cepat terjadi.Mikrostruktur tersebut ada perbedaannya antara yang terkorosi dan yang tidak terkorosipada baja carbon ST 42. Secara umum dapat dikatakan korosi akan menurunkan kualitaslogam, inipun akan menyebabkan kerusakan pada logam tersebut.
CATU DAYA CADANGAN BERKAPASITAS 100 Ah / 12 V UNTUK LABORATORIUM OTOMASI INDUSTRI POLIBAN Bambang Suriansyah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Penelitian ini dibuat catu daya cadangan yang diaplikasikan untuk daya cadanganLaboratorium otomasi industri, yang apabila sumber PLN padam maka catu dayacadangan yang akan memback-up sementara suplay energi listrik dengan menggunakansumber energi dari baterai berkapasitas 100 Ah 12 Volt dan beban yang dilayani pada Lab.otomasi industri berupa perangkat PC dan Modul PLC. Lamanya ketahanan aki dalammemback-up sumber energi listrik bergantung dari berapa besar beban yang di pakai danbesaran kapasitas arus pada aki. Apabila sumber PLN kembali masuk atau menyaladengan otomatis inverter mengganti sumber menjadi sumber PLN. Dan seketika itu jugainverter mengisi aki agar tetap berfungsi apabila terjadi pemadaman listrik dari PLN.
PERMODELAN ELEVASI DIGITAL PADA LAHAN RAWA Ferry Sobatnu
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perkembangan pemetaan secara digital adalah pemodelan peta dalam bentuktiga dimensi secara visual. Dengan menampilkan peta secara tiga dimensi, dapat denganmudah mengidentifikasi perbedaan ketinggian suatu lokasi. Digital Elevation Model(DEM) merupakan salah satu model untuk menggambarkan bentuk topografi permukaanbumi sehingga dapat divisualisasikan kedalam tampilan 3D (tiga dimensi). Salah satucara untuk memperoleh data DEM saat ini adalah dengan pemanfaatan teknologiPenginderaan Jauh (Remote Sensing). Metode DEM ini dapat dipakai sebagai model,analisa, representasi fenomena yang berhubungan dengan topografi atau permukaanlain. Penggunaan DEM dalam proses analisis limpasan permukaan akan membantuketelitian dalam mengidentifikasikan kemiringan lahan, arah aliran, akumulasi aliran,panjang lintasan aliran dan penentuan daerah pengaliran.Metode penelitian yang diterapkan untuk menggambarkan DEM, yaitu menerapkanstruktur dalam bentuk Raster-Grids yang sering pula digunakan terminologi lattice untukmerujuknya; yaitu interpretasi permukaan grids yang disajikan oleh sejumlah titik sampleyang berukuran sama (equally Spaced) yang direferensikan terhadap titik awal yangsama (origin) dan jarak sampling konstan yang sama pula dalam arah absis (x) danordinat (y). Setiap mesh point (grid atau piksel) ini berisi nilai ketinggian (z) untuk lokasiyang bersangkutan yang merujuk pada nilai dasarnya. Sementara itu, nilai-nilaiketinggian permukaan untuk lokasi-lokasi yang terletak di antara mesh point (milik latticeyang bersangkutan) dapat ditaksirkan dengan menginterpolasikan berupa nilai ketinggianmilik mesh point yang bersebelahan.Hasil penelitian ini menunjukan keberhasilan dalam membangun proses penyiapan/pengadaan, updating data untuk pembuatan DEM dengan melakukan interpretasi citrasatelit LandSAT-7 dan melakukan interpolasi nilai elevasi berdasrakan tingkat warnapada fixsel citra dengan mengacu pada sempel topografi lapangan.
ANALISIS KESEIMBANGAN AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI TABANIO KABUPATEN TANAH LAUT Herliyani Farial Agoes; Fakhrurrazi -; Adriani Muhlis
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Debit Sungai Tabanio pada saat ini dipergunakan untuk memenuhi berbagai macamsektor kebutuhan air disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Tabanio Kabupaten TanahLaut. Untuk mengetahui apakah ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan air DASTabanio maka diperlukan Analisis Keseimbangan Air DAS Tabanio.Ketersediaan air dihitung dengan Metode Debit Andalan. Data yang diperlukan untukanalisis ketersediaan air adalah data debit sungai bulanan atau harian dengan periodewaktu lebih besar dari 10 tahun, dimana data ini tidak ada sehingga debit bulanandisimulasikan berdasarkan data hujan dan data evapotranspirasi potensial pada daerahpenelitian dengan bantuan model matematik hubungan hujan-limpasan. Model hubunganhujan-debit dengan interval bulanan yang digunakan adalah Nreca dan Mock. Darimasing-masing Metode Nreca dan Mock nantinya didapat Debit Andalan 80%, 85%, 90%,95% dan 99%. Ketersediaan air adalah sebagai Input (I) dalam analisis Keseimbangan AirDAS Tabanio. Kebutuhan Air DAS Tabanio dibatasi pada kebutuhan air sawah (padi danpalawija) berdasarkan KP-01, air bersih, dan perkebunan kelapa sawit. Setelah dianalisismasing-masing kebutuhan tersebut dan dijumlahkan sehingga didapat Total KebutuhanAir DAS Tabanio atau sebagai Output (O) dalam analisis Keseimbangan Air DASTabanio.Hasil studi di DAS Tabanio Tahun 2014 didapat bahwa Kebutuhan Air DAS Tabanio ratarataper tahun adalah 12,858 m3/detik (405,490 juta m3/tahun) dimana kebutuhan airuntuk padi adalah 7,174 m3/detik (55,79%), kebutuhan air untuk palawija adalah 5,295m3/detik (41,18%), kebutuhan air untuk air bersih adalah 0,185 m3/detik (1,44%), dankebutuhan air untuk perkebunan kelapa sawit adalah 0,204 m3/detik (1,59%). DanKetersediaan Air/Debit andalan 85% pada DAS Tabanio adalah rata-rata per bulan adalah14,319 m3/detik (451,550 juta m3/tahun) . Debit terbesar terjadi bulan April sebesar 27,440m3/detik dan terkecil terdapat pada bulan Oktober senilai 1,297 m3/detik.
PERENCANAAN PERHITUNGAN BALOK PERSEGI DENGAN MENGGUNAKAN PHP Johansyah -; M. Humaidi; Abdul Hafizh
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang (reinforced concrete) adalah suatu bahan bangunan yang kuat, tahanlama, dan dapat dibentuk dalam berbagai macam bentuk serta ukuran.Beton bertulangmerupakan gabungan dari dunia jenis bahan, yaitu beton (concrete) dan tulangan baja(steel). Dalam perencanaan beton bertulang biasanya orang menggunakan program SAP2000 dalam analisis dan desain strukturnya, namun program ini bisa dibilang rumit dantidak semua orang bisa mengoperasikan. Untuk itu dibuatlah program perhitungan balokpersegi dengan menggunakan PHP yang bisa digunakan untuk menghitung struktur balokpersegi sederhana dengan pengoperasian yang mudah.Penyusunan penelitian ini dilakukan dengan metode studi pustaka dan analisis., yaitumengumpulkan, membaca dan mempelajari berbagai sumber yang berhubungan denganpermasalahan serta mengasumsikan data-data yang diperoleh dan dilakukan penelitianlagi terhadap asumsi tersebut. Data-data yang dikumpulkan antara lain Peraturan BetonBertulang Indonesia 1971, SNI 03-2847-2002 dan buku “Analisis Sturktur, Jilid 1” olehIstimawan Dipohusodo.Dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dapat dibuat program untukmempermudah dan mempercepat dalam perhitungan struktur balok persegi sederhanaberdasarkan SNI 03-2847-2002. Dengan ini semoga kesalahan dalam perhitungan yangdiakibatkan oleh human error yang dikarenakan ketidakcakapan dalam penggunakanSAP 2000 dapat diminimalisir.
ANALISIS VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI INSIDER OWNERSHIP, DEBT POLICY DAN DIVIDEN POLICY PADA PERUSAHAAN YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA Lea Emilia Farida; Mahyuni -
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik Keagenan (agency problem) adalah masalah yang lazim dijumpai padaperusahaan berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas)berupa konflik antara pemegangsaham dengan manajer serta konflik antara pemegang saham (melalui manajer) dengankreditor (pemegang obligasi/pemberi kredit). Berdasarkan agency theory, ada beberapamekanisme yang dapat digunakan untuk mengontrol dan mengurangi agency problem.Mekanisme ini terdiri dari adanya kepemilikan saham manajer (insider ownership),kebijakan hutang (debt policy) dan kebijakan deviden (devidend policy).Berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya, ada beberapa variabel yang diyakiniberpengaruh terhadap insider ownership, debt policy, dan devidend policy. Variabelvariabeltersebut adalah growth, profitabilitas, firm size, business riskdan volatilitaspendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memberikan bukti empirismengenai pengaruhfaktor-faktor growth, profitabilitas, firm size, business riskdanvolatilitas pendapatan terhadap insider ownership, pengaruh faktor-faktor growth,profitabilitas, firm size, business risk dan volatilitas pendapatan terhadap debt ratio,pengaruh faktor-faktor growth, profitabilitas, firm size, business risk dan volatilitaspendapatan terhadap dividend payout ratio, pengaruh faktor insider ownershipterhadapdebt ratio, pengaruh faktor insider ownershipterhadapdevidendpayout ratio,serta pengaruh faktordebt ratioterhadapdevidendpayout ratio.Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang listing di Bursa EfekIndonesia, sedangkan sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 perusahaan yang listingdi Bursa Efek Indonesia tahun 2010 - 2011. Unit analisis dalam penelitian ini adalah datalaporan keuangan dan catatan atas laporan keuangan tahunan dari perusahaanperusahaanyang menjadi sampel penelitian. Adapun data penelitian diolah denganmenggunakan Metode Path Analysis dengan software Lisrel 8.72.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikanterhadap Debt Policy, Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap InsiderOwnership,Firm Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap Debt Policy, sertaBusiness Risk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Dividend Payout Ratio

Page 2 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8, No 1 (2008) Vol 8 No 1 (2008) More Issue