cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1: Februari 2017" : 14 Documents clear
PERGULATAN IDENTITAS KULTURAL ANTARA FASTFOOD DAN KUDAPAN Ferdi Arifin
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v18i1.3640

Abstract

This article aims to identify a society’s identity though its culinary aspect. Nowdays,fastfood has been favourite food dominating traditional one. Youth generationpriorities fastfood than traditional food because they regard it more prestigious.Thisphenomenon can not be separated from the uses of Mass media as an important wayto convey foreign product of fastfood as better culinary than local product (kudapan)selling in traditional market. This research uses qualitative methode such as libraryresearch and observation to analyze the phenomena which is happening. The findingof this research implied that cultural identity can be seen in culinary. Cultural identityin culinary is showed by its substance and making process. Thus, the implication ofthis research is to convey the society to love their traditional culinary as a reflex ofcultural identity.
KEMENANGAN DONALD TRUMP SEBAGAI PRESIDEN AMERIKA SERIKAT KE-45 MELALUI ANALISIS KONSTRUKSI KLAUSA RELATIF BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA SECARA SEMANTIS Aldila Arin Aini; Islamiah Bastiar; Sumarlam Sumarlam
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v18i1.3636

Abstract

This research aims (1) to comprehend the relative construction of English andIndonesia language on some texts relating to Donald Trump is elected as the 45thPresident of USA in 2016 semantically, and (2) to describe the analysis of relativeconstructive clauses between English and Indonesia language semantically. Theresearch method is descriptive qualitative. Meanwhile, method of collecting data isagih method and the techniques are substitution, expand, interuption, and mutation.Based on the texts relating to Donald Trump is elected as the President of USA in2016, it is found that the analysis of relative constructive clause of English andIndonesia language is based on the use of conjunction. In Indonesia language texts,there is one conjuction, namely: “yang”, meanwhile in English language texts, thereare five conjuctions, namely: “who, whom, which, whose, and that”. If it is viewedfrom its semantics adjacent, relative clause can be divided into two sections based onits orthographics, namely: (1) restrictive relative clause which refers to the explainedantecedent or as the integral unity from antecedent and unmarked by comma, and(2) non-restrictive relative clause as the additional information from antecedentexplained and marked by comma.
KONFORMITAS KELOMPOK, HARGA DIRI DAN EFIKASI DIRI SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU KETIDAKJUJURAN AKADEMIK PADA SISWA Setya Putri Lestari; Sri Lestari
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v18i1.3641

Abstract

This research is aimed to analyze group conformity, self-esteem and self-efficacyempirically as predictors of academic dishonesty behavior on MTsN students.Hypothesis is conducted by applying regression analysis.Data collecting used on thisresearch are four scale measurements of academic dishonesty, group conformity, selfesteemand self-efficacy. Respondents involved in this research are 280 students ofMTsn between 12 to 16 years old range, consisting 138 male students and 142 femalestudents. The analysis shows that group conformity, self-esteem and self-efficacyvariables contribute 39,7 % toward students’ academic dishonesty. Conclusively, theresult of this research confirms that group conformity, self-esteem and self-efficacyare predictors of academic dishonesty on MTsN students. The strongest variableamong them is group conformity.
MAKNA BUDAYA LAGU DOLANAN: DHONDHONG APA SALAK, GUNDHUL PACUL Arini Hidayah
Jurnal Penelitian Humaniora Vol 18, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/humaniora.v18i1.3637

Abstract

Lagu dolanan Jawa Tengah, dhondhong apa salak dan gundhul pacul, mempunyaiperanan yang penting untuk anak-anak karena di dalam lagu dolanan tersebut terdapatnilai-nilai pendidikan dan simbol-simbol kehidupan yang dapat dijadikan tuntunanuntuk anak-anak. Penelitian ini akan menggali makna budaya yang tersembunyidi dalam lagu dolanan Jawa Tengah yakni dhondhong apa salak, gundhul pacul,dan kupu kuwi agar menemukan pemahaman budaya Jawa Tengah yang tersiratdalam lagu dolanan tersebut. Metode pengambilan data dalam makna budaya lagudolanan di Jawa Tengah dengan cara interview atau wawancara secara personalyakni mewawancarai 3 informan. Model memvalidasi data ini mengarahkan penelitimengambil data harus menggunakan beragam sumber data yang berbeda-beda. Lagu dolanan di Jawa Tengah seperti dhondhong apa salak, gundhul pacul, dan kupu kuwi mempunyai makna budaya yang baik dalam pendidikan maupun kehidupan anakanak. Lagu dolanan dhondhong apa salak mempunyai makna budaya yakni karakter manusia ada 3 diilustrasikan seperti buah dhondhong, salak, dan duku. Sifat yangpaling baik diantara ke tiga ilustrasi tersebut yaitu buah duku karena sifat luar dandalam sama-sama baik, halus, dan lembut. Lagu dolanan gundhul pacul mengandungmakna budaya yaitu jika orang yang mempunyai kehormatan, kedudukan, dankemuliaan janganlah menjadi sombong karena Allah dapat memberikan balasaanyang setimpal karena kesombongannya. Sedangkan, lagu dolanan kupu kuwi juga mengandung makna budaya yakni bagaimana manusia mendapatkan kebahagiaan,kebahagiaan itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya, kapan munculnya, dan arahmana kebahagiaan akan muncul.

Page 2 of 2 | Total Record : 14