Emitor: Jurnal Teknik Elektro
Emitor: Jurnal Teknik Elektro is a scientific journal published by the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering UMS with a goal as the media of scientific publications in the field of all electrical engineering's covering the field of Electric Power System (STL), System Alerts and Electronics (SIE) that includes Electronic, Telecommunications, Computing, Control, Instrumentation, Medical Electronics (biomedical) and Computer and Information Systems (SKI).
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 16, No 1: Maret 2016"
:
12 Documents
clear
Pengaruh Kecepatan Putar dan Beban terhadap Keluaran Generator Induksi 1 Fase Kecepatan Rendah
Supardi, Agus;
Budiman, Aris;
Khairudin, Nor Rahman
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2680
Peningkatan permintaan energi telah mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk membangkitkan energi listrik. Pada daerah – daerah terpencil di Indonesia sering kali tersimpan potensi energi yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Salah satu pilihan dalam pembangkitan energi listrik dalam skala kecil di daerah yang terisolir adalah dengan memanfaatkan generator induksi 1 fase sebagai alat konversi energinya. Makalah ini memaparkan pengaruh kecepatan putar dan beban terhadap keluaran generator induksi 1 fase kecepatan rendah.Penelitian dimulai dengan merancang belitan stator generator induksi 1 fase dengan jumlah kutub sebanyak 12 buah. Stator generator induksi yang digunakan mempunyai 48 buah slot. Berdasarkan hasil perancangan tersebut kemudian dibuat prototipe generatornya. Setelah itu dilakukan serangkaian pengujian di laboratorium untuk mengetahui kinerjanya. Pengujian dimulai dengan mengkopel generator induksi dengan penggerak mula yang berupa motor listrik. Kapasitor eksitasi dan multimeter dihubungkan secara paralel pada terminal belitan stator. Generator induksi kemudian diputar hingga mencapai kecepatan tertentu dengan jalan mengatur regulator tegangan yang terhubung pada motor penggerak mula. Hasil penunjukkan tegangan dan frekuensi dicatat untuk pengujian dalam kondisi tanpa beban dan dalam kondisi berbeban.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kecepatan putar dan beban terhadap keluaran generator induksi kecepatan rendah. Semakin tinggi kecepatan putarnya maka semakin tinggi tegangan dan frekuensinya. Semakin besar bebannya maka semakin rendah tegangan dan frekuensinya. Dalam kondisi tanpa beban, generator yang diuji dapat membangkitkan tegangan sebesar 220 volt 83,9 Hz ketika dihubungkan dengan kapasitor sebesar 16 mikrofarad dan diputar pada kecepatan 850 rpm. Ketika kecepatan putarnya divariasi dari 525 – 850 rpm maka tegangannya akan bervariasi dari 65 – 220 volt dan frekuensinya akan bervariasi dari 52,1 – 83,9 Hz. Variasi pembebanan dari 5 – 15 watt dengan kecepatan putar dari 605 – 850 rpm akan menyebabkan tegangannya bervariasi dari 101 – 214 volt dan frekuensinya akan bervariasi dari 51,8 – 85 Hz.
Pengaruh Perbandingan Konstruksi Stator terhadap Tegangan Keluaran Generator Linier
Asy'ari, Hasyim;
Handaga, Bana;
Basith, Abdul;
Himawan, Muh Azis
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2681
Kondisi dengan banyak pulau ini merupakan kondisi yang menjadimasalah unik bagi pemerataan listrik sekaligus tantangan bagi PLN. Maka dari itu butuh sesuatu pembaruan dalam sistem pembangkit tenaga listrik yang lebih praktis, efisien, dan juga mudah dalam perawatan serta dapat digunakan untuk pulau pulau yang terpencil di indonesia. Generator adalah suatu mesin yang digerakkan secara mekanis oleh penggerak mula misalnya turbin uap, turbin hidrolik, atau mesin disel dan menghasilkan energi untuk lampu listrik atau mesin-mesin yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan desian stator tipe radial dengan desain stator tipe linier. Kemudian membahas tentang pembuatan generator liner dan juga perbandingan 3 buah stator yang berbeda jumlah lilitan, celah udara, serta desainnya. Penelitian ini menggunakan jenis lilitan yang berbeda yaitu lilitan berdiameter 0,8 dan 0,4 mm.Pada stator 1 menggunakan lilitan berdiameter 0,8 jumlah lilitannya 70 lilitan, dapat menghasilkan tegangan keluaran 160 mV pada kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada 450 Rpm menghasilkan tegangan maksimal 550 mV. Pada stator ke 2 menggunakan lilitan berdiameter 0,4 dengan jumlah lilitan 200 lilitan, dapat menghasilkan tegangan 134 mV pda kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada kecepatan 450 Rpm menghasilkan 560 mV. Pada stator ke 3 mengunakan lilitan 0,4 mm dengan jumlah lilitan 200 lilitan, dapat menghasilkan tegangan keluaran 2 V pada kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada kecepatan 500 Rpm menghasilkan 3,3 V tegangan keluaran.
Analisis Aliran Beban pada Sistem Tenaga Listrik di KSO Pertamina EP – GEO Cepu Indonesia Distrik 1 Kawengan menggunakan Software ETAP 12.6
Kumolo, Cahyo
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2677
Sistem interkoneksi merupakan salah satu dari beberapa sistem jaringan yang diterapkan pada sistem tenaga listrik pada sebuah plant khususnya di KSO Pertamina EP-Geo Cepu Indonesia Distrik I Kawengan. Seiring bertambahnya beban, maka perubahan terhadap sistem tenaga listrik tak dapat terhindarkan. Hal ini menyebabkan kondisi jaringan sistem tenaga listrik menjadi semakin kompleks dan rumit. Tanpa adanya pengelolaan yang baik terhadap jaringan sistem tenaga listrik yang kompleks dan rumit, maka akan memperbesar rugi-rugi daya yang terjadi serta memperburuk profil tegangan yang ada. Perlu adanya analisis aliran beban untuk mengetahui profil tegangan dan rugi-rugi daya, dan melakukan evaluasi untuk memperbaiki profil tegangan dan rugi-rugi daya yang ada.Penelitian dimulai dengan pengumpulan data sistem tenaga listrik yang ada di KSO Pertamina EP-Geo Cepu Indonesia Distrik I Kawengan, setelah itu dilakukan pemodelan sistem ke dalam ETAP 12.6. Dalam memperbaiki profil tegangan dan rugi-rugi daya pada simulasi ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap pertama, kedua, ketiga dan keempat. Tahap pertama merupakan hasil simulasi yang belum adanya evaluasi. Tahap kedua setelah adanya evaluasi pada beberapa komponen. Simulasi tahap ketiga melakukan evaluasi lebih lanjut pada beberapa komponen. Simulasi tahap keempat adalah memastikan bahwa kondisi profil tegangan dan rugi-rugi daya sudah membaik.Hasil simulasi yang dilakukan adalah saat beban beroperasi 100%. Simulasi pertama menunjukkan banyak terjadi drop tegangan dibeberapa bus dan memiliki rugi-rugi daya yang cukup besar. Evaluasi yang pertama dilakukan yaitu pada pembangkit karena pembangkit yang berkapasitas 1450 KVA harus memenuhi semua beban yang mencapai 2801 KW, evaluasi dilakukan dengan penggunaan 3 pembangkit yaitu 2 pembangkit 1450 KVA dan 500 KVA. Evaluasi yang lain juga dilakukan pada komponen yang mengalami overload maupun under votage. Pada simulasi pada tahap pertama terdapat losses daya aktif sebesar 331.7 KW dan losses daya reaktif sebesar 311.6 Kvar, dengan adanya evaluasi di beberapa komponen sampai tahap keempat diperoleh losses daya aktif sebesar 74.1 KW dan losses daya reaktif sebesar 144.8 Kvar.
Implementasi Neural Network untuk Memprediksi Jumlah Penderita Tuberculosis
Chamsudin, Ahmad
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2682
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu jenis penyakit menular yang memiliki jumlah penderita yang sangat banyak, bahkan Indonesia menduduki urutan ke empat jumlah terbanyak penderita Tuberkulosis di dunia. Tuberkulosis telah banyak menyebabkan kematian pada penderitanya baik dari kalangan anak-anak, dewasa sampai lanjut usia. Dengan fenomena tersebut maka dibutuhkan studi untuk memprediksi jumlah penderita tuberkulosis pada tahun-tahun yang akan datang yang nantinya dapat digunakan sebagai pendukung keputusan medis. Dalam penelitian ini Neural network digunakan untuk memprediksi jumlah penyakit tuberkulosis dengan menggunakan data bulanan dalam jangka waktu duapuluh tahun terakhir. Metode yang digunakan untuk membangun neural network yaitu dengan menggunakan tiga macam algoritme yaitu Back Propagation, Quasi-Newton dan Lavemberg-Marquardt untuk dapat meminimalkan tingkat error, dengan harapan hasil yang dicapai bisa lebih tepat dalam memprediksi jumlah penyakit tuberkulosis. Dalam penelitian ini diperoleh hasil forecasting dengan mengukur tingkat akurasi forecasting dengan membandingkan nilai MAPE dan MSE, dari ketiga algoritme didapatkan algoritme Lavemberg-Marquardt memiliki nilai MAPE dan MSE terbaik yaitu 9,15 % dan 43419 yang menunjukkan algoritme yang paling optimal dibanding yang lain.
Usability Testing Sistem pada E-Academic Politeknik Harapan Bersama
Wibowo, Dega Surono
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2678
Layanan publik yang berbasiskan web saat ini sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan dari suatu instansi pendidikan, akan tetapi layanan yang berbasiskan web masih banyak yang kesulitan dalam menggunakannya, bahkan tidak menarik dan tidak berfungsi sebagai mana mestinya. Alasan laman web perlu diukur adalah untuk mengetahui kualitas situs web tersebut dari sisi pengguna. Apakah laman web tersebut sesuai dengan standarisasi yang dikeluarkan oleh Kementrian Komunikasi Republik Indonesia tahun 2003. Pengukuran ini bisa menggunakan metode usablility testing atau uji kebergunaan. Menurut Jacob Nielson (2003), Pengujian Kebergunaan (Usability Testing) memiliki lima komponen dasar yaitu dipelajari (learnability), efisien (efficiency), mudah diingat (memorability), aman untuk digunakan dan mengurangi tingkat kesalahan (error) dan memiliki tingkat kepuasan (satisfaction).
Perbandingan Kinerja Rule ZeroR dan Function SMO dengan T-Test dalam Pengklasifikasian Diagnosis Penyakit Diabetes Mellitus
Wiyono, Slamet
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2679
Penemuan informasi dari data medis adalah salah satu cara untuk membuat keputusan dari pasien. Dataset diabetes mellitus diperoleh dari Pima Indian dataset diabetes dari repositori UCI. Pengolahan data mining dibagi menjadi dua tahap yaitu pertama, identifikasi dan pencarian atribut data , pencarian keakurasian data menggunakan software WEKA dan kedua, tahap kelayakan perbandingan kedua data tersebut dengan t-test menggunakan Microsoft excell. Masing-masing metode diuji keefektifitasanya dengan menggunakan 10-fold cross validation dengan hasil pengukuran diperoleh akurasi 77,3 % untuk function SMO dan 65,1 % untuk rule ZeroR . Setelah didapatkan hasil akurasi, dilakukan pengujian perbandingan kesignifikaan dengan confidence level 5% dengan menggunakan t-test. Didapatkan hasil bahwa keduanya signifikan, hal ni berarti bahwa metode function SMO memberikan prediksi yang lebih baik dari rule ZeroR untuk diagnose penyakit diabetes.
Pengaruh Kecepatan Putar dan Beban terhadap Keluaran Generator Induksi 1 Fase Kecepatan Rendah
Agus Supardi;
Aris Budiman;
Nor Rahman Khairudin
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2680
Peningkatan permintaan energi telah mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk membangkitkan energi listrik. Pada daerah – daerah terpencil di Indonesia sering kali tersimpan potensi energi yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan energi listrik. Salah satu pilihan dalam pembangkitan energi listrik dalam skala kecil di daerah yang terisolir adalah dengan memanfaatkan generator induksi 1 fase sebagai alat konversi energinya. Makalah ini memaparkan pengaruh kecepatan putar dan beban terhadap keluaran generator induksi 1 fase kecepatan rendah.Penelitian dimulai dengan merancang belitan stator generator induksi 1 fase dengan jumlah kutub sebanyak 12 buah. Stator generator induksi yang digunakan mempunyai 48 buah slot. Berdasarkan hasil perancangan tersebut kemudian dibuat prototipe generatornya. Setelah itu dilakukan serangkaian pengujian di laboratorium untuk mengetahui kinerjanya. Pengujian dimulai dengan mengkopel generator induksi dengan penggerak mula yang berupa motor listrik. Kapasitor eksitasi dan multimeter dihubungkan secara paralel pada terminal belitan stator. Generator induksi kemudian diputar hingga mencapai kecepatan tertentu dengan jalan mengatur regulator tegangan yang terhubung pada motor penggerak mula. Hasil penunjukkan tegangan dan frekuensi dicatat untuk pengujian dalam kondisi tanpa beban dan dalam kondisi berbeban.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kecepatan putar dan beban terhadap keluaran generator induksi kecepatan rendah. Semakin tinggi kecepatan putarnya maka semakin tinggi tegangan dan frekuensinya. Semakin besar bebannya maka semakin rendah tegangan dan frekuensinya. Dalam kondisi tanpa beban, generator yang diuji dapat membangkitkan tegangan sebesar 220 volt 83,9 Hz ketika dihubungkan dengan kapasitor sebesar 16 mikrofarad dan diputar pada kecepatan 850 rpm. Ketika kecepatan putarnya divariasi dari 525 – 850 rpm maka tegangannya akan bervariasi dari 65 – 220 volt dan frekuensinya akan bervariasi dari 52,1 – 83,9 Hz. Variasi pembebanan dari 5 – 15 watt dengan kecepatan putar dari 605 – 850 rpm akan menyebabkan tegangannya bervariasi dari 101 – 214 volt dan frekuensinya akan bervariasi dari 51,8 – 85 Hz.
Pengaruh Perbandingan Konstruksi Stator terhadap Tegangan Keluaran Generator Linier
Hasyim Asy'ari;
Bana Handaga;
Abdul Basith;
Muh Azis Himawan
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2681
Kondisi dengan banyak pulau ini merupakan kondisi yang menjadimasalah unik bagi pemerataan listrik sekaligus tantangan bagi PLN. Maka dari itu butuh sesuatu pembaruan dalam sistem pembangkit tenaga listrik yang lebih praktis, efisien, dan juga mudah dalam perawatan serta dapat digunakan untuk pulau pulau yang terpencil di indonesia. Generator adalah suatu mesin yang digerakkan secara mekanis oleh penggerak mula misalnya turbin uap, turbin hidrolik, atau mesin disel dan menghasilkan energi untuk lampu listrik atau mesin-mesin yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan desian stator tipe radial dengan desain stator tipe linier. Kemudian membahas tentang pembuatan generator liner dan juga perbandingan 3 buah stator yang berbeda jumlah lilitan, celah udara, serta desainnya. Penelitian ini menggunakan jenis lilitan yang berbeda yaitu lilitan berdiameter 0,8 dan 0,4 mm.Pada stator 1 menggunakan lilitan berdiameter 0,8 jumlah lilitannya 70 lilitan, dapat menghasilkan tegangan keluaran 160 mV pada kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada 450 Rpm menghasilkan tegangan maksimal 550 mV. Pada stator ke 2 menggunakan lilitan berdiameter 0,4 dengan jumlah lilitan 200 lilitan, dapat menghasilkan tegangan 134 mV pda kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada kecepatan 450 Rpm menghasilkan 560 mV. Pada stator ke 3 mengunakan lilitan 0,4 mm dengan jumlah lilitan 200 lilitan, dapat menghasilkan tegangan keluaran 2 V pada kecepatan 200 Rpm. Kemudian pada kecepatan 500 Rpm menghasilkan 3,3 V tegangan keluaran.
Analisis Aliran Beban pada Sistem Tenaga Listrik di KSO Pertamina EP – GEO Cepu Indonesia Distrik 1 Kawengan menggunakan Software ETAP 12.6
Cahyo Kumolo
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2677
Sistem interkoneksi merupakan salah satu dari beberapa sistem jaringan yang diterapkan pada sistem tenaga listrik pada sebuah plant khususnya di KSO Pertamina EP-Geo Cepu Indonesia Distrik I Kawengan. Seiring bertambahnya beban, maka perubahan terhadap sistem tenaga listrik tak dapat terhindarkan. Hal ini menyebabkan kondisi jaringan sistem tenaga listrik menjadi semakin kompleks dan rumit. Tanpa adanya pengelolaan yang baik terhadap jaringan sistem tenaga listrik yang kompleks dan rumit, maka akan memperbesar rugi-rugi daya yang terjadi serta memperburuk profil tegangan yang ada. Perlu adanya analisis aliran beban untuk mengetahui profil tegangan dan rugi-rugi daya, dan melakukan evaluasi untuk memperbaiki profil tegangan dan rugi-rugi daya yang ada.Penelitian dimulai dengan pengumpulan data sistem tenaga listrik yang ada di KSO Pertamina EP-Geo Cepu Indonesia Distrik I Kawengan, setelah itu dilakukan pemodelan sistem ke dalam ETAP 12.6. Dalam memperbaiki profil tegangan dan rugi-rugi daya pada simulasi ini dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap pertama, kedua, ketiga dan keempat. Tahap pertama merupakan hasil simulasi yang belum adanya evaluasi. Tahap kedua setelah adanya evaluasi pada beberapa komponen. Simulasi tahap ketiga melakukan evaluasi lebih lanjut pada beberapa komponen. Simulasi tahap keempat adalah memastikan bahwa kondisi profil tegangan dan rugi-rugi daya sudah membaik.Hasil simulasi yang dilakukan adalah saat beban beroperasi 100%. Simulasi pertama menunjukkan banyak terjadi drop tegangan dibeberapa bus dan memiliki rugi-rugi daya yang cukup besar. Evaluasi yang pertama dilakukan yaitu pada pembangkit karena pembangkit yang berkapasitas 1450 KVA harus memenuhi semua beban yang mencapai 2801 KW, evaluasi dilakukan dengan penggunaan 3 pembangkit yaitu 2 pembangkit 1450 KVA dan 500 KVA. Evaluasi yang lain juga dilakukan pada komponen yang mengalami overload maupun under votage. Pada simulasi pada tahap pertama terdapat losses daya aktif sebesar 331.7 KW dan losses daya reaktif sebesar 311.6 Kvar, dengan adanya evaluasi di beberapa komponen sampai tahap keempat diperoleh losses daya aktif sebesar 74.1 KW dan losses daya reaktif sebesar 144.8 Kvar.
Implementasi Neural Network untuk Memprediksi Jumlah Penderita Tuberculosis
Ahmad Chamsudin
Emitor: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/emitor.v16i1.2682
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu jenis penyakit menular yang memiliki jumlah penderita yang sangat banyak, bahkan Indonesia menduduki urutan ke empat jumlah terbanyak penderita Tuberkulosis di dunia. Tuberkulosis telah banyak menyebabkan kematian pada penderitanya baik dari kalangan anak-anak, dewasa sampai lanjut usia. Dengan fenomena tersebut maka dibutuhkan studi untuk memprediksi jumlah penderita tuberkulosis pada tahun-tahun yang akan datang yang nantinya dapat digunakan sebagai pendukung keputusan medis. Dalam penelitian ini Neural network digunakan untuk memprediksi jumlah penyakit tuberkulosis dengan menggunakan data bulanan dalam jangka waktu duapuluh tahun terakhir. Metode yang digunakan untuk membangun neural network yaitu dengan menggunakan tiga macam algoritme yaitu Back Propagation, Quasi-Newton dan Lavemberg-Marquardt untuk dapat meminimalkan tingkat error, dengan harapan hasil yang dicapai bisa lebih tepat dalam memprediksi jumlah penyakit tuberkulosis. Dalam penelitian ini diperoleh hasil forecasting dengan mengukur tingkat akurasi forecasting dengan membandingkan nilai MAPE dan MSE, dari ketiga algoritme didapatkan algoritme Lavemberg-Marquardt memiliki nilai MAPE dan MSE terbaik yaitu 9,15 % dan 43419 yang menunjukkan algoritme yang paling optimal dibanding yang lain.