cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
pharmacon@ums.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57162 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Pharmacon
ISSN : 14114283     EISSN : 26855062     DOI : -
Core Subject : Health,
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia is a collection of publication journals, covering all aspects of Pharmaceutical sciences, including Technology of Formulations, Excipients Optimization, Extract and Herbal Standardizations, Pharmacological activity determination on natural sources, Drug Synthesize and Development, Molecular Biology, Antibiotic Screening, Metabolite Profiling and Quantification, Clinical Pharmacy, Health and Environmental issues, published by Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Surakarta. We look forward to working with pharmaceutical community of researchers as we are intended to serve as a major resource for pharmaceutical information.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2012)" : 21 Documents clear
3D-MOLECULAR SCREENING OF DIKETOPIPERAZINE DERIVATES ON Staphylococcus aureus DEHYDROSQUALENE SYNTHASE USING VINA Santoso, Broto
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.217 KB)

Abstract

Dehydrosqualene synthase enzyme has been used as protein target model for exploring docking simulation of pyrazoline analogues. One of diketopiperazine derivates that have similar structure to pyrazoline has antibacterial activity against Staphylococcus aureus (S. aureus). Vina is AutoDock- improved program that capable for molecular screening based on free-energy and binding conformation prediction between ligand and protein target. The aim of these studies is to screen diketopiperazine derivates on dehydrosqualene synthase of S. aureus using Vina. Diketopiperazine derivates, curcumin analogues, curcumin, pentagammavunon derivates (PGV-0 and PGV-1) were calculated for their geometry optimization energy using Gaussian-Density Functional Theory method. 3D-optimized ligands along with reference ligands were screened for their binding energy with dehydrosqualene synthase (2ZCO) by docking using Vina. The lowest values of binding energy were analyzed with statistic method. The results showed that top thirteen ligands of docking binding energy with receptor are diketopiperazine derivates (31%), curcumin analogues (31%), and reference ligands (38%). The new compounds of diketopiperazine derivates and curcumin analogues have better potency of binding energy than curcurmin as lead compound. Keywords: diketopiperazine, Vina, docking, Staphylococcus aureus, curcumin.
KORELASI KANDUNGAN FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN EMPAT TANAMAN OBAT INDONESIA (Piper bettle, Sauropus androgynus, Averrhoa bilimbi, dan Guazuma ulmifolia) Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.563 KB)

Abstract

Fenolik merupakan senyawa yang memiliki kemampuan untuk merubah atau mereduksi radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat korelasi antara kadar fenolik total terhadap aktivitas penangkap radikal ekstrak etanol daun Piper betle (Sirih), Sauropus androgynus (Katuk), Averrhoa bilimbi (Belimbing Wuluh), dan Guazuma ulmifolia (Jati belanda). Penentuan aktivitas antiradikal dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) terhadap ekstrak etanol daun keempat spesies. Absorbansi dibaca pada λ 517,6 nm pada waktu 30 menit. Penelitian dilanjutkan dengan penetapan kadar fenolik total dengan metode Follin Ciocalteu yang dinyatakan dalam Gallic Acid Equivalent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Sirih (IC50 = 22,067 µg/mL; GAE = 210,11 mg/g sampel) mempunyai aktivitas antiradikal lebih besar dibandingkan ekstrak etanol daun Jati Belanda (IC50 = 126,29 µg/mL; GAE = 95,465 mg/g sampel), ekstrak etanol daun Belimbing Wuluh (IC50 = 112,82 µg/mL; GAE = 64,84 mg/g sampel), dan ekstrak etanol daun Katuk (IC50 = 310,82 µg/mL; GAE = 42,79 mg/g sampel). Koefisien korelasi dari persamaan regresi linier antara IC50 dan kadar fenolik total dalam GAE menunjukkan 64,9% aktivitas antiradikal ekstrak disumbangkan oleh kandungan fenolik totalnya. Kata kunci: Piper betle, Sauropus androgynus, Averrhoa bilimbi, Guazuma ulmifolia, antiradikal, fenolik, DPPH.
POTENSI DAUN SALAM (Syzigium polyanthum Walp.) DAN BIJI JINTEN HITAM (Nigella Sativa Linn) SEBAGAI KANDIDAT OBAT HERBAL TERSTANDAR ASAM URAT Muhtadi, Muhtadi
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.743 KB)

Abstract

Pengujian aktivitas antihiperurisemia secara in vivo dari ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak serta standarisasi ekstrak dari daun Salam (Syzigium polyanthum Walp) dan biji Jinten Hitam (Nigella sativa Linn) telah dilakukan. Ekstraksi daun Salam dan Jinten Hitam dilakukan metode infundasi. Ekstrak dari masing-masing bahan,  diuji antihiperurisemia secara in vivo terhadap mencit putih jantan galur Balb-C yang diinduksi dengan potasium oksonat dosis 250 mg/kgBB. Kadar asam urat setelah pemberian ekstrak tunggal daun Salam dan Jinten Hitam dosis 200 mg/kgBB masing-masing adalah sebesar 0,640 dan 1,20 mg/dL. Sedangkan kombinasi ekstrak daun Salam-Jinten Hitam adalah sebesar 0,840 mg/dL. Ekstrak Secara keseluruhan berdasarkan hasil pemeriksaan standar umum ekstrak tumbuhan obat, kedua bahan yang diteliti telah memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan oleh Badan POM RI Kata kunci : Syzigium polyanthum Walp, Nigella sativa Linn, antihiperurisemia, standarisasi ekstrak 
PENGARUH KONSENTRASI GELLING AGENT CARBOMER 934 DAN HPMC PADA FORMULASI GEL LENDIR BEKICOT (Achatina fulica) TERHADAP KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA PUNGGUNG KELINCI Sudjono, Tanti Azizah
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.036 KB)

Abstract

Lendir bekicot mengandung glycosaminoglycan yang dapat menyembuhkan luka bakar. Sediaan ini dapat dibuat dalam bentuk gel. Perbedaan viskositas gel dapat dipengaruhi oleh gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi carbomer 934 dan HPMC pada formulasi gel lendir bekicot terhadap viskositas dan kecepatan penyembuhan luka bakar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian sama subyek menggunakan 12 ekor kelinci jantan New Zealand yang dicukur bulu punggungnya dan dibagi menjadi 6 area perlakuan, yaitu menggunakan kontrol positif (Bioplasenton), kontrol negatif (lendir bekicot), kontrol basis dan 3 formula gel lendir bekicot dengan basis carbomer 934 konsentrasi 3, 5 dan 7% dan untuk basis HPMC dengan variasi konsentrasi 6, 8 dan 10%. Tiap area perlakuan diinduksi luka bakar dengan penginduksi panas berdaya 40 W, 220 V dan suhu 800C, jarak antar luka 5 cm dan diameter luka 2 cm. Waktu penyembuhan luka bakar dihitung setelah semua luka tertutup oleh jaringan baru. Data diuji statistik Anava satu jalan, dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Semakin tinggi konsentrasi basis, maka viskositas semakin tinggi serta waktu penyembuhannya semakin lama. Sediaan gel lendir bekicot dengan basis carbomer 934 konsentrasi 3% lebih efektif menyembuhkan luka bakar dibanding konsentrasi 5% dan 7%, yang ditunjukkan dengan waktu penyembuhan luka bakar yaitu 12,50 + 0,54 hari. Sedangkan gel lendir bekicot dengan basis HPMC 6% lebih efektif dalam menyembuhan luka bakar yaitu 12,67 +0,33 hari. Kata kunci : Achatina fulica, Carbomer 934, HPMC, luka bakar
UJI PRAKLINIS EFEK HIPOGLIKEMIK BLIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) DAN DAUN TAPAK DARA(CATHARANTHUS ROSEUS G) Sutrisna, EM
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.252 KB)

Abstract

Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa perasan air blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)dan dekokta daun tapak dara (Catharanthus roseus G) mampu menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji. Penelitian ini bertujuan menguji efek hipoglikemik dari buah blimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan daun tapak dara (Catharanthus roseus G) dengan larutan penyari etanol 70%. Sebanyak 40 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galus Wistar dibagi dalam 8 kelompok dan diukur  kadar glukosa darah puasanya (GD1). Semua tikus kemudian diinjeksi alloksan monohydrate dosis 30mg/200g bb tikus secara intraperitoneal dan diukur kadar glukosa darah puasanya (GD2). Setelah itu, tikus pada Kelompok I diberi aquadest ad libitum selama 7 hari, kelompok II diberi glibenklamid 0,126 mg/200g BB 1x pemberian. Kelompok III sampai V diberi ekstrak etanol 70% blimbing wuluh berturut-turut dosis 20mg/200g tikus, 40mg/200g tikus, 80mg/200g tikus. Kelompok VI-VIII diberi ekstrak  etanol 70% daun tapak dara berturut-turut dosis 20mg/200g tikus, 40mg/200g tikus, 80mg/200g tikus. Semua ekstrak diberikan per oral selama 7 hari. Semua tikus kemudian diukur kadar glukosa darah puasanya (GD3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% blimbing wuluh dosis 20g/200g; 40g/200g dan 80g/200g mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan persen penurunan berturut-turut sebesar 42,51%; 43,40% dan 58,95%. Ekstrak etanol 70% daun tapak dara(Catharanthus roseus G) dosis 20g/200g; 40g/200g dan 80g/200g mampu menurunkan kadar glukosa darah dengan persen penurunan berturut-turut sebesar 43,46%; 53,70% dan 58,85% Kata kunci: Hipoglikemik, Averrhoa bilimbi L. dan Catharanthus roseus G
EKSTRAK ETANOLIK DAUN Gynura procumbens (Luor) Merr. MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER PAYUDARA TIKUS PADA KARSINOGENESIS YANG DIINDUKSI DENGAN dimetilbenz(a)antrazena (DMBA) Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.746 KB)

Abstract

Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat pertumbuhan tumor payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Sambung nyawa (Gynura procumbens (Luor) Merr) pada proliferasi sel kanker payudara tikus yang diinduksi dengan Dimetilbenz(a)antrazena (DMBA). Enam puluh ekor tikus betina galur SD umur 6 minggu dibagi menjadi 6 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan DMBA saja dan empat kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Inisiasi DMBA dilakukan dengan dosis 20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 10 kali dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap minggu. Mulai minggu ke-1 (post I) atau ke-6 (post II) kelompok perlakuan mendapat ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dalam CMC 0,5 % seminggu 3 kali melalui oral dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada minggu ke-16 tikus dikorbankan, jaringan payudara diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan silver (AgNOR). Mean AgNOR (mAgNOR) dihitung pada setiap preparat tiap kelompok. mAgNOR kelompok perlakuan dibandingkan dengan mAgNOR kelompok tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB yang diberikan mulai minggu kesatu maupun ke-6 setelah inisiasi DMBA terakhir dapat mengurangi proliferasi sel kanker payudara tikus. Rata-rata mAgNOR kelompok tanpa perlakuan dan perlakuan DMBA saja masing-masing 0,8 ± 0,34 dan 2,7 ± 0,41, mAgNOR post I kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,4 ± 0,39 dan 1,3 ± 0,09, sedangkan mAgNOR post II kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,6 ± 0,47 dan 1,5 ± 0,31. Pengamatan terhadap ekspresi COX-2 menunjukkan adanya penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 dan 750 mg/kgBB. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat proliferasi sel-sel tumor payudara yang kemungkinan berhubungan dengan penurunan ekspresi COX-2. Kata kunci: Gynura procumbens, anti-karsinogenesis, proliferasi, AgNOR
KAJIAN GLISEMIK INDEKS DAN MAKRONUTRIEN DARI UMBI-UMBIAN DALAM UPAYA PENCARIAN SUMBER PANGAN Lukitaningsih, Endang
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.419 KB)

Abstract

Dewasa ini, di Indonesia eksplorasi untuk mencari bahan pangan alternatif pengganti beras masih terus dilakukan. Kandungan makronutrien dan kajian glisemik indeks dari umbi ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl ) dan uwi (Dioscorea alata L.) telah dilakukan pada penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemilihan pangan alternatif, terutama bagi penderita diabetes mellitus dan obesitas. Pengukuran kandungan makronutrien meliputi kandungan karbohidrat mereduksi dan tidak mereduksi, protein dan serat dilakukan mengacu pada metode AOAC (1990), sedangkan glisemik indeks ditetapkan secara in vivo menggunakan hewan percobaan tikus jantan galur Wistar. Glisemik indeks sampel umbi-umbian seluruhnya lebih rendah dari glisemik indeks beras (72,8). Harga glisemik indeks sangat dipengaruhi oleh kandungan serat, sedangkan pengaruh kandungan karbohidrat terhadap harga glisemik indeks tidak dapat diamati. Walur dan porang memiliki kandungan serat yang besar, yaitu masing-masing 15,09% dan 11,27%, sedangkan harga glisemik indeks masing-masing sekitar 20,6 dan 16,9. Kata kunci: glisemik indeks, makronutrien, karbohidrat, serat, protein 
EKSTRAK ETANOLIK DAUN Gynura procumbens (Luor) Merr. MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER PAYUDARA TIKUS PADA KARSINOGENESIS YANG DIINDUKSI DENGAN dimetilbenz(a)antrazena (DMBA) Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.21

Abstract

Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat pertumbuhan tumor payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Sambung nyawa (Gynura procumbens (Luor) Merr) pada proliferasi sel kanker payudara tikus yang diinduksi dengan Dimetilbenz(a)antrazena (DMBA). Enam puluh ekor tikus betina galur SD umur 6 minggu dibagi menjadi 6 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan DMBA saja dan empat kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Inisiasi DMBA dilakukan dengan dosis 20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 10 kali dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap minggu. Mulai minggu ke-1 (post I) atau ke-6 (post II) kelompok perlakuan mendapat ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dalam CMC 0,5 % seminggu 3 kali melalui oral dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada minggu ke-16 tikus dikorbankan, jaringan payudara diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan silver (AgNOR). Mean AgNOR (mAgNOR) dihitung pada setiap preparat tiap kelompok. mAgNOR kelompok perlakuan dibandingkan dengan mAgNOR kelompok tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB yang diberikan mulai minggu kesatu maupun ke-6 setelah inisiasi DMBA terakhir dapat mengurangi proliferasi sel kanker payudara tikus. Rata-rata mAgNOR kelompok tanpa perlakuan dan perlakuan DMBA saja masing-masing 0,8 ± 0,34 dan 2,7 ± 0,41, mAgNOR post I kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,4 ± 0,39 dan 1,3 ± 0,09, sedangkan mAgNOR post II kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,6 ± 0,47 dan 1,5 ± 0,31. Pengamatan terhadap ekspresi COX-2 menunjukkan adanya penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 dan 750 mg/kgBB. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat proliferasi sel-sel tumor payudara yang kemungkinan berhubungan dengan penurunan ekspresi COX-2. Kata kunci: Gynura procumbens, anti-karsinogenesis, proliferasi, AgNOR
KAJIAN GLISEMIK INDEKS DAN MAKRONUTRIEN DARI UMBI-UMBIAN DALAM UPAYA PENCARIAN SUMBER PANGAN Lukitaningsih, Endang
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.22

Abstract

Dewasa ini, di Indonesia eksplorasi untuk mencari bahan pangan alternatif pengganti beras masih terus dilakukan. Kandungan makronutrien dan kajian glisemik indeks dari umbi ganyong (Canna edulis Kerr.), walur (Amorphophallus variabilis), porang (Amorphophallus Oncophyllus Prain), suweg (Amorphophallus campanulatus Bl ) dan uwi (Dioscorea alata L.) telah dilakukan pada penelitian ini dan bertujuan untuk memberikan dasar ilmiah pemilihan pangan alternatif, terutama bagi penderita diabetes mellitus dan obesitas. Pengukuran kandungan makronutrien meliputi kandungan karbohidrat mereduksi dan tidak mereduksi, protein dan serat dilakukan mengacu pada metode AOAC (1990), sedangkan glisemik indeks ditetapkan secara in vivo menggunakan hewan percobaan tikus jantan galur Wistar. Glisemik indeks sampel umbi-umbian seluruhnya lebih rendah dari glisemik indeks beras (72,8). Harga glisemik indeks sangat dipengaruhi oleh kandungan serat, sedangkan pengaruh kandungan karbohidrat terhadap harga glisemik indeks tidak dapat diamati. Walur dan porang memiliki kandungan serat yang besar, yaitu masing-masing 15,09% dan 11,27%, sedangkan harga glisemik indeks masing-masing sekitar 20,6 dan 16,9. Kata kunci: glisemik indeks, makronutrien, karbohidrat, serat, protein 
3D-MOLECULAR SCREENING OF DIKETOPIPERAZINE DERIVATES ON Staphylococcus aureus DEHYDROSQUALENE SYNTHASE USING VINA Santoso, Broto
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.23

Abstract

Dehydrosqualene synthase enzyme has been used as protein target model for exploring docking simulation of pyrazoline analogues. One of diketopiperazine derivates that have similar structure to pyrazoline has antibacterial activity against Staphylococcus aureus (S. aureus). Vina is AutoDock- improved program that capable for molecular screening based on free-energy and binding conformation prediction between ligand and protein target. The aim of these studies is to screen diketopiperazine derivates on dehydrosqualene synthase of S. aureus using Vina. Diketopiperazine derivates, curcumin analogues, curcumin, pentagammavunon derivates (PGV-0 and PGV-1) were calculated for their geometry optimization energy using Gaussian-Density Functional Theory method. 3D-optimized ligands along with reference ligands were screened for their binding energy with dehydrosqualene synthase (2ZCO) by docking using Vina. The lowest values of binding energy were analyzed with statistic method. The results showed that top thirteen ligands of docking binding energy with receptor are diketopiperazine derivates (31%), curcumin analogues (31%), and reference ligands (38%). The new compounds of diketopiperazine derivates and curcumin analogues have better potency of binding energy than curcurmin as lead compound. Keywords: diketopiperazine, Vina, docking, Staphylococcus aureus, curcumin.

Page 1 of 3 | Total Record : 21