Forum Geografi
Forum Geografi, Indonesian Journal of Spatial and Regional Analysis (For. Geo) is an open access, peer-reviewed journal that will consider any original scientific article for expanding the field of geography. The journal publishes articles in both physical and human geography specialties of interest to spatial analysis and regional analysis in (but not limited) Indonesia by applying GIS and/or remote sensing techniques.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 1 (1992): July 1992"
:
14 Documents
clear
Analisis Periodisitas Curah Hujan dengan Pendekatan Deret Fourier (Studi Kasus di Daerah Aliran Sungai Kali Konto Hulu)
Sudibyakto, S
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4684
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan harmonik-harmonik yang memberi sumbangan terhadap ragam data hujan tahunan rata-rata pada Stasiun Pujon dan Ngantang di DAS Kali Konto Hulu, Jawa Timur, sehingga dapat disusun persamaan Deret Fourier. Data utama ialah data hujan tahunan rata-rata di Pujon selama 26 tahun (1951-1988) dan Ngantang selama 29 tahun (1960-1988). Tahap analisis data adalah uji normalitas, uji homogenitas, rata-rata bergerak, dan analisis harmonik. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data di kedua, stasiun menyebar normal dan homogen, sedangkan rata-rata bergerak polynomial menggunakan orde-9 adalah paling sesuai dengan data asli. Analisis harmonik data hujan stasiun Pujon menunjukkan tiga harmonik. Sumbangan ragam terjadi pada harmonik III sebesar 61% dan diikuti oleh Harmonik I dan II masing-masing mempunyai ragam 4% dan 2%. Kurva Harmonik pada stasiun Ngantang relatif hampir sama antara harmonik I, II dan III dengan sumbangan ragam berturut-turut sebesar 7%, 4% dan 3%. Dengan demiktan dapat disusun dua persamaan deret Fourier untuk kedua stasiun tersebut.
Pengenalan Proses Citra secara Digital
Widjojo, Suharto;
Rusmanto, Adi;
Suharjo, S
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4698
Teknologi penginderaan jauh telab berkembang dengan pesat di Indonesia semenjak awal 1970-an. Berbagai jenis aplikasi telah diterapkan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. Pada awal penggunaannya teknologi interpretasi yang dominan dipergunakan oleh para pemakai adalah interpretasi secara visual. Sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, analisa citra berkembang pula ke arah digital. Makalah ini mencoba mengenalkan teknologi interpretasi secara digital yang memungkinkan data tersebut diintegrasi dengan sistem informasi geografi yang terus berkembang di Indonesia.
Evaluasi Kemampuan Lahan Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Jawa Tengah
Priyono, Kuswaji Dwi;
Anna, Alif Noor;
Kaeksi, Retno Woro
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4687
Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi dan mengevaluasi kelas kemampuan lahan, serta memetakan kelas kemampuan lahan Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Hasil akhir disajikan dalam Peta Kelas Kemampuan Laban skala 1:50.000. Klasifikasi kelas kemampuan lahan didasarkan pada jumlah skor factor-faktor lahan yang menguntungkan dan yang merugikan dari metoda Soepraptohardjo (1962 dengan modifikasi). Faktor-faktor lajan tersebut dinilai pada setiap satuan bentuk lahan. Satuan bentuk lahan diperoleh melalut interpretasi peta topografi, peta geologi dan pengama!an lapangan. Dari basil klasifikasi didapatkan bahwa daerah penelitian seluas 2375 hektar (49.1%) mempunyai kelas kemampuan lahan kelas I 2,400 hektar (49.6%) dengan kelas kemampuan lahan kelas II, dan 62.5 hektar (1.3%) mempunyai kelas kemampuan lahan kelas IV. Kemampuan laban Kelas I menyebar pada bentuk lahan Lembah Fluvial terkikis ringan dan Lereng Kaki Volkan terkikis Ringan, kelas II pada satuan bentuk lahan Lembab Fluvial terkikis sedang dan Lereng Bawah Volkan terkikis ringan, sedangkan Kelas IV terletak pada satuan bentuk lahan Lembab Fluvial terkikis berat. Adapun faktor penghambat pada kemampuan laban kelas II adalah erosi dan lereng, sedangkan pada Kelas IV adalah erosi, lereng, tanah dan batuan. Berdasarkan Faktor penghambat maka lahan ini termasuk dalam Sub-kelas II el dan Sub-kelas IV elsb.
Aspek Sumberdaya Manusia dan Kontribusinya dalam Menciptakan Kerusakan Lingkungan
Kaeksi, Retno Woro
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4699
Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta hidup lainnya. Dalam tulisan ini pembahasan menitiberatkan pada pengaruh sumberdaya manusia terhadap lingkungan. Sumberdaya manusia sangat besar sekali pengaruhnya terhadap lingkungan, karena perilaku manusia dapat mempengaruhi tata kehidupan yang ada dari alam. Sumberdaya manusia akan berpengaruh positip terhadap lingkungan alam apabila sumberdaya manusia tersebut punya pengetahuan tentang lingkungan, namun kita ketahui bersama bahwa tidak semua sumberdaya manusia yang ada punya pengetabuan tentang lingkungan. Pengetabuan manusia tentang lingkungan beraneka ragam tingkatan dengan demikian sumberdaya manusia dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan alam yaitu akibat dari perilaku manusia yang sedikit mengerti tentang lingkungan dan lebih parah lagi apabila manusia tersebut tidak punya sama sekali pengetabuan tentang lingkungan. Jelas di sini bahwa terpelihara atau rusaknya lingkungan alam itu tergantung dari sumberdaya manusia dan IPTEK. Dengan demikian untuk menjaga agar lingkungan alam tetap terpelihara dengan baik perlu pemahaman yang benar tentang IPTEK oleh manusia.
Pembangunan dan Ruang: Tinjauan Kritis terhadap UU Penataan Ruang
Effendi, Tadjudin Nur
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4689
Tulisan ini membabas tentang implikasi kebijakan undang-undang penataan ruag terhadap aspek spsio-kultural. Bahasan difokuskan pada konsepsi ruang dan dampak pada aspek sosio-kultural. Disimpulkan babwa undang-undang penataan ruang cenderung menerapkan konsep teritorial. Undang-undang penataan ruang cenderung melamabkan fungsi kontrol hukum adat/aturan lokal yang telah mendarah daging dalam kebidupan masyarakat, artinya undang-undang tata ruang telah melemahkan fungsi kontrol masyarakat terbadap pemanfaatan sumber daya.
Seluk Beluk Registrasi Penduduk dan Peranannya dalam Perencanaan Pembangunan Kependudukan
Priyono, P
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4691
Registrasi penduduk merupakan sumber data kependudukan yang sangat penting untuk tujuan keamanan dan perencanaan pembangungan kependudukan. Data ini disamping mencakup wilayah yang luas (lingkup Nasional), juga menyajikan data yang selalu baru dan kontinue sehingga dapat memenuhi kebutuhan data pada suatu saat. Ketersediaan data dan informasi kependudukan yang akurat dan tepat waktu merupakan unsur mutlak dalam perencanaan pembangunan. Data penduduk dari sumber ini disamping dapat digunakan untuk mengevaluasi program-program pembangunan yang telah berjalan, juga dapat digunakan untuk analisis jangka panjang dan yang lebih penting untuk perencanaan pembangunan kependudukan. Namun demikian, hingga kini sumber data tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebubungtm dengan kendala kualitas dan kekomplitannya. Pemerintah telah berupaya meningkatkan kualitas data registrasi agar dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan penduduk.
Peranan Foto Udara dalam Perencanaan Kota
Santoso, Sugiharto Budi
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4693
Tulisan ini bertujuan membicarakan pernanan foto udara dalam perencanaan kota. Menurut Northam (1979) ada tujuh elemen dalam perencanaan kota,yakni: (1) studi kependudukan, (2) studi perumahan, (3) studi ekonomi, (4) studi penggunaan lahan, (5) studi transportasi, (6) perencanaan ruang terbuka dan tempat rekreasi, dan (7) fasilitas pemerintah dan fasilitas umum. Ada bebarapa variabel dalam setiap elemen perencanaan kota yang tidak dapat disadap dari foto udara. Namun demikian foto udara sangat membantu dalam perolehan data, deteksi perubahan dan analisis perubahannya, karena foto udara menyajikan bentuk dan lokasi obyek yang mirip dengan bentuk dan lokasinya di permukaan bumi.
Peranan Foto Udara dalam Perencanaan Kota
Sugiharto Budi Santoso
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4693
Tulisan ini bertujuan membicarakan pernanan foto udara dalam perencanaan kota. Menurut Northam (1979) ada tujuh elemen dalam perencanaan kota,yakni: (1) studi kependudukan, (2) studi perumahan, (3) studi ekonomi, (4) studi penggunaan lahan, (5) studi transportasi, (6) perencanaan ruang terbuka dan tempat rekreasi, dan (7) fasilitas pemerintah dan fasilitas umum. Ada bebarapa variabel dalam setiap elemen perencanaan kota yang tidak dapat disadap dari foto udara. Namun demikian foto udara sangat membantu dalam perolehan data, deteksi perubahan dan analisis perubahannya, karena foto udara menyajikan bentuk dan lokasi obyek yang mirip dengan bentuk dan lokasinya di permukaan bumi.
Analisis Periodisitas Curah Hujan dengan Pendekatan Deret Fourier (Studi Kasus di Daerah Aliran Sungai Kali Konto Hulu)
S Sudibyakto
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4684
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan harmonik-harmonik yang memberi sumbangan terhadap ragam data hujan tahunan rata-rata pada Stasiun Pujon dan Ngantang di DAS Kali Konto Hulu, Jawa Timur, sehingga dapat disusun persamaan Deret Fourier. Data utama ialah data hujan tahunan rata-rata di Pujon selama 26 tahun (1951-1988) dan Ngantang selama 29 tahun (1960-1988). Tahap analisis data adalah uji normalitas, uji homogenitas, rata-rata bergerak, dan analisis harmonik. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data di kedua, stasiun menyebar normal dan homogen, sedangkan rata-rata bergerak polynomial menggunakan orde-9 adalah paling sesuai dengan data asli. Analisis harmonik data hujan stasiun Pujon menunjukkan tiga harmonik. Sumbangan ragam terjadi pada harmonik III sebesar 61% dan diikuti oleh Harmonik I dan II masing-masing mempunyai ragam 4% dan 2%. Kurva Harmonik pada stasiun Ngantang relatif hampir sama antara harmonik I, II dan III dengan sumbangan ragam berturut-turut sebesar 7%, 4% dan 3%. Dengan demiktan dapat disusun dua persamaan deret Fourier untuk kedua stasiun tersebut.
Pengenalan Proses Citra secara Digital
Suharto Widjojo;
Adi Rusmanto;
S Suharjo
Forum Geografi Vol 6, No 1 (1992): July 1992
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/forgeo.v6i1.4698
Teknologi penginderaan jauh telab berkembang dengan pesat di Indonesia semenjak awal 1970-an. Berbagai jenis aplikasi telah diterapkan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta. Pada awal penggunaannya teknologi interpretasi yang dominan dipergunakan oleh para pemakai adalah interpretasi secara visual. Sejalan dengan perkembangan teknologi komputer, analisa citra berkembang pula ke arah digital. Makalah ini mencoba mengenalkan teknologi interpretasi secara digital yang memungkinkan data tersebut diintegrasi dengan sistem informasi geografi yang terus berkembang di Indonesia.