cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Annual Research Seminar
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 89 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2016)" : 89 Documents clear
Studi Awal Peringkasan Dokumen Bahasa Indonesia Menggunakan Metode Latent Semantik Analysis dan Maximum Marginal Relevance Santun Irawan
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan informasi online mengalami peningkatan yang signifikan pada dewasa ini. Peningkatan informasi ini memerlukan suatu mekanisme yang mampu menyajikan informasi secara efektif. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melakukan peringkasan teks secara otomatis tanpa menghilangkan konten dan makna dari dokumen. Pada penelitian ini dilakukan penggabungan metode Latent semantic analysis  dan metode Maximum marginal relevance untuk proses peringkasan multi-dokumen, sehingga menghasilkan suatu ringkasan dokumen yang tetap mengandung informasi yang dianggap penting dan mewakili topik dari dokumen yang diringkas tersebut.
Studi Pergeseran Paradigma Komputasi Tepat-Waktu Sukemi Sukemi
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah prosessor yang dibangun dengan umpan/masukan waktu yang variabel atau disebut dengan time driven processor diharapkan mampu bekerja optimal pada batasan waktu (deadline) yang ditetapkan walaupun hal ini belum berlaku bagi arsitektur komputer secara umum. Pendekatan awal akan dilakukan dengan memilah atau bahkan memotong bagian dari task yang bersifat mandatori dan optional dari sebuah penjadwal (scheduling). Hasil dari pendekatan ini adalah sebuah prosessor yang memiliki pemisah/pemangkas prioritas dari sebuah task. Pendekatan kedua, merancang sebuah prosessor yang memiliki kemampuan sebagai penghitung dengan tingkat ketelitian yang beragam (variable precision computing). Pendekatan terakhir dilakukan dengan ‘menambah’ kepastian presisi berupa interval aritmetika yang mampu memotong data/task. Potongan ‘tersebut’ berupa batasan atas dan batasan bawah dari area (bounds). Ke-tiga pendekatan ini dapat dibangun secara orthogonal menjadi sebuah prototipe prosessor yang memiliki lebar bit yang bervariasi (4, 8, 16, 32 dan 64 bit) dengan menambahkan sebuah selektor sebagai pemilah lebar bit yang optimal untuk menghasilkan optimalitas waktu komputasi. Hasil akhir dari representasi unit aritmetika dengan simulasi Altera Quartus II menunjukkan bahwa sub unit aritmetika Adder 4, 8, 16, 32 dan 64 bit orthogonal dengan selektor dan kolektor memberikan optimalisasi waktu proses eksekusi komputasi sebesar 4,53%  jika dibanding tidak menggunakan selektor dan kolektor. 
Identifikasi Digital Literacy untuk mengukur kesiapan Jurnalisme Warga Budi Susanto; Umi Proboyekti
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Villages in Bantul are the essential subjects in implementing the  Rural Information System (SID) of Bantul. Hence, the ability of using information and communication technology (ICT) is the main requirement. Citizen journalism using ICT is one of the must-have skilled to implement e-goverment in village level. In order to prepare them for using the SID, an assessment of digital literacy is conducted to measure their knowledge and skill in using ICT. The three essential skill for ICT citizen journalism are accessing WWW, using email services, and using word processing application. The 37 respondents from six villages which proposed to implement SID underwent the digital literacy assessment. The result stated that average 76.36% for WWW access skill, 64.39%for using email and 73% for word processing application, whereas passing score is 85%. Therefore, all average scores are below standard passing score. Based on the results, the recommendation is the enhancement of villagers' ICT skill is required and prioritized.
STRATEGI PENGEMBANGAN e-CULTURE BERBASIS AP IWOL MENGGUNAKAN SECI MODEL Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk, mempunyai beraneka ragam suku bangsa menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan kebudayaannya. Keanekaragaman budaya bangsa Indonesia merupakan  kekayaan yang tak ternilai harganya, oleh karena itu seluruh komponen bangsa wajib  melestarikan dan mendayagunakan kebudayaan tersebut untuk kemakmuran bangsa, terlebih untuk menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia ditengah arus globalisasi dan modernisasi yang melanda seluruh nusantara. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah pengembangan e-Culture berbasis kebudayaan lokal, seperti yang dilakukan dalam penelitian ini dengan mengangat topik pengembangan e-Culture berbasis Ap Iwol.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu mendeskripsikan, mencatat, analisis dan menginterpretasikan kondisi yang sekarang ini terjadi atau ada. Sedangkan perumusan strategi menggunakan SECI model dalam Knowledge Management.Berdasarkan hasil analisis,  pengembangan e-Culture berbasis  Ap Iwol merupakan salah satu potensi yang harus dikembangkan dan dayagunakan untuk berbagai kepentingan. Potensi tersebut tercermin dari  Alut  (kebijaksanaan), Masop (ilmu pengetahuan) dan  Ngolki (Expert) yang terdapat dalam Ap Iwol. Atas dasar itulah maka pengembangan e-Culture  berbasis Ap Iwol perlu dikembangkan karena para Ngolki yang berperan di Ap Iwol kini sudah berkurang, sementara generasi muda saat ini tidak banyak yang berniat untuk mendalami potensi lokal ini sehingga ancaman degradasi nilai-nilai lokal diambang kepunahan. Kata Kunci: Strategi, e-Culture, Knowledge Management, Ap Iwol.
IDENTIFIKASI TANDA TANGAN MENGGUNAKAN TRANSFORMASI GABOR WAVELET DAN JARAK MINKOWSKI Junia Kurniati
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanda tangan memiliki beberapa kesulitan untuk di lakukan identifikasi yang disebabkan karena banyaknya variasi tanda tangan yang diperlukan terhadap tanda tangan orang yang sama, hal ini memiliki kecenderungan perubahan berdasarkan posisi, ukuran, dan kemiringan. Tanda tangan yang akan di identifikasi akan diambil terlebih dahulu ciri-cirinya dengan melakukan proses ekstraksi ciri. Salah satu metode ekstraksi ciri adalah Transformasi Gabor Wavelet (TGW). TGW mampu mendeskripsikan variasi citra tanda tangan menjadi beberapa nilai ekstraksi ciri berdasarkan orientasi dan scale. Untuk itu, dikembangkan perangkat lunak untuk mengekstraksi ciri citra tanda tangan dengan metode TGW serta melakukan identifikasi tanda tangan  menggunakan jarak Minkowski. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa metode TGW mendapatkan hasil yang baik pada proses ekstraksi ciri, dengan persentase hasil pengujian identifikasi tanda tangan untuk data uji terhadap data latih adalah sebesar 81% yaitu menggunakan jarak Minkowski parameter 2, 74% untuk jarak Minkowski parameter 4, dan 74% untuk jarak Minkowski parameter 6. 
Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means Yohannes Yohannes
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klasterisasi merupakan teknik pengelompokkan data berdasarkan kemiripan data. Teknik klasterisasi ini banyak digunakan pada bidang ilmu komputer khususnya pengolahan citra, pengenalan pola, dan data mining. Banyak sekali algoritma yang digunakan untuk klasterisasi data. Algoritma yang sering digunakan untuk klasterisasi data  pada umumnya adalah Fuzzy C-Means dan K-Means. Algoritma Fuzzy C-Means merupakan algoritma klasterisasi dimana data dikelompokkan ke dalam suatu pusat cluster data dengan derajat keanggotaan masing-masing cluster. Sedangkan algoritma K-Means merupakan teknik mengelompokkan data dengan mempartisi data ke dalam beberapa cluster dengan menetapkan sejumlah objek data terdekatnya. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means dalam hal klasterisasi data dengan jumlah klaster dan jumlah data yang berbeda.
Perancangan Sistem Informasi Pelaporan Online KDRS Demam Berdarah di Kota Bandung Dani Hamdani
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah adalah penyakit  virus infeksi kronis yang biasanya disebabkan oleh dengue virus. Infeksi virus ini menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan yang tinggi terutama di Indonesia. Untuk mengendalikan penularan penyakit ini pihak terkait melakukan surveilans pada lingkungan yang terdapat penderita demam berdarah. Namun saat ini kegiatan surveilans belum terlaksana secara optimal dikarenakan sering terjadi keterlambatan dalam proses pengiriman laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KD-RS) terkait kasus DB yang terdiagnosa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem informasi yang bisa membantu mengurangi tingkat keterlambatan pelaporan KDRS dan bisa sesegera mungkin mendapatkan feedback dari hasil surveilans.
Analisis Forensik Aplikasi Instant Messaging Berbasis Android Guntur Maulana Zamroni
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instant Messaging (IM) merupakan salah satu aplikasi seluler yang sangat popular. Salah satu jenis aplikasi IM adalah WhatsApp (WA). Pengguna WA jumlahnya mencapai 1 Milyar setiap bulannya. WA didukung oleh fitur enkripsi untuk menjamin keamanan data para penggunanya. Kepopuleran dan fitur yang diberikan WA dapat disalahgunakan masyarakat untuk tujuan kriminal, seperti perdagangan narkoba, kegiatan teroris, perencanaan pembunuhan, dan kegiatan kriminal lainnya melalui fitur-fitur yang tersedia. Pihak berwenang dapat menggunakan data-data dalam WA sebagai barang bukti. Metode forensik diperlukan untuk memastikan keberhasilan proses pengambilan data-data tersebut. Penelitian ini akan menjelaskan langkah-langkah untuk memperoleh data aplikasi WA, dari data yang telah dienkripsi menjadi data yang dapat dibaca dan dianalisis untuk kemudian dapat digunakan sebagai barang bukti
Perancangan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) AKMI Baturaja Muhammad Romzi
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract- AKMI Baturaja merupakan sebuah perguruan tinggi swasta di kota Baturaja yang menyelenggarakan program studi yang berhubungan dengan teknologi komputer dan informasi. Sebagai perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang tesebut, maka sudah semestinya seluruh pengolahan data dapat dikelola dengan baik, tersusun secara terstruktur, sistematis dan terintegrasi hingga menghasilkan informasi yang berkualitas.  Informasi yang berkualitas diperlukan oleh setiap organisasi, instansi, dan institusi, utamanya instutusi pendidikan. Pada institusi pendidikan, informasi yang penting adalah informasi tentang sumber daya manusia (SDM), selain informasi tentang akademik. AKMI Baturaja memiliki cukup banyak karyawan yang dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu: pendidik dan tenaga kependidikan. Perekrutan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan permintaan kepala program studi dan kepala bagian masing-masing departemen. Informasi perekrutan melalui media web dan koran (lokal maupun nasional). Karyawan yang diterima adalah karyawan yang memenuhi kualifikasi yang telah ditentukan. Bagi pelamar yang memenuhi kriteria maka akan diterima sebagai karyawan, dengan melalui masa training selama tiga bulan. Setelah melalui masa training selesai, selanjutnya akan diangkat sebagai karyawan tetap.  Setiap SDM memiliki banyak berkas dan data, terutama berkas dan data milik pendidik, antara lain: biodata, riwayat pendidikan, riwayat inpassing pangkat dan golongan, riwayat jabatan fungsional, riwayat jabatan struktural, jaminan kesehatan, jaminan tenagakerja, jaminan pensiun, data tanggungan/keluarga, data pajak penghasilan, sertifikasi pendidik, riwayat publikasi serta riwayat pengabdian masyarakat. Keseluruhan data tersebut belum dikelola secara terintegrasi dalam bentuk sistem informasi, akan tetapi masih tersimpan dalam bentuk file-file terpisah antara komputer satu dengan komputer lainnya sehingga menyulitkan pengelolaan data kepegawaian. Untuk itulah penelitian ini dibuat guna menghasilkan rancangan sistem informasi SDM menggunakan metode waterfall yang merupakan metode sekuensial linier guna mengembangkan suatu sistem.  
Assosiasi Rules dan Moving Average untuk memprediksi Persediaan Bahan Baku Produksi Dwi Verano
Annual Research Seminar (ARS) Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Annual Research Seminar (ARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi saat ini memegang peranan penting dalam industri, salah satunya adalah industri percetakan. Industri digital printing adalah salah industri yang memiliki reorder point bahan baku yang paling sering, hal ini disebabkan oleh pola konsumen yang memesan produk POD lebih dari 1 jenis kertas . Proses produksi yang didasarkan pada kebutuhan konsumen untuk produk yang dipesan serta  ketersediaan  bahan baku produksi,  ketidak tersedia bahan baku bisa menyebabkan order response menjadi lama, Penerapan algoritma Apriori sebagai rekayasa data input dengan moving average diharapkan dapat memprediksi persedian bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi perhari serta meminimalkan pemakaian tempat penyimpanan bahan baku sementara