cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship)
ISSN : 24773824     EISSN : 24770574     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Volume 03, Issue 03, September 2018" : 16 Documents clear
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SARUNG TENUN ATBM GUNA MEWUJUDKAN KABUPATEN GRESIK SEBAGAI KAWASAN INTI INDUSTRI SARUNG TENUN ATBM DI INDONESIA Andi Iswoyo
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah memacu pertumbuhan ekspor produk Sarung Tenun UKM di Kabupaten Gresik yaitu UKM “Botol Taiz” dan “Botol Al Multazam” melalui peningkatan kualitas produk dalam rangka menunjang percepatan terwujudnya Kabupaten Gresik sebagai Kawasan Inti Produk Sarung Tenun ATBM. Program ini juga bertujuan mempercepat alih teknologi dan manajemen dari Universitas Wijaya Putra sebagai pelaksana program, kepada UKM mitra sebagai masyarakat industri disamping juga mengembangkan link & match antara Universitas Wijaya Putra, UKM, Pemerintah Kebupaten Gresik dan masyarakat luas. Hasil pelaksanaan di program ini antara lain; 1). Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindag, 2) Penambahan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM); 3) Pembuatan Mesin Ekstraktor Cuci Sarung; 4). Perbaikan Tempat Produksi dan Penataan Lantai Produksi; 5). Perbaikan tempat pencucian, pencelupan dan pembuatan pengolahan limbah 6). Perbaikan Proses Produksi dilakukan pada beberapa langkah produksi; 7). Pendampingan SDM, Pemasaran dan Pengelolaan Keuangan dan 8) Pembuatan standart quality assurance dan Katalog desain produk yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Metode pelaksanaan program ini meliputi: pelatihan dan pendampingan dengan kegiatan antara lain: pembuatan mesin dan alat produksi, pengadaan peralatan, keikutsertaan dalam pameran, pembuatan web, penataan ruang penyimpanan bahan baku, barang dan show room, menjalin kerja sama dengan BPEN serta pemrosesan HAKI.
UPAYA PENINGKATAN PENGHASILAN UKM DENGAN TERTIB ADMINISTRASI KEUANGAN DI DESA KENONGO KECAMATAN TULANGAN SIDOARJO Taudlikhul Afkar
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dalam usaha bisnis merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Upaya untuk meningkatkan penghasilan usaha kecil dan menengah diperlukan strategi yang baik dalam perkembangan dunia usaha. Tim dosen Universitas PGRI adi buana surabaya tergerak melaksanakan salah satu tugas dalam tri darma perguruan tinggi yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan penghasilan usaha kecil dan menengah dengan memberikan kemampuan pengelolaan keuangan melalui administrasi keuangan yang benar. Program ini dilakukan dengan cara memberikan pemahaman mengenai administrasi keuangan kemudian memberikan pelatihan dengan cara praktik pencatatan keuangan yang benar menurut aturan yang berlaku. Selanjutnya tim dosen dibantu mahasiswa memberikan pendampingan kepada peserta untuk memudahkan melakukan evaluasi mengenai pencatatan administrasi keuangan. Secara keseluruhan memang tidak sesuai dengan target, karena peserta yang datang lebih banyak ibu-ibu rumah tangga meskipun ada juga dari pengusaha kecil dan menengah yang datang mengikuti program ini. Program ini telah memberikan dampak positif bagi peserta di desa kenongo karena telah memberikan kemampuan pengelolaan administrasi keuangan sehingga mampu meningkatkan penghasilan warga desa kenongo
KKN-PPM PENDAMPINGAN DIVERSIVIKASI PRODUK KELAPA DI DESA NGAMPEL KECAMATAN PITURUH PURWOREJO Kamariah Kamariah; Sukirman Sukirman
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Ngampel Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah merupakan suatu desa yang sebagian warganya merupakan petani. Salah satu komoditi unggulan di Desa Ngampel adalah Pohon Kelapa. Kelapa merupakan tanaman multiguna karena seluruh bagian tanaman ini bermanfaat bagi kehidupan manusia serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produk-produk yang dapat dihasilkan dari kelapa antara lain virgin coconut oil (VCO), minyak goreng,  bahan kosmetik, asap cair, briket, kerajinan berbahan dasar tempurung kelapa dan nata de coco.Para pelaku usaha masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan dan meningkatkan jumlah bahan baku lokal dan keterbatasan pengetahuan dan skill sehingga perlu dilakukan pengembangan. Pengembangan kelapa yang paling efektif adalah dengan pendampingan dan  pemberdayaan masyarakat melalui model teknologi industri rumah tangga melalui diversifikasi produk kelapa sehingga akan diperoleh hasil produk kelapa yang lebih beranekaragam dan berkembang guna memaksimalkan potensi yang ada. Pola pelaksanaan secara tradisional yang ada dikembangkan menjadi pola pelaksanaan yang lebih modern dengan mengembangkan alat produksi dan pemasaran sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk ke arah lebih baik. Model pengembangan industri kecil kelapa secara modern di Desa Ngampel ini akan mempunyai manfaat antara lain meningkatkan nilai tambah dari petani kelapa karena mereka dapat mengolah buah kelapa menjadi banyak produk yang dapat dipasarkan. Semakin besar usahanya akan semakin besar pendapatan petani kelapa sehingga akan menjadi bisnis yang berbasis riil pada masyarakat kecil. Semua kegiatan yang dilakukan dalam pendampingan pada pelaku usaha diperlukan kerja sama dari berbagai pihak yang melibatkan masyarakat desa, pemerintah desa, kecamatan dan tokoh masyarakat yang memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi produk kelapa sebagai unggulan kawasan Desa Ngampel  kecamatan Pituruh. 
KKN-PPM PENGOLAHAN LIMBAH KELAPA DI WATUDUWUR, BRUNO, KABUPATEN PURWOREJO Allwar Allwar; Nurcahyo Iman Prakoso; Soni Laksono
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sabut kelapa pada umumnya hanya dimanfaatkan untuk keperluan bahan bakar bagi rumah tangga yang masih menggunakan kayu bakar. Di daerah penghasil kelapa, sabut kelapa sering dibuang begitu saja tanpa diolah kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih bermanfaat. Melimpahnya limbah kelapa dari desa-desa di sekitar yang memliki perkebunan kelapa dapat diangkat sebagai potensi desa dalam meningkatkan perekonomian desa dengan memanfaatkan limbah lokal menjadi kebutuhan rumah tangga bernilai lebih.Desa Watuduwur, Bruno Purworejo adalah daerah penampung limbah kelapa, tepatnya di Dusun Ketepeng. Hanya saja kurangnya keterampilan dan peralatan yang menunjang menjadi kendala warga dalam pemanfaatan potensi yang ada. Selama ini warga hanya memanfaatkannya sebagai bahan bakar. Program pemberdayaan masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan ini dirancang menggunakan metode pelatihan dengan sistem penyampaian materi secara teori atau sosialisasi dan praktik atas pembelajaran yang telah dilakukan. Perencanaan tersebut seperti pelatihan pengolahan limbah, pelatihan menjahit sarung co-pillow dan matras, sosialisasi tentang pasar dan pemasaran, serta bagaimana pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaranPengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat produksi memberikan peluang yang baik untuk membangun industri rumah tangga. Hal ini perlu adanya dukungan dari beberapa pihak dan dapat melalui beberapa sistem. Salah satunya adalah bermitra dengan perguruan tinggi melalui program pemberdayaan masyarakat. Adanya program pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat diharapkan bisa lebih berperan aktif dalam menjalankan serta mengembangkan perekonomian yang ada di Desa Watuduwur dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal. Selain itu masyarakat Desa Watuduwur mampu mandiri mengembangkan usahanya hingga menjadi desa pemroduksi co-pillow dan matras yang dikenal oleh masyarakat luas dengan menjadi tujuan lokasi oleh-oleh saat berwisata ke Purworejo, tepatnya Bruno  
AN INVESTIGATION ON TRIPLE HELIX MODEL AND NATIONAL INNOVATION SYSTEMS: THE CASE OF MALAYSIA Munshi Naser Ibne Afzal; Rini Suryati Sulong; Susmita Dutta; Kasim Mansur
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Triple Helix (TH) model (University-Industry-Government relationship) enables numerous nations to enhance and accelerate their development forms. Ventures and universities are customary wellsprings of information. In most creating nations like Malaysia, which is experiencing significant change towards innovation-based economies, the Triple Helix model coupled with the National Innovation System can speed up this progress. This paper investigates the application of the Triple Helix (TH) model inside the National Innovation System in Malaysia. It looks at the degree or level of cooperation amongst organizations and universities in advancing economic development. This research applies mix method in which an integrative investigation of the literature, secondary information and a survey of six Malaysian public universities. The outcomes demonstrate that, the application of Triple Helix model in Malaysian public universities is acceptable. The National University of Malaysia (UKM) performed poorly while University Putra Malaysia (UPM) appears better than others. The outcomes show the need of taking care of distinguished issues in parallel with the execution of the open development idea to extend University-Industry-Government collaboration. 
KKN-PPM PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA SIDOREJO, KECAMATAN KEMALANG, KABUPATEN KLATEN Muhammad Muhajir; Rahmadi Yotenka
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 03, Issue 03, September 2018
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait (seperti silo dan kandang) yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Agrowisata memiliki beragam variasi, seperti labirin jagung, wisata petik buah, memberi makan hewan ternak, hingga restoran di atas laut. Agrowisata merupakan salah satu potensi dalam pengembangan industri wisata di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, agrowisata sering dikembangkan oleh daerah-daerah atau desa-desa yang terletak di kawasan lereng gunung atau perbukitan. Lahan yang subur sangat memudahkan pengembangan lahan pertanian dan peternakan yang secara langsung juga memudahkan pengembangan peternakan.Potensi agrowisata ini terdapat juga di desa-desa yang berada di lereng dan kaki Gunung Berapi, salah satunya adalah Desa Sidorejo. Sebagaimana wilayah-wilayah di lereng Gunung Merapi, desa ini memiliki lahan yang sangat subur dengan dataran yang miring dan cukup curam. Sehingga, desa ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu desa agrowisata menarik yang berfokus pada tanaman perkebunan. Desa ini sendiri merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Klaten. Dengan posisi strategis Kabupaten Klaten yang berada di antara dua kota besar, yaitu Solo dan Yogyakarta, Desa Sidorejo bisa menjadi salah satu desa unggulan dengan agrosiwatanya. Kehadiran mahasiswa KKN UII bertujuan untuk melakukan pendampingan dan penyusunan konsep agrowisata yang ada di Desa Sidorejo agar mampu menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Klaten.Potensi-potensi yang bisa dikembangkan menjadi agrowisata di Desa Sidorejo antara lain Kopi Petruk, peternakan sapi dan sayur-mayur. Kopi Petruk sendiri merupakan kopi arabika yang pemasarannya sudah diekspor hingga Jepang. Namun sejauh ini, Kopi Petruk belum dikembangkan menjadi agrowisata. Kopi Petruk hanya dijadikan komoditas perdagangan. Sama halnya dengan peternakan sapi. Sapi perah dan sapi potong yang ada di desa ini sejauh ini hanya dijadikan sebatas sebagai komoditas perdagangan produk susu dan daging konsumsi. Sementara untuk sayur-mayur sudah dimanfaatkan menjadi produk bermanfaat dan dikembangkan menjadi berbagai olahan makanan.Dari paparan di atas, perkembangan potensi agrowisata di Desa Sidorejo sejauh ini hanya dijadikan sebatas komoditi perdagangan. Penyusunan konsep agrowisata yang jelas akan sangat memudahkan pengembangan agrowisata di desa ini. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu konsep utama baik konsep potensi agrowisata itu sendiri ataupun struktur organisasi masyarakat yang nantinya akan mengelolanya. Konsep yang tertata dan saling bersinergi akan sangat memudahkan pengelolaannya. Lebih lanjut, dengan adanya sebuah konsep besar, pengembangan agrowisata di desa ini pada tahun-tahun selanjutnya akan memiliki arah yang lebih jelas dan terprogram dengan baik. 

Page 2 of 2 | Total Record : 16