cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL KONFIKS
ISSN : 23552638     EISSN : 27461866     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS" : 8 Documents clear
PARADIGMA TEORI BELAJAR DAN MOTIVASI PEMBELAJARAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Maria Ulviani
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.389 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2124

Abstract

Learning theory suggests that the most important is input in the form of stimulus and output in the form of a response. Whereas what happens between stimulus and response is considered not important to note because it cannot be observed, only stimulus and response can be observed. This study uses a library research method to explore literature information about learning theory and learning motivation. The results of the study show that motivation is an important factor that influences student will, process, and learning outcomes. Motivation is formulated as a condition that makes a person have the will to achieve certain goals through the implementation of a task. Someone who is motivated tends to survive and is not easily discouraged in carrying out tasks. One motivational strategy in the learning process is by applying four principles of motivation, namely: attention (attracting and maintaining student attention), relevance (expressing the relevance of lectures to student needs), confidence (fostering and strengthening student confidence), satisfaction (efforts to do lecture activities in accordance with the interests, characteristics
DAMPAK PSIKOLOGI MAKIAN BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI STRATA SOSIAL MASYARAKAT BAHASA Arfan Rauf
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.762 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2115

Abstract

This study was an observational research that starts from planning, implementing, and drawing conclusions. The research subjects were people who lived in Tamalatea Village, Makassar City, South Sulawesi, based on Social strata as many as 15 people. Data collection techniques were observation, tapping, fishing line, see, note, and record. All data obtained were analyzed through stages (1) grouping similar data, (2) reading the data as a whole, (3) analyzing data with the method of "intra-lingual and equivalent extra lingual methods", (4) compiling interpretations, and (5) describing data to be a conclusion.The results of the study showed that (1) invective is not acceptable in the form of language communication in general. (2) Invective can be accepted in certain language groups. (3) Invective is used to intimidate, control, reveal disappointment, wonder, personal protection, disrupt, and popularity. (4) There are similarities and differences in the use of invective in each of the social strata of the language community, both based on the form and reference, purpose, and character displayed. (5) Invective psychologically has negative impact on users and recipients.
MENGEMBANGKAN MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN EDUKATIF Indra Jauharini Amri
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.329 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2116

Abstract

The game is one medium of education and learning for early childhood that has significance for the growth and development of children including early childhood motor development. While early childhood is an important period for the body and future of the child. And the world of children is the world of play, so learning is needed for advice. Therefore, educational games are very much needed in learning to develop children's motor skills
TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK CAMPUR KODE BAHASA INDONESIA - BAHASA KONJO SISWA Akbar Avicenna
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.891 KB) | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.2323

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji campur kode sebagai fenomena tutur yang terjadi di SMK Negeri 5 Bulukumba, Kabupaten Bulukumba. Secara khusus, penelitian ini bertujuan:  1) mendeskripsikan bentuk campur kode bahasa Indonesia - bahasa Konjo, dan 2) memaparkan faktor penyebab terjadinya campur kode pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa ujaran dalam bentuk campur kode pada tataran kata, frasa dan klausa. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X SMK Negeri 5 Bulukumba Kabupaten Bulukumba. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat. Dalam analisis data dilakukan dengan cara menerjemahkan arti kata bahasa Konjo ke dalam bahasa Indonesia. Temuan penelitian ini menunjukkan, bahasa yang paling banyak menyisip adalah bahasa Konjo. Bentuk campur kode yang terjadi adalah campur kode ke dalam. Tataran bahasa yang menimbulkan campur kode adalah kata, frasa, dan klausa, dan yang paling banyak muncul adalah tataran kata. 
IDEOLOGI DALAM PIDATO KENEGARAAN PRESIDEN SOEKARNO PADA KTT NON BLOK DI KAIRO (ANALISIS WACANA KRITIS ) intan rawit sapanti
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.964

Abstract

Abstract Pidato Bung Karno yang disampaikan dengan berapi-api selalu sarat dengan pesan ideologi kebangsaan. Melalui wacana di setiap pidatonya, Presiden Soekarno mencoba untuk menyuarakan perlawanan terhadap kolonialisme serta membangkitkan semangat juang untuk bangkit. Dalam penelitian ini, akan diteliti lebih lanjut dengan analisis wacana kritis dalam pidato kenegaraan Soekarno yang berjudul Masa Konfrontasi: Pidato Presiden Sukarno pada Konperensi Kedua Negara-Negara Non-Blok di Kairo? Serta ideologi apa saja yang menyertainya.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wacana tulis yang ada dalam naskah pidato yang disampaikan oleh presiden Soekarno pada KTT Non Blok di KairoHasil dari penelitian ini melalui analisis struktur wacana mikro melalui 1) leksikon, 2) stilistika, 3) sintaksis dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa ideologi yang ingin disampaikan oleh Bung Karno melalui pidatonya tersebut. Salah satunya adalah tentang kemerdekaan yang nyata. Kemerdekaan nyata yang dimaksud yaitu kebebasan untuk menyelenggarakan urusan-urusan politik, ekonomi dan sosial sejalan dengan konsepsi-konsepsi nasional masing-masing negara, sehingga tidak ada campur tangan negara lain. Sedangkan ideologi lain yang ingin diusung oleh Presiden Soekarno adalah untuk menyeru negara-negara di dunia untuk melawan imperialisme, kolonialisme, neo-imperialisme dan neo-imperialisme tanpa rasa takut. Keywords : analisis wacana kritis, stuktur mikro, pidato kenegaraan Soekarno
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ4R( Survey, Read, Review, Recite, Reflect ) DI KELAS VIII SMP. GUPPI SAMATA GOWA Mila Karmila
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.374

Abstract

AbstrakPenelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pemaparan data deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data proses pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 16 orang.Tindakan yang diberikan dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran pada siklus I. Adapun siklus II berupa tindakan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang dialami pada siklus I. Hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran membaca intensif pada siswa kelas VIII-I SMP Guppi Samata Gowa dengan menggunkan metode SQ4R dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran membaca intensif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru agar senantiasa menggunakan metode yang dapat merangsang perhatian siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk belajar. Bagi peneliti lain dan mahasiwa yang menekuni pengajaran bahasa dan sastra Indonesia diharapkan melakukan penelitian dalam bidang membaca dengan menggunakan metode lain, demikian pula dalam membaca intensif sehingga dapat ditemukan berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: Membaca Intensif, Metode SQ4RAbstractThis research is a classroom action research (PTK) with the presentation of the data and descriptions kuantitatif.Penelitian qualitative descriptions was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. Data learning process of each cycle were analyzed descriptively qualitative. The data were analyzed descriptively learning outcomes quantitatively. The subjects were students of class VIII totaling 16 orang.Tindakan given intended to determine the increase in the learning process and learning results in cycle I. As for the second cycle in the form of corrective actions against deficiencies experienced in cycle I. The results of the data analysis of the the results of the study in the first cycle and the second cycle concluded that, teaching intensive reading in class VIII SMP-I Guppi Samata Gowa by using SQ4R method can improve the learning process and learning outcomes intensive reading. Conclusions based on these results, the researchers suggested to teachers to always use methods that can stimulate students' attention so that the students were interested in learning. For other researchers and students who pursue teaching Indonesian language and literature are expected to conduct research in the areas of reading by using other methods, as well as in intensive reading so you can find a variety of learning methods that can be used as learning in school.Keywords: Intensive Reading, Methods SQ4R
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PENGALIRAN PROGRAM IMAS (IMAGE STREAMING) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN NARATIF PADA SISWAKELAS X SMA NEGERI I POLUT KABUPATEN TAKALAR Nur Ahmadi; Yuliana Yuliana
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.404

Abstract

Abstract This research aimed to improve the ability to write narrative through IMAS learning model (image streaming) Grade Students of SMA X.5 I Polut KabupatenTakalar totaling 29 students. Data collection technique used a model observation, documentation and testing. The data analysis technique used the model descriptive analysis to measure the ability to write the test results of the study (1 time giving the test) every cycle by using the distribution frequency of and the percentage of the first is that there is an increase in the quality of the learning process to write a paragraph of narrative once held a class action learning model IMAS ( Image Streaming). The results showed an increase in student learning outcomes. The average score of the first cycle of 69.59 with classical completeness 16 (55.17%) completed, are in the low category and increased in the second cycle 83.13 with classical completeness 29 (100%) completed. This is supported by the increase in activity and creativity of the students in the learning process of the first cycle increased in the second cycle. This means the application of learning models IMAS (Iamge Stream) in learning Indonesian can improve the ability to write a narrative paragraph X.5 grade students of SMA I Polut Takalar. Keywords: Writing paragraphs of narrative, learning model IMAS (Image Streaming) AbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis naratif melalui model pembelajaran IMAS (image streaming) pada siswa kelas X.5 SMA Negeri I Polut Kabupaten Takalar yang berjumlah 29 siswa. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah model observasi, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis deskriptif untuk mengukur kemampuan menulis hasil tes penelitian (1 kali pemberian tes) setiap siklus dengan menggunakan distribusi frekuansi dan persentase yang pertama bahwa ada peningkatan kualitas proses pembelajaran menulis paragraf naratif setelah diadakan tindakan kelas dengan model pembelajaran IMAS (Image Streaming). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Skor rata-rata siklus I 69,59 dengan ketuntasan klasikal 16 orang (55,17%) tuntas, berada pada kategori rendah dan meningkat pada siklus II 83,13 dengan ketuntasan klasikal 29 orang (100%) tuntas. Hal ini didukung oleh peningkatan keaktifan dan kreatifitas siswa dalam proses belajar mengajar dari siklus I meningkat pada siklus II. Ini berarti penerapan model pembelajaran IMAS (Iamge Streaming) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf naratif siswa kelas X.5 SMA Negeri I Polut Kabupaten Takalar.Kata kunci: Menulis paragraf naratif, model pembelajaran IMAS (Image Streaming)
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE SQ4R( Survey, Read, Review, Recite, Reflect ) DI KELAS VIII SMP. GUPPI SAMATA GOWA Aliam Bahri; Mila Karmila
JURNAL KONFIKS Vol 4, No 2 (2017): KONFIKS
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/konfiks.v4i2.396

Abstract

AbstractThis research was a classroom action research (PTK) with the presentation of data and descriptions kuantitatif. Qualitative research descriptions was conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation, and reflection. Data learning process of each cycle were analyzed descriptively qualitative. The data were analyzed descriptively learning outcomes kuantitatif.Subjek this research is class VIII totaling 16 orang.Tindakan given is intended to determine the increase in the learning process and learning outcomes in cycle I. As for the second cycle in the form of corrective actions against deficiencies experienced in cycle I. Results of the data analysis of the results of the study in the first cycle and the second cycle is concluded that, teaching intensive reading in class VIII SMP-I Guppi Samata Gowa by using SQ4R method can improve the learning process and learning outcomes intensive reading. Conclusions based on these results, the researchers suggested to the teachers to always use the methods that can stimulate students' attention so that the students were interested in learning. For other researchers and students who pursue teaching Indonesian language and literature are expected to conduct research in the areas of reading by using other methods, as well as in intensive reading so it can be found a variety of learning methods that can be used as learning in school.Keywords: Intensive Reading, Methods SQ4R AbstrakPenelitian ini bersifat penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pemaparan data deskripsi kualitatif dan deskripsi kuantitatif.Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data proses pembelajaran setiap siklus dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun data hasil pembelajaran dianalisis secara deskriptif kuantitatif.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 16 orang.Tindakan yang diberikan dimaksudkan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran dan hasil pembelajaran pada siklus I. Adapun siklus II berupa tindakan perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan yang dialami pada siklus I.Hasil analisis data yang dilakukan terhadap hasil penelitian pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa, pembelajaran membaca intensif pada siswa kelas VIII-I SMP Guppi Samata Gowa dengan menggunkan metode SQ4R dapat meningkatkan kemampuan pada proses pembelajaran dan hasil pembelajaran membaca intensif. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada guru agar senantiasa menggunakan metode yang dapat merangsang perhatian siswa sehingga siswa merasa tertarik untuk belajar. Bagi peneliti lain dan mahasiwa yang menekuni pengajaran bahasa dan sastra Indonesia diharapkan melakukan penelitian dalam bidang membaca dengan menggunakan metode lain, demikian pula dalam membaca intensif sehingga dapat ditemukan berbagai metode pembelajaran yang dapat digunakan sebagai pembelajaran di sekolah. Kata Kunci: Membaca Intensif, Metode SQ4R

Page 1 of 1 | Total Record : 8