cover
Contact Name
Pudyastuti Kusumaningrum
Contact Email
mot.farmasi@ugm.ac.idm
Phone
-
Journal Mail Official
mot.farmasi@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Obat Tradisional
ISSN : 14105918     EISSN : 24069086     DOI : -
Core Subject : Health,
raditional Medicine Journal (Majalah Obat Tradisional), or Trad. Med. J. (ISSN 1410-5918 (print) and ISSN 2406-9086 (online)), is an international scientific journal published by Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada, three times annually. Collaborating with Indonesian Pharmacist Association, Daerah Istimewa Yogyakarta, and we dedicate our journal to researches and development in traditional medicine. The journal receives papers on research laboratory, field research, and case studies of traditional medicine and its constituent, covering research topics including raw materials, cultivation, phytochemical, pharmacological effects and toxicology, formulation, and biotechnology.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2010)" : 6 Documents clear
POTENSI EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy; Pratiwi, Dewi; Hastuti, Novi; Nur W, Niken; Armandari, Inna; Ikawati, Muthi’; Hermawan, Adam
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.754 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

POTENSI  EKSTRAK ETANOLIK KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) SEBAGAI AGEN KHEMOPREVENTIF MELALUI PENEKANAN EKSPRESI c-Myc DAN PENGHAMBATAN PROLIFERASI PADA SEL PAYUDARA TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA POTENCY OF CITRUS PEELS (Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle) ETHANOLIC EXTRACT AS CHEMOPREVENTIVE  AGENT THROUGH DOWNREGULATION OF           c-Myc EXPRESSION AND INHIBITION OF 7.12-DIMETHYLBENZ[a]ANTRACHENE INDUCED FEMALE  SPRAGUE DAWLEY RATS BREAST CELL PROLIFERATION Dewi Pratiwi, Novi Hastuti, Niken Nur W, Inna Armandari, Muthi’ Ikawati,Adam Hermawan  dan Edy Meiyanto*)Cancer Chemoprevention Research Center Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada ABSTRAK Penggunaan obat berbasis alam saat ini berkembang pesat di semua kalangan masyarakat. Selain karena harga yang lebih terjangkau, obat berbasis alam relatif lebih aman dibandingkan dengan obat sintetik. Kulit jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) merupakan salah satu obat berbasis alam mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antikarsinogenesis.  Penelitian ini dirancang untuk mengkaji potensi kulit jeruk nipis (C. aurantiifolia) dalam menekan proliferasi sel  payudara tikus galur Sprague Dawley yang terinduksi 7,12-Dimetilbenz[a]Antrasena (DMBA).  Dalam penelitian ini, tikus dibagi menjadi lima kelompok yakni kelompok perlakuan DMBA, kelompok perlakuan CMC-Na, kelompok perlakuan ekstrak dosis 1500 mg/kgBB , kelompok perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750 mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak dosis 1500 mg/kgBB. Pengamatan proliferasi sel payudara dengan metode AgNOR menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kulit C. aurantiifolia dapat menekan proliferasi sel secara signifikan. Secara kuantitatif signifikansi yang dihasilkan dosis  1500 mg/kgBB lebih tinggi daripada dosis 750 mg/kgBB. Hasil pengamatan imunohistokimia pada ekspresi c-Myc mendukung data sebelumnya. Pada kelompok dosis 750 terlihat warna coklat pada sitosol yang lebih intens dibanding kelompok dosis 1500. Ekstrak etanolik kulit jeruk nipis dapat menekan proliferasi sel payudara terinduksi DMBA, penekanan proliferasi tersebut meningkat seiring peningkatan dosis sehingga jeruk nipis dapat digunakan sebagai agen khemopreventif.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK ETANOL BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP APOPTOSIS KARSINOMA SEL SKUAMOSA LIDAH MANUSIA Susanto, Hendri; Naritasari, Fimma; Supriatno, Supriatno
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.946 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Karsinoma  sel  skuamosa  lidah  merupakan  salah  satu  keganasan  yang sering terjadi di rongga mulut. Perawatan yang ada saat ini meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, maupun kombinasi ketiganya. Salah satu perawatan yang sedang  dikembangkan  antara  lain  adalah pencarian bahan alam/herbal yang dapat menginduksi  apoptosis  sel kanker.  Bromelain  memiliki  potensi  antikanker  salah  satunya  dengan menginduksi apoptosis. Bonggol nanas merupakan salah  satu bahan herbal  yang potensial  dikembangkan  untuk  perawatan  alternatif  karena  adanya  kandungan enzim  bromelain. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas terhadap apoptosis biakan sel karsinoma skuamosa lidah manusia. Biakan  sel  karsinoma skuamosa  lidah manusia  diberi  perlakuan ekstrak  etanol  bonggol nanas tiga  konsentrasi  dibawah  nilai  IC50,  yang  diperoleh  dari  uji  sitotoksisitas,  yaitu konsentrasi 5.000, 5.500, dan 6.000 µg/ml. Pada uji apoptosis, setelah diinkubasi selama  24  jam,  sel  diwarnai  dengan  flurokrom  ethidium  bromide  dan  acridine orange. Pengamatan dan perhitungan dilakukan di bawah mikroskop flurescence. Sel  hidup  tercat  berwarna  hijau,  dan  sel  yang  mengalami  apoptosis  berwarna kuning  hingga oranye.  Analisis probit digunakan untuk menentukan nilai IC50 ekstrak etanol bonggol nanas dan Uji korelasi  pearson digunakan untuk mengetahui hubungan konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas dengan prosentase sel apoptosis. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 esktrak etanol bonggol nanas pada biakan karsinoma sel skuamosa lidah. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan positif antara konsentrasi ekstrak  etanol  bonggol  nanas  dan  apoptosis  (r  =  0,999,  p<0,05).  Kesimpulan  pada  penelitian  ini  adalah  bahwa  bonggol  nanas  mampu menginduksi  apoptosis  dan  terdapat  peningkatan  persentase  apoptosis  sel  yang sebanding dengan peningkatan konsentrasi ekstrak etanol bonggol nanas. 
PENGARUH CARA PENGERINGAN TERHADAP PEROLEHAN EKSTRAKTIF, KADAR SENYAWA FENOLAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC.) Rivai, Harrizul; Bakhtiar, Amri; Nurdin, Hazli; Suyani, Hamzar
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.295 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh cara pengeringan terhadap perolehan kadar ekstraktif, senyawa fenolat dan aktivitas antioksidan dalam daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC.). Cara-cara pengeringan yang diuji adalah: pengeringan angin pada suhu kamar, pengeringan oven pada suhu 40 oC, pengeringan oven pada suhu 60 oC, pengeringan oven microwave dan sampel segar sebagai kontrol.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan tumbuhan segar menyebabkan berkurangnya perolehan ekstraktif, kadar senyawa fenolat dan aktivitas antioksidan. Cara-cara pengeringan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P < 0,05) terhadap perolehan ekstraktif, kadar senyawa fenolat dan aktivitas antioksidan. Di antara cara-cara pengeringan yang diuji, perolehan ekstraktif tertinggi diberikan oleh pengeringan oven microwave, sedangkan kadar senyawa fenolat tertinggi dan aktivitas antioksidan yang tertinggi diberikan oleh pengeringan angin pada suhu ± 25  oC.
EFEK SENYAWA FLAVONOIDS DARI KEMUNING (Murraya paniculata [L.] Jack.) TERHADAP PELEPASAN HISTAMIN DARI KULTUR SEL MAST Nugroho, Agung Endro; Riyanto, Sugeng; Sukari, Mohamad Aspollah; Maeyama, Kazutaka
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.985 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Murraya paniculata [L.] Jack. merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia, dikenal dengan nama Kemuning. Penelitian mengenai tanaman ini telah banyak dilakukan, terutama isolasi senyawa aktifnya. Tanaman ini mempunyai kandungan senyawa aktif, diantaranya senyawa turunan flavonoid. Pada penelitian, tiga senyawa flavonoid yang diisolasi dari M. paniculata diuji aktivitasnya terhadap pelepasan histamin dari kultur sel mast yaitu sel RBL-2H3. Ketiga senyawa tersebut adalah 3,3’,4’,5,5’,7–heksametoksiflavon; 3,3’,4’,5,5’,6,7-heptametoksiflavon; dan 3,3’,4’,5,5’,6,7,8-oktametoksiflavon. Induktor pelepasan histamin yang digunakan adalah DNP24-BSA dan thapsigargin. Keduanya berturut-turut menginduksi secara imunologis dan non-imunologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa heptametoksiflavon dan heksametoksiflavon cenderung tidak mempengaruhi pelepasan histamin dari sel mast. Namun, oktametoksiflavon dapat meningkatkan pelepasan histamin dari sel mast baik tanpa induksi maupun terinduksi dengan DNP24-BSA atau thapsigargin. Senyawa tersebut mampun meningkatkan pelepasan histamin hingga 50%. Dari hasil tersebut, penambahan gugus polimetoksi pada struktur flavonoid berpotensi dapat menghasilkan efek pelepasan histamin dari sel mast.  
EFEK ANTIANGIOGENIK EKSTRAK METANOL AKAR PASAK BUMI (Eurycoma longifolia, Jack) PADA MEMBRAN KORIO ALANTOIS (CAM) EMBRIO AYAM YANG TERINDUKSI bFGF Salamah, Nina; Sugiyanto, Sugiyanto; Hartati, Mae Sri; Hayati, Farida
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.799 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Angiogenesis merupakan peristiwa pertumbuhan pembuluh darah baru, yang memungkinkan sel kanker mendapatkan suplai nutrisi dan oksigen, sehingga dapat terus bertahan hidup. Pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang memiliki potensi anti kanker. Ekstrak metanol, butanol, kloroform, dan air dari akar pasak bumi terbukti memiliki efek sitotoksik terhadap beberapa sel kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiangiogenik ekstrak metanol akar pasak bumi pada CAM embrio ayam. Uji penghambatan angiogenesis dilakukan dengan membagi telur berembrio umur 8-9 hari dalam 8 kelompok perlakuan. Kelompok I sebagai kontrol paper disc, kelompok II sebagai kontrol bFGF, kelompok III sebagai kontrol bFGF+ pelarut DMSO 0,8%, kelompok IV, V, VI, VII dan VIII sebagai kelompok uji penghambatan angiogenesis, pada paper disc diberi bFGF 1 ng/μL dan ekstrak metanol akar pasak bumi berturut-turut dengan dosis 20, 40, 60, 80 dan 100 μg/mL. Setelah diinkubasi selama 3 hari (umur embrio12 hari), telur dibuka dan isi telur dikeluarkan, kemudian CAM yang melekat pada cangkang diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Ekstrak metanol akar pasak bumi memberikan aktivitas antiangiogenik mulai kadar 40 μg/mL. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol akar pasak bumi meningkatkan aktivitas penghambatan angiogenesis.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIBAKTERI DARI DAUN Eupatorium odoratum L. TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923 DAN Escherichia coli ATCC 25922 Hasnawati, Hasnawati; Prawita, Erna
Majalah Obat Tradisional Vol 15, No 1 (2010)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.971 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ15iss1pp%p

Abstract

Daun E. odoratum secara tradisional digunakan untuk terapi penyakit infeksi kulit seperti bisul, kurap, dan kadas. Berdasarkan hal tersebut, maka daun E. odoratum memungkinkan memiliki aktivitas antibakteri. Serbuk kering E. odoratum diekstraksi dengan menggunakan Soxhlet menggunakan pelarut washbenzen dan metanol. Kedua ekstrak kental (washbenzen dan metanol) yang diperoleh diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi agar dan. Ekstrak aktif difraksinasi menggunakan kromatografi vakum cair.  Senyawa aktif pada fraksi aktif dimurnikan dengan kromatografi lapis tipis preparatif. Spektrum UV-Vis isolat (2.3) dalam kloroform menampakkan serapan λmax pada 291 nm. Spektrum inframerah isolat (2.3) (KBr) menunjukkan serapan pada (-OH), (CHalifatik),  (CHalifatik), (C=O), (C=C), (CH2), (CH3), (epoksi), dan (C-O).  Spektra 1H-NMR (CDCl3) menunjukkan resonansi pada δ 1,26 ( 3H); 3,65 (3H); 3,82 (3H); 3,93 (3H); 4,53 (1H,d); 5,0 (1H,d); 5,7 (1H,d); 6,06 (1H,d); 6,14 (1H,d); 6,93 (1H,d); 7,05 (1H,dd); dan 7,16 (1H,d) ppm. Spektra ini diperkirakan sebuah kalkon yang mengandung epoksi. Senyawa aktif antibakteri (2.3) pada loading terkecil 250 µg menunjukan aktivitas penghambatan terhadap S. aureus dan E. coli dengan diameter 9,5 dan 7,2 mm.

Page 1 of 1 | Total Record : 6