cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR KIMIA
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014" : 42 Documents clear
MINERALS, NUTRIENTS AND ACTIVE COMPOUNDS OF RAMBUTAN FRUITS Sukemi -
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main object ive of this essay was to describe the minerals, nutrients and active compounds of rambutan (Nephelium lappaceum L.) fru its. Flesh fruit of rambutan is a source of minerals and ascorbic acid that are needed by human body. Its seed oil provides mineral and fatty acid. Its peel contains ellagic acid, corilagin and geraniin that have biological activit ies, such as antioxidant, anticancer, anti-inflammation, anti-hyperalgesic antiviral, anti-semicarbazide-sensitive amine o xidase (SSAO), and anti-hypertensive. Rambutan is not only consumed as fresh fruits, but also it can be used as sources of food and medicine products.
ANALISIS GAYA BELAJAR DAN GAYA BERFIKIR SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 ANGGANA PADA PEMBELAJARAN KIMIA POKOK BAHASAN KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN (Ksp) Abdul Majid; Farah Erika; Sari Ayu Rowaidah
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelit ian ini dilatarbelakangi oleh inovasi yang dilakukan oleh guru untuk mencapai hasil belajar maksimum hanya dihubungkan dengan materi yang akan d isampaikan, kurang memperhatikan gaya belajar maupun gaya berfikir siswa padahal dalam setiap mengajar efekt ifitasnya bergantung pada gaya belajar dan gaya berfikir siswa d isamping sifat pribadi dan kesanggupan intelektualnya. Oleh karena itu mengetahui gaya belajar dan gaya berfikir siswa bagi seorang guru khususnya guru kimia, merupakan suatu usaha yang sangat penting dalam mewujudkan keberhasilan mengajar. Populasi dalam penelit ian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA yang terdiri dari 3 kelas. Sampel yang diamb il dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 2 yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data pada pen elitian ini melalui angket gaya belajar dan gaya berfikir serta ulangan harian berupa soal essay sebanyak 6 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar do minan siswa adalah gaya belajar auditori dimana persentase gaya belajar auditori sebesar 45%, gaya belajar visual sebesar 24% dan gaya belajar kinestetik sebesar 31%. Gaya berfikir dominan siswa adalah gaya berfikir sekuensial konkrit (SK) dimana persentase gaya berfikir sekuensial konkrit sebesar 52%, gaya berfikir sekuensial abstrak sebesar 3% , gaya berfikir acak abstrak sebesar 35% dan gaya berfikir acak konkrit sebesar 10%.
UJI DAYA ANALGETIK EKSTRAK ETANOLIK DAUN BINAHONG [Anredera cordifolia (Ten.) Steenis] PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) JANTAN Eka Siswanto Syamsul; Windi Ana Lestiani; Yullia Sukawati; Supomo -
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun binahong [Anredera cordifolia (Ten.) Steenis] merupakan tumbuhan yang bermanfaat bagi masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit antara lain diabetes, analgetik, pembengkakan sendi-sendi, diare dan memar (Shabella, 2012). Penelitian pendahuluan menyatakan bahwa terkandung senyawa aktif flavonoid didalam Binahong (Murdianto, 2012). Penelitian in i bertujuan untuk mengetahui potensi dan berapa besar daya analgetik ekstrak etanolik daun binahong pada hewan uji mencit putih (Mus musculus L.) jantan. Pada penelitian ini d ilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode acak lengkap pola searah. Digunakan mencitdengan 5 kelo mpok perlakuan (tiap kelo mpok 4 ekor mencit) yaitu kontrol positif (Celebrex®), kontrol negatif (Na- CM C 0,5%), ekstrak dosis I (1 g/KgBB), ekstrak dosis II (2 g/KgBB), dan ekstrak dosis III (4 g/KgBB) yang dilakukan selama 1 jam pada masing-masing kelo mpok perlakuan. Pembuatan sediaan uji ekstrak daun binahong dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penelitian dan perhitungan persen uji daya analgetik pada ekstrak etanolik daun binahong [Anredera cordifolia (Ten.) Steenis] yakni kontrol positif celebrex® (70,53%), ekstrak dosis I (48,06%), ekstrak dosis II (57,49%), dan ekstrak dosis III (69,33%). Hasil skrin ing fitokimia menunjukkan ekstrak mengandung Flavonoid. Flavonoid bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase yang dapat menurunkan sintesis prostaglandin sehingga mengurangi terjadinya vasodilatasi pembuluh darah dan aliran darah lokal sehingga migrasi sel radang pada area radang akan menurun.
KINETIKA ADSORPSI Cr(VI) MENGGUNAKAN ADSORBEN MAGNETIT (Fe 3 O 4 ) DAN MAGNETIT TERLAPIS ASAM HUMAT (Fe 3 O 4 /AH) Soerja Koesnarpadi; Daniel Tarigan
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The adsorption kinetics of Cr(VI) by two adsorbents, i.e. magnetite (Fe 3 O 4 ) and magnetite coated humic acids (Fe 3 O 4 /HA) have been studied. Adsorbent of Fe 3 O 4 and Fe 3 O 4 /HA were synthesized by co-precipitation method and then characterized by FT-IR, XRD and TEM image measurements. The acidity of the solution was adjusted to pH 3, comparasion on the adsorption kinetics of Cr(VI) on Fe 3 O 4 between Fe 3 O 4 /HA. The FT-IR spectra revealed the presence of main fuctional groups of Fe-O and C-O at free carboxylate acid in Fe 3 O 4 /HA and those of only Fe-O in Fe 3 O 4 . The two adsorbent had similar diffraction peaks at 2θ. The TEM image demonstaretd that Fe 3 O 4 were spherical in shape and uniform distribution and then Fe 3 O 4 /HA had no uniform size. Adsorption of Cr(VI) by Fe 3 O 4 was much faster than Fe 3 O 4 /HA at the acidity of pH 3, with adsorption rate constant (k) of 0.013 g.mg -1 .menit -1 for Fe 3 O 4 and 0.0062 g.mg -1 .menit -1 for Fe 3 O 4 /HA. The two adsorbents were giving a model of adsorption kinetics Ho (pseudo order 2).
ETHANOL PRODUCTION FROM OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH AND ITS ACID HYDROLYSIS USING MICROBIAL CELLULASE SACCHARIFICATION Hamka Nurkaya
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oil palm empty fruit bunch (OPEFB) is a co mmon solid waste fro m the palm oil industry that requires proper handling to be processed into bioethanol as new bioenergy source to substitute fossil fuel, oil, gas, and coal. Microbial applications have been considered an effective way to degrade a lignocellulosic bio mass into simple sugars as a critical material for b ioethanol production . A potential of using OPEFB and The residue of the acid hydrolysis of the OPEFB to accelerate cellulase activity and reducing sugar production of Steptomyces hirsutus isolate 12.3.A was tested. The optimal conditions for cellu lase production by S. hirsutus isolate 12.3.A were similar for both substrates. The best yields were derived fro m culturing the cells at pH 7, 30°C, and substrate concentration at 1% for 6 days and amonium sulfate is the best as a nitrogen source for OPEFB med iu m and peptone is the best as nitrogen sources for the residue medium. The highest cellulase activit ies fro m OPEFB and the acid hidrolysis residue were 0.71 U/ ml and 0.56 U/ ml, respectively. Specific activity fro m ammoniu m sulfate precipitation was raised as 3.74 U/ mg and for cellu lase purificat ion by dialysis was 7.38 U/ mg. The in itial concentration of reducing sugar for OPEFB and the residue med iu m were 1.77 g/l and 1.01 g/l while the optimal ethanol production from OPEFB and the residue as sugar sources were 0.76 g/l and 0.41 g/l at inc ubation times of 72 hours.
UTILIZATION OF THE PALM TRUNK AS A MATERIAL OF MAKING PLASTIC FOOD PACKAGING RECYCLING Puspita, Riana; Taufik, Muhammad
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelit ian in i bertujuan untuk memanfaat kan Batang Kayu Kelapa Sawit dalam pembuatan plastik kemasan makanan daur ulang dengan memod ifikasi ko mposisi Sebuk Batang Kayu Kelapa Sawit dengan Stearin yang diserbukkan dan d imodifikasi sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk plastik kemasan makanan yang bermutu, sesuai dengan SNI No. 06-0182-2004. Pada penelitian ini Limbah batang kelapa sawit dipreparasi dan diekstraksi patinya dengan menggunakan NaOH 0,1 %. Pati yang diperoleh dicampur dengan stearin dengan perbandingan Serbuk Pati dan Stearin adalah 10 : 90 sampai dengan 90 : 10. Bahan Pembantu y ang digunakan adalah sorbitol, etanol, papermint flavour, dan vitamin C. Metode Isobe dikembangkan menghasilkan produk plastik sebagai kemasan makanan dengan hasil optimal. Hasil optimal yang dipero leh dengan kondisi operasi waktu pencampuran (proses) 65 menit, temperatur 60 0 C dan tekanan 1 atm, dan perbandingan serbuk KKS dan stearin : 40 : 60 dengan nilai ketahanan sobek 35.5 gf dan berat persatuan luas 36 g/m 2 . Hal ini sudah memenuhi ketentuan SNI tahun 2004. Kompatibilitas dianalisa menggunaan mikroskop dengan perbesaran 1000 kali. Produk plastik yang dihasilkan diekstraksi dengan metanol kemudian dianalisa menunjukkan senyawa penyusun masih tertinggal. Hal ini menunjukkan bahwa senyawa aktif masih terikat dalam film plastik yang dihasilkan.
POLIMER BIODEGRADASI DAN APLIKASINYA I Made Arcana
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya produksi polimer/bahan plastik sintetik disebabkan karena bahan plastik dapat digunakan pada berbagai aplikasi, baik bahan plastik untuk bidang kedokteran, farmasi, pertanian, dan bahan pengemas maupun bahan plastik untuk aplikasi material yang lebih maju seperti membran polimer elektrolit. Sampah plastik yang telah digunakan tersebut menjadi masalah yang sangat serius, karena tidak seperti polimer alam, sebagian besar polimer sintetik tidak dapat didegradasi oleh mikroorganisme yang ada di alam. Untuk mengatasi masalah tersebut telah dikembangkan suatu material yang dikenal sebagai polimer yang dapat terbiodegradasi (Biodegradable Polymers). Ada berbagai cara yang digunakan untuk mendapatkan polimer yang dapat terbiodegradasi di alam antara lain melalui biosintesis dan sintesis secara kimia polimer baru yang dapat terbiodegradasi, serta modifikasi polimer non biodegradasi melalui pembentukan poliblend dengan polimer biodegradasi, penambahan aditif pro-oksidan ke dalam polimer, dan modifikasi polimer alam untuk berbagai aplikasi. Dalam kesempatan ini akan disampaikan beberapa polimer biodegradasi yang dapat diperoleh dari sintesis secara kimia, modifikasi polimer non biodegradasi dengan polimer biodegradasi baik melalui pembentukan kopolimernya ataupun poliblendnya, modifikasi melalui penambahan aditif pro-oksidan dalam pembentukan polimer okso-degradasi, serta beberapa aplikasinya baik untuk bahan plastik pengemas maupun untuk material maju (Advanced Materials) terutama sebagai bahan membran polimer elektrolit untuk ap likasi sel bahan bakar dan sel baterai litium. Salah satu membran polimer elektrolit untuk aplikasi baterai litium diperoleh melalui modifikasi polimer alam seperti kitosan. Modifikasi kitosan dilakukan melalui penambahan gugus suksinat ke dalam kitosan menggunakan asam suksinat anhidrida, sedangkan membran polimer elektrolit dibuat dari kitosan suksinat dan garam litium perklorat digunakan sebagai garam ioniknya. Substitusi gugus suksinat pada kitosan dapat meningkatkan hantaran ionik membran dari 2,88 × 10 -6 S.cm -1 untuk kitosan murni, 5,06 x 10 -5 S.cm -1 untuk kitosan- Li5%, dan menjadi 8,04 x10 -2 S.cm -1 untuk kitosan suksinat-Li5%. Sebaliknya adanya gugus suksinat dalam kitosan cenderung menurunkan sifat mekanik dan sifat termal membran.
PENGARUH VARIASI pH ELEKTROPOLIMERISASI ANILIN TERHADAP KONDUKTIVITAS POLIANILIN Tri Paus Hasiholan Hutapea; Yunita Triana; Fredy Kurniawan
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengamatan tentang konduktivitas polianilin pada berbagai variasi pH elektropolimerisasi. Proses polimerisasi anilin d ilakukan pada elektroda emas dengan mencampurkan anilin untuk dipolimerisasi di permukaan elektroda emas menggunakan metode cyclic voltammetry potensiostatic pada kondisi pH 1 sampai 14 menggunakan elektrolit HCl 0,5 M untuk suasana asam dan NaOH 0,5 M untuk suasana basa. Nilai impedansi diketahui melalui pengukuran menggunakan metode impedance galvanometry pada larutan elektro lit NaCl. Diperoleh hasil bahwa elektropolimerisasi pH 1 sampai 4 menghasilkan polimer polianilin yang bersifat konduktif sedangkan pH 5 sampai 14 menghasilkan polimer polian ilin yang tidak konduktif. Pada elektropolimerisasi pH 1,5 me miliki nilai impedansi yang sangat kecil, sehingga memiliki nilai konduktivitas yang tinggi.
SENYAWA TURUNAN OLEANAN DARI KULIT BATANG Melochia umbellata (Houtt) Stapf var. Degrabrata K DAN BIOAKTIVITASNYA Usman -; Nunuk Hariani Soekamto; Ahyar Ahmad
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa turunan oleanan 3-asetil-12-oleanen-28-oat diisolasi dari fraksi n-heksan kulit batang M.umbellata (Houtt) Stapf var. degrabrata K. Struktur molekul ditentukan melalui analisis data spektroskopi IR, NMR 1D dan NM R 2D ( 1 H, 13 C, DEPT, COSY, HMQC dan HMBC). Hasil uji bioakt ivitas menunjukkan bahwa senyawa tersebut bersifat toksik terhadap A. salina dengan nilai LC 50 361,93 μg/mL. Pada konsentrasi 1000 μg/ mL senyawa oleanan 3-asetil-12-o leanen-28-oat memberikan hambatan tertinggi terhadap bakteri B. subtilis dan jamu r C. albicans, dengan diameter zona hambat 15,8 mm dan 15,2 mm.
SIFAT FISIK DAN KIMIA ASAP CAIR (LIQUID SMOKE) DARI CANGKANG DAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ). Firna Novari; Farida Aryani; Syamsul Arifin
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2014
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelit ian ini dilaku kan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia asap cair (Liquid Smoke) yang terdapat pada cangkang dan tandan kosong kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq), dari penelitian ini diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran atau informasi terhadap komoditas yang baru berkembang di masyarakat, baik dari cara pembuatan maupun sifat fisik dan kimia yang terdapat didalamnya. Hasil penelit ian diperoleh ko mponen fisika asap cair yaitu rendemen sebanyak 22,02% untuk cangkang kelapa sawit dan 46,7% untuk tandan kosong kelapa sawit, adapun nilai pH untuk asap cair cangkang kelapa sawit adalah 3 dan pH 4untuk asap cair tandan kosong kelapa sawit. Sedangkan untuk berat jenis asap cair dari cangkang kelapa sawit 1,0605 dan tandan kosong kelapa sawit 1,001. Hasil analisis warna keduanya mempunyai warna yang sama yaitu cokelat kemerahan. Adapun hasil analisis asap cair cangkang kelapa sawit menggunakan GC-M S teridentifikasi sebanyak 24 komponen kimia yang didasarkan atas ‘retention time’ (dalam menit ), ‘peak area’ dan konsentrasi yang berbeda. Secara keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengidentifikasi ko mponen -komponen tersebut adalah 59 menit. Sedangkan untuk analisis asap cair tandan kosong kelapa sawit teridentifikasi sebanyak 46 ko mponen kimia.