cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR KIMIA
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019" : 25 Documents clear
PENGARUH METODE EKSTRAKSI CARA MASERASI DAN INFUSA DAUN MANGROVE, DAUN KEJIBELING DAN BATANG KATUK SERTA KOMBINASINYA TERHADAP UJI BAKTERI Eschericia coli DAN Staphylococcus aureus Partomuan Simanjuntak; Edi Susanto; Lilik Sulastri
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh ekstrak hasil maserasi dan infusa terhadap tiga jenis tanaman dan kombinasinya Daun mangrove (Rhizopora stylosa), daun kejibeling (Strobilanthes crispus) dan batang katuk (Sauropus androgynus) yang diuji terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus telah dilakukan. Ketiga simplisia diekstraksi dengan metode maserasi (pelarut etanol) dan infusa (pelarut air). Uji fitokimia dan uji antibakteri dilakukan terhadap ekstrak tunggal dan kombinasinya. Kombinasi yang dibuat yaitu (Daun mangrove : daun kejibeling : batang katuk) dengan variasi kombinasi 1:1:1, 1:1:2, 1:2:1 dan 2:1:1 dengan konsentrasi 10%, 25%, 50% dan menggunakan kontrol positif amoksisilin 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangrove yang optimum terdapat pada bakteri S.aureus. Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 25% ekstrak etanol daun mangrove memberikan nilai zona hambat 11,2 mm dan kontrol positif 10,4 mm. Pada ekstraksi infusa hasil zona hambat dengan konsentrasi 25% pada bakteri E.coli 13,2 mm dengan kontrol positif 12,9 mm dan bakteri S.aureus 13,4 mm dengan kontrol positif 12,8 mm. Kombinasi ekstrak tiga tanaman yang terbaik terdapat pada kombinasi 2:1:1 yang terdapat pada kombinasi multi ekstrak etanol karena pada konsentrasi 10% ekstrak bisa memiliki zona hambat lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol positif dengan nilai 12,4 mm dan kontrol positif amoksisilin 12,3 mm. Konsentrasi terbaik ekstrak tunggal yaitu daun mangrove konsentrasi 25% dan ekstrak kombinasi 2:1:1 konsentrasi 10%. Ekstraksi secara maserasi memberikan nilai zona hambat yang lebih baik dibandingkan dengan ekstraksi cara infusa. Kata Kunci: Antibakteri, Eschericia coli, staphylococcus aureus, Rhizopora stylosa, Strobilanthes crispus, Sauropus androgynus.
EKSTRAKSI ION LOGAM Cd(II) MENGGUNAKAN ADSORBEN DARI ABU SEKAM PADI TERMODIFIKASI DITIZON Alya Yuni Maulana; Nanang Tri Widodo; Aman Sentosa Panggabean
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang ekstraksi ion logam Cd(II) dengan menggunakan adsorben dari abu sekam padi termodifikasi ditizon telah dilakukan. Silika gel yang dimodifikasi dengan ditizon dikarakterisasi dengan menggunakan spektroskopi FT-IR yang menghasilkan serapan gugus-gugus spesifik dari abu sekam padi termodifikasi ditizon. Untuk mengetahui kemampuan adsorpsi adsorben yang dimodifikasi, dilakukan pengukuran pada variasi pH dan variasi waktu kontak terhadap ion logam Cd(II). pH optimum yang diperoleh adalah pH 9 dengan persen adsorpsi ion logam Cd(II) sebesar 99,62 % dan waktu optimum sebesar 60 menit dengan persen adsorpsi ion logam Cd(II) sebesar 94,68 %. Kata Kunci: Abu Sekam Padi, silika gel, ditizon, Cd(II).
OPTIMASI PROSES DIAZOTASI UNTUK PENENTUAN CHLORAMPHENICOL SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yuni Astria; Bohari Yusuf; Moh. Syaiful Arif
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang optimasi proses diazotasi untuk penentuan Chloramphenicol secara Spektrofotometri UV-Vis telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah membentuk garam diazonium dengan Sulfanilamid sebagai sumber garam diazonium dan direaksikan dengan asam nitrit diikuti dengan proses diazotasi serta dikopling dengan Chloramphenicol. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya senyawa azo berwarna kuning jernih yang dapat diukur pada panjang gelombang 400,941 nm. Senyawa ini stabil apabila direaksikan pada temperatur di bawah 10°C. Kondisi optimum dapat diperoleh dengan melakukan proses diazotasi menggunakan 3 mL Sulfanilamid, 3 mL HCl dan 6 mL NaNO2 serta waktu pengoplingan untuk pembentukan senyawa azo selama 8 menit. Kata Kunci: Chloramphenicol, Sulfanilamid, diazotasi, Spektrofotometri UV-Vis.
PENGARUH KONSENTRASI PELARUT ETANOL TERHADAP PROFIL KROMATOGRAM DAN KANDUNGAN SENYAWA KIMIA DALAM EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN DAUN PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.) Herman Irawan; Eka Febryanti Agustina; Djadjat Tisnadjaja
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pepaya (Carica papaya Linn) dan patikan kebo (Euphorbia hirta Linn) merupakan tanaman jenis sayuran yang dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Daun pepaya mengandung senyawa papain, chymopapain, cystatin, α-tokoferol, asam askorbat, flavonoid, cyanogenic glucosides dan glucosinolates, sedangkan daun patikan kebo mengandung senyawa tanin, flavonoid (terutama quercirin dan myricitrin), alkaloid, saponin, dan triterpenoid (terutama taraxerone dan 11α, 12 α-oxidotaraxterol). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut etanol dengan konsentrasi 50%; 70% dan 96% dengan metode maserasi terhadap rendemen, kandungan kimia, profil kromatogram pada daun pepaya dan daun patikan kebo. Hasil profil kromatogram daun papaya dan patikan kebo menggunakan variasi konsentrasi pelarut dan beberapa eluen menghasilkan jumlah noda yang bervariasi. Penetapan kadar fenol dan flavonoid total menggunakan microplate reader daun papaya dan patikan kebo ekstrak etanol 96% adalah 0,35 % mgGAE/g dan 0,73 % mg GAE/g, sedangkan rata-rata kadar fenolik total ekstrak etanol 96 % daun pepaya dan patikan kebo sebesar adalah 0,35 % mg GAE/g dan 0,73 % mg GAE/g. Kata Kunci: daun pepaya, daun patikan kebo, Kadar Fenol Total, Kadar Flavonoid Total.
SINTESIS KOMPOSIT TiO2/WO3/SiO2 MENGGUNAKAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUMBER SILIKA Abdul Zakaria; Noor Hindryawati; R.R Dirgarini Julia N
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis komposit TiO2/WO3/SiO2 dengan abu sekam padi sebagai sumber silika. Sintesis dilakukan dengan metode sol-gel-hidrotermal dengan perbandingan mol TiO2:WO3 1:0,5. Karakterisasi komposit dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), SEM-EDX dan Surface Area Analyzer. Hasil XRD menunjukkan terdapat SiO2 quartz dan cristobalite, TiO2 rutile dan WO3 monoklinik. Analisa SEM menunjukkan komposit memiliki morfologi permukaan yang tidak seragam. Hasil EDX menunjukkan terdapat atom Ti, W, Si dan O yang menandakan adanya TiO2, WO3 dan SiO2 . Hasil analisa Surface Area Analyzer menunjukkan luas permukaan komposit sebesar 8,80 m2/g. Kata Kunci : Komposit, Sol-gel-hidrotermal, TiO2/WO3/SiO2.
ANALISIS PENGARUH MATERIAL POTENTIALLY ACID FORMING YANG TELAH TERTUTUP AIR TERHADAP PEMBENTUKAN AIR ASAM UNTUK RENCANA PASCA TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN TIMUR Saibun Sitorus; Deristu Samurai Teweng; Muhammad Fadliannur
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis pengaruh material potentially acid forming yang telah tertutup air terhadap pembentuka air asam untuk rencana pasca tambang. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui dosis penggunaan kapur tohor (quicklime) yang efektif dalam menetralkan air asam tambang sehingga nilai pH sesuai dengan baku mutu lingkungan yang berlaku, pengaruh variasi kedalaman air terhadap material potentially acid forming (PAF) dalam pembentukan air asam dan biaya operasional dalam penggunaan kapur tohor (quicklime) pada saat pasca tambang. Hasil uji jar tes dihasilkan dosis kapur tohor yang paling optimal untuk menetralkan pH air asam dari nilai pH 3,08 menjadi pH 8 sebanyak 0,25 gram/Liter atau 250 gram/m3. Dari analisis rancangan acak lengkap maka perbedaan variasi kedalaman air terhadap material PAF dalam pembentukan air asam tambang sangat berpengaruh nyata terhadap nilai pH, ion Fe maupun ion Mn. Dosis kapur tohor yang optimal sebesar 250 gram/m3 dengan estimasi volume air asam tambang batubara sebesar 321.000 m3 dengan kedalam 3 meter serta biaya penggunaan kapur tohor (quicklime) setiap 1 m3 air asam memakan biaya sebesar Rp. 750/m3. Kata Kunci: air asam tambang, potentially acid forming, kapur tohor, jar tes.
KOMPOSISI OPTIMUM PEMBUATAN ADSORBEN KITOSAN-Fe3O4 (K-Fe3O4) DAN KARAKTERISASINYA DENGAN MENGGUNAKAN FT-IR DAN XRD Munandar, Aris; Alimuddin, Alimuddin; Liana Sari, Ika Yekti; Koesnarpadi, Soerja
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis adsorben K-Fe3O4 dari magnetit (Fe3O4) yang sebelumnya dibuat dari ferri amonium sulfat (III) dan ferro amonium sulfat (II) dengan perbandingan 3:1. Kemudian Fe3O4 dimodifikasi dengan kitosan yang dimanfaatkan untuk mengadsorpsi ion logam Pb2+. Adsorben diatur dengan perbandingan komposisi magnetit dan kitosan 1:1; 2:1 dan 1:2. Karakteristik adsorben K-Fe3O4 dan interaksi adsorben terhadap ion Pb2+ diketahui berdasarkan data Fourier Transform Infared (FTIR) dan X-ray Powder Diffraction (XRD). Untuk hasil FT-IR, K-Fe3O4 mengalami perubahan peak pada panjang gelombang 354,9 cm-1 merupakan gugus O ̶ Fe dan 1026 cm-1 yang merupakan gugus fungsi dari C ̶ O. Hasil XRD menunjukkan puncak-puncak karakteristik magnetit dan K-Fe3O4 terdapat di 2θ = 35,79° dan 36,01° dimana hasilnya tidak mengalami perubahan yang signifikan menandakan bahwa senyawa magnetit ini tetap ada di K-Fe3O4. Konsentrasi ion logam Pb2+ setelah adsorpsi ditentukan secara spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil penelitian didapatkan bahwa perbandingan komposisi yang ideal adalah 1:1 dengan % penyerapan sebesar 94,97 % untuk ion logam Pb2+. Kata kunci: Adsorben, Magnetit, Kitosan, Ion Logam Pb2+, Fourier Transform Infared (FTIR), X-ray Powder Diffraction (XRD), Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).
UJI FITOKIMIA, TOKSISITAS DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA EKSTRAK BATANG BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata Lam.) Sitorus Anna Margarettha; Erwin Erwin; Alimuddin Alimuddin
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang uji fitokimia, toksisitas dan aktivitas antioksidan ekstrak kasar batang bakau hitam (Rhizophora mucronata Lam.) telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa metabolit, dan aktivitas antioksidan pada ekstrak kasar metanol. Metode yang digunakan diantaranya uji fitokimia dilakukan dengan uji warna, uji toksisitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test dan uji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kasar batang bakau hitam mengandung senyawa flavonoid, fenolik dan triterpenoid. Pada hasil uji toksisitas dari ekstrak kasar metanol memiliki nilai LC50 sebesar 420,9017 ppm dan hasil uji aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar metanol memiliki nilai IC50 sebesar 119,432 ppm. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan ekstrak kasar metanol dengan nilai LC50 memiliki tingkat toksisitas yang toksik dan nilai IC50 memiliki kekuatan aktivitas antioksidan sedang. Kata Kunci : Rhizophora mucronata Lam., Metabolit Sekunder, Brine Shrimp Lethality Test, Antioksidan, DPPH.
PROFIL TUMBUHAN SIKKAM (Bischovia javanica Blume) Karolina Sinukaban; Chairul Saleh; Daniel Daniel
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang uji toksisitas dan uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit batang tumbuhan sikkam (Bischovia javanica Blume) telah dilakukan. Hasil dari uji fitokimia pada kulit batang tumbuhan sikkam mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Berdasarkan hasil uji toksisitas dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) pada ekstrak kasar metanol diperoleh nilai LC50 sebesar 56,92 ppm yang menunjukkan tingkat toksisitas yang toksit sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat antikanker. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan pada ekstrak kasar metanol diperoleh nilai IC50 sebesar 9,1878 ppm. Dari hasil uji antioksidan diketahui bahwa pada ekstrak kasar metanol kulit batang tumbuhan sikkam memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 9,1878 ppm. Kata Kunci: Sikkam (Bischofia javanica Blume), Uji Fitokimia, Uji Toksisitas, Uji Aktivitas Antioksidan, DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl)
Front Matter Prosiding Semnas Kimia 2019 Nanang Tri Widodo
PROSIDING SEMINAR KIMIA SEMINAR NASIONAL KIMIA 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Front Matter

Page 2 of 3 | Total Record : 25